NovelToon NovelToon
HANCURNYA KEPERCAYAAN

HANCURNYA KEPERCAYAAN

Status: tamat
Genre:Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: wulandari05

(REVISI)

Cerita ini mengisahkan seorang Wanita pintar,cantik dan sexy yang bernama Hara Pramaswari
Hara memiliki teman baru yaitu pria terpopuler dikampusnya,laki-laki ini menyukai Hara tapi kedekatan mereka membuat sahabat Hara membencinya,karena sahabat Hara juga menyukai laki-laki ini.

Pengusaha tampan dan kaya yang digandrungi banyak wanita,ialah Alexander Pranata pewaris pranata grup,pertemuannya dengan Hara sangat singkat,sampai akhirnya Alex memutuskan untuk menikahinya,akan ada banyak ujian yang akan dilalui mereka berdua,akankah mereka sanggup bertahan atau memilih untuk berpisah..?

Ingin tahu cerita selengkapnya silahkan dibaca😁mari kumpul dulu jangan jaga jarak di antara kita😆

JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN ===
😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulandari05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angon Bebek Emak

Keesokan Harinya Diruangan CEO

"Ada apa Ren kenapa wajah kamu seperti itu..?" tanya Alex.

"Saham bulan ini mengalami keanjlokan bos, para investor banyak yang memutus kerjasamanya." jawab Reno.

"Apa kamu bilang, kenapa bisa seperti itu..?" tanya Alex.

"Sepertinya ada yang sengaja mensabotase." Jawab Reno.

"Kamu cari orangnya dan bawah kehadapan saya secepatnya!" suruh Alex, Reno pamit bergegas menjalankan tugasnya.

Selepas kepergian Reno, Alex marah-marah dengan membuang semua barang yang berada diatas meja kerjanya.

"Brengsek siapa yang mau main-main sama gue." monolog Alex sambil memijat pelipisnya.

**

Pagi ini di perusahaan Global Jaya, CEO lama yang tidak lain ialah Pak Adiguna Jaya akan mengumumkan pergantian jabatan CEO baru dikantor saat meeting nanti yang akan digantikan oleh Rangga Leksmana pewaris tunggal keluarga Jaya, sebelumnya Rangga hanya sebagai tangan kanan CEO saja, semua karyawan tahu jika tangan kanan bosnya adalah anak dari bosnya sendiri.

Waktu meeting pun tiba Rey dan rekan-rekan sudah berkumpul diruang meeting menunggu CEO datang, tidak lama terlihat Pak Jaya Masuk disusul tangan kanannya yang tak lain ialah Rangga.

"Selamat pagi semua, baiklah sebelum meeting kita mulai saya ingin mengumumkan bahwa mulai hari ini jabatan sebagai CEO akan saya gantikan kepada anak saya Rangga Leksmana, semoga kalian bisa berkerjasama dengan baik." ucap Pak Jaya, dia memberi ruang untuk Rangga bicara, Rangga mengangguk beranjak dari kursi mengantikan Papanya.

"Terima kasih, saya Rangga Leksmana mulai hari ini akan memimpin perusahaan dengan mengubah semua visi misi perusahaan ini, visi kita saat ini harus lebih bisa mengembangkan dan memberi kesan berbeda untuk semua kalangan, tidak hanya untuk kalangan atas tapi juga dengan kalangan bawah, kita juga harus menjadi pemimpin perusahaan perhotelan dalam skala internasional dengan menjadi mitra bagi para tamu,kolega dan rekan bisnis kita, untuk misi kita harus memperbaiki dari segi pelayanan dengan menciptakan ide yang otentik dan memberikan pengalaman terbaru bagi tamu kita, cukup itu saja yang saya sampaikan, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik dan kompak, terima kasih." ucap Rangga kembali duduk, semua yang ada disana terperanggah dan bertepuk tangan.

Mereka memulai meeting yang di pimpin langsung oleh Rangga Ceo baru.

Meeting sudah selesai 10menit yang lalu, sekarang Rangga sudah duduk di singgahsana nya dengan jabatan baru yaitu CEO Perusahaan Global jaya.

Setelah Rangga menelpon seseorang.

'Tuuuuuuttttt' tersambung.

"Halo segera datang keruangan saya!" suruh Rangga.

"Baik Pak." ucap orang disebrang sana.

Tak lama terdengar ketukan pintu.

