NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan Dinner

"Liztha! Sedang apa kamu di sini?"

Liztha terkejut dan membalikkan badannya. Di belakang, sosok Rayyan tengah berdiri tegak sambil menatapnya tajam. Amarah Liztha pun naik ke ubun-ubun.

"Apa? Kenapa kalau aku ada di sini?" tanyanya dengan nada menantang.

"Kenapa kamu marah? Ada yang bikin kamu kesal?" sindir Rayyan sambil berdecih sinis. Tentu saja itu membuat Liztha semakin naik darah.

"Maksud kamu apa? Mau ngeledekin aku? Yang bikin kesal itu kamu. Jadi laki-laki kok lembek," sindir balik Liztha, tajam.

"Hahaha..." Rayyan terbahak sambil memegangi perutnya. "Siapa yang merem melek di bawah tubuhku dan terus minta tambah?" balas Rayyan frontal, membuat wajah Liztha merah padam.

"Tidak akan lagi! Karena kamu sudah tidak mampu lagi bahagiain aku! Kamu sudah kere, Rayyan!"

"Siapa bilang? Uangku masih banyak."

"Cuih, kalau masih banyak kamu pasti mampu beliin aku barang-barang yang aku mau," ucap Liztha sewot sambil beranjak pergi meninggalkan Rayyan yang masih mematung di tempatnya. Tangannya terkepal kuat, merasa terhina atas sikap dan ucapan wanita itu.

"Tunggu, Liztha! Aku cuma mau menyampaikan pesan Pak Zavian untuk menegur kamu, supaya jangan coba-coba menemui dia di ruangannya dengan alasan apa pun."

Liztha menghentikan langkahnya. Lalu membalikkan tubuhnya dan menatap garang.

"Tidak usah dibahas!" sentaknya. Kemudian kembali meneruskan langkah. Tapi Rayyan cepat-cepat menyusul. Menarik tangan Liztha dan setengah menyeretnya ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ. Lalu mendorongnya masuk. Tanpa buang waktu, Rayyan segera menyalakan mesin mobil dan langsung tancap gas.

Tiba di apartemen, Rayyan langsung mengempaskan tubuh Liztha ke sofa.

"Rayyan, kamu kasar sekali!"

Liztha mendongak menatap Rayyan penuh amarah. Tapi laki-laki itu tak peduli.

"Kamu pikir aku tidak tahu isi kepalamu? Kamu ingin mencoba merayu Zavian, kan? Sayang, kamu bukan level dia. Sadar dirilah!"

Kesal dengan ucapan Rayyan, Liztha membuka salah satu sepatunya. Dan tanpa ampun langsung melemparkannya ke arah Rayyan yang berdiri tak jauh darinya. Beruntung lelaki itu sigap menghindar, sehingga sepatu Liztha melayang dan membentur dinding.

"Kurang ajar kamu, Rayyan! Beraninya menghina aku! Aku menemui Pak Zavian memang murni untuk menunjukkan hasil kerjaku. Tak ada maksud apa-apa!" teriak Liztha. Wajahnya merah menyala seperti bara api.

"Berhenti bersikap seolah-olah ini soal dedikasi kerja. Kita berdua tahu laporan itu cuma umpan yang sayangnya bahkan nggak dilirik sedikit pun sama dia," suara Rayyan rendah, namun sarat akan ejekan. Lalu ia tertawa sinis.

"Aku tidak peduli apa katamu! Kamu merasa terancam? Atau kamu merasa tidak cukup kompeten sebagai laki-laki? Sudahlah, mulai sekarang lupakan aku! Kita jalan sendiri-sendiri."

Rayyan maju selangkah, menatap langsung ke manik mata Liztha dengan aura yang menindas.

"Dengar aku, Liztha! Kamu itu sedang menjatuhkan harga dirimu di kaki orang yang jelas-jelas menganggapmu tidak ada. Selera Zavian itu bukan sekelas kamu!"

"Aku tidak peduli seberapa rendah itu bagi kamu, Ray!" sentak Liztha. "Paling tidak aku mencoba mendapatkan apa yang aku mau. Bukan seperti kamu, yang cuma bisa menciut seperti tisu yang kena air jika dimarahi Bapakmu."

