NovelToon NovelToon
AL Dan EL

AL Dan EL

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Tamat
Popularitas:739.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asiih Suyadii

Alriestella tidak pernah murung sama sekali, baginya hidup adalah keajaiban, dia bisa membuat nada nada cerita yang indah dari dunia, apalagi dunianya harus lebih berwarna ketika bertemu dengan lelakk bernama "El Nevaro Semanding".

El memiliki dunia yang berbeda dengan Al, dunia yang baginya suram, dunia yang sepi, dunia yang selalu membuatnya membatasi gerak terhadap orang lain, dunia yang menjadikannya sebagai lelaki terdingin

mampukah Al mencairkan es yang hampir membekukan semua dunia El?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asiih Suyadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keajaiban Dua Puluh Sembilan

Aneh, aku kan tidak menyukainya tapi kenapa selalu segugup ini

⏳⏳⏳

Setelah Bella dan Jovan pergi, ruang tamu jadi terasa canggung, apalagi El, rasanya El sudah ingin kabur saja dari sini. Lihat Al yang sudah mulai menemukan dunianya bersama gitar baru yang dibelikan El.

El mengamati ruangan tamu milik Al, sebuah potret keluarga bahagia, diam diam El merasa hangat hanya memandangi foto keluarga itu.

"Oh ya, El mau belajar lagu apa? Sini biar Al ajarin" kata Al menggeser duduknya

"Tadi Al udah nyetel gitarnya" Al memberikan gitar itu pada El

El menolaknya, kenapa dia harus belajar gitar sedangkan dia bisa bertinju.

"Lo aja" kata El

"El mau dengerin Al nyanyi?" dengan wajah tersenyum Al kembali menarik gitar dan memetiknya

Al itu bagikan kaset indah yang terputar perlahan dan harmonis untuk didengarkan, perempuan yang ikat rambutnya hampir terlepas ini asik memetik gitar, matanya bulat sipit menatap kearah iris mata El.

Entah kenapa, ada debaran yang hinggap di dada El, apa ini? Tidak mungkin asmanya kambuh. El memegang dadanya, merasakan debaran aneh yang baru pertama kali dia temui.

"Gimana, bagus gak?" Tanya Al dengan penuh semangat.

El diam saja , dia masih terhipnotis dengan lantunan suara dari Al.

"Ihh Elll"

El berdiri sebelum tangan Al menggoyangkan lengannya lebih keras lagi. Dia sudah berdiri dan hendak pergi.

"Gu-gue gue mau pulang" katanya gugup

Apa? El gugup, itu tidak mungkin, lelaki kaku yang keras kepala dan pemarah seperti El tidak cocok tergugup hanya didepan Alriestella.

"Kok buru buru?" Tanya Al yang tidak senang berpisah dengan pacarnya

"Udah malem" katanya berjalan keluar rumah Al.

"Gitarnya" Al mengejar El, lelaki yang dikejarnya sempat berhenti tapi tidak menoleh

Entahlah kenapa dekat dengan seorang Alriestella bisa membuatnya gemetar dan gugup seperti ini. Kehilangan kepercayaan diri dan bebtengan kokoh nya hancur

"Gitarnya buat elo" kata El lirih dan melangkah lebih cepat untuk meninggalkan rumah aneh Al.

Besok lagi El tidak akan kesana, kerumah Al yang bisa membuatnya tergagap seketika.

Ditinggalkan El dengan cepat seperti itu membuat Al menarik sudut bibir lebih tinggi. Jantungnya berdegup, apalagi melihat semu merah di wajah El yang tiba tiba muncul saat mata Al menatapnya.

Al melompat kehirangan, sangking senangnya gitar yang dia pegang jatuh mengenai kaki Al. Bukannya meringis sakit, Al malah tertawa cekikikan.