'Toktoktok'

"Masuk." ucap Rangga dari dalam.

Pintu terbuka masuklah seorang laki-laki bertubuh tegap dia menunduk memberi hormat pada Rangga.

"Bagaimana ..?" hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Rangga tapi orang di hadapannya mengerti apa yang bosnya tanyakan.

"Semuanya beres Pak, bulan ini Perusahaan Pranata Grup mengalami kerugian besar." ucap pria itu.

Rangga tersenyum smirk dia ingin memberi sedikit pelajaran kepada Alex, dirinya sangat kesal melihat Alex mempermainkan Hara.

"Kembalilah!" suruh Rangga, orang itu menunduk hormat dan bergegas pergi.

Tak terasa sudah pukul 16.00 sore, Rangga bergegas pulang dirinya sudah tidak sabar ingin menemui Hara, rasa rindunya yang sudah tidak tertahankan membuatnya semangat hari ini, selama tiga bulan ini Rangga menyuruh orang untuk mengirimkan foto keseharian Hara hanya dengan itu Rangga bisa mengobati rasa rindunya pada istri orang.

Istri orang? yang Rangga memang sudah gila, padahal masih banyak wanita cantik yang mau dengannya, jangankan menjadi kekasih bahkan merelakan tubuhnya dengan suka rela mereka mau.

Rangga sudah sampai dirumah mewahnya, dia segera masuk, diruang tamu terlihat Mamanya yang sedang menonton tv, sebelum masuk kamar dia menghampiri Mamanya terlebih dulu.

"Ma.." Rangga memeluk Mama Eva dari belakang.

"Tumben anak Mama, kayaknya lagi seneng banget." goda Mama Eva.

"Hehe iya Rangga mau ketemu sama dia, Rangga udah rindu berat." ucap Rangga melepas pelukannya dan duduk di samping Mama Eva.

"Rindu..?memangnya berapa hari tidak bertemu..?" tanya Mama Eva.

"Sudah 3 bulan ini Ma, dia dilarang sama suaminya." ucap Rangga keceplosan reflek menutup mulutnya.

Mama Eva melotot mendengar ucapan anaknya tadi.

"Maksud kamu, kamu suka sama istri orang begitu?" tanya Mama Eva sambil menjewer telingga putranya.

"Ehh ehh bukan gitu Ma, lepasin dulu biar Rangga jelasin, sakit ma." rintih Rangga.

Mama Eva melepas telingga putranya, Rangga menceritakan semua dari awal sampai akhir tidak ada yang dia tutup-tutupi.

"Huufft.." Helaan nafas keluar dari bibi Mama Eva.

"Sayang meskipun seperti itu kamu salah, dia sudah bersuami kamu jangan ikut campur urusan rumah tangga mereka." nasehat Mama Eva.

"Iya Ma tapi kasihan dia kalau saja Rangga kemarin ngak kesana, pasti dia.." ucap Rangga tidak mampu berucap lagi.

"Eh tunggu sebentar, jangan bilang muka kamu bonyok kemarin habis dipukuli suaminya..?" tanya Mama Eva.

Rangga mengangguk, Mama Eva geram dengan putranya dan kembali menjewer telingga Rangga, jika saja Hara melihatnya pasti reputasi Rangga sebagai pria cool anjlok di mata Hara.

"Anak nakal, jauhi dia Mama ngak suka kamu jadi pembinor." ucap Mama.

"Tapi Rangga mau nolongin dia Ma kasian, suaminya itu pria brengsek." ucap Rangga memaksa Mama melepas tangannya, telingga Rangga terasa kebas hingga berwarna merah.

"Baiklah Mama setuju jika hanya sekedar menolong." ucap Mama Eva meninggalkan putranya yang masih kesakitan.

Rangga membuang nafasnya kasar, dia lekas pergi mandi dan bersiap menemui Hara.

Sore ini dia memakai kaos hitam dengan celana jeans berwarna senada, memakai jam bermerk favoritnya ia segera pergi dan menjalankan mobilnya menuju resto tidak lupa sebelum pergi Rangga berpamitan kepada Mamanya.

Hara sampai resto lebih dulu, dia memilih meja paling pojok menghindari hal yang tidak di inginkan, Rangga yang sudah sampai di parkiran segera memasuki resto dia mencari-cari dimana keberadaan Hara, Hara yang melihat Rangga celinggukkan melambaikan tangannya.