Rayyan mencengkeram lengan Liztha, giginya saling menekan kuat hingga menimbulkan bunyi "kriut" yang terdengar horor di telinga Liztha.

"Dengar, aku tak akan segan-segan menyakitimu jika hal ini masih terus kamu lakukan," desisnya. Dengan kasar Rayyan mengempaskan tangan Liztha yang meringis kesakitan. Sebelum berbalik dan keluar, sekali lagi ia melayangkan tatapan penuh intimidasi.

***

Sore itu sepulang dari kampus, Ayra mendapati sebuah kotak tergeletak di atas meja teras. Di atas tutup kotak yang diikat pita satin warna marun itu, tertera tulisan dengan tinta emas yang ditujukan untuk dirinya:

To: Kinayra Calista.

Dengan hati penuh tanya, Ayra meraih kotak itu dan membawanya masuk ke rumah. Baru saja ia duduk, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Nama Zavian tertera di layar.

"Halo..."

"Ayra, kamu sudah menerima kirimanku?"

"Maksud Mas, kotak hitam dengan pita satin warna marun?"

"Iya. Kalau begitu cobalah! Saya yakin gaun itu akan pas di tubuhmu."

"Gaun? Tapi untuk apa?"

"Kita kan sudah janjian, nanti malam saya akan mengajakmu makan malam. Masih ingat, kan?"

Ayra mengangguk. Namun sadar, Zavian tak bisa melihatnya. Ia pun segera mengiyakan.

"Saya juga akan mengirim MUA ke rumahmu."

"MUA? Untuk apa? Kita cuma akan makan malam biasa, kan?"

"Sudahlah, jangan banyak protes! Nanti kamu akan tahu sendiri."

Sambungan telepon pun terputus. Ayra masih termenung menatap kotak hitam di pangkuannya. Perlahan tangannya mengurai pita satin itu dan membuka tutup kotak. Di dalamnya terdapat kertas tisu khusus pembungkus pakaian. Saat jemari Ayra menyingkap kertas itu, matanya seketika membulat penuh kekaguman.

Di dalamnya ada sebuah gaun berwarna midnight blue yang terbuat dari bahan sutra premium yang jatuh dengan sempurna. Saat disentuh, kainnya terasa sedingin es namun selembut kulit. Gaun itu memiliki model off-shoulder dengan detail payet kristal kecil di bagian pinggang yang berkilau lembut saat terpapar cahaya lampu ruang tamu, layaknya taburan bintang di langit malam.

Ayra mengangkat gaun itu dengan hati-hati. Bagian bawahnya memiliki potongan A-line dengan belahan tinggi yang elegan, memberikan kesan berkelas tanpa terlihat berlebihan. Tidak ada label harga, namun dari tekstur kain dan jahitan tangan yang begitu rapi, Ayra tahu bahwa gaun ini bukan berasal dari butik sembarangan. Ini adalah karya desainer kelas atas yang harganya mungkin setara dengan biaya kuliahnya selama beberapa semester.

Di dasar kotak, Ayra juga menemukan sebuah kotak kecil berisi kalung mutiara simpel dengan pengait emas putih, yang seolah melengkapi kemewahan gaun tersebut. Zavian benar-benar tidak main-main dengan ucapannya. Ini bukan sekadar makan malam biasa.

Ayra membawa kotak itu ke kamarnya dengan langkah ragu. Ia meletakkan kotak itu di atas meja riasnya, lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Tidak mungkin langsung mencoba gaun mahal itu dengan tubuh penuh bekas keringat dan debu jalanan yang menempel.

Setelah merasa bersih dan bau tubuhnya berganti dengan harum sabun beraroma vanilla, Ayra kembali membuka kotak itu dan meraih gaun di dalamnya.

Perlahan ia mengenakan gaun pemberian Zavian. Begitu kain sutra itu menyentuh kulitnya, Ayra tak kuasa menahan napas. Ukurannya sangat pas, seolah-olah sang desainer memang mengambil ukuran langsung dari tubuhnya.