"Ye ye ye" Al berlonjak girang

Jovan, yang ada diruang tv, menatap kelakuan Putri nya saat berjalan melintasi ruang televisi, tersenyum cerah seolah baru mendapatkan sekumpulan uang, ah bukan bukan mendapatkan tangga nada yang paling sempurna

"Kenapa kamu Al?" Tanya Jovan

"Al dikasih gitar Sama El" katanya sambil tersenyum cerah.

**

Hal yang El benci selain berada dirumah ini adalah, duduk di meja makan bersama. Dia harus terdiam dan pura pura menikmati hidangan disaat dia ingin memuntahkannya.

"Gimana sekolahmu El?" Tanya Glori kearah El yang tengah mengunyah nasi

El melirik kearah Glori yang menunggu jawabannya "Baik pa" katanya lirih

"Ada yang kamu butuhkan disekolahan?" Tanya Glori sekali lagi

El terdiam, menimang kata dibutuhkan dalam dirinya. Ada, El membutuhkan ketenangan di sekolahan tanpa Kharisma juga dirumah ini, tapi rasanya tidak mungkin jika El mengatakan kalimat itu

El menggeleng"tidak ada" katanya

"Papa berniat beliin kamu motor, gimana menurut kamu?" Tanya Glori yang membuat Kharisma dan Ela menatap kearah Glori

Motor? Itu berlebihan, Kharisma saja belum pernah mendapatkan fasilitas semewah itu, maksudnya kenapa mesti motor sedangkan sopir ada.

El tidak menjawab, diam saja saat mata Kharisma menyorot kearahnya. Yah El sepenuhnya sadar posisi dia dirumah ini, mendapatkan fasilitas semewah itu akan ada orang yang cemburu dibaliknya

"Buat Kharisma mana?" Tanya Kharisma yang gatal untuk angkat suara sedari tadi

Glori menoleh kearah putra nya "Kamu kan bisa naik mobil " kata Glori cuek

Kharisma tertawa "Papa terlalu pilih kasih" caci Kharisma tajam "Kenapa gak papa kasih semua harta papa sama anak haram itu" tunjuk Kharisma pada El

Lelaki yang ditunjuk hanya diam saja, dongkol setengah mati. Kenpa Kharisma menyalahkannya, El tidak meminta sebelumnya untuk diberi kendaraan pribadi, lagipula untuk apa dia membeli motor, toh selama ini juga dia selalu pergi dengan kaki nya Kemana mana.

"Tutup mulut mu!!" Glori membela El "El ini kemana Mana selalu jalan kaki, sedangkan kamu, kamu sudah memakai mobil mama" imbuh Glori

"Tapi mobil itu bukan mobil pribadi Kharisma kan?" Kharisma tidak akan berhenti sampai disitu, dia sudah berdiri menggeser kursinya "Papa gak pernah ngasih kendaraan pribadi sama Kharisma" ujarnya langsung berjalan pergi

Ela, menatap Glori yang terlihat masa bodo dengan Kharisma "mas" kata Ela angkat bicara

Glori hanya melirik Ela sekilas, melirik tanpa minat sama sekali

"Ini udah keterlaluan" kata Ela dengan suara meninggi "Mas tahu kan, dari dulu Kharisma pengen punya kendaraan sendiri" katanya ikut menatap El yang sedang menatap arah depan

"Dan sekarang, bukannya menuruti kemauan Kharisma, mas malah mau memberikannya ke El" setelah mengatakan unek uneknya Ela ikutan pergi dari meja makan.

Glori dengan santai memakan kembali makan malamnya, El kehilangan selera makan dia menggeser kursi, mengangguk hormat pada Glori

"Permisi pa, ada tugas sekolah yang harus El selesaikan" katanya langsung menaiki tangga

⏳⏳⏳

Kharisma duduk di kursi depan supermarket sambil meneguk sekaleng soda. Semenjak kehadiran El dirumahnya, semuanya semakin berantakan, Glori selalu lebih perhatian pada El, lelaki yang dia inginkan tidak pernah ada.

