Takahiro, seorang pemuda yang gemar bermain gim dan menghabiskan sebagian besar waktunya mengurung diri di kamar, suatu hari tanpa sengaja tersesat ke dalam dunia gim yang sedang ia mainkan.
Di dunia lain yang bernama Terrovia, Takahiro memulai kehidupan barunya sebagai manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan sihir.
Berbekal pengetahuan yang ia peroleh dari dunia modern, ia membantu para petani di Desa Veria dan berjuang tanpa kenal lelah untuk memperbaiki kehidupan orang-orang yang tengah dilanda kesulitan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiful Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia
Sisa adrenalin perlahan mereda. Sepanjang sisa perjalanan, canda tawa mengudara.
Chtholly menceritakan berbagai kekonyolan yang terjadi di tempat kerjanya. Begitu roda gerobak berhenti di halaman rumah Vyora, Chtholly melepaskan tuas dan berjalan memutar ke belakang.
"Vyora, tolong ambilkan kain kecil untukku," pinta Chtholly.
Vyora langsung berlari menuju sisi samping rumahnya. Di sana, deretan pakaian basah berjejer menggantung di atas tali.
Tangannya sibuk memilah-milah, mencari kain yang dipinta sang kakak. Cate bergegas menyusul, ikut membongkar jemuran.
Uchi segera turun dari gerobak, menyusul langkah mereka. Namun, saat gadis mungil itu hendak melewati Chtholly, wanita tersebut merentangkan lengan, menahan langkahnya.
"Kamu tetap di sini denganku," kata Chtholly.
Uchi menatap lengan yang menghalanginya, lalu mendongak menatap Chtholly. "Heh!?!" gumamnya dengan dahi berkerut.
"Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu," lanjut Chtholly. Nada bicaranya memberat.
Chtholly menarik lengannya, melangkah mengikis jarak dengan Uchi. Ia menoleh ke sisi rumah, memastikan Vyora dan Cate masih sibuk dan berada di luar jangkauan pendengaran.
Perlahan, Chtholly berlutut di atas tanah berdebu dengan satu kaki tertekuk ke depan ala ksatria, membiarkan ujung gaunnya kotor.
"Maaf atas ketidaksopanan yang sudah saya lakukan, Uchi-sama," ucap Chtholly formal. "Saya datang ke sini atas perintah Ayahanda, untuk membawa Uchi-sama pulang."
"Tidak mau!" Rahang Uchi mengeras. Ia melipat tangan di depan dada, memalingkan wajah. "Aku masih mau tetap tinggal di sini."
"Tapi Uchi-sama... kalau Anda tidak pulang, Ayahanda akan marah besar—"
"Aku tidak peduli!"
Uchi melenggang melewati Chtholly yang masih berlutut, menatap Vyora dan Cate di kejauhan. "Aku masih nyaman tinggal di sini untuk beberapa hari—bukan, mungkin untuk beberapa tahun."
Chtholly menatap punggung tuan mudanya. "Apa yang harus saya katakan pada Ayahanda, kalau Uchi-sama tidak mau pulang?"
Uchi melirik tajam dari sudut mata. "Jika kamu tidak ingin dimarahi sama Ayahanda karena aku nggak mau pulang. Maka tetaplah tinggal di sini denganku."
Mendengar itu, Chtholly spontan berdiri.
"Tidak bisa!" Suara Chtholly naik satu oktaf. "Saya tidak ingin menentang perintah Pedro-sama."
"Kalau kamu tidak ingin menentang perintah Ayahku, maka kembalilah ke sana. Jangan paksa aku untuk pulang, aku tidak akan berubah pikiran sedikit pun!"
Chtholly menggigit bibir bawahnya, tangannya mengepal. Ia menarik napas panjang, bersiap membuka mulut.
Langkah kaki terburu-buru terdengar mendekat.
"Chtholly nee-san, ini kainnya." Vyora berlari kecil mengangkat sebuah kain, diikuti Cate.
Chtholly cepat-cepat menepuk gaunnya dari debu dan membenarkan postur tubuhnya. Vyora tiba dan segera meletakkan kain kecil itu ke telapak tangan kakaknya.
"Terima kasih, Vyora."
Chtholly membentangkan kain tersebut dan membebatkannya dari hidung hingga dagu.
Vyora memiringkan kepala. "Kenapa wajahmu ditutup seperti itu, kak?"
Chtholly mengikat simpul kain di belakang kepalanya dengan kencang. "Aku tidak ingin Ibu melihat wajahku."
Alis Vyora terangkat. "Apa maksudnya, kak? Kenapa kamu lakukan—"
"Bukan itu yang kumaksud," potong Chtholly. Sudut matanya melengkung, membentuk senyuman. "Aku ingin memberi kejutan pada ibu, makanya untuk sementara wajahku kututupi."
Vyora mengangguk paham.
Chtholly memutar tubuhnya, bersiap mengangkat Takahiro.
"Aku ingin kalian tetap tutup mulut merahasiakan identitasku," ancam Chtholly. "Kalau ada yang membocorkan rahasiaku, aku tidak segan-segan menghukum kalian. Mengerti!?"
Vyora, Cate, dan Uchi menelan ludah dan mengangguk serempak.
Chtholly mengangkat tubuh Takahiro, membawanya masuk ke dalam rumah. Di belakangnya, Uchi, Cate, dan Vyora mengekor membisu.