NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Embun Spiritual

​Pagi hari di Puncak Bintang Jatuh kini tidak lagi sama seperti sebulan yang lalu.

​Dahulu, tempat ini hanyalah gunung tandus dengan sedikit energi spiritual yang tersisa. Namun kini, berkat Array Pengumpul Qi Tingkat Menengah yang dipasang oleh Jiang Chen, seluruh gunung diselimuti oleh kabut putih tebal. Ini bukan kabut biasa, melainkan kabut yang terbentuk dari energi spiritual murni yang terkondensasi karena terlalu padat.

​Di dedaunan pohon pinus, embun yang menetes memancarkan cahaya redup. Hanya dengan menghirup udara pagi ini, seorang manusia fana bisa memperpanjang umurnya hingga puluhan tahun.

​Di halaman luas Paviliun Senjata Berkilau, suara benturan logam yang tajam memecah keheningan pagi.

​TRANG! TING! KRAAAK!

​Lin Mo dan Su Yue sedang bertarung sengit. Ini bukan lagi sekadar latihan gerakan dasar, melainkan duel sungguhan yang diinstruksikan oleh Jiang Chen untuk membiasakan mereka dengan kekuatan baru masing-masing sebelum badai dari Sekte Iblis Darah tiba.

​Lin Mo, dengan Pedang Meteor Darah di tangannya, melesat maju. Seni Bintang Nirwana membuat qi peraknya bergolak liar. Setiap tebasan pedang besarnya membawa beban ribuan kati dan niat membunuh yang menindas.

​"Kakak Seperguruan, jangan salahkan pedangku jika ia tidak punya mata!" seru Lin Mo, menebaskan pedangnya secara horizontal, menciptakan busur cahaya perak yang menyapu tanah berbatu hingga terbelah.

​Namun, menghadapi serangan brutal yang bisa membelah ahli Pemadatan Qi Tingkat 9 itu, wajah Su Yue tetap sedingin es. Tidak ada lagi kepanikan di matanya.

​Berkat Akar Roh Es Surgawi yang baru dibangkitkannya, rambut hitam Su Yue kini memiliki gradasi warna biru es di ujungnya. Dia mengayunkan Pedang Bulan Beku dengan gerakan gemulai layaknya penari, namun menyimpan kefatalan yang mematikan.

​"Tembok Teratai Es!"

​Su Yue tidak menghindar. Dia menusukkan pedangnya ke tanah. Seketika, energi es yang luar biasa murni meledak, membentuk tiga lapis dinding es kristal berbentuk kelopak teratai raksasa di depannya.

​BOOOOM!

​Pedang Lin Mo menghantam dinding es tersebut. Dinding pertama hancur, dinding kedua retak hebat, dan serangan itu akhirnya berhenti sepenuhnya di dinding ketiga. Bukan hanya itu, rasa dingin yang ekstrem merayap melalui pedang raksasa Lin Mo, mencoba membekukan meridian di lengan kanannya!

​Mata Lin Mo membelalak. "Hawa dingin yang mengerikan!"

​Remaja itu segera melompat mundur sejauh sepuluh meter, menggunakan qi Tubuh Pedang Kuno-nya untuk secara paksa menghancurkan energi es yang mencoba merayap masuk ke dalam aliran darahnya.

​Di sisi lain, Su Yue mencabut pedangnya dari tanah. Napasnya sedikit terengah, namun senyum tipis terukir di bibirnya.

​"Bakat menelan bintang milikmu memang hebat, Lin Mo. Tapi elemen es milikku kini tidak lagi bisa dihancurkan hanya dengan kekerasan," ucap Su Yue tenang. "Jika ini adalah pertarungan hidup dan mati, serangan balik es-ku tadi akan memperlambat gerakmu selama dua detik. Di dunia kultivasi, dua detik sudah cukup untuk memenggal kepala seseorang."

