NovelToon NovelToon
Perjanjian Pranikah

Perjanjian Pranikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: AzieraHill

COVER FROM PINTEREST


"Perjanjian? Perjanjian apa?” tanya Jasmine tak menyangka kalau pernikahan yang sangat ingin dia lakukan seumur hidup sekali ini harus serumit ini.

“Aku sudah membuat semua keinginanku. Jadi, giliranmu untuk membuatnya. Kalau sudah selesai, segera berikan padaku. Kau boleh menulis apapun yang kau mau dalam 5 poin saja dan itu pun tidak boleh bertentangan dengan poin yang sudah aku buat untuk dirimu. Silakan pikirkan dulu baik-baik. Jika sudah, mari kita sepakati bersama dan tanda tangani. Jika salah satu dari kita melanggar, maka ada hukumannya.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzieraHill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Pulang Kerja

Jordan sangat membenci Roy yang terus saja meledeknya sejak tadi. Bahkan ketika Jordan sungguh ingin meneriaki pria ini untuk segera keluar dari ruangannya.

“Sudah kau pulang saja kalau begitu!” sergah Jordan memperhatikan jam di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 16:30.

“Ahh, kau pasti ingin cepat-cepat pulang ya bertemu dengan istrimu. Kau pasti sudah merindukannya,” ledeknya lagi tak henti-hentinya membuat Jordan geram.

“Kau ini mau aku pecat ya! Kerjaannya hanya datang ke kantorku saja.”

“Eitss enak saja. Kau pikir meeting hari ini berhasil karena siapa?” tolak Roy mentah-mentah. Padahal dia sudah melakukan yang terbaik untuk perusahaan sahabatnya ini. Jelas Roy juga ingin mendapatkan ruang yang khusus kalau nanti Jordan menjadikannya asisten.

“Terserahlah. Aku ingin pulang sekarang! Cepat keluar!”

Roy bangun dari sofa dan menarik kemejanya untuk melihat jam. “Tuh kan tumben sekali ingin pulang cepat. Kemarin juga kau pulang cepat, ada apa? Jangan katakan kalau-“

Jordan terkekeh melihat kelakukan temannya yang sangat ingin tahu. “Kalau iya memang kenapa?” jawab Jordan seolah tahu apa yang Roy pikirkan tentangnya. Mendengar itu Roy langsung mengangkat tangannya tinggi.

“Yes, kalau begitu aku memang cocok mendapat gaji lebih tinggi!” kata Roy sangat bangga pada dirinya sendiri karena apa yang dia sarankan sejak kemarin. Sungguh Jordan lakukan dan berhasil membuat rumah tangga Jordan membaik.

“Kepalamu! Sudah! Ayo keluar! Aku mau menjemput istriku!” kata Jordan seraya menarik Roy paksa dari kantornya. Begitu mereka keluar dari ruangan pun beberapa mata memandangi mereka, tapi Jordan langsung merangkul Roy ke arah lift.

“Owww, sakit!” keluh Roy merasa kepalanya dijepit dengan tangan besar sahabatnya itu. Sementara Jordan puas sudah membuat Roy kesakitan.

“Sejujurnya wanita itu menyukai bunga, kau tahu?” tanya Roy pada Jordan.

Pintu lift terbuka dan mereka keluar beriringan ketika semua karyawannya yang berada di depan lift menunduk menghormati Jordan. “Iya aku tahu.” kata Jordan. Dia juga sudah pernah berpacaran bukan dengan Laura. kalau tentang itu, tentu saja Jordan tahu.

“Jadi, kau sudah tahu istrimu suka bunga apa?”

Nah, mungkin ini PR untuk Jordan. Dia memang belum terlalu mengetahui banyak apa yang Jasmine suka dan Jasmine tak suka.  Maklum saja bukan? Mereka kan baru saja berbaikan dan bagi Jordan itu semua tak mudah. Dia mengalami pergulatan batin untuk terus menepatkan terus janjinya pada Endra atau memilih Laura yang meninggalkannya, tapi Roy berkali-kali memperingatinya. Sesuatu yang menurut kita tidak berharga, akan terasa berharga ketika kita kehilangannya.

Karena itu Jordan tak boleh menyia-nyiakan yang ada. Masa lalu biarkanlah berlalu. Mungkin Laura sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan mereka sehingga Tuhan mengembalikan Jordan pada pemiliknya yang asli, yaitu Jasmine. Bukankah jodoh, rezeki, dan maut sudah Tuhan tentukan sejak kita semua lahir?

