Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OB(Calon istri)
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Kia masih diam ,mendengarkan segala isi hati yang di sampaikan oleh Burhan. Pria yang sebentar lagi akan menjadi suami nya, dia akan memberitahukan nya pada sang ayah dan berharap ayah nya memberikan restu
Kia seolah tak percaya mendengar penjelasan dari Burhan, karena saat ini mereka sudah sangat begitu dekat . Mana mungkin burhan alergi wanita, dia memang belum mengenal Burhan seutuh nya. Jadi dia masih belum bisa mempercayai ucapan Burhan, apalagi mereka bahkan sudah berciuman dan berbagi saliva.
Hal yang harus nya jelas jijik, saliva yang menyatu bahkan tubuh mereka berdekatan . Jelas kia masih belum percaya sepenuh nya, tapi dia hanya bisa diam saja . Kia hanya tau kalau dirinya merasa nyaman dekat dengan pria dewasa ini ,dia akan mencoba memberikan yang terbaik untuk om ganteng nya.
"Kamu....hanya kamu yang bisa membuat Tubuh ku bereaksi ,aku bisa menjadi pria sejati lagi karena mu " ucap Burhan dengan senyuman lebar di bibir nya, kini dia yang bersandar di dada Kia .
Jantung kia berdegup dengan kencang, tubuh nya merasakan gelenyar aneh yang tak pernah dia alami sebelum nya karena memang Burhan lah pria pertama yang dekat dengan nya . Kia merasakan kenyamanan saat bersama dengan Burhan, dia pun mengelus rambut Burhan dan rahang nya yang masih berbulu halus disana .
"Kamu pasti ngak percaya dengan apa yang aku katakan kan ? Kau akan tau sebentar lagi " ucap Burhan dan kia masih diam ,dia hanya akan menjadi pendengar yang baik untuk Burhan .
Ceklek
Pintu terbuka, seorang pria masuk. Berjalan mendekati ranjang rumah sakit ,saat itu kia langsung turun dari ranjang Burhan karena melihat jas dokter yang di kenakan oleh pria itu. Kia yakin kalau pria yang baru saja masuk adalah seorang dokter ,walaupun bukan dokter yang tadi memeriksa keadaan burhan.
"Seperti nya kau sudah sehat bro" ucap pria ber jas putih itu, di saku jas nya ada alat periksa.
Kia masih memperhatikan pria didepan nya, ucapan nya pada Burhan bukan seperti dokter pada umum nya dan dia yakin kalau pria didepan nya ini bukan sekedar dokter saja tapi teman dari Burhan.
Burhan menarik tangan Kia, membuat Kia mengalihkan tatapan nya dari pria didepan nya. Bukan karena terpesona dengan pria itu, tapi karena kia penasaran hubungan burhan dengan nya.
"Jangan melihat dia seperti itu, aku ngak suka " ucap Burhan dengan ketus membuat Kia melotot, dia tak percaya dengan apa yang di dengar nya .
"Kenapa dia marah ? Aku kan cuma penasaran aja sama dokter ini " batin kia sambil mengernyitkan dahi nya karena bingung dengan sikap om Burhan.
"Ha....ha.....ha....Jangan khawatir Han ,aku ngak akan mengambil wanita mu "tawa Hans menyebar di ruangan vvip itu, dia tak menyangka kalau Kia benar benar seperti kekasih nya yang sudah meninggal saat berpapasan seperti ini tapi jelas dia tak akan mengambil wanita yang bukan miliknya .
Apalagi mengingat Burhan yang memiliki traumatik dengan wanita, membuat nya berharap wanita yang bernama kia ini menerima penawaran yang di ajukan oleh Burhan dan dia berharap Burhan juga mau berusaha dekat dengan kia.