​Lin Mo menyarungkan pedangnya, tertawa terbahak-bahak, benar-benar mengakui kekuatan kakak seperguruannya. "Hahaha! Benar! Akar Roh Surgawi memang luar biasa! Sepertinya aku harus berlatih lebih keras lagi agar tidak tertinggal olehmu, Kakak Seperguruan!"

​Prok. Prok. Prok.

​Suara tepukan tangan lambat terdengar dari arah teras lantai dua Paviliun.

​Jiang Chen berdiri di sana, bersandar santai pada pagar kayu dengan jubah putihnya yang berkibar pelan. Mata hitamnya memancarkan kepuasan.

​"Kalian berdua mulai memahami cara menggunakan bakat tingkat Surga kalian. Lin Mo dengan serangan mutlaknya, dan Su Yue dengan pertahanan mematikan serta kontrol areanya," puji Jiang Chen, perlahan melayang turun dan mendarat di antara mereka tanpa memicu riak udara sedikit pun.

​"Guru!" Keduanya segera menangkupkan tangan memberi hormat.

​Jiang Chen mengibaskan tangannya, mengeluarkan dua botol giok kecil. Masing-masing botol berisi satu butir pil berwarna emas pucat.

​"Ini adalah Pil Pemadat Esensi Spiritual. Aku meraciknya semalam dengan sisa herbal dari Alam Rahasia," kata Jiang Chen. "Lin Mo, kau berada di Puncak Tingkat 8. Su Yue, kau di Puncak Tingkat 7. Ambang batas Pembentukan Fondasi semakin dekat. Pil ini tidak akan menaikkan tingkat kultivasi kalian secara langsung, tetapi akan memampatkan energi Qi di Dantian kalian hingga sepadat baja."

​Jiang Chen menatap tajam ke arah dua muridnya. "Aku ingin fondasi kalian sepuluh kali lebih kokoh dari kultivator jenius mana pun di luar sana. Saat kalian menembus Pembentukan Fondasi nanti, kalian harus mampu bertarung melawan Ranah Inti Emas! Mengerti?"

​Mendengar target gila yang ditetapkan gurunya, hati Lin Mo dan Su Yue bergetar. Bertarung melawan Inti Emas saat baru berada di Pembentukan Fondasi? Di dunia luar, itu dianggap sebagai ocehan orang gila! Namun, menatap wajah Jiang Chen yang penuh keyakinan, mereka tahu bahwa Guru mereka tidak sedang bergurau.

​"Kami tidak akan mengecewakan ekspektasi Guru!" jawab mereka serempak, menggenggam botol giok itu erat-erat.

​"Bagus. Masuklah ke asrama baru kalian dan serap pil itu. Besok siang, tamu agung kita dari Sekte Iblis Darah akan tiba."

​Setelah kedua muridnya pergi untuk bermeditasi, Jiang Chen menengadah ke arah langit ufuk timur. Kesadaran Spiritualnya yang setara dengan Ranah Inti Emas Kelas Atas berdesir, merasakan fluktuasi energi yang sangat pekat berkumpul di kejauhan.

​"Mereka datang dengan niat membunuh yang sangat kental... Menarik."

​Di Waktu yang Sama, Seratus Mil di Ufuk Timur.

​Langit yang seharusnya berwarna biru cerah tertutup oleh awan merah gelap. Bau darah yang amis terbawa oleh angin, membuat binatang-binatang liar di hutan bawahnya lari terbirit-birit mencari tempat bersembunyi.

​Sebuah armada besar sedang bergerak membelah awan.

​Bukan menggunakan Perahu Terbang yang elegan, Sekte Iblis Darah menggunakan tiga ekor Kelelawar Iblis Sayap Darah raksasa (Binatang Iblis Tingkat 3). Masing-masing kelelawar memiliki rentang sayap sepanjang dua puluh meter, membawa puluhan murid elit berjubah merah di punggung mereka.

​Di atas kepala kelelawar terbesar yang berada di tengah, berdirilah seorang pria paruh baya dengan rambut merah menyala yang diikat acak-acakan. Wajahnya dipenuhi tato berbentuk urat nadi berwarna hitam.