“Kau bisa memberikannya mawar merah terlebih dahulu. Aku yakin sekali dia suka,” ucap Roy di parkiran seraya menepuk punggung sahabatnya dan berlalu kembali ke kantor. Ada sesuatu yang ingin Roy urus untuk meeting besok dan Jordan sudah mempercayai Roy serta Bella untuk membereskannya.

[…]

Jordan sungguh membeli buket mawar yang ukurannya lumayan besar. Dia mencium wangi bunga yang sudah dia beli untuk istrinya dan tersenyum semringah. Ternyata, seperti ini rasanya pacarana setelah menikah. Memadu asmara setelah adanya ikatan terjadi memang menyenangkan. Merasakan kasmaran dan juga merindu di waktu yang sama sungguh membuat Jordan tidak kuat menahannya. Beruntung yang dia rindukan istrinya sendiri, jadi dia bisa bertemu kapan saja tanpa harus menghubunginya lebih dulu. Toh, Jordan juga ingin memberikan istrinya kejutan.

“Pak ini kembaliannya,” ucap sang penjual bunga dan Jordan menerimanya dengan cepat.

Begitu dia keluar dari toko bunga dan masuk ke dalam mobil. Kebetulan sekali dia melihat istrinya dari jauh sedang naik ojek online dan membawa plastik putih yang dia tebak berisi belanjaan.

“Dia benar-benar nakal! Sudah aku bilang untuk tidak terlalu banyak melakukan hal berat hari ini!” kekehnya langsung melajukan mobilnya mengikuti istrinya yang sudah pergi dengan ojek pesanannya.

Sekali lagi dia mencium buket bunga yang dia beli dan menaruhnya di jok samping kemudinya. “Aku akan buat kejutan untukmu, Sayan,” kekeh Jordan memutar kunci mobilnya dan meluncur bersama mobil kesayangannya untuk mengikuti ojek online itu.

Beberapa menit Jordan mengikuti arah kemana ojek itu membawanya. Dia semakin tak mengerti kenapa Jasmine harus ke tempat yang lumayan jauh. Dia kira, akan bertemu dengan Endra di tempat makan terdekat, tapi Jordan ingat kalau istrinya bilang Endra sudah punya rumah sendiri. Sepertinya Jasmine akan ke rumah Endra yang dia maksud semalam.

Ojek itu berhenti di depan sebuah perumahan baru yang baru Jordan ketahui. Ketika Jordan melihat Jasmine baru saja turun dan membayar ojek online yang dia pesan. Mata Jordan terus memperhatikan di mana dia berada. Perumahan yang sepertinya tidak begitu mahal dan juga terpencil. Benar-benar selera Endra tidak Jordan sangka-sangka. Jordan mengangkat buket bunga di sampingnya. Baru saja dia akan turun dari mobil, HP-nya berdering memunculkan nama Bella memanggil.

Di sisi lain, Jasmine segera menuju rumah Laura. Hari ini Endra akan pergi dinas dan meminta Jasmine untuk menemani Laura hingga mamanya Laura kembali. Terlihat kakaknya yang sudah mau berangkat meninggalkan Laura dan Endra sedang mencium kening Laura.

“Jaga baik-baik anak kita ya, Sayang,” ucap Endra lalu Endra beralih ke perut Laura bergantian menciumnya.

“Jaga Mama ya, Nak,” kata Endra membuat senyuman di bibir Laura dan Jasmine mengembang.

“Kamu juga jaga diri. Cepet pulang jangan mampir-mampir dan jangan lirik cewek lain,” ingat Laura sungguh posesif, tapi Endra senang karena itu tandanya cinta Laura tidak pernah luntur untuknya. Kini Endra mengelus pipi kekasihnya seraya menepuk puncak kepala Laura.

“Iya, Sayang. Yaudah aku berangkat ya,” kata Endra seraya membalikkan tubuhnya dengan tak rela. Endra pun melihat kedatangan Jasmine yang sudah ada di depan pagar.

“Kau sudah datang. Tolong jaga Laura dan keponakanmu ya! Nanti mama akan segera pulang,” kata Endra pada Jasmine. Jasmine pun menganggukkan kepalanya seraya mencium punggung tangan Endra.

“Kakak hati-hati,” ungkap Jasmine.

Endra mengangguk dan membuka pintu mobilnya. Pria itu melambaikan tangannya dari dalam mobil pada Laura. Gadis itu pun membalasnya seraya mengelus perutnya yang sudah sangat besar. Begitu mobil itu keluar dari pelataran rumahnya, Jasmine segera mengajak Laura masuk karena hari sudah terlihat semakin sore.

