=Chosen youth and destined love=
Seorang anak terlantar yg memakai kalung misterius bertuliskan ANDERSON. Terbuangnya bayi berumur 2 th ini disebabkan pemberontakkan internal keluarga.
Frans anderson adalah anak misterius. Anak bandel dan suka berkelahi yg diasuh oleh sepasang suami istri paruh baya, ketika ditemukan disebuah pinggir sungai desa mata angin kota C'.
Tumbuh dewasa adalah sesuatu yg sangat mempengaruhi takdirnya dimasa depan.
Dengan berbagai cara yg telah Frans lakukan untuk menerima setiap berbagai kiriman pembunuh dalam keluarganya. Beberapa teman dekatnya juga mengalami pembalasan yg panjang dari orang yg menginginkannya mati.
Siapa orang misterius yg menginginkannya mati? Dan bagaimana kelanjutannya? pantau terus cerita kelanjutannya.!
btw ini PENGALAMAN PERTAMA BUAT NOVEL,! HARAP DIMAKLUMIN YAH🙌😁selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang kate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.28 Geng Macan Hitam
Setelah kepergian mereka, Michel yg berada didalam kamar sedang bersiap pergi menemui Frans. Dengan suasana hati yg ceria berjalan keluar sambil menyenandungkan lagu kecil.
.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Tuan Daniel yg sedang duduk ditemani sang istri di taman depan.
"Ayah, Ibu, Aku mau keluar, Membeli beberapa kebutuhan besok." Jawab dengan muka berseri seri.
"Bukankah kamu bisa menyuruh kepada kepala pelayan saja untuk keperluan besok?" Tanya Nyonya Melisa heran.
"Tidak ibu, Ini keperluan Michelle pribadi, Jadi tidak perlu repot menyuruh orang lain!"
Mereka yg mendengar lalu Mengangguk mengizinkan.
"Baiklah putriku, Jangan kembali Terlalu malam, Mengerti?!"
"Mengerti ayah, Ibu Aku pergi dulu. Byee!"
"Pengawal!! Antarkan putriku ke suatu tempat." Perintah tuan Daniel
"Tidak perlu ayah. Michelle sendiri saja!" Tolaknya dengan cepat.
"Turuti apa kata ayah sayang, Ini Untuk keselamatanmu!" Pinta sang ibu mengingatkan.
"Ayah ibu, tidak usah khawatir, Michelle akan bertemu seseorang. Sudahlah, kalian percaya saja oke?!" Michelle berjalan cepat menuju mobil tanpa memperdulikan orang tuanya yg kebingungan.
"Hati hati sayang! Telpon ayah jika ada sesuatu!" Teriak Tuan Daniel mengingatkan, Putrinya menjawab dengan hanya melambaikan tangannya saja dan segera pergi.
"Pah, Siapa yg akan bertemu dengan Putri kita? Sepertinya dia terlihat sangat bersemangat." Tanya Melisa sambil menatap sang suami.
"Hah!! Biarkan anak muda bersenang senang! Sepertinya putri kita sedang jatuh cinta mah." Jawab tuan Daniel.
"Apakah begitu?"
"Dari tingkah putri kita, sudah terlihat jelas. Semoga saja dia beruntung. Jika begini, Aku akan mati dengan tenang kalau Michelle menemukan pria yg dicintainya." Ucap tuan Daniel, tersenyum lalu menghela nafas lega.
"Papah benar! Semoga saja Putri kita bahagia dengan pilihannya." Tambah Melisa bersyukur, lalu mereka melanjutkan kegiatannya.
.
.
.
Ditempat lain, MartXx.
.
Frans sedang menunggu sambil melihat lihat beberapa kebutuhan didalam Mart.
Kringg!! Kringgg!!
Ponsel berbunyi didalam saku celana. Dengan segera Frans mengangkatnya.
"Sudah sampai?" Tanya Frans singkat.
"Aku sudah didepan Frans. Kamu coba keluar." Ucap seseorang ditelpon.
"Oke!"
Lalu dia berjalan keluar ke toko tersebut. Menolehkan kepalanya, melihat sebuah mobil terparkir disamping Toko, lalu segera mendekat.
"Hai!! Ayo, nih kamu saja yg nyetir." Ucap michelle tersenyum menawan setelah kedatangan Frans. Lalu segera bertukar posisi tempat duduk.
"Aku yg nyetir?" Tanya Frans memastikan.
"Iya, Apa kamu keberatan?" Tanya balik Michelle.
"Baiklah tidak masalah." Jawab Frans lalu masuk ke mobil.
"Ayo jalan." Ucap Michelle dengan semangat.
Mereka segera pergi menuju sebuah Mall Di pusat kota yg tidak jauh dari sana.
.
.
Setelah sampai di sana, Mereka berjalan memasuki Mall berencana membeli gaun dan kebutuhan lainnya.
Penampilan mereka cukup kontras, Frans memakai Kaos putih biasa, jeans pendek hitam Dan sebuah sendal yg lumayan cocok dengan setelan santainya, Wajahnya tampan, penampilan sederhana dan sangat bersih. Sedangkan Michelle terlihat sangat cantik dengan setelan anak muda kekinian. Memakai beberapa barang branded.
Orang orang disekitar terpana, banyak juga yg melihatnya iri dengan wanita secantik itu disamping pria yg berpakaian biasa.
Wah! Pria itu sangat tampan!!
Wanita itu juga sangat cantik!
Benar, mereka pasangan yg cocok.
Tidak! Pria itu yg terlalu beruntung.
Bisik bisik disekitar pun terdengar sampai ke telinga Michelle, Dia pun tersenyum senang. Lalu dia menoleh melihat Frans yg berjalan di sampingnya.
"Pria ini sangat datar sekali!" Ucap Michelle dalam hati, beberapa kali mencuri pandang melihat ekspresi Frans yg masih terlihat acuh seolah olah tidak mendengarkan bisik bisik orang sekitar.
"Kita ke lantai 3, Disana tempatnya gaun edisi terbatas." Ucap Michelle memimpin jalannya.
"Baiklah" jawab singkat, Hanya pasrah kepada wanita disampingnya.
"Dasar muka batu!" Gumam pelan Michel dengan kesal karena dari tadi jawaban pria ini selalu singkat.
Lalu Mereka berjalan menuju tempat gaun Wanita.
.
"Selamat datang di toko kami Tuan dan Nona." Ucap para pelayan tersenyum ramah seraya membungkuk sopan. Diantara mereka ada yg terus menatap kearah Frans yg sangat tampan.
"Penampilan sederhana saja sudah tampan, apalagi jika berpakaian mewah. Pasti sangat mempesona."
"Benar, jika aku punya pacar sepertinya, pasti akan sangat bahagia?"
"Hei, kecilkan suara kalian. Jangan sampai pacar di sampingnya mendengar." Ucap salah 1 staff senior mengingatkan ke beberapa staff.
Michelle yg disamping mendengar beberapa staff wanita yg mengagumi ketampanan Frans, Seketika hatinya sedikit tidak senang, tetapi berusaha menahannya.
"Hah, memang aku siapa sampai merasa cemburu?!" Michelle Berkata dalam hati tidak berdaya.
Sambil memilah milah gaun yg di tangannya, sesekali bertanya kepada Frans disampingnya yg terlihat bosan.
"Frans, Apa ini cocok untukku?"
"Ini Juga! Bagaimana?"
"Atau yg ini saja?!" Tanya beberapa kali Michelle meminta pendapat Frans.
"yg terahir menurutku lebih cocok untukmu." Jawab Frans jujur.
"Benarkah?! Tunggu sebentar, aku akan mencobanya." Jawab Michelle dengan antusias lalu segera memasuki ruangan ganti.
Frans lalu mencari tempat duduk dengan menghilangkan kebosanannya sambil melihat ponselnya.
"Bocah kampung, apa yg kamu lakukan disini?!"