​Dia adalah Xue Kui, Ketua Sekte Iblis Darah.

​Aura yang memancar dari tubuhnya sangat mengerikan, jauh melampaui Penatua Mo atau Wang Teng. Setiap kali dia menghembuskan napas, energi qi di sekitarnya beriak dan terdistorsi. Ini adalah kekuatan murni dari seorang kultivator Ranah Inti Emas Tingkat 2!

​Di belakang Xue Kui, berlutut dua belas tetua Sekte Iblis Darah. Mereka semua berada di Ranah Pembentukan Fondasi (Tingkat 4 hingga Tingkat 8). Ini adalah kekuatan tempur puncak dari sekte aliran hitam tersebut. Mereka membawa hampir seluruh elit mereka!

​"Lapor, Ketua Sekte!" Seorang murid pengintai mendarat di atas punggung kelelawar menggunakan pedang terbangnya, berlutut dengan gemetar. "Kami telah melewati perbatasan Kota Awan Mengambang. Puncak Bintang Jatuh berjarak sekitar satu hari perjalanan dari posisi kita saat ini!"

​Xue Kui tidak menoleh, matanya yang semerah darah terus menatap tajam ke ufuk barat.

​"Apakah ada pergerakan dari Paviliun Bulan Perak atau faksi lain untuk mencoba membantu Sekte Pedang Bintang?" suara Xue Kui terdengar serak dan menggores layaknya logam berkarat, dipenuhi niat membunuh yang absolut.

​"T-Tidak ada, Ketua Sekte! Seluruh Kota Awan Mengambang menutup gerbang mereka! Tidak ada satu pun sekte yang berani mencampuri urusan kita. Puncak Bintang Jatuh saat ini berdiri sendiri!" lapor murid pengintai itu.

​"Hmph. Sekumpulan lalat pengecut," Xue Kui mendengus jijik.

​Salah satu tetua di belakangnya, Penatua tulang-besi, maju satu langkah. "Ketua Sekte, meskipun Jiang Chen berhasil membunuh Penatua Mo, dia pasti menggunakan konspirasi atau artefak rahasia dari Alam Rahasia. Tidak mungkin bocah ingusan seperti dia bisa menembus Inti Emas. Menggerakkan seluruh elit kita... apakah ini tidak terlalu berlebihan?"

​Xue Kui perlahan berbalik. Tatapannya yang kejam membuat Penatua tulang-besi langsung tutup mulut dan menunduk.

​"Singa menggunakan seluruh kekuatannya bahkan untuk menangkap seekor kelinci," desis Xue Kui. "Jiang Chen telah mempermalukan Sekte Iblis Darah. Dia membunuh utusanku, dia membunuh tiga tetua teras, dan dia menghancurkan sekte cabang kita. Jika aku hanya mengirim satu atau dua orang untuk membalas dendam, sekte-sekte besar di pusat benua akan menertawakan kita!"

​Xue Kui mengangkat tangan kanannya, dan energi darah memadat membentuk sebuah tombak berwarna merah menyala yang memancarkan jeritan ribuan jiwa yang tersiksa.

​"Besok siang, aku tidak hanya akan membunuh Jiang Chen. Aku akan menggunakan formasi Pengorbanan Darah Melahap Surga untuk mengubah seluruh Puncak Bintang Jatuh menjadi tungku darah! Aku akan mengekstrak jiwa Jiang Chen dan kedua muridnya, memenjarakan mereka di dalam Lenteraku, dan membiarkan mereka dibakar oleh api roh selama ratusan tahun!"

​"HIDUP KETUA SEKTE! DARAH UNTUK DEWA DARAH!"

​Ratusan murid dan belasan tetua bersorak serempak. Teriakan fanatik mereka menggema menembus langit, menciptakan gelombang suara yang terdengar hingga ke desa-desa fana di bawah, membawa teror yang mencekam malam itu.

​Bagi mereka, Puncak Bintang Jatuh sudah menjadi tanah kuburan mati.

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!