Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 23
Rendra juga ikut keluar dari ruangan saat dokter dan suster datang untuk memeriksa keadaan Neil.
Tapi tunggu dulu, kemana Alice? Kenapa dia tidak melihatnya. Namun, sesaat kemudian dia melihat Alice yang datang dengan langkah gontai.
Tatapannya terlihat kosong. Hal itu membuat Rendra langsung menghampirinya.
"Alice?" panggil Rendra melihat wanita itu datang.
Mendengar namanya di panggil membuat Alice mendekat. Dia berdiri di depan Rendra, menatap laki-laki itu dengan tatapan yang sulit di artikan membuat Rendra merasa khawatir.
"Ada, apa?" tanya Rendra melihat keadaan Alice saat ini.
"Kau baik-baik saja?" tanya Rendra padanya
Alice hanya mengangguk saja. Kedua tangannya saling bertautan. Bagaimana cara dia menjelaskan pada Rendra jika dia bertemu dengan wanita itu lagi?
Bahkan hanya melihatnya saja sudah membuat Alice ketakutan setengah mati. Melebihi saat dia bersembunyi dari Rendra waktu itu.
"Katakan ada apa, Alice? Apa ada yang mengganggumu?" tanya Rendra lagi.
Alice tetap diam. Dia hanya tidak berani bicara pada Rendra. "Aku masuk dulu. Mau liat Neil." pamitnya pada Rendra dan meninggalkan laki-laki itu begitu saja.
Sedangkan Rendra tau, pasti telah terjadi sesuatu dengan Alice sebelumnya. Jika tidak mana mungkin tiba-tiba wanita itu berubah seperti ini.
Karena penasaran, Rendra berusaha mencari tau apa yang terjadi. Mungkin Alice bertemu seseorang yang membuatnya seperti ini.
Rendra terus berjalan menelusuri rumah sakit, hingga ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.
"Rendra?" panggil wanita itu membuat Rendra menarik sudut bibirnya.
Alana, wanita ini yang bertemu dengan Alice rupanya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Rendra menatap datar pada wanita itu.
Alana mendekat pada Rendra, dan hendak menyentuh tangannya. Namun dengan cepat pula dia menghindarinya.
"Sudah beberapa bulan tidak bertemu, kenapa berubah? Apa terjadi sesuatu?" tanya Alana yang sengaja memancing Rendra.
"Jangan berpura-pura tidak tau Alana. Apa yang kau katakan pada Alice?" tanya Rendra tidak the point.
Dia tau jika ada yang Alana lakukan. Jika tidak, bagaimana mungkin tiba-tiba Alice berubah begitu.
"Wah, ternyata dia masih tetap sama seperti dulu. Selain penakut, dia juga sering memanfaatkan keadaan rupanya." ujar Alana membuat Rendra hanya tersenyum saja disana.
"Ku peringatkan padamu Alana, jangan pernah keluar dari batasan mu. Jika dulu aku bisa diam atas apa yang kalian lakukan padaku ataupun pada Alice, maka tidak lagi. Sedikit saja kau menyakitinya, aku akan membalas mu dua kali lipat lebih menyakitkan lagi. Jadi berpikir dengan baik sebelum melakukannya!" ucap Rendra penuh dengan ancaman, membuat Alana yang berada di tempatnya hanya bisa diam sambil menatap penuh rencana jahat.
"Jika dulu aku bisa membuatnya menyerah, maka sekarang pun aku bisa melakukannya Rendra." ucap Alana yang melihat kepergian Rendra disana.
Dia jadi penasaran, sebenernya apa yang mereka lakukan di dalam rumah sakit ini? Rasa penasarannya membuat Alana masuk ke dalam dan mencari tau.
Sayang, ketika di dalam dia tidak mendapatkan berita apapun tentang mereka berdua.
"Jangan panggil aku Alana, jika aku tidak bisa membuatmu menyerah, Alice." ucapnya pergi meninggalkan tempat itu.
Rendra, kembali ke ruangan putranya, dan melihat Neil yang sudah terlihat jauh lebih baik saat ini.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Rendra melihat Neil yang tertidur.
"Dokter bilang biarkan dia istirahat." ucap Alice padanya membuat Rendra menganggukkan kepalanya.
"Istirahatlah, biar aku gantian yang menjaganya. Kau belum makan sejak tadi." Alice terlihat diam, menggelengkan kepalanya.
"Jangan buat keadaan makin buruk Alice. Jika kau takut pada Alana, itu akan membuatnya semakin bersemangat menganggu mu. Jadi tunjukan jika kau tidak takut padanya." ucap Rendra padanya, membuat Alice hanya diam menatap kearahnya.
***