NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Aku bertahan bukan karena masih mencintaimu. Tapi, aku bertahan untuk memastikan kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Ikut Andil

Alena mengikuti rapat pagi itu. Ia dengan serius memperhatikan Doni yang berdiri di depan sambil memegang beberapa berkas.

"Pertama-tama, Aku ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras kalian semua," ucap Doni. "Proyek sebelumnya berhasil kita dapatkan, dan hasilnya sangat memuaskan."

Seketika, ruangan dipenuhi tepuk tangan.

"Sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan, bonus untuk proyek tersebut akan segera dibagikan."

Sorak gembira langsung terdengar dari semua orang yang hadir di ruangan tersebut.

"Serius, Pak?"

"Wah, akhirnya!"

"Syukurlah, kerja lembur kita tidak sia-sia!"

Alena ikut tersenyum. Ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan bonus sejak bekerja di WIN Group.

Doni mengangkat tangannya, meminta semua kembali tenang.

"Untuk proyek yang sedang berjalan, saya menunjuk Mita sebagai penanggung jawab utama. Tim sebelumnya akan tetap membantu hingga proyek selesai."

Mita segera berdiri dan menganggukkan kepala. "Baik, Pak. Saya akan melakukan yang terbaik."

Doni kembali melanjutkan. "Tapi, ada hal penting lain yang harus aku sampaikan."

Suasana ruangan langsung kembali hening.

"Aku baru saja mendapatkan informasi bahwa Atma Group akan membuka tender untuk proyek besar dalam waktu dekat. Dan, WIN Group memutuskan untuk ikut berpartisipasi."

Ucapan itu membuat beberapa karyawan saling pandang.

Semua orang tahu bahwa proyek dari Atma Group bukanlah proyek biasa. Nilainya sangat besar dan akan memberikan keuntungan yang luar biasa bagi perusahaan yang berhasil mendapatkannya.

"Karena itu, aku membutuhkan tim untuk bekerja bersama ku dalam mempersiapkan proposal dan presentasi tender."

Doni menatap seluruh peserta rapat satu per satu sebelum akhirnya menyebut siapa saja yang akan bergabung di tim tersebut..

"Ridwan."

Pria yang dipanggil itu langsung mengangguk. "Siap, Pak."

Doni kemudian menoleh ke arah lain, Silvi dan Alena. Sisanya akan membantu Mita."

Alena membelalak tidak percaya saat namanya di sebut.

"Sa-saya juga, Pak?" tanyanya terbata.

"Benar."

Seluruh tatapan langsung tertuju kepadanya.

Alena bahkan sampai tidak bisa berkata-kata. Ia merasa dirinya belum pantas menerima kesempatan sebesar itu. Lagi pula, ia masih terbilang baru di perusahaan.

"Pak, apa tidak sebaiknya memilih orang lain?" ucapnya ragu. "Saya masih baru dan belum memiliki banyak pengalaman."

Doni tersenyum tipis. "Justru karena aku melihat kemampuanmu, aku memilihmu."

Alena terdiam.

"Selama bergabung di WIN Group, kamu sudah memberikan banyak kontribusi. Ide-ide yang kamu berikan pada proyek sebelumnya juga sangat membantu tim."

"Tapi..."

"Percayalah pada kemampuanmu sendiri, Alena," ucap Doni dengan suara yang terdengar tegas. "Setiap orang hebat selalu memulai dari nol. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan bekerja keras."

Ruangan mendadak hening.

"Jadi, saya berharap kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini," lanjutnya.

Alena menatap Doni selama beberapa detik. Perlahan, rasa ragu di dalam dirinya mulai menghilang, berganti dengan tekad yang kuat.

Ia bangkit dari kursinya dan mengangguk mantap. "Baik, Pak. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan tidak akan mengecewakan kepercayaan yang telah anda berikan kepada saya."

