NovelToon NovelToon
Choose Destiny

Choose Destiny

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pentolputih

Steven Brayen, itulah nama pria yang telah merebut hatiku. Ia yang sudah membawa sejuta kenangan indah dalam hidupku dan membuat hari-hariku menjadi lebih indah.

Tetapi, itu dulu. Ia telah melepaskanku dengan membawa semua tanda tanya yang tak ku ketahui jawabannya.

Hatiku pun tak tahu kemana arahnya, dimana takdir yang akan membawaku pergi? Apakah ia tetap takdirku? Atau yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pentolputih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memilih

27 Oktober 2018

"Berikan sapunya, Na." ucap Nico.

Aku langsung menghentikan aktivasku menyapu. Dan menoleh kearahnya.

"Emm... Buat apa, Nic?" tanyaku bingung.

"Aku yang bakal ngelanjutin nyapunya. Kamu istirahat aja." jawab Nico.

"Aku masih kuat kok buat nyapunya." ucapku.

"Udahlah, kamu istirahat aja. Seperti yang suami kamu suruh." balasnya.

Akhirnya, aku menyerahkan sapunya. Dan segera istirahat seperti yang ia perintahkan.

Sebenarnya, aku bisa kok menyapu halamannya sendiri. Aku kan belum 10 menit nyapunya tadi. Batinku.

Sekitar 30 menit, Nico pun selesai menyapu halaman rumah.

"Nih, minum dulu." ucapku sambil memberikan segelas air putih untuknya.

"Makasih."

"Capek banget ya?" tanyaku.

"Lumayan. Tapi, yang penting kamu gak capek." ucap Nico sambil tersenyum manis.

Ucapannya membuat jantungku tiba - tiba berdebar.

Dia perhatian kepadaku? Tidak - tidak, jangan berpikir yang macam - macam.

"Emm... Mau makan siang sekarang?" tanyaku.

"Boleh. Kamu udah selesai masaknya?" tanyanya.

"Udah daritadi sih."

"Ya udah. Yuk makan." ajaknya.

Ia segera menggandeng tanganku menuju ke meja makan.

"Ini kan makanan kesukaanku. Kamu tahu?" tanyanya tak percaya.

"Iya." jawabku.

Jadi, makanan kesukaannya itu ayam goreng. Jujur saja, aku memasak ayam goreng karena memang hanya itu saja yang ada di kulkas. Aku bahkan gak tahu itu makanan kesukaannya. Batinku.

Aku pun menatapnya yang sedang makan ayamnya dengan lahap. Entah kenapa, aku senang melihatnya.

"Enak?" tanyaku.

Ia hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya.

"Nic, jadilah yang terakhir untukku." ucapku.

Ia menghentikan aktivitas makannya. Dan menatap kearahku.

"Tentu. Aku mencintaimu, dan aku gak akan pernah ngelepasin kamu." ucapnya.

Aku hanya menatapnya dengan senyuman tipis.

Kamu ragu. Dan aku tahu itu.

•••••••••••••••••••••••••••

30 Oktober 2018

Ting tong... Ting tong...

Aku buru - buru membuka pintunya.

"Rachel?" ucapku.

"Hai, Bri." sapanya.

Bagaimana dia bisa tahu alamat rumahku? Apa ayah yang memberitahunya?

"Kamu kok bisa tahu alamat rumahku?" tanyaku.

"Ayahmu yang memberitahunya." jawabnya.

Sudah kuduga. Pasti dia ke rumah ayah dulu untuk mencariku.

"Boleh aku masuk?" tanyanya.

Aku pun mengangguk. Dan mempersilakan dia masuk.

"Mau minum?" tanyaku.

"Enggak. Aku cuma mau ngobrol sebentar sama kamu." jawabnya.

Lalu, aku duduk di sofa sebelahnya.

"Aku gak nyangka kamu udah nikah, Bri. Selamat ya." ucapnya dengan senyuman.

"Makasih."

"Apa suamimu Steven?" tanyanya.

"Bukan. Suamiku orang lain." jawabku.

"Kalian putus?" tanyanya tak percaya.

"Ya. Dia bilang, dia sudah tidak mencintaiku lagi." ucapku sedih.

"Bagaimana itu mungkin? Bukannya, dia sangat mencintaimu, Bri?"

