Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Di dasar jurang itu, Helena mulai tersadar, dia perlahan-lahan membuka matanya. Dia sangat terkejut saat menyadari dirinya sama sekali tidak terluka sedikit pun pada tubuhnya.
"Apa yang terjadi padaku?"
Jika berpikir secara logika, dia terjatuh dari ketinggian 20 meter, apalagi mengenai batu seharusnya dia telah mati. Tapi tubuhnya tidak terluka sama sekali.
"Akhirnya kamu sadar juga," ucap Arjuna sambil bernafas lega.
Helena langsung terkejut saat menyadari kehadiran Arjuna, seorang pria yang dia anggap gila itu.
"Kenapa kamu ada disini?"
Arjuna menjawab dengan tenang, "Tentu saja untuk menyelamatkan kamu."
Helena yang sikapnya sangat angkuh. Dia hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, lalu segera berdiri. "Aku tidak perlu diselamatkan olehmu. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Sudah aku bilang kita harus mencari jalan keluar masing-masing, oke."
Tentu saja Arjuna tidak bisa membiarkan Helena pergi begitu saja, karena kalungnya dipakai oleh Helena. Dia tidak akan bisa kembali ke zamannya tanpa kalung itu, karena kalung itu adalah perantaranya.
"Ternyata orang dizaman sekarang sangat tidak punya sopan santun. Sudah aku tolong, tapi malah pergi begitu saja. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi, karena kalungku ada padamu."
Helena refleks melirik ke dadanya. Dia baru menyadari bahwa dirinya telah memakai kalung milik pria itu. "Untuk apa juga kamu memakaikan kalung ini padaku?"
Arjuna menghela nafas dalam-dalam. "Saat itu kamu sedang sekarat, nyawamu tidak akan tertolong. Karena itu aku memakaikan kalung itu padamu."
Helena malah tertawa kecil, tidak ada gunanya dia berbicara dengan orang gila seperti Arjuna. "Kamu pikir aku percaya dengan omong kosongmu itu?"
Helena segera melepaskan kalung yang dia pakai, lalu mengembalikannya pada Arjuna. "Kalung ini aku kembalikan padamu, oke."
Setelah berkata begitu, Helena segera berjalan untuk meninggalkan Arjuna, namun tiba-tiba dadanya langsung terasa sesak, bahkan tubuhnya sangat merasakan lemah, sehingga dia kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Dia terjatuh berlutut di tanah. Sangat merasa kesakitan sekali.
"Ada apa denganku?" gumam hatinya.
Meskipun Arjuna sangat kesal dengan sikap Helena yang sangat arogan, dia terpaksa harus memakaikan kalung itu lagi. Jika terlambat sedikit saja, Helena akan mati.
"Karena aku masih berbaik hati, aku akan meminjamkan kalungku ini padamu," ucapnya sambil memakaikan kalung tersebut pada leher Helena.
Seketika itu juga rasa sakit yang dirasakan oleh Helena langsung menghilang, dia tidak merasakan sesak lagi, bahkan tubuhnya kembali fit.
Helena nampak tercekat saat dia mengingat kejadian tadi, ketika dia terjatuh ke dasar jurang, dia merasakan semua tubuhnya telah remuk karena menghantam bebatuan besar. Bahkan banyak darah yang mengalir ditubuhnya. Tapi kini, dia terlihat baik-baik saja.
"Seharusnya aku sudah mati saat itu," gumam hatinya lagi.
Arjuna bertanya, "Bagaimana sekarang? Apa kamu percaya padaku?"
Di zaman modern seperti ini, rasanya sangat sulit sekali untuk mempercayai hal-hal yang terkesan sangat takhayul, tapi Helena telah merasakannya sendiri bagaimana kekuatan kalung itu.
"Meskipun setelah kamu kembali ke rumah, lalu melakukan pengobatan. Kamu akan tetap mati jika melepaskan kalung itu," jelas Arjuna. "Karena memang seharusnya kamu sudah mati, tapi kalung itu yang memberikan energi padamu."
"Jadi, aku harus selalu memakai kalung kuno ini?" tanya Helena tak percaya.
Arjuna menjawab dengan tenang, "Iya, selama satu bulan kalung itu akan terus menstabilkan energi kamu. Setelah itu, kamu bisa melepasnya."
Helena menghela nafas dalam-dalam. Mau mencoba mengelak pun, dia sangat membutuhkan kalung itu. Dia belum ingin mati, dia masih sangat muda.
"Oke, kalau begitu, aku akan membeli kalung ini. Katakan padaku, berapa harganya?"
Dia berkata lagi. "Katakan saja jangan sungkan. Apa seratus juga sudah cukup?"
"Atau tiga ratus juta?"
Karena tidak respon dari Arjuna, Helena menaikan tawarannya. "Atau... satu miliar?"
Arjuna sama sekali tidak paham dengan jumlah nominal uang di zaman sekarang ini. Dia menjawab dengan tegas, "Aku tidak membutuhkan uang. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menjual kalungku."
Helena menghela nafas dalam-dalam. Dia bertanya dengan nada dingin. "Lalu, apa maumu?"
"Selama satu bulan aku harus tetap bersama kamu."
Helena nampak menganga mendengarnya. "Mana bisa begitu?"
Arjuna berkata dengan tenang, "Hanya satu bulan. Saat gerhana matahari tiba, aku secara otomatis akan kembali ke duniaku. Aku tidak hidup di zaman ini. Aku berasal dari seribu tahun yang lalu."
Helena menjadi pusing mendengarnya. Begini rasanya bicara dengan orang gila.
Tapi... setelah dia merasakan sendiri kekuatan kalung yang dipakainya, membuat dia berpikir, apakah mungkin apa yang dikatakan pria itu benar, bahwa pria itu berasal dari zaman kerajaan kuno?
"Jika seperti ini, aku malah ikutan gila," gumam hatinya. "Tapi setelah aku pikir-pikir. Aku merasa pria bodoh ini berkata dengan jujur."
Helena memperhatikan penampilan Arjuna. Lalu berkata lagi di dalam hatinya. "Dia memang sangat aneh. Tapi jika dia memakai kemeja dan jas, aku rasa cukup oke. Karena sebenarnya dia memang sangat..."
Helena menggelengkan kepalanya. Dia enggan mengakui bahwa Arjuna itu sangat tampan.
"Aturan di keluargaku sangat ketat. Kita tidak bisa tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan," ucap Helena dengan nada dingin.
Arjuna mengerutkan keningnya. "Maksudmu?"
"Bagaimana kalau kita menikah?" tanya Helena dengan tatapan matanya yang tajam.
Helena rasa tidak ada salahnya jika dia memanfaatkan Arjuna. Karena dia tahu pria itu hanya tinggal di dunia ini untuk sebentar. Yang penting dia bisa balas dendam pada Nova.
Saat ibunya mengajukan sebuah syarat, bahwa syarat menjadi direktur di rumah sakit harus sudah menikah. Helena disuruh untuk mengalah, karena dia tahu kakak sangat menginginkan posisi itu.
Tapi, ternyata orang yang menikah dengan kakaknya adalah kekasihnya sendiri. Saat ini hatinya benar-benar hancur.
Kini, dia dia tidak akan mengalah lagi. Dia akan melakukan apapun yang dia inginkan. Termasuk untuk bersaing menempati posisi direktur.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...