Ia berdiri di depan cermin panjang di sudut kamar. Sosok yang terpantul di sana hampir tidak ia kenali. Gaun midnight blue itu membalut lekuk tubuhnya yang menonjolkan kesan feminin yang kuat. Bagian bahunya yang terbuka mengekspos garis lehernya yang jenjang, sementara warna gelap gaun itu membuat kulit Ayra tampak terlihat lebih cerah, hampir seperti porselen.

Ayra berputar pelan, memperhatikan bagaimana bagian bawah gaun itu melambai mengikuti gerakannya. Ada kepercayaan diri yang tiba-tiba muncul, namun di sisi lain, dadanya berdegup kencang karena cemas.

"Makan malam seperti apa yang sebenarnya direncanakan Mas Zavian?" bisiknya pada diri sendiri.

Belum sempat ia mengagumi penampilannya lebih lama, suara ketukan pintu depan terdengar. Cepat-cepat Ayra melepaskan kembali gaunnya. Tapi tanpa mengurangi kehati-hatiannya. Lalu meraih baju rumahnya.

Setelah itu Ayra bergegas ke ruang tamu dan membuka pintu. Di depan pintu, berdiri seorang wanita dengan dandanan modis, didampingi seorang asisten yang menenteng koper kosmetik besar.

"Selamat sore, Mbak Kinayra? Saya dan tim MUA yang diperintahkan Pak Zavian untuk datang merias Mbak."

Ayra mengangguk.

"Silakan masuk," ucapnya, sedikit canggung.

Sang Mua dan asistennya pun masuk. Dan Ayra memintanya menunggu di ruang tamu. Sementara ia akan menunaikan kewajibannya dulu sebagai seorang muslim, karena waktu kedatangan mereka bertepatan dengan suara azan magrib di mesjid dekat rumahnya.

Setelah selesai, barulah ia mengajak mereka masuk ke dalam kamarnya.

Tanpa membuang waktu, sang MUA segera menyiapkan peralatannya. Ia meminta Ayra duduk di depan meja rias.

Ayra pun hanya bisa pasrah saat kuas-kuas lembut mulai menari di wajahnya. Rambutnya yang tadi basah dikeringkan dan ditata menjadi sanggul modern yang sedikit longgar membentuk messy bun yang elegan, menyisakan beberapa helai rambut di sisi wajah untuk mempertegas garis rahangnya.

Setelah hampir satu jam, sang MUA tersenyum puas.

"Selesai. Mbak Kinayra, silakan lihat hasilnya."

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nurlisa
cerita nya bagus Thor, sempet ke hapus aplikasi ini jadi baca dr awal🤭
antha mom
judul novel "aku menyerah" tapi yang dibaca serasa film action yang pemeran utama nya Marissa 🤣🤣
Brilliante Brillia: itu berarti anda tidak memahami isinya. 🤣🤣
total 1 replies
Suhadi
thor, jangan bikin nama sama thor, kirain Marissa si pengacara sama orangnya sama adik ipar zavian..
Suhadi
nggak apa lah jdi janda muda, toh udah dapat duit..buat cari laki baru, kamu yg bodoh Rayyan...😄😄😄🤭🤭
Suhadi
suka perempuan pintar kayak gini, drpd yg meninggalkan rumah tanpa bawa apa2, cuma bawa daster rombeng karna harga diri, bravo ayra...💪💪
Lendra
ceritanya bagus, tapi tidak semua tokoh ahirnya diceritakan. seperti rayyan dan anindya ahirnya seperti apa, ibu, ayah serta adik2nya rayyan, tapi keseluruhannya aku suka
Inooy
ini cerita bagus banget klo menurut aq, kenapa?? karena ini novel perdana bagi ka othor tp udh bagus bangeeett...👍👍
kebanyakan nya novel perdana yg pernah aq baca, hampir 75% amburadul, selain alur nya loncat2 banyak bertebaran typo yg bikin kepala puyeng..d tambah terkadang cerita nya suka kluar jalur....
tp yg iniiii,,bintang 5 rasa nya kurang utk sekelas novel perdana..cerita nya bagus, alur nya jelas minim typo lg pokok nya totalitas bgt cerita nya,,dn yg bikin aq suka bangeeett..cerita generasi selanjut nya d bikin satu novel, g kaya novel2 lain yg suka bikin cerita tersendiri..yg terkadang bikin aq males baca nya....😁
dengan cerita sebagus ini, aq curiga nih kaka othor nya lulusan bahasa ato penulis prof...🤭