Rangga tersenyum saat melihat wanita yang ia rindukan sudah berada disana.

"Hai Ra apa kabar..?" sapa Rangga dengan tersenyum.

"Buruk Ngga." jawab Hara menunduk.

Senyum Rangga sirna saat melihat wanita di depannya terlihat murung.

"Ada apa, apa yang terjadi..?" tanya Rangga mendudukkan dirinya disamping Hara, ia sangat kawatir karena Hara terlihat sedang tidak baik-baik saja.

Perhatian Rangga teralihkan oleh bibir Hara yang terluka.

"Bibir kamu kenapa..?" tanya Rangga.

'Hiks hiks' tiba-tiba Hara menangis

Rangga kebingunggan ada apa dengan wanita yang di rindukannya ini.

"Ngga apa kamu bisa bantu aku..?" tanya Hara kemudian.

"Kamu meminta bantuan apa coba katakan..? tanya balik Rangga.

"Aku ingin bercerai dengan Kak Alex." jawab Hara sambil menangis.

"Apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu..?" tanya Rangga.

"Ya aku sudah yakin, ternyata Kak Alex orang yang tempramen, dia juga tidak mau menepati janjinya." ucap Hara.

"Aku terlalu bodoh Ngga, maaf tidak mendengarkan saranmu saat itu." ucap Hara lagi.

"Apa luka di bibirmu ini Alex yang melakukannya..?" tanya Rangga.

Hara hanya mengangguk airmatanya menolak untuk berhenti, emosi Rangga membuncah setelah tahu wanita yang ia cintai tidak hanya disakiti hatinya tapi juga fisiknya.

"Oke aku akan bantu kamu, kamu siapkan semua surat-suratnya nanti hubungi aku." ucap Rangga bersemangat.

"Makasih ya Ngga hanya kamu yang aku punya saat ini." ucap Hara reflek memeluk erat Rangga.

Ucapan Hara bagaikan angin segar di telingga Rangga ia mendekap tubuh Hara erat, ada kelegaaan di hatinya saat Hara memilih untuk berpisah, dia jadi punya kesempatan untuk memiliki Hara.

Hara saat ini sudah berada dirumahnya, baru saja dia ingin masuk ada seseorang yang memanggil dirinya.

"Ra.."

Hara menoleh ia mendengus melihat pria yang tidak punya hati itu.

"Ada perlu apa kakak kesini..?" tanya Hara malas dia tidak memandang Alex sama sekali.

"Aku ini suami kamu Ra, memang ngak boleh Kakak menemui istri sendiri." jawab Alex.

"Sudahlah Kak, aku sudah capek berdebat dengan Kakak." ucap Hara.

"Aku tidak mengajakmu untuk berdebat, aku kesini karena kangen masakan kamu." ucap Alex.

Hara mendengus species macam apa yang ada di hadapannya ini, apa sejenis lutung atau buaya ah bukan suaminya ini lebih pantas di sebut manusia bunglon yang suka berubah-ubah sikap dan bisa menempatkan dirinya dimanapun.

"Masuklah..!" suruh Hara.

Akhirnya Alex menyusul Hara masuk ke rumahnya.

"Sayang apa uang belanja yang Kakak kasih habis..?" tanya Alex.

"Masih ada, tunggu sebentar aku mau masak dulu." ucap Hara meninggalkan Alex diruang tamu.

Lama Hara berada didapur akhirnya makan malam sudah siap dimeja makan, Hara segera memanggil Alex Hara terperanjat melihat Alex tertidur dikursi panjang ruang tamu.

Jika melihat Alex seperti ini terlihat suaminya itu seperti pria berhati malaikat, seorang pria kaya mau tidur di kursi ringsek yang sudah usang.

Hara mendekati Alex dilihatnya wajah itu, alis yang tebal, hidungnya yang mancung dan bibir itu, Hara meneteskan airmata saat menginggat kebaikan suaminya dulu, sikap romantis yang di miliki Alex, Hara merindukan semuanya dirinya tidak menyangka jika orang yang dia sangka baik dan mencintainya tega melukainya.

Alex terbangun saat mendengar suara isakan.

"Kamu kenapa sayang." ucap Alex kawatir ia beranjak duduk.

"Makanannya sudah siap Kak." ucap Hara meninggalkan Alex begitu saja.