Tapi melihat sikap Burhan saat ini ,jelas Hans yakin sekali kalau Burhan sudah mulai menyukai Kia . Atau mungkin mereka sudah melakukan hal lain ,lebih dari sekedar sentuhan fisik . Dahi nya pun mengernyit cukup dalam saat tatapan nya menyatu pada tatapan mata milik Burhan, dia berdehem sebentar dan tersenyum lebar
"Ekhm.....saya Hans, dokter pribadi Burhan. Apa dia sudah menjelaskan penyakit nya nona ?" ucap Hans ,memperkenalkan diri nya dengan ramah dan sopan bahkan mengulurkan tangan nya agar kia menjabat tangan nya.
Plaaak
Burhan menepiskan tangan Hans yang menjulur, wajah nya terlihat kesal dengan bibir yang cemberut. Entah kenapa dia tak suka dengan Hans yang ingin menyentuh kia nya ,hanya milik nya dan tak akan ada yang lain nya .
"Om....." ucap Kia sambil mengambil tangan burhan, dia merasa tak enak hati pada Hans.
Penjelasan dari Hans membuat nya percaya kalau apa yang di katakan oleh Burhan benar ada nya, dia juga yakin kalau burhan memang memiliki traumatik terhadap wanita. Walaupun dia belum melihat nya dengan jelas, tapi saat Burhan menceritakan semua isi hati nya tadi. Wajah Burhan terlihat sedikit ingin mual ,makanya kia langsung menggenggam tangan nya hingga wajah Burhan kembali seperti semula.
Senyuman Hans merekah ,dia mendekati ranjang di mana Burhan masih duduk dengan santai. Terlihat wajah Burhan yang tak suka pada nya ,tapi dia tau ini lah yang dia harap kan selama ini agar Burhan kembali seperti dulu.
"Bagaimana perasaan mu hhhmmm?" tanya Hans dengan tenang, dia tak ingin lagi menggoda Burhan karena dia tau kalau Kia hanya mirip dengan kekasih nya yang lama bukan dia .
"Kau menanyakan penyakit yang mana ?" tanya Burhan ,masih dengan nada ketus nya . Kedua mata nya masih terlihat tajam dan sinis ,membuat Hans kembali tertawa .
"Ya ampun Han,aku hanya ingin melihat keadaan mu. Aku dengar dari kevin kau tabrakan ,apa ini anak nya pak Kardi ?" ucap Hans sambil melirik ke arah Kia yang tangan nya masih di genggaman tangan Burhan, dia semakin yakin kalau Burhan akan sembuh dengan cepat
"Ya.....ini Kia, anak pak Kardi dan calon istri ku" jawab Burhan dengan bangga, ingin rasa nya hans tertawa tapi dia pun mengangguk.
"Jadi .....langsung menikah ?" tanya Hans dan Burhan pun mengangguk, dia tak ingin hans mendekati kia seperti yang di ucap kan saat di telpon.
"Mama ingin kami menikah sebagai kompensasi,lagi pula ini takdir kami bertemu dan aku memang ingin mencoba untuk menjadi suami nya . Aku ingin istri ku yang mengurus ku nanti " jawab Burhan dengan santai, dia menarik pinggang kia agar lebih dekat dengan tubuh nya .
Hans pun mengangguk anggukan kepala nya sambil tersenyum ,dia memperhatikan tubuh Burhan yang luka di bagian bagian tertentu. Kemudian dia memegangi kaki burhan ,mencoba memeriksa lebih detail hingga terdengar suara ringisan dari bibir burhan membuat Kia sedikit khawatir.
"Itu lebih bagus ,pengobatan yang memang alami . Aku yakin kau akan cepat sembuh nya ,atau mungkin kau hanya bisa bersentuhan dengan istri mu saja . Tidak dengan wanita lainnya, tapi itu masih kemungkinan saja " jelas Hans ,dia sudah terlihat serius karena trauma yang di alami oleh Burhan bukan trauma biasa . Dia juga sudah meminta pendapat senior nya ,jelas trauma Burhan sudah mengenai mental nya sehingga hanya dengan melihat wajah wanita maka dia akan merasa mual .
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author