"Rasa cinta itu bisa hilang kan? Begitu pun rasa cintanya kepadaku." jawabku.

"Aku masih tidak percaya, Bri. Kurasa Steven bukan pria seperti itu."

"Sudahlah, untuk apa kita membahasnya? Toh, semua udah berakhir. Dan sekarang dia juga sudah memiliki penggantiku." ucapku.

"Jangan bilang itu Karin? Itu bener - bener gak mungkin, Bri."

"Itulah kenyataannya, kamu juga udah pernah mengirimiku foto Steven dengan Karin waktu itu, maafkan aku kalau waktu itu aku menuduhmu berbohong." ucapku tak enak.

Benar, itulah isi pesan yang sering dia kirim kepadaku dulu. Foto Steven dan Karin bersama. Tapi, saat itu aku tidak percaya. Karena kupikir Steven tidak mungkin selingkuh dariku.

"Aku mau minta maaf ya, Bri. Buat semua kesalahan yang sudah aku lakuin dulu. Aku bener - bener nyesel, Bri." ucapnya bersalah.

"Aku udah maafin kamu kok, sejak pertemuan kita di cafe waktu itu. Lagipula, gak baik kalau kita menyimpan dendam satu sama lain."

"Makasih ya, Bri." ucapnya sedih.

Tiba - tiba, ia memelukku. Dan menangis dipundakku. Aku pun menepuk - nepuk punggungnya pelan.

Lalu, ia melepaskan pelukannya dan menatapku lekat.

"Aku nyesel pernah hancurin persahabatan kita." ucapnya yang masih terisak.

"Gak ada yang perlu disesali, semuanya sudah terjadi. Itu hanya kenangan saja sekarang." balas ku.

Setelah 1 jam, aku dan Rachel berbincang - bincang. Ia pun izin pulang.

"Hati - hati ya." ucapku.

Ia mengangguk dan melambaikan tangannya kepadaku.

Kisahku dan Rachel berakhir sampai disini.

•••••••••••••••••••••••••

2 November 2018

"Nih sarapannya." ucapku sambil menaruh sepiring nasi goreng di mejanya.

"Makasih, istriku." ucap Nico.

Aku segera duduk di kursi sebelahnya dan langsung melahap nasi goreng ku.

"Enak. Kamu pinter masak deh." puji Nico.

Aku pun tersipu malu.

Ting tong.... Ting tong...

Aduh, pagi - pagi gini ada aja tamu dateng ya. Batinku kesal.

Aku pun segera membukakan pintu.

"Hai, Bri." sapa Michelle dengan senyumnya.

Ngapain sih dia kesini? Ganggu pagi yang cerah aja.

"Ngapain kesini?" tanyaku malas.

"Mau ketemu Nico. Tolong panggilin ya." ucapnya sok centil.

"Pulang!" perintahku.

"Kamu ngusir aku?!" ucapnya marah.

"Iya. Kenapa? Masalah?!" ucapku tak senang.

Michelle marah dan tiba - tiba menampar pipiku.

Plak...

Aku pun langsung menatapnya dengan tajam.

"Na." panggil Nico.

Aku yang tadinya mau membalas tamparannya. Langsung menoleh kearah Nico.

"Nic." panggil Michelle sedih.

Tiba - tiba, Michelle langsung menghampiri Nico dan memeluknya.

Perasaan aku korbannya, kenapa dia yang malah berlagak jadi korbannya?

Aku hanya menatap Nico dengan tatapan sedih.

Apa dia akan membela Michelle? Dan menyalahkanku. Siapa yang kamu pilih, Nic?

"Mich, lepasin." ucap Nico sambil melepaskan pelukan Michelle.

"Nic, Brianna jahat sama aku. Dia gak bolehin aku buat ketemu kamu." ucapnya menuduhku.

"Emang bener, seharusnya kita gak usah ketemu lagi. Kamu cuma bisa jadi parasit dalam rumah tanggaku." ucap Nico kepada Michelle.

Michelle sangat terkejut dengan ucapan Nico.

"Maksud kamu? Aku parasit? Kamu berani bilang aku parasit, Nic?!" bentak Michelle.

"Iya, kenapa? Kamu gak terima?" tanya Nico dengan wajah datarnya.

