NovelToon NovelToon
Gadis Culun Milik Tuan Marco

Gadis Culun Milik Tuan Marco

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Quinza

NOVEL INI MENGANDUNG BACAAN DEWASA || PILIHLAH BACAAN YANG BIJAK. DILARANG PLAGIARISME!

JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM: LilyQuinza || info update visual disana yah 🥰❤

"Liora, mungkin ini semua salah mengingat aku Pamanmu, tapi, jika mengingat kita tak sedarah, aku tidak perduli!"

"MarcoI—itu apa?"

"Kau harus membiasakan diri baby, cobalah berkenalan dengannya."

"Gila benda itu tidak akan cukup jika—"

"Ssstttt, Cobalah... "

"Ini sakit!"

"Sial! Kau sangat cantik saat kau tidak memakai kacamata itu!"

"Berhenti menggodaku, aku bisa gila Marco!"

Liora adalah gadis culun yang selalu menyembunyikan kecantikannya di balik kacamata tebal, pakaian sederhana, dan sikap pemalu. Ia hanya ingin menjalani kehidupan kampus dengan tenang tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, semua berubah karena Marco.

Marco adalah adik angkat ibu kandung Liora yang usianya hanya terpaut lima tahun darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Quinza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

'Tidak, aku tidak mungkin cemburu pada pria tua itu. Ini mustahil sangat mustahil,' batinnya.

Liora segera bangkit, lalu gadis itu segera membersihkan diri. Dan ia akan membaca novel. Berusaha agar tidak mengingat Marco.

Begitu memasuki kamar mandi, Liora menatap dirinya di cermin. Ia menatap lekat wajahnya. Ia cantik, tidak seperti Rhea yang terlihat dewasa.

Lalu jemarinya terangkat ,melepas kacamata dan menghapus, jejak air mata di wajahnya. "Aku tidak seburuk itu. Aku cantik. Aku akan memakai kontak lensa saja agar terlihat berbeda."

Tangan lainnya, memutar kran air. Air keluar, menepuk bahunya begitu sangat menenangkan. Uap air panas naik ke permukaan menutupi dinding kaca.

***

Di ruang tamu.

Marco mencari-cari liora, matanya menelisik. Mungkin ia berada dikamar.

"Pergi Rhea, aku tidak ingin bertemu denganmu."

"Sekarang kau mengusirku."

"Ya! Aku ingin kau pergi dari rumah ini! Dan jangan pernah kembali."

Rhea menggeleng pelan, "Kau!"

Marco melirik tajam ke arah sang wanita. Menatap dengan tatapan tidak suka dan marah.

"Kau pergi, atau aku yang akan menyeretmu! Aku masih menghormatimu Rhea, aku tidak ingin bertindak kasar kepadamu."

"Kau sangat berubah Marco!" suara gadis itu sedikit meninggi.

Marco berjalan mendekat, hening menyelimuti. mereka. Marco berjalan mendekat hingga gadis itu refleks mundur perlahan. Lalu tangan besarnya meraih dan mencekeram rahang sang gadis.

Mata pria itu melebar. "Apa kau sadar dengan yang sudah kau katakan. Kau mengatakan aku berubah!" ucapnya. "Kau Rhea! Kau yang membuatku menjadi seperti ini. Kau berselingkuh dengan kakak dari sahabatku. Apa kau tidak malu?" tanya pria itu.

"A—aku dipaksa."

Ucapan Rhea membuat Marco benar-benar diluar batas kendali. Ia semakin erat mencekeram rahang wanita itu hingga nyaris menghancurkannya. Dengan kemarahan yang memuncak.

Pria itu tersenyum kecut. "Kau mengatakan jika dipaksa. Apa kau sudah kehilangan akal?"

Rhea meneteskan air mata. "Ya memang aku dipaksa oleh Theo."

Marco melepas cengkeraman rahangnya. Lalu pria itu menatap jijik pada Rhea. "Aku jijik melihatmu Rhea, selama ini aku mencintaimu dengan begitu tulus, tapi kau berselingkuh dengan kakak kandung Noah."

"Marco!"

"Hentikan, jangan sebut namaku lagi! Aku sudah mempunyai tunangan."

Ucapan itu meluncur cepat begitu saja menembus bibir Marco.

Deg!

Mata Rhea membulat, "S—siapa, siapa dia?"

"Kau tidak perlu tahu. Yang jelas dia lebih baik darimu."

Rhea memejamkan mata. Gadis itu kehabisan kata-kata. Ia berlangsung pergi tanpa menatap Marco.

Marco memejamkan mata sejenak. Kepalanya berdenyut karena sakit. Pria itu menggertakkan gigi. Ia segera menyambar naik ke lantai dua mansion, menuju kamar miliknya. Saat dikamar Marco mencampakkan begitu saja tasnya dan pakaian yang ia kenakan hingga terlihat berserakan.

Lalu pria itu memandang hamparan lampu kota kerlap kerlip di luar sana. Pikirannya melayang kepada masalalu yang menurutnya udah benar-benar selesai.

Ini semua diluar kendali dirinya. Bagaimana bisa Rhea menghampirinya ke mansion tanpa mengabarinya. Itu sangat lancang. Dan Marco tidak suka itu.

Marco menjatuhkan tubuhnya di sofa. Ia mengambil segelas wine yang sudah berada di atas meja. Ia menuangkan cairan merah itu kedalam gelas miliknya.

Dengan gerakan pelan, ia segera menenggak wine itu. Cairan merah itu masuk dan ia merasa tenggorokannya seperti tersayat tapi sedikit menenangkan pikirannya yang sedang kacau saat ini. Namun, tidak itu saja yang mengganggu pikirannya. Melainkan Liora juga terus berada di kepalanya dan akhir ini mereka berdua bersikap baik atau lebih tepatnya mereka bahkan sudah tidak pernah bertengkar lagi.

1
Lilyyy
HALLO GUYS, JANGAN LUPA BERIKAN ULASAN YA JIKA BERKENAN TRIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MAMPIR 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!