Senyum puas terukir di wajah Doni. "Bagus," ucapnya. "Kalau begitu, semuanya kembali bekerja. Untuk Ridwan, Silvi dan Alena, nanti aku akan memberikan detail proyeknya."

"Baik, Pak," jawab ketiganya serempak.

Para karyawan mulai meninggalkan ruang rapat satu per satu hingga ruangan itu akhirnya menjadi sepi.

Sementara, Doni masih duduk di tempatnya. Dan, setelah memastikan tidak ada siapa pun di sana, ia mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nomor.

Tidak lama, panggilan tersambung.

"Semua sudah beres, Tuan. Seperti yang Anda perintahkan," ucapnya hormat.

"Dia menerimanya?" tanya seseorang di seberang

Doni tersenyum tipis. "Ya, Tuan. Nona Alena sudah setuju untuk bergabung dalam proyek Atma Group."

"Bagus."

Tidak jauh berbeda dengan WIN Group, di ruang rapat utama ASN Group, Arsen sedang memimpin rapat pagi itu.

Suasana ruangan dipenuhi wajah-wajah serius. Beberapa berkas dan data proyek terpampang di layar besar di depan mereka.

"Seperti yang sudah kalian ketahui, Atma Group akan membuka tender untuk proyek besar dalam waktu dekat," ujar Arsen sambil berdiri di depan meja rapat. "Proyek ini memiliki nilai yang sangat besar dan akan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan perusahaan."

Semua orang mendengarkan dengan saksama.

"Karena itu, aku ingin kita mendapatkan proyek tersebut." Arsen menatap satu per satu anggota timnya. "Aku berharap kalian bekerja lebih keras dari biasanya. Kerahkan semua kemampuan terbaik kalian dan siapkan proposal yang sempurna. Kita tidak boleh kalah dari perusahaan lain."

"Baik, Pak!" jawab mereka serempak.

Arsen mengangguk puas. "Selain itu, akan ada satu orang lagi yang bergabung dalam tim ini."

Ucapan itu membuat semua orang saling pandang dengan wajah penasaran.

Satu orang lagi?

Siapa?

Bukankah proyek sebesar ini biasanya hanya ditangani oleh orang-orang internal perusahaan?

Belum sempat mereka bertanya, pintu ruang rapat tiba-tiba terbuka.

Seorang wanita melangkah masuk dengan senyum tipis di wajahnya.

Semua orang langsung mengenalinya.

Dia adalah Erina, model yang pernah beberapa kali bekerja sama dengan ASN Group sebagai bintang iklan perusahaan.

Bisikan kecil mulai terdengar di dalam ruangan.

"Bukankah itu Erina?"

"Kenapa dia ada di sini?"

"Jangan bilang dia akan bekerja di perusahaan?"

Arsen berdeham pelan, meminta semua orang kembali fokus.

"Kalian pasti sudah mengenalnya, jadi aku tidak perlu memperkenalkannya lagi."

Erina berdiri di samping Arsen dengan senyum anggun.

"Mulai hari ini, Erina akan ikut berpartisipasi dalam proyek Atma Group."

Semua orang kembali terdiam.

"Nanti, dia akan mendampingiku dalam proses pengajuan proposal dan berbagai pertemuan yang berkaitan dengan proyek ini."

Arsen berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Dan, satu hal lagi..." Tatapannya menyapu seluruh ruangan. "Mulai hari ini, Erina juga akan menjadi sekretaris baruku."

DEG!

Ruangan mendadak hening. Beberapa orang tampak terkejut, sementara yang lain saling bertukar pandang.

Mereka tahu bahwa posisi sekretaris bukanlah jabatan yang bisa diberikan sembarangan, apalagi kepada seseorang yang tidak memiliki pengalaman bekerja di perusahaan.

Namun, tidak ada seorang pun yang berani menentang apalagi mengajukan pertanyaan.

Sebaliknya, berbagai dugaan mulai bermunculan di benak mereka.