Alex merasa istrinya berubah. "Ada apa dengannya, apa karena aku menamparnya kemarin, biasanya juga ngak seperti ini." monolog Alex.

Alex menyusul Hara ke meja makan, Hara yang tadi sudah makan bersama Rangga tidak ikut makan dia hanya melayani dan menemani Alex.

"Waah ini pasti enak." ucap Alex setelah Hara meletakkan piring di depannya yang sudah terisi makanan.

Satu suapan masuk dimulut Alex, dia yang melihat Hara tidak ikut makan akhirnya bertanya.

"Kamu ngak makan sayang..?" tanya Alex dengan mulut penuh.

"Ngak tadi aku sudah makan." ucap Hara sambil memainkan ponsel.

"Oh ya tadi kamu kemana..?" tanya Alex.

Hara gelisa binggung mau menjawab apa." Tadi aku cari makan diluar." ucap Hara beralasan.

Alex tidak mencurigainya dia meneruskan makannya sampai habis membuat Hara lega, setelah selesai makan Alex berjalan kekamar istrinya, Hara yang curiga berjalan menyusul Alex kekamar, Alex kegerahan ia melepas semua bajunya dengan hanya bertelanjang dada.

"Kamu ngapain Kak disini..?" tanya Hara.

"Sini sayang duduk di sebelah Kakak..!" pinta Alex.

Hara sedikit takut dia tidak berani menatap Alex,

Alex yang melihat Hara tidak merespon berdiri menarik tangan istrinya membuat Hara terjatuh menimpa badan Alex.

Saat Hara ingin berdiri suaminya ini memeluknya erat Alex membalikkan badan Hara sehingga posisi mereka berubah, Hara berada di bawah kungkungan Alex.

"Kak aku mohon jangan lakukan ini Kak, Hara belum siap." ucap Hara dirinya tahu apa yang suaminya inginkan.

Alex tidak memperdulikan ucapan Hara, dia menahan kedua tangan Hara diatas kepala kemudian mencium dengan brutal seluruh wajah istrinya, tiba-tiba terdengar dering telpon di ponsel Alex.

Alex menyuruh Hara diam di posisinya, dia menjauh dan mengangkat telpon dari Vera.

"Hallo ada apa..?" tanya Alex.

Setelah berbicara dengan Vera Alex langsung berdiri memakai bajunya.

Entah Vera memberikan kabar apa sehingga membuat Alex panik dan terburu-buru memakai bajunya.

"Sayang kita lanjut besok saja, Kakak ada urusan sebentar." ucap Alex langsung meninggalkan Hara.

Hara dikamar menangis sejadi-jadinya, dia merasa jijik dengan dirinya sendiri Hara bergegas kekamar mandi dan membasuh badannya menangisi nasipnya.

Sudah satu jam Hara berada dikamar mandi, ia keluar sudah memakai baju hatinya yang lelah membuatnya ingin cepat merebahkan tubuhnya di ranjang kecil miliknya, saat Hara mulai memejamkan mata terdengar dering nada panggilan masuk, ia segera mengangkatnya saat tahu yang menelponnya ialah sahabatnya sendiri.

"Hallo Feb ada apa..?" tanya Hara dengan suara serak khas orang habis menangis.

"Loe kenapa? loe nangis..?"tanya Febby panik takut Hara kenapa-kenapa.

"Feb tolongin gue." ucap Hara.

"Iya gue harus apa cepat bilang! apa ini gara-gara Alex?" tanya Febby.

"Iya Feb barusan dia kesini dia meminta haknya sama gue, gue takut." ucap Hara.

"Brengsek itu sih bos ngak tahu diri, mulai besok sementara loe pindah kerumah gue aja dulu." ucap Febby ikut kesal mendengar cerita Hara.

"Gue ngak ngerepotin loe kan..?" tanya Hara.

"Ngak ada yang direpotin, asal tiap hari loe mau masak buat gue.." jawab Febby cekikikan.

Hara yang mendengar tawa Febby seperti curut terjepit jadi ikut tertawa.

"loe serem banget kalau ketawa." ucap Hara.

"Masak sih padahal gue tadi ngak nganggah." ucap Febby.

"Loe ngak nganggah aja udah jelek Feb." ucap Hara tertawa.

"Sialan loe Ra.."

