NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Kesunyian yang merayap di sudut kamar penthouse suite itu terasa lebih menyiksa daripada rentetan makian yang membakar beberapa jam lalu. Lilin-lilin aromaterapi vanilla di atas meja marmer telah padam sepenuhnya, meninggalkan seberkas asap tipis yang menguap ke udara, membawa pergi sisa-sisa kehangatan palsu dari malam pengantin ini.

Satu-satunya sumber cahaya yang tersisa hanyalah pendaran lampu koridor yang menyusup dari celah pintu yang sengaja dibuka sedikit oleh Liam, menciptakan siluet abu-abu yang kaku di atas lantai marmer dingin.

Di lantai itu, dua insan yang terikat takdir paksaan duduk saling berhadapan, namun dipisahkan oleh jurang tak kasat mata yang teramat dalam.

Liam Oliver masih mempertahankan posisinya. Pria tegap berwajah tegas itu berlutut dengan kedua lutut menempel langsung pada marmer yang membekukan kulit. Postur tubuhnya yang tinggi besar, yang biasanya memancarkan dominasi mutlak dan aura CEO yang tak tersentuh, kini tampak merunduk layu.

Kