Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.
Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.
Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memohon Ampun!
"Tidak, tolong..." kata Miles cepat sambil mundur selangkah. "Tunggu sebentar lagi..."
Rumah sakit itu adalah satu-satunya rumah sakit di kota yang mampu melakukan transplantasi tersebut.
Jika ia pergi dari sana, ia membutuhkan lebih dari empat puluh delapan jam untuk mencapai rumah sakit lain di kota berbeda yang mampu melakukan operasi itu.
Sementara… Ibunya sudah tidak memiliki banyak waktu lagi.
Namun kedua petugas keamanan sudah bergerak menghampirinya.
Salah seorang mencengkeram lengannya dengan kuat.
Yang lainnya mendekat dari samping.
Genggaman mereka begitu keras hingga bahunya terasa nyeri dan memaksanya terhuyung beberapa langkah.
Ibunya mengeluarkan rintihan lirih ketika mereka mulai memisahkan dirinya dari Miles.
Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, wanita itu mengulurkan tangan.
Jari-jarinya yang gemetar sempat menyentuh lengan baju Miles… Sebelum akhirnya jatuh lemas kembali.
Kerumunan kini hanya menyaksikan dalam diam.
Sementara itu… Lingkaran pemuatan di aplikasi bank Miles masih terus berputar.
Lutut Miles mulai terasa lemas.
"Tolong… Beri aku satu detik lagi..."
"Keluar!" teriak Dokter Tyler.
Tatapan Miles masih terpaku pada layar ponselnya.
Lalu… Akhirnya aplikasi itu terbuka.
Lingkaran pemuatan menghilang, digantikan oleh tampilan dasbor aplikasi perbankannya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Miles melepaskan cengkeraman petugas keamanan dari lengannya.
Ia langsung menyentuh layar ponselnya dan langsung mentransfer uang sebesar 300.000 dolar dari rekeningnya ke sistem pembayaran rumah sakit.
Angka-angka pada layar menyala sebagai tanda transaksi berhasil.
Tatapannya langsung tertuju kepada perawat yang sejak tadi paling keras menghina dirinya. Dengan suara tenang, ia berkata, "Coba periksa."
Perawat itu berkedip, kebingungan selama sesaat.
Jawaban penuh kesombongan sudah hampir keluar dari bibirnya ketika monitor di meja resepsionis tiba-tiba berdering nyaring.
Resepsionis segera melihat monitor itu, mengucapkan beberapa patah kata pelan.
Lalu… Mata wanita itu membelalak. Ia langsung berdiri.
"Kami baru saja menerima pemberitahuan!" teriaknya. "Tiga ratus ribu dolar baru saja masuk ke sistem kami! Ini benar!"
Lorong rumah sakit langsung diliputi keheningan.
Kedua petugas keamanan yang beberapa detik sebelumnya masih mencengkeram Miles, langsung melepaskan tangannya.
Mereka mundur beberapa langkah. Wajah mereka berubah pucat.
Semua orang di lorong itu membeku.
Bahkan mereka yang tadi menertawakan Miles sambil mengangkat ponsel kini hanya berdiri terpaku seperti patung.
Miles tetap berdiri di tempatnya.
"Itu dua ratus lima puluh ribu dolar untuk operasi ibuku. Sisanya gunakan untuk obat-obatan dan perawatannya."
Wajah perawat itu langsung kehilangan pucat. Bibirnya terbuka. Namun tidak ada suara yang keluar.
Ia terhuyung mundur selangkah sambil menatap Miles.
Bisik-bisik langsung menyebar ke seluruh lorong.
"Aku tidak percaya… Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu?" Perawat itu akhirnya berhasil menemukan suaranya. Namun suaranya lemah dan bergetar.
"A-aku… Aku tidak sungguh-sungguh dengan semua yang kukatakan tadi," katanya terbata-bata sambil berusaha tertawa untuk menutupi rasa malunya. "Aku hanya bercanda. Tentu saja aku tidak benar-benar bermaksud akan mengundurkan diri. Itu hanya sindiran. Kau tahu... hanya untuk mencairkan suasana."