"Aku itu sahabat kamu. Kita udah kenal dari SMP. Sekarang kamu berani hina aku kayak gini, keterlaluan!" bentak Michelle.

"Kamu yang keterlaluan! Kenapa kamu berani merusak rumah tanggaku! Sahabat macam apa kamu?!" bentak Nico balik.

Aku hanya diam. Dan menunggu kapan ini berakhir?

"Aku suka kamu, Nic. Itu sebabnya, aku ingin merebutmu." ucap Michelle sedih.

"Tapi, aku sudah memiliki istri sekarang. Dan aku juga tidak memiliki perasaan apapun padamu."

"Orang tuaku bilang, bahwa aku harus mendapatkan semua yang kumau. Itu artinya aku harus mendapatkan mu juga." ucap Michelle sambil menatap Nico lekat.

"Itu gak bener, Mich. Sampai kapan pun kita gak akan pernah berakhir bersama. Kumohon, jangan rusak rumah tanggaku." ucap Nico sambil berlutut di hadapan Michelle.

"Hentikan, Nic. Jangan memohon seperti itu. Ia tidak akan pernah mengerti." ucapku.

"Aku salah. Aku minta maaf." ucap Michelle datar.

Aku terkejut dengan ucapannya.

"Aku akan berhenti merusak hubungan kalian. Terimakasih sudah menyadarkanku." ucap Michelle.

Lalu, ia pergi dengan semua tanda tanya tanpa jawaban.

Berakhir? Seperti ini? Batinku kebingungan.

"Maaf ya, Na." ucap Nico dihadapanku.

"Ini bukan salahmu. Terimakasih sudah memilihku." ucapku sambil tersenyum.

Lalu, Nico memelukku dan menangis dalam pelukan.

Dia sangat berarti untukmu. Tapi, kamu melepaskannya untukku. Maaf.

1
Gadi Liem
Hay Hay aku mampir kak 😁
chonurv
semua meninggal. tinggallah Nico sendirian
chonurv
si michelenya manas-manasin saja
🍫Bad Mood 🍰
ditinggal pas lagi sayang sayangnya ya bri? gitu gak sih..?
🍫Bad Mood 🍰
jadiii...?? nico apa steven nih??
🍫Bad Mood 🍰
lanjuut dulu deh..
🍫Bad Mood 🍰
uluh uluh gimana ini...? pilih suami apa mantan pacar hayooo?? 😂
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_
Bri, kamu yang tegas dong. Kalo mau tolak Steven ya tolak. Kamu ga mikirin perasaan suamimu?

kok aku ngegas?
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_
waduh ga ada akhlak ngajak balikan yang udh bersuami. emang kemana cewekmu, Steve?
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_
Nico berangkat kerja pagi, terus pulang buat maksi + nyapu halaman ga tuh... kayaknya kantor Nic Deket ya.... enak kali transportnya ga gede 🤣
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_
coba deh Bri, kamu buruan ke psikiater tadi. Kurasa ada kenangan kamu dan Michelle yg hilang...
Gadi Liem
semangat Thor 👍 t
~Nessa
Hadir
jangan lupa mampir selalu di karyaku ya!!
makasih banyak..
BELVA
udah koboomlike ka💗💗💗💗💗💗
mampir kembali di karya
novel: belvadante
audio: gadis desa
trimksh 🙋🙏
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_
Bri, kau seharian BANGET di kamar. eh tapi aaku kalo lagi libur juga lebih banyak molor di kasur dari pada keluar² sampai lupa namanya makan dan mandi...

Bri tuj pernah kecelakaan kah sampai banyak sekali Sepertinya memori yang skip. Apakah ada hubungannya dg mamamu yang sudah tiada BRI?

mgkn setelah ini akan ada penjelasannya ya, aku lanjut baca aja lah dari pada kena amuk authornya. BTW, selamat untuk masuk kontraknya. Aku turut bahagia untukmu 🤗🤗🤗
🎸ꪗᴏɴɴᴀ👀 <_: biarlah dia nyangkut dalam langit harapanku yang paling tinggi
total 2 replies
nuna_ruu
semangat terus kak
nuna_ruu
aku mampir~
nuna_ruu
lanjut kak, semangat
chonurv
cincin dari mantan segera dijual saja. nanti jadinya malah bikin susah move on kalau disimpem terus
chonurv
waktunya move on, BRI.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!