Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.
Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.
Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Vittorio mengalihkan pandangannya kembali, menatap lekat-lekat ke arah Clark seolah sedang menilai sesuatu yang tak berharga di matanya.
"Jadi, wanita inilah yang membuatmu berani membatalkan seluruh rencana yang telah disusun keluarga?"
Clark baru saja hendak membuka mulut, namun Dante lebih dulu melangkah maju hingga tubuhnya tegak berdiri di depan istrinya, menutupi pandangan tajam pamannya.
"Jaga ucapanmu," tegas Dante dengan suara rendah namun penuh ancaman.
"Aku hanya ingin mengenalnya dengan lebih baik," jawab Vittorio santai.
"Kau tak perlu mengenalnya."
Vittorio tersenyum tipis, senyum yang terasa begitu menyebalkan.
"Kenapa? Takut aku membuatnya sadar bahwa menjadi istri kepala keluarga Leone bukanlah hal yang mudah?"
Dante tetap diam, namun keheningannya justru semakin meyakinkan Vittorio bahwa ia telah menemukan celah yang tepat.
"Clark..."
Mendengar namanya dipanggil, Clark perlahan mengangkat wajah.
"Kau tahu tidak?" Vittorio menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa dengan sikap angkuh. "Sejak masih kecil, Dante sudah dijodohkan dengan putriku, Freya."
Clark hanya diam mendengarkan.
"Freya dibesarkan khusus untuk menjadi nyonya keluarga Leone. Ia belajar etika bangsawan, seluk-beluk bisnis, hingga cara memimpin organisasi bawah tanah. Seluruh orang mengakui kemampuannya dan menganggap mereka pasangan yang sempurna."
Pria itu tersenyum sinis.
"Namun tiba-tiba, Dante muncul membawa seorang wanita asing dan mengumumkan pernikahannya tanpa sepengetahuan siapa pun. Menurutmu, bagaimana perasaan putriku yang telah bersiap selama bertahun-tahun?"
Clark menggigit bibir bawahnya pelan. Ia memang tak pernah mendengar sedikit pun tentang hal ini.
Melihat perubahan ekspresi wajah istrinya, Dante segera menggenggam tangan Clark erat-erat, seolah ingin menyalurkan kekuatan.
"Jangan dengarkan omong kosongnya," bisiknya tegas.
"Omong kosong?" Vittorio tertawa pelan. "Kalau begitu, tanyakan saja pada seluruh petinggi mafia. Mereka semua tahu perjodohan itu."
Suasana ruangan seketika kembali hening. Beberapa saat kemudian, Clark menarik napas panjang, lalu menatap lurus ke arah Vittorio.
"Jika memang benar ada perjodohan itu..." suaranya terdengar pelan namun tegas, "lalu kenapa Tuan Dante tidak menikahi putri Anda saja?"
Dante seketika menoleh kaget ke arah istrinya. "Clark..."
Namun Clark memberi isyarat agar suaminya membiarkannya berbicara. Tatapannya tetap tak teralihkan dari wajah pria di hadapannya.
"Saya memang bukan berasal dari keluarga terpandang. Saya juga tidak dibesarkan untuk menjadi istri seorang pemimpin mafia. Saya tak mengerti aturan keluarga Leone, apalagi urusan kekuasaan yang rumit."
Clark mempererat genggamannya pada tangan Dante.
"Tapi satu hal yang saya tahu..."
"Tuan Dante tidak pernah memilih saya karena terpaksa."
"Begitu juga saya. Saya memilih tetap di sisinya bukan karena nama besar keluarga Leone."
"Jika suatu hari nanti beliau kehilangan segala kekayaan dan kekuasaannya, saya tetap akan berdiri di sampingnya sebagai istrinya."
Senyum di wajah Vittorio perlahan lenyap. Ia tak menyangka wanita yang tampak lembut itu berani membalas ucapannya dengan begitu tenang dan berani.
"Hm... pandai merangkai kata-kata," gumamnya dingin.
"Saya hanya mengatakan apa yang sesungguhnya ada di hati saya."
Vittorio perlahan berdiri dari duduknya.
"Lalu bagaimana jika suatu hari nanti, justru keberadaanmu yang membuat Dante kehilangan semuanya?"
Clark terdiam sejenak. "Apa maksud Anda?"
Pria itu melangkah mendekat hingga jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa langkah.
"Dewan keluarga sedang tidak puas," ucapnya berat. "Mereka menganggap Dante terlalu banyak mengambil keputusan sendiri. Menolak perjodohan, menolak kerja sama dengan beberapa keluarga sekutu, dan sekarang..."
Tatapannya kembali tertuju pada Clark.
"...menikahi wanita yang tak memiliki latar belakang apa pun."
Dante menyipitkan matanya tajam. "Paman datang sebagai utusan dewan?"
Vittorio tersenyum penuh makna. "Aku datang untuk memberi peringatan."
Ia mengeluarkan sebuah amplop berwarna hitam dari dalam jasnya, lalu meletakkannya perlahan di atas meja.
"Rapat keluarga utama akan diadakan tujuh hari lagi. Seluruh kepala keluarga mafia yang bersekutu dengan keluarga Leone akan hadir. Termasuk putriku."
Dante sama sekali tak menyentuh amplop itu. "Aku tak tertarik."
"Kau harus datang."
"Dan jika aku menolak?"
Vittorio tersenyum tipis.
"Jika kau tidak hadir, mereka akan menganggap kau menghina seluruh keluarga besar Leone. Dan saat itu terjadi..."
Ia menoleh sekilas ke arah Clark.
"...wanita inilah yang akan menjadi orang pertama yang mereka salahkan."
Ucapan itu seketika membuat suhu ruangan terasa turun drastis.
Dante menatap pamannya lekat-lekat, tak berkedip sedikit pun. "Apakah ini sebuah ancaman?"
"Bukan," jawab Vittorio tenang sembari mengambil tongkatnya. "Ini kenyataan yang harus kau hadapi."
"Selama wanita ini berdiri di sisimu, ia bukan sekadar istrimu. Ia juga akan menjadi kelemahan terbesarmu."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Vittorio berbalik badan dan berjalan keluar meninggalkan ruangan. Suara pintu yang tertutup terdengar berat dan bergema di seluruh ruangan.
Tak ada satu pun orang yang berani memecah keheningan itu.
Clark menatap amplop hitam yang tergeletak di atas meja. Entah mengapa, dadanya terasa sesak mendadak. Ia bisa merasakan bahwa sejak hari ini, kehidupan damai yang mereka jalani perlahan akan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berat.
Sementara itu, Dante terus menatap pintu yang tertutup rapat. Tatapan matanya perlahan berubah menjadi sedingin es. Jika selama ini ia masih bersabar dan menghormati Vittorio demi mendiang ayahnya, maka mulai hari ini, segala sesuatu akan berubah.
Siapa pun yang berani menjadikan Clark sebagai alat untuk menekan atau mengancamnya akan ia singkirkan, bahkan jika orang itu masih memiliki hubungan darah dengannya.
😱😱😱😱
sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