Selama ini, mereka memang sering melihat Arsen dan Erina bersama di luar urusan pekerjaan. Kini, keputusan mendadak itu semakin memperkuat dugaan bahwa hubungan keduanya tidak sesederhana rekan kerja biasa.

Erina sendiri hanya tersenyum tenang, seolah tidak memedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya.

"Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ke depannya," ucapnya lembut.

Tidak ada yang berani menjawab selain anggukan kecil dari beberapa karyawan.

Arsen kembali angkat bicara.

"Baiklah, kalau tidak ada pertanyaan lagi, rapat kita cukup sampai di sini."

Ia menutup map di tangannya.

"Kalian boleh kembali ke divisi masing-masing dan mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk tender Atma Group."

"Baik, Pak."

Satu per satu peserta rapat mulai berdiri dan meninggalkan ruangan.

Namun, setelah keluar, beberapa dari mereka masih tidak bisa menahan rasa penasaran.

"Menurutmu, hubungan Pak Arsen dan Erina itu apa?" bisik salah seorang karyawan.

"Entahlah," jawab yang lain pelan. "Tapi, rasanya tidak mungkin hanya hubungan kerja biasa."

Sementara itu, di dalam ruang rapat, Arsen dan Erina saling bertukar pandang.

Senyum tipis terukir di bibir keduanya, seolah mereka tidak peduli dengan berbagai spekulasi yang mulai beredar di perusahaan.

1
nunik rahyuni
orang tua klo sdh meraju susah diluluhlan hatinya..kecuali kamu bw istri kenan🤣🤣🤣
nunik rahyuni
dimulai drama ikan terbang hati suami yg terkuyak karena kesadaran istri🤣🤣🤣
klo istrinya bodoh diem damai hatimu..sekaramg istrimu sudah sadar dia pintar dan berguna bukan orng bodoh yg cima diam tak berdaya di perlakukan semena mena..tunggu langkah selanjutnya
atik
Dasar suami durjana, cuekin aja Alena gk penting juga ngobrol ma Arsen
atik
Kamu pasti bisa Alena mengalahkan suami laknatmu itu
nunik rahyuni
baru sadar klo istrimu itu pinter..biarpun kamu kurung dirumah dg berteman sepi klo pinter ya pinter aja✌️✌️
atik
Rasain kamu Arsen
makin seru thor, lanjut...
Ade Chubi
kasihan istri nya di bohongin
atik
Ayolah kenan turuti ja keinginan kakekmu biar kamu bisa bahagia
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak semudah itu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
atik
Kapok, ibu mertua tak tau diri dicuekin menantunya semoga segera setruk gara2 darah tinggi
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pikiranku berkelana karena setruk. Aq pikir tadi Truk kendaraan. 🙏🤧
total 1 replies
atik
Puas2in senyum kalian para penghianat sebelum perselingkuhan terbongkar
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak💜
total 1 replies
atik
gak sabar nunggu Arsen hancur
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho... Pelan-pelan aja, kak. banyakin sabar🤭
total 1 replies
atik
Seru
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: thankiyu, kak 💜
total 1 replies
atik
lanjut thor, semangat 💪
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap
total 1 replies
Ma Em
Alena lbh baik pura2 tdk tau saja , semoga Alena cepat mendapatkan pekerjaan dgn gaji yg besar agar Alena bisa cepat berpisah dgn Arsen .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Cepet dapat CEO kaya juga,🤭
total 1 replies
Neng Saripah
ikut deg2an Thor 🤭🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Itu tandanya kakak sedang jatuh cinta 🤭
total 1 replies
Nining damayanti
nggk buat CS bru thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Maaf, kak. soalnya sekarang cs gak bisa kontrak.
total 3 replies
Neng Saripah
belum apa2 udah nyesek euy...kira2 sanggup lanjut ga ya aku 😱
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pasti sanggup, kak. Semangat 💪🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!