Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.
Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29: Tragedi Kopi Gratis
Pagi di Azure Coast biasanya disambut dengan ritual membosankan berupa suara denting cawan teh yang halus. Namun, pagi ini berbeda. Alun-alun utama dibanjiri oleh ribuan warga yang mengantre, bukan untuk teh, melainkan untuk segelas Kopi Rembulan gratis yang dijanjikan oleh "Warung Sachet Lintas Dimensi".
Raditya berdiri di atas podium darurat, didampingi oleh Lady Vivienne yang tampak elegan dengan gaun travel praktisnya, dan Nona Lira yang sudah siap dengan sepuluh mesin penyeduh otomatis hasil modifikasi poin survival.
Ding!
[Panel Misi Terupdate]:
[Misi Utama]: Dominasi Pasar Total! (Gulingkan kekuasaan ekonomi Serikat Pedagang dalam 7 hari).
[Misi Sampingan]: Promosi Viral! (Pastikan 5.000 warga memberikan review positif).
[Misi Harian]: Barista Kilat! (Seduh 1.000 gelas dalam 3 jam).
[Misi Epic]: The King of Sachet! (Bangun pabrik sachet pertama di Azure Coast).
Raditya menatap panel misinya dengan tenang. Dia tahu Duke Vargo tidak akan tinggal diam melihat antrean sepanjang satu kilometer ini.
"Raditya, lihat itu," bisik Vivienne, menunjuk ke arah gerbang alun-alun. Duke Vargo tidak datang dengan tentara, melainkan dengan ratusan pedagang kecil yang membawa teh herbal gratis. Dia melakukan dumping harga, membagi-bagikan teh herbalnya secara cuma-cuma dengan tambahan "sedikit" ramuan penambah stamina agar orang enggan beralih ke kopi.
Ding!
[Sistem v4.0 Mengeluarkan Peringatan]:
Deteksi Manipulasi Harga: Duke Vargo melakukan Dumping produk dengan zat adiktif ringan pada tehnya.
Efek: Warga mulai merasa pusing karena mencampur kopi Rembulan dengan teh Vargo yang mengandung ramuan stamina tidak stabil.
"Sistem," bisik Raditya dalam hati. "Gunakan 5.000 poin! Beli [Mesin Netralisator Rasa Otomatis] dan pasang pada sistem distribusi air gratis kita!"
Ding!
[Pembelian Berhasil]:
Saldo Poin: 5.850.
Mesin Netralisator telah terintegrasi dengan suplai air alun-alun. Setiap air yang melewati pipa akan menetralkan efek adiktif dari teh Vargo.
"Sekarang, Lira! Aktifkan mode promosi!" perintah Raditya.
Lira menekan tuas mesin, dan ribuan gelas kopi mulai mengalir dengan aroma Moon-Bloom yang lebih kuat dari biasanya. Saat warga meminum kopi itu, efek pusing dari teh Vargo seketika hilang, digantikan oleh ketenangan jiwa yang luar biasa. Warga yang tadinya meminum teh Vargo merasa mual, lalu membuangnya ke selokan.
Duke Vargo yang melihat itu memukul meja podiumnya. "Sial! Dia punya alat pemurni!"
Namun, saat kekacauan terjadi, seorang pengemis tua yang tadi berdiri di pojok alun-alun seseorang yang bahkan tidak diperhatikan oleh Raditya maupun Vargo mendekat ke gerobak Raditya. Dia tidak meminta kopi, dia hanya menaruh sebuah biji kopi hitam yang sudah membatu di atas meja saat Lira sedang sibuk.
Ding!
[Misi Rahasia Terdeteksi: 'Warisan Sang Penanam Pertama'!]
(Catatan: Misi ini tidak muncul di panel sistem. Selesaikan berdasarkan keberuntungan.)
Objek: Biji Kopi Membatu.
Petunjuk: Simpan biji ini di dalam mesin penyeduh otomatis selama proses seduh berlangsung.
Raditya, yang merasa aneh dengan biji itu, secara tidak sengaja menjatuhkannya ke dalam hopper mesin penyeduh tepat sebelum mesin diaktifkan untuk melayani kerumunan besar.
BZZZZZT!
Mesin penyeduh itu bergetar hebat. Kopi yang keluar bukan lagi berwarna hitam, melainkan berwarna emas cair. Begitu warga meminumnya, mereka bukan hanya tenang, tapi mereka mendapatkan buff [Keberuntungan Bisnis] selama satu jam. Efeknya? Para petualang yang meminum kopi itu tiba-tiba menemukan peta harta karun di kantong mereka, atau pedagang kecil yang meminumnya mendapatkan transaksi besar mendadak.
Ding!
[Misi Rahasia Selesai: Keberuntungan Murni!]
Hadiah: +5.000 Poin Survival.
Gelar Absurd Baru: [Pemberi Kopi Emas Keberuntungan].
Saldo Poin: 10.850.
"Apa yang terjadi?" Vivienne menatap gelas emas itu dengan mata membelalak. "Raditya, kopimu... ini mengubah nasib orang-orang di sini!"
Duke Vargo, yang berdiri di seberang alun-alun, melihat pedagang-pedagang kecil yang tadinya bekerja untuknya kini berbalik memihak Raditya karena mereka merasa kopi itu adalah 'berkah dari dewa'. Reputasi Vargo hancur lebur. Dia bukan lagi musuh bisnis, dia kini dianggap sebagai musuh keberuntungan rakyat.
"Vargo tamat," gumam Lira sambil menyeruput kopi emas itu sendiri. "Dia mungkin punya uang, tapi dia tidak punya 'keberuntungan' yang Raditya seduh pagi ini."
Raditya tersenyum lebar. Dia tidak tahu apa itu misi rahasia, dia hanya tahu bahwa mesin penyeduhnya baru saja melakukan sesuatu yang ajaib.