Suara tiba tiba datang dari arah samping. Lalu Frans menolehkan kepala, siapa yg memanggilnya dengan sebutan konyol itu.
"Kenapa kamu juga disini?!" Tanya balik dengan heran.
"Seharusnya, aku yg tanya kamu! Ngapain kamu ke sini?" Ujarnya Celine, Kakak pertama Dion temannya.
"Apa tidak boleh aku disini?! Apa penting aku menjawab pertanyaanmu?" Jawab Frans dengan malas.
Hah!! Malas sekali bertemu singa betina ini! Guamnya pelan.
"Dasar bocah kampung!! Disini adalah salah 1 perusahaanku, Tentu aku punya hak bertanya kepadamu!" Jawabnya tidak senang, Karena bocah ini masih memanggilnya singa betina.
Frans hanya diam tanpa memperdulikan pertanyaan orang yg menyebalkan ini. Lalu melanjutkan bermain ponselnya.
"Heii!! Apa kamu tuli?! Aku sedang bertanya kepadamu! Beraninya mengabaikanku?!" Seru Celine tidak senang, seraya Berkacak pinggang.
"Nona Celine! Tuan ini adalah pelanggan kami." Pelayan yg melihat segera mendekat menjelaskan dengan hati hati kepada Celine yg sebagai anak dari bosnya.
"Apa kamu tidak salah?! Pria kampung ini pelanggan kami?" Tanya Celine dengan sinis.
"Benar Nona, Dia datang bersama....."
"Frans!! Ayo! Ini sepertinya sangat bagus. Aku akan membelinya." Ucap Michelle dengan senang. Lalu mendekat ke arah Frans sebelum langkahnya terhenti.
"Ada apa ini?" Tanya Michelle bingung.
"Maaf nona pelanggan, Tidak ada apa apa. Silahkan lanjutkan." Ucap pelayan menunduk hormat lalu segera menjauh.
"Baiklah, Dan kamu nona, Apa ada masalah?" Tanya Michelle kepada Celine yg sedang menatapnya dengan pandangan aneh.
"Jangan hiraukan! Ayo kita segera pergi saja." Frans dengan cepat berkata.
"Mmm...Baiklah Frans, permisi!" Ucap Michelle melewati Celine yg sedang menatapnya.
"Ternyata ini pacar si bocah kampung itu! Hmp! Masih cantik aku kali!" Gumam pelan Celine membuang muka, sedikit iri dengan kecantikan Michelle.
Michelle yg tanpa sengaja mendengar perkataan pelan dari Celine seketika berhenti. Memasang wajah dingin kearah Celine.
"Nona, Apa maksudmu mengatakan bocah kampung?!Jaga mulut anda!" Ucap Michelle dengan dingin.
"Memang kenapa?! Apa dia pacarmu? Dia itu memang Pria kampung!! Apa kamu tidak senang?!" Balas Celine dengan sinis.
"Kamu!! Dasar tante tante norak!! Kamulah yg kampungan!" Teriak Michelle dengan geram.
"Kamu berani?!! Apa kamu tidak tau siapa aku?!" Balas Celine dengan angkuh. Dia sangat marah dikatakan tante norak.
"Bodo amat!! Siapa kamu tidak penting! Pergi sana!!" Ucap Michelle sinis.
Lalu michelle segera pergi tanpa peduli wanita di depannya. Menuju kasir dan membayarnya.
Frans yg melihat itu hanya memasang wajah masam. Merasa tidak berdaya.
Inilah masalah yg paling susah dihadapi menurutnya. Yaitu meleraikan pertengkaran wanita.
"Awas saja kamu!! Ishh!! Dasar menyebalkan!" Gumamnya kesal Celine menahan emosinya.
Lalu Celine segera pergi dari Mall dengan marah. Berjalan cepat ke luar.
.
.
.
Setelah menuju ke beberapa tempat, Michelle mengajak Frans ke tempat pakaian pria yg menurutnya sangat cocok untuknya.