Mereka pun menutup telponnya karena sudah larut malam, Hara bergegas tidur besok harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan semua baju yang akan dibawah ke rumah Febby, tak lupa dia juga menyiapkan surat-surat yang diminta oleh Rangga.

**

Dimobil Alex terus mengumpat, dirinya tidak menggira jika harus tercebur ke dalam lubang yang ia gali.

__________________________

Terima kasih sudah membaca jangan

lupa tinggalkan jejak kalian disini

Author minta dukungan dari kalian

para readers tercinta😘

semoga karya pertama aku bisa

sampai tamat😇

_________________________

1
Desi Belitong
aduh malas baca nya bdoh
Fay
q kasi vote deh thor
Fay
mampir baca thor...👍
Elida Setyo Handayani
bukan nya hara jago karate, sabuk hitam penghargaan banyak kok di gituin dion nggak ngelawan...
Snowi Chan: namanya jg novel kalo tokoh utama ga bego ya ga seru
total 1 replies
Sri Wahyuni
kmu prcya az hara sm suami klau mmang s rangga niat nya ga bner sm kmu knp hrs milih kmu yg janda
Sri Wahyuni
jago bela diri bisa klah sm d goyang ranjang
Dilah Mutezz
perjelas hubungan mu dngan hara lex...
lgian sii vera udh d bilang udh slesai masih ajj ngejar",,
Dilah Mutezz
aq kirain siapa yg liat dngan ttapan lain ternyata bos mesumnya 🤭🤭
mega keyna
bener kan,apa jawabnya hara. mana mungkin,,, punya otak di gunain sis hara,,, jgn jd perempun bodoh terus2an,laki2 ngk mkn ada rasa kl dia dkt dgn perempuan trs2an,,, logika aja shi,,,
mega keyna
ngk ush pd sok romantis kalian,gedek bacanya malah,,, yg laki jg tolol ngk pernah ngungkapin perasaannya,yg ceweknya apa lg lebih tolol bin bodoh,udh di ksh tau tbtg kebenarannya jg msh mau sm laki model alek,dan ngk sadar jg tntg kebaikan rangga,org normal itu udh langsung faham,tp ngk tau jg shi kl sm hara kan dia emang bodoh shi,,,,
mega keyna
ngk tau ya aku benci bgt sm perempuan kaya hara,sok kuat sgla,ktanya jago karate kan,,,, emang manusia munafix ya kayak hara ini,,,, ngapain ngk ngelawan,apa mau cari surganya suami,ngk ush sok alim,manusia ngk ada yg kuat kalo udh di perlaku kan kayak km,bukan brti km hebat dan kuat,tp km BODOH.
mega keyna
ya memang hanya kata bodoh yg bisa buat hara,selamat ya hara atas kebodohan mu,,, makan tu cinta,,,
mega keyna
alex2,,,, itu shi namanya bukan cinta,kl cinta ngk mkn ada wanita lain,hara jg terlalu polos,ngk bisa lihat gelagat yg aneh sm alex,,,
cocoms
febby lucu, klu ngomong suka bener
Yanti Sarpin
kalau bikin cerita, dipikirkan dulu gimana alurnya. mosok sabuk hitam dilecehkan ngga bisa ngelawan.
Kerimpak Kaca Luya
Yg aku hairan ni,lelaki kalau ada masalah rumahtangga memang tidak jauh dari pub,hotel,wanita dan minum😔😔kenapa ya dikit² kalau ada masalah kesitulah tempat mereka lari....sebenarnya tempat yg mereka datangi itu sebenarnyalah yg mendatangkan masalah paling besar nantinya....bukan utk menyelesaikan masalah,menambahkan masalah adalah...bodoh punya org...cuba kalau rey berbincang dan sama² datang ke hospital utk cek...kan senang..
Novidiansari Pesawik
bengak si hara...jd esmosi bacanya...
Novidiansari Pesawik
lolo nian hara ini La tau laki galak nyikso msh galak diem b...bengak nian lawan dikit oi jgn jd betino lolo
Kerimpak Kaca Luya
Apa rey ingat buat anak macam buat kuih donat,bikin terus jadi gitu....ingat bersabar itu separuh daripada iman rey😔😔😔
Kerimpak Kaca Luya
Kamu jangan macam² lion takut nanti karma menimpa kerana menjadi pemain wanita...cuba tengok veta yg mati kerana kecelakaan....kerana masiatnya...tolong insaf ya lion.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!