makasih banyak2 kaka udh bikin karya sebagus ini, aq benar2 terhibur walaupun d bikin tegang dengan kesadisan nya 😁
sukses teroos y kaa dn semangat teroos bikin cerita2 indah nya 💪🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Inooy
akhir nya tamat jg!!!
aq suka banget cerita nya, d awal aq pernah mengatakan klo nih cerita baru aq temuin karena tokoh utama nya seorang praktisi hukum..ternyata ini novel kedua


aq yg cerita nya beda dengan novel kebanyakan, yg pertama aq baca yg punya nya ka Icha..maaf y ka Ichaaa 🙏🤭
Brilliante Brillia: kl itu gak tau
total 3 replies
Inooy
koq aq ngebayangin Kenzie itu bocil imut yg jatuh hati ama mama Ayra 🤭..aq selalu gagal fokus d saat Kenzie panas2an ama Alara 😁

sumpah ka othor..otak aq g bisa d ajak kerjasama niih klo urusan nya ama Kenzie yg skarang 😂
Inooy
baru kemarin Kenzie manggil Ayra tante cantik,,skarang udh sah jd suami wanita cantik....
hidup g ada yg tau, kemarin Kenzie masih manja2an ama mama Ayra..masih suka ngintilin mama Ayra, skarang udh harus bertanggung jawab akan hidup seorang wanita cantik yg berpredikat istri.....
sebelum predikat mu berubah jd seorang suami,,tingkah mu terkadang nyeleneh..skarang jadilah seorang suami yg penuh tanggung jawab, contohlah papa Zavian,,skalipun banyak wanita cantik yg menggoda..tp hati papa Zavian hanya utk mama Ayra....

seneng nya aq, akhir nya Kenzie mendapatkan wanita selevel mama Ayra 🥰
Inooy
devinisi wanita g bersyukur kamu mah Sheer, hidup harus selalu d atas, kerjaan nongkrong d kafe dn shooping, tiap hari foya2 g mo ngebantu kerjaan suami...🤦‍♀️
sejelek jelek nya celengan semaaar, uups!!! dia itu suami mu Sher..kamu bisa hidup enak jg karena Gagah walaupun d jadiin istri yg k-3,,tp setidak nya kamu g terlunta lunta d jalanan..apalagi kamu jg udh d pecat ama Kenzie, lagian biarpun celengan semar dia g perhitungan lhoo,,yg penting kamu jd istri penurut!!

emg y klo dasar nya sombong dn suka ngerendahin orang, d kasih celengan semar jg g bersyukur,,padahal dia bisa memenuhi smua kebutuhan mu Sher..apalagi klo kamu nya penurut, kamu bisa jd kesayangan nya celengan semar lhoo 🤭
Inooy
gitu dong Aal,,jangan pernah menolak pria yg benar2 tulus terhadap qta..apalagi kluarga nya menyambut qta dengan tangan terbuka tanpa meliat dr mana qta berasal...dengan kamu menerima Kenzie, k depan nya kamu bakalan bahagia 🥺

inilah buah dr kesabaran mu Al,,Kenzie yg jatuh cinta ama kamu tanpa syarat..kluarga nya pun mo menerima kamu tanpa melihat status kamu...bonus nyaaa, Kenzie bukan pria sembarangan!!!
Ds Phone
akhir nya dapat jumpa ibu nya
Ds Phone
muking betul itu anak nya
Ds Phone
berlagak lagi dalam hidup
Yunita Sophi
klo dulu jujur apa kamu masih mau manerima Ayra...
Ds Phone
kena lah terima
Ds Phone
semua nya jadi tongan terbalik
Ds Phone
dia betul betul buat apa yang di acakap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!