“Kak ini aku taruh sini ya. Tadi aku belanja dulu dan bawa buah untuk Kakak.”

Laura mengangguk pelan. “Makasih,” katanya dengan nada sanagt murung.

Jasmine pun duduk di samping Laura dan menepuk bahunya. “Jangan sedih gitu dong, Kak!”

Laura mencemberutkan bibirnya. “Rasanya ditinggal sama pacar tiga hari tuh kaya mau ditinggalin bertahun-tahun,” kata Laura terdengar seperti suara yang lirih.

Jasmine membawa Laura duduk di sofa dan mengambil sebuah tisu agar Laura bisa menangis sepuasnya. Wajar kalau ibu hamil terlalu dibawa perasaan. Apalagi sudah hamil tua gini. Biasanya suami pulang telat dikit saja pikirannya sudah tidak-tidak. Entah yang selingkuhlah. Punya cewek lainlah, asyik sama cewek lainlah, bahkan Laura tak jarang menuduh Endra lagi jalan sama tante-tante. Padahal Endra gak doyan tuh sama tante-tante.

Ah, Endra juga belum jadi suaminya. Mereka masih harus menunggu anak mereka lahir sehingga bisa menikah dan sah dikatakan menjadi pasangan suami-istri. Tentu, Laura akan menunggu hari itu datang karena jika dia sudah menjadi Nyonya Endra. Dia akan memukul pantat suaminya yang suka pulang malam karena sibuk bekerja.

“Udah Kak, nanti juga Kak Endra nelpon kan? Tetap aja kalian bisa saling tatap muka,” kata Jasmine mengingat teknologi zaman sekarang sudah sangatlah canggih. Apapun yang jauh pun bisa terlihat dekat.

“Iya sih, tapi kan beda. Gak bisa meluk,” kata Laura semakin membuat Jasmine gemas. Apa mungkin nanti ketika dia hamil juga akan seperti itu?

“Tapi Kak, kalian sudah punya rencana menikah kapan?” tanya Jasmine ingin tahu. Tidak mungkin kan mereka akan terus melakukan perzinahan di luar ikatan pernikahan dan tidak mungkin keponakannya tahu kalau ibu dan bapaknya tidak mempunyai tali pernikahan.

[…]

Geys! Jangan lupa baca karyaku yang lain loh! Ada 4 karya yang udah selesai jadi jangan takut digantungin heehehe.  Nyesel deh kalau enggak baca wkwkw. Jangan lupa like, komen, share dan juga follow aku ya!

Btw, kalau kalian bingung caranya gimana sih caranya bisa baca karyaku yang lain? Kalian bisa search aja dengan judul di atas atau kalian bisa klik foto profilku nanti pilih karya dan akan muncul karya2ku^^

1
Luh Somenasih
di tunggu karya selanjutnya ya thor...keren ceritamu.... sukses selalu thor..👍👍🥰🥰
Luh Somenasih
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Luh Somenasih
mau thor ...tentang jasmin dan jordan aja
Luh Somenasih
dasar laki2 gk peka
Luh Somenasih
😘😘
Anisa
seru, semangat thor
Nurlela Nurlela
engsel????
Nurlela Nurlela
traktir makanan >>> traktir makan
Nurlela Nurlela
bercuat >>> mencuat
Nurlela Nurlela
bukan engsel tp handle pintu
beda banget arti engsel & handle🙏🙏
Nurlela Nurlela
pul >>> full
Nurlela Nurlela
koq tidak sengaja?
Kan endra mmg sengaja ngajak Laura utk dioerkenalkan ama Jordan spy dia bisa bebas Dari Laura 🤔
jinnie
itu kan klo pernikahan normal jasmin, diperjanjian nikah aja jelas tertulis tak ada sentuhan...pinter dikitlah jasmin
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
ouhya
buatin novel jelita dong thor... gk sabar nih
udh lama nunggu nya😭😭
gigietha
pengennya yg simple ceritanya tanpa orang ketiga keempat dst. tapi aku tertarik bgt sama tata bahasa otor satu ini. seolah2 sedang baca novel terjemahan. penulis sebagus ini harusnya view-nya lebih banyak dibanding yg lain.
Chia-Chia Ho
jasmine bego, ga da harga diri
Byla
Peyuukkk Jasmine..
Byla
Uwaaa lama beud ya Thor.. Dan aku baru membacanya di tahun 2022.. Baiklah aku lanjot baca ya Thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!