Dengan sekuat tenaga Frans menolaknya, merasa tidak enak hati. Tetapi itu tidak berhasil karena Wanita didepannya memasang wajah kesalnya seperti anak kecil.
Akhirnya dengan terpaksa menuruti keinginan wanita didepannya. Lalu menuju tempat makan dan sesekali berbincang.
.
"Ehm. Sebelumnya aku ucapkan terimakasih, sudah repot membelikan pakaian untukku." Ucap Frans.
"Tidak apa apa, anggap itu sebuah hadiah kamu menolongku diwaktu itu." Jawab Michelle dengan tersentum manis.
"Baiklah, Aku menerimanya." Balas Frans.
"Oiya, Siapa wanita norak tadi? Sepertinya dia ada masalah denganmu?" Tanya Michelle dengan penasaran.
"Oh, Dia hanya kakak dari temanku. Lupakan saja." Jawab nya santai.
" Jadi begitu..."
"Ini sudah malam. Apa tidak sebaiknya kita pulang langsung?" Tanya Frans memastikan.
"Emm...Sebentar lagi deh. Aku masih ingin mengobrol denganmu. Tidak apa kan?" Jawab Michel menatap Frans dengan intens.
"Baiklah. Tapi Jangan terlalu malam, tidak baik seorang wanita pulang terlalu malam. Itu akan membuat orang tua kamu khawatir." Frans berkata dengan serius.
Deg!!
Seketika Jantung Michelle berdetak, Pria dihadapannya ternyata perhatian juga. Walaupun terlihat dingin diluar tetapi hangat didalam.
"Ehm, Baiklah. Aku tau!" Jawabnya dengan cepat memalingkan wajahnya yg sudah merah seperti apel.
Setelah selesai makan mereka keluar dari tempat makan dan Meninggalkan Mall.
.
.
.
Ketika Sedang dalam perjalanan, Tanpa sadar Frans menangkap sosok wanita yg familier sedang tarik menarik dengan beberapa orang seperti preman. Terlihat 5 orang preman disana.
Frans melihat Celine sepertinya sedang ada masalah dengan preman preman itu.
"Dia lagi?! Merepotkan sekali!" Ucapnya pelan, lalu segera menepikan mobilnya dipinggir jalan. Mau tidak mau dia menolong wanita yg menyebalkan ini. Meskipun begitu, dia tetap kakak dari temannya.
"Ada apa Frans?! Kenapa berhenti?" Tanya Michelle bingung.
"Kamu tunggu disini! Aku akan turun sebentar." Perintah Frans serius.
"Apa tidak masalah? Itu ada preman loh?!" Ucap Michelle khawatir.
"Apa kamu tidak tahu? Aku ini pandai bertarung? Kamu tidak perlu khawatir." Ucapnya dengan sombong.
"Baiklah! Hati hati!" Ucap Michelle sedikit cemas. Walau dia belum melihat Frans bertarung dengan mata kepalanya sendiri. Jadi dia hanya menonton dari dalam mobil.
Tolongg!!!
Teriak Celine dengan panik, dia terdorong mundur dan jatuh.
"Hahahaa! Cantik, kuharap kamu mau ikut dengan kami."
"Ketua! Kita bawa sekalian saja wanita ini. Kurasa bos akan senang dengan kita."
"Kalian!! Jangan mendekat!! Atau Aku akan lapor polisi!" Seru Celine dengan panik.
"Hehehee! Ayolah, jangan sampai kami berbuat kasar kepadamu nona manis!" Ancam Ketua preman dengan sinis.
"Kalian ini melanggar hukum!!" Teriak Celine dengan keras.
"Percaya atau tidak, Bos kami bisa melindungi kami. Jadi kamu tidak bisa menolak kami." Jawab Preman sambil tertawa terbahak bahak.
"Kamu!!..." Celine seketika panik bukan main.
"Kalian para sampah!! Apa hanya bisa menindas seorang wanita?!" Ucap seseorang dibelakang mereka.
