NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Melawan Beruang

Bangkai babi hutan tergeletak di sana sini. Itu adalah bukti kekuatan Dazhi yang sudah mencapai ranah Kultivasi ke-2.

"Padahal aku bahkan belum menggunakan Qi ku." Gumam Dazhi.

Dazhi lanjut berjalan meninggalkan bangkai-bangkai babi hutan itu. Sebenarnya kalau bangkai itu dijual, dirinya bisa mendapatkan keuntungan. Tetapi, misinya kali ini adalah mengalahkan beruang. Lagipula dirinya belum mempunyai cincin ruang untuk menyimpan bangkai-bangkai tersebut.

Dazhi mendongak kearah langit. Hari sudah hampir siang dan dirinya belum menemukan beruang. Kira-kira pencariannya ini akan memakan waktu sampai sore.

"Semoga saja ibu tidak khawatir aku pulang agak terlambat."

Perjalanan Dazhi membawanya pada sebuah sungai yang lumayan besar. Anak itu berhenti sebentar di sungai tersebut untuk meminum air dan membersihkan kapak ayahnya yang terkena darah babi hutan.

"Hm... Bajuku juga terkena darah babi hutan itu. Sepertinya harus segera dicuci sebelum menjadi noda permanen."

Dazhi mencelupkan setengah badannya kedalam sungai, ia mencuci bajunya yang terkena sedikit darah babi hutan.

Setelah singgah dan menyeberangi sungai, Anak itu melanjutkan perjalanannya. Kakinya terus melangkah semakin kedalam hutan, namun benar-benar tak ada tanda-tanda beruang.

"Dimana sih beruangnya? Padahal aku sudah berkeliling hutan ini sejak tadi. Beruang~ oh~ Beruang~ Muncul-lah~" Dazhi bersenandung ria.

Sepertinya senandung yang ia nyanyikan terbukti ampuh untuk mendatangkan beruang. Buktinya, baru selesai ia menyenandungkan kalimatnya, Dazhi mendengar suara langkah kaki dijalan didepannya.

Dazhi segera masuk kedalam salah satu semak-semak untuk memeriksa kondisi secara diam-diam. Dihadapannya terdapat seekor beruang cokelat yang sedang berjalan melintasi pepohonan.

Dazhi mengamati beruang itu, ukuran si beruang 3 kali lipat dari dirinya. Jika berhadapan secara langsung, dirinya mungkin bisa menang. Tapi ia tak yakin kalau bisa pulang tanpa mengalami luka berat yang fatal.

Didalam pemburuan ini, Dazhi ingin setidaknya hanya mengalami sedikit luka ringan saja. Jadi kedua orangtuanya tidak terlalu khawatir.

Si beruang terus berjalan, sedangkan Dazhi terus mengikutinya degan hati-hati agar keberadaannya tidak ketahuan. Sampai akhirnya, Dazhi menyadari sesuatu.

"Kenapa jalannya aneh?"

Jalan si beruang terlihat tidak stabil. Ternyata salah satu kaki depannya terluka. Dazhi dapat melihat bekas cakaran dan darah yang keluar dikaki beruang itu.

Kenyataan ini membuat Dazhi tersenyum. Dilihat dari darah yang belum mengering, itu sepertinya luka baru. Artinya beruang ini baru saja bertarung dengan hewan buas lainnya. Ini sangat menguntungkan, bukan hanya mempunyai luka, tenaga si beruang pasti telah terkuras setelah bertarung. Dazhi bisa memanfaatkan ini agar bisa mengalahkan beruang dengan lebih mudah.

Dazhi mengambil sebuah batu yang ada didekatnya. Ia lalu melempar batu itu kearah semak-semak yang ada didekat si beruang.

Otomatis si beruang menoleh kearah semak-semak. Hal ini membuat si beruang berhenti untuk mengecek semak-semak tersebut.