Namun suaranya semakin gemetar setiap kali mengucapkan sepatah kata.
Ia segera berbalik menuju meja resepsionis dan membungkuk ke arah monitor.
"Periksa lagi, mungkin ada kesalahan. Mungkin pemberitahuan itu sebenarnya untuk orang lain. Atau… Mungkin tagihan pasien lain tidak sengaja masuk ke rekening rumah sakit..."
Ia berusaha mencari segala kemungkinan agar pembayaran itu terlihat sebagai sebuah kebetulan, bukan berasal dari Miles.
Suara Miles memotong ocehannya. "Periksa nama pengirimnya."
Perawat itu langsung membeku, tangannya menggantung di atas mouse.
"Tidak perlu diperiksa," katanya dengan gugup.
"Uang itu bisa saja dikirim oleh siapa pun. Mungkin dia hanya kebetulan datang saat uang itu masuk. Hanya kebetulan. Itu saja."
Alasannya kini terdengar semakin konyol.
Semua orang bisa melihatnya, kalau erawat itu hanya tidak mau percaya bahwa Miles adalah orang yang mengirim uang tersebut.
Miles tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menatap perawat itu dengan sabar, menunggu wanita itu memeriksa dan memastikan sendiri kebenarannya.
Namun Dokter Tyler sudah muak.
"Periksa nama pengirimnya, Perawat Nora," bentaknya. Bacakan dengan suara keras."
Perawat itu terkejut saat menatap layar monitor. Matanya berulang kali beralih dari Miles ke layar monitor.
"Bacakan," perintah dokter itu sekali lagi.
Kedua tangan perawat itu gemetar saat matanya membaca informasi pengirim. Ia menelan ludah dengan susah payah.
Lalu berbisik, "Miles… Miles Sterling."
Dokter Tyler perlahan menoleh kepada Perawat Nora. "Kau dipecat."
Perawat Nora langsung terengah-engah. Ia berlutut di hadapan Miles sambil memegang erat ujung celana pria itu dengan kedua tangannya.
"Tolong… Tolong, Tuan. Aku mohon… aku hanya… Aku hanya menjalankan pekerjaanku. Tolong jangan biarkan mereka memecatku. Aku tidak sungguh-sungguh. Aku bersumpah, aku tidak tahu… Tolong maafkan aku."
Namun Miles bahkan tidak menundukkan kepalanya untuk melihat wanita itu. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Suara Perawat Nora pecah ketika ia terus memegangi kaki Miles sambil menangis.
"A-aku… Tolong… Aku salah..."
Ia terus terbata-bata memohon belas kasihan.
Tetapi Miles tetap tidak memandangnya.
Setelah beberapa saat, Miles menoleh kepada Dokter Tyler. Tatapannya dingin. "Pastikan operasi ibuku dilakukan hari ini. Kalau terjadi sesuatu padanya karena keterlambatan yang kau sebabkan… kau juga akan kehilangan pekerjaanmu."
Dokter Tyler segera mengangguk. Suaranya dipenuhi rasa takut. "Tentu, segera. Aku sendiri yang akan mengawasi seluruh prosesnya, Tuan Sterling. Tolong… jangan menghubungi dewan direksi. A-aku akan bertanggung jawab sepenuhnya."
Miles tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia berbalik lalu berjalan pergi.
Kerumunan secara otomatis menyingkir, membuka jalan baginya.
Saat Miles tiba di pintu keluar rumah sakit… Ponselnya bergetar. Sebuah pesan baru masuk dari Lily.
Miles menatap layar itu cukup lama tanpa bergerak.
Lalu ia membukanya.
Miles,
Aku benar-benar minta maaf atas caraku memperlakukanmu tadi malam. Aku seharusnya tidak mempermalukanmu di depan Kelvin. Tolong maafkan aku. Aku ingin kau datang bersamaku ke pesta ulang tahun Kelvin malam ini. Aku akan memperkenalkanmu kepada semua orang sebagai suamiku. Aku berjanji. Di depan mereka semua, aku akan memberikan penghormatan yang pantas untukmu.