Mereka menoleh kepala kebelakang. Terlihat sosok pria tinggi sedikit kurus. Berjalan santai, kedua tangannya didalam saku.
"Siapa kamu?! Jangan ikut campur bocah!"
"Jangan sampai aku bertindak kasar kepadamu!!" Ancam preman mengingatkan Frans.
"Lepaskan dia!! Setelah itu lupakan masalah ini!" Ucap Frans dengan santai.
"Hahaa bocah sepertimu, berani menyuruh kami?! Apa kamu bisa menarik kata katamu itu?!"
"Aku ulangi sekali lagi. Lepaskan wanita itu. Sebelum aku bertindak kasar." Jawab membalikan kata kata sang preman.
"Bagus! Bagus!! Kamu sudah membuatku marah bocah!"
"Kamu!? Hati hati.." Ucap Celine cemas. Tetapi sedikit lega ada yg menolongnya walaupun itu bocah kampung yg menyebalkan.
"Jangan berani berani kamu kabur cantik! Kalian, jaga wanita ini!!" Perintah ketua preman.
"Ketua! Hajar saja bocah ini! Berani beraninya menyinggung kami gengster Macan Hitam?! Biar kami yg jaga wanita ini."
"Aku mau lihat, apa kata katamu sesuai dengan kemampuanmu! Terima ini!!" Teriak Preman menyerang menggunakan tinjunya kearah Frans.
Frans yg melihat itu hanya menggelengkan kepalanya kecewa. Dengan santai menghadang pukulan itu.
Dengan gerakan sederhana, sosoknya mendekat dengan gerakan cepat menangkis pukulan itu dengan tangan kiri, diikuti badannya condong ke depan lalu Siku tangan kanan mengarah ke dada lawan.
Plak!!
BANG!!
Arrghh!
Sosok preman terpelanting sejauh 4 Meter. Sambil memegangi dadanya yg sepertinya patah.
"Kenapa kalian bengong?! Serang bocah itu bodoh!!" Seru preman yg terluka , lalu segera memaki kepada rekannya.
"Hah! Iya iya, Baik ketua!!"
"Berani kau bocah!!"
4 Orang menyerang secara bersamaan. Mengeluarkan berbagai tinjunya dengan membabi buta.
Frans masih terlihat santai menerima berbagai serangan lawan. Sosoknya melompat ke badan badan para preman sebagai tumpuan seperti menginjak tanah dengan keras.
Bang! Bang!
2 preman terlempar.
Celine yg melihat itu tercengang, Ternyata pria kampung ini jago bertarung juga? Dia kira sang adik hanya berteman dengan pria yg menurutnya kampungan dan tidak bisa apa apa ini.
Setelah mendarat, melakukan gerakan tinju kanan kiri sambil menghindari pukulan lawan.
Prakk! Prakk!!
Aduh!
Apa apaan ini!?
2 Pukulan mengenai dagu sisa preman. Seketika mereka berdua oleng lalu terjatuh.
"Yeeas!! Berhasil!!" Seru Michel didalam mobil. Melihat itu dia pun merasa sangat bahagia, Ternyata ini yg dimaksud Silvi asistennya? Pantas saja!. Gumamnya senang.
Tetapi sesaat ekspresinya terlihat cemburu. Mengingat Frans menolong wanita lain dengan aksinya yg mempesona.
"Apa kalian masih berani ganggu dia lagi?!" Tanya Frans dengan tenang.
"F***!! Kamu tunggu saja! Jangan menyesal setelah ini!"
"Semua! Ayo pergi dari sini!" Perintah Ketua preman ke beberapa kawannya.
"Awas kamu bocah!! Geng Macan Hitam tidak akan melepaskanmu!"
Lalu mereka segera pergi dengan menyedihkan.
Frans lalu menatap ke wanita di depannya yg masih mematung.
"Hei Singa betina, Kenapa kamu malah ketakutan?!"
.
.
BERSAMBUNG! 🙌NEXT
SEMOGA SEHAT SELALU🙏