Kaleng soda yang sudah habis itu dia tekan dengan kuat lalu dilemparkannya kearah kotak sampah, cukup bersuara dengan keras, mengundang beberapa orang untuk menoleh nya.

"Kharisma" suara tinggi dari orang yang memanggilnya membuat Kharisma menoleh

Alriestella membuat Kharisma tersenyum, gadis yang kini berjalan kearahnya

"Kharisma kok disini?" Tanyanya

Senyum itu semakin mengembang, apalagi melihat wajah Al yang masih seramah dulu.

"Nongkrong aja" katanya "Lo sendiri ngapain?" Tanya Kharisma yang duduk kembali di kursi depan supermarket, Al ikut duduk didepannya

"Mau nganterin makanan ke Om Welno " Al mengangkat plastik yang dia bawa

"Om Welno?" Ulang Kharisma

"He he" Al tertawa "temennya papa" kata Al lagi "Tadi katanya Om Welno ada disini, makanya dia ngajak ketemuan di supermarket ini" Al toleh kanan dan kiri

"Kenapa gak langsung kerumahnya?" Tanya Kharisma

Al menggeleng "Al belum tahu rumah barunya Om Welno" katanya "Oh ya, rumah Kharisma didekat sini?" Tanya Al menatap wajah Kharisma yang perlahan kehilangan raut marahnya

Kharisma mengangguk lemah "Deket sini" katanya

Al menarik sudut bibir, apalagi saat melihat lelaki tua berumur empat puluhan dengan jaket tebal kearahnya.

"Al" panggil Welno

"Om Welno kebiasaan deh lelet" protes Al kepada Welno

"Nih, dari Mama" kata Al menyodorkan sebungkus makanan kearah Welno

"Repot repot banget sih, bilangin makasih ya sama mamamu" Welno menerimanya "mau mampir gak kerumah Om?"

Al menggeleng "Enggak Om, lain kali aja, Al mau pulang, besok harus sekolah" Al berpamitan

"Gue anterin" Kharisma yang mendengarkan percakapan mereka langsung ambil tugas untuk mengantarkan Al.

Gadis itu menoleh, menimang untuk menerima tawaran Kharisma atau tidak.

"Boleh deh, tapi agak cepetan ya " kata Al pada Kharisma

1
Rubi Azmi
asli bikin jantungan ini
Rubi Azmi
astaga ...memang keluarga ajaib 😀😀😀
Nzwajlx
flish squel flish
Nur Hayati
jadi teringat kenangan masa2 kuliah dulu🤫
RunaLyxia
semangat kak
Sulis Tiani
cuma baca aja sedih..ampe jatuh air mata ku..apalagi yg menjalaninya..gk kebayang🥺
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
kalo q yg jadi El,,tetp semngat jlani hdup in,,,karn sekeras appun jlnya past BS dlalui,,,karn kita Memang d tkdirkan untk hidup,,,harusny abaikan yg GK pnting,,,memng berat trlhir menyandang ank haram,,,tp ap iy hrus bunuh dri nggk kn,,,jd tetep smangat,,,
Nrf
pertahananku runtuhh 😭 akhirnya nangis bombaii 😭😭😭
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini
Lala Al Fadholi
naksir sih wajar tapi jd org yg kaya ga punya harga diri mpe segitu ngejarnya itu jd terkesan murahan
Suswarina
makanya al dengerin dulu penjelasan el
Angel
di tunggu ya Thor season 2 nya , suka banget sama cerita nya ,bagus bangetttttttt deh , season 2 yayayayaya Thor
Qomariyah Kom
thor lanjut dong ceritanya aku aja yg baca sampe ingusan thor dan terus panggilannya aku kamu dong jangan lo gue dong
pandu adji
Hola
Sita Aryanti
AQ ketawa tawa sendiri thor
Sita Aryanti
kirain kharisma ce..ternyata co...
Sita Aryanti
Al GK bs y jaim dikit .hege
Sita Aryanti
apa.papa tiri?
blue
jadi ikut sedih



😭😭😭
ais
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!