Dazhi tidak membuang kesempatan ini begitu saja, ia melompat dari tempat persembunyiannya dan berlari kearah si beruang. Kapalnya dipegang erat-erat, siap untuk melukai si beruang.

Sratt!!

"Roaar!!!"

Dazhi berhasil melukai punggung si beruang. Tetapi itu tidak cukup untuk menumbangkan nya.

Beruang yang merasakan ada musuh segera berbalik menghadap Dazhi. Matanya berkilat marah atas serangan dadakan dari anak itu. Ia lalu berlari hendak menerjang Dazhi, kukunya yang tajam siap mencabik-cabik tubuh anak itu.

Dazhi degan sigap menggunakan kapaknya untuk melindungi tubuhnya dari serangan si beruang. Walau tangan si beruang terluka, tetapi cabikan nya tetap kuat menggores kapaknya.

Dalam lima menit, Dazhi hanya bisa terus melindungi tubuhnya dengan kapak untuk menghindari serangan si beruang. Kalau begini terus, kapak ayahnya bisa hancur dan ia tak punya senjata lagi.

Ketika mendapatkan celah, Dazhi menggunakannya untuk mundur beberapa langkah kebelakang. Memberikan jarak antara dirinya dan si beruang.

"Huft... Sepertinya aku harus menggunakan energi Qi."

Dazhi menghela nafas sesaat, diujung matanya, ia mendapati si beruang kembali berlari kearahnya. Dazhi lalu mengangkat kapaknya dengan kedua tangan.

"Teknik tingkat 2, selubung Qi elemen api."

Tiba-tiba mata kapak Dazhi diselubungi oleh api. Meskipun begitu, beruang tersebut tak gemetar sedikitpun. Sebaliknya, ia sudah mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk menyerang Dazhi.

"Teknik tingkat 1, langkah ringan."

Dazhi berhasil menghindari serangan beruang itu dengan mudah. Bukan hanya itu, ia juga berhasil melompat tinggi-tinggi sampai berada di atas punggung si beruang.

Si beruang kebingungan, ia menoleh kebelakang dan mendongak hanya untuk mendapati Dazhi telah siap dengan kapak berapinya untuk mengakhiri pertarungan ini.

Dazhi mengayunkan kapaknya dengan sekuat tenaga, si beruang hanya dapat menerima serangan dari Dazhi tanpa sempat untuk menghindar.

Bruk!!

Kaki Dazhi kembali menginjakkan tanah bersamaan dengan jatuhnya bangkai tubuh beruang yang terbelah menjadi dua. Anak itu kemudian mengelap keringat yang mengalir di dahinya.

"Ya ampun... Padahal baru menggunakan dua teknik tingkat rendah. Tapi Qi didalam tubuhku jadi tinggal sedikit."

Dazhi mendudukkan tubuhnya dan bersandar pada sebuah pohon. Ia lalu melirik kearah bangkai tubuh beruang yang sedikit gosong.

"Nah... Sekarang bagaimana caranya aku membawa beruang ini?"

***

Matahari sudah hampir terbenam di barat. Xiao Xinyue sejak tadi mondar-mandir di beranda depan rumahnya sembari menggigit kuku jarinya.

Dibelakang nya, Yunhe hanya bisa duduk melihat sang ibu dengan raut wajah cemas.

Ketika dua wanita itu dilanda kepanikan, Shen Guowei terlihat berjalan mendekat kearah rumah dengan membawa kotak perkakas ditangan kanannya. Tanpa basa-basi, Xiao Xinyue mendekati suaminya.

"Ada apa Yue'er? Tumben sekali dirimu memasang raut wajah begitu?" Shen Guowei kebingungan melihat raut wajah panik istrinya.

"Guowei Gege... Anak kita, Dazhi... Dia hilang!!"

Shen Guowei otomatis menjatuhkan perkakas ditangannya. Wajahnya seolah tidak percya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Apa?!! Dazhi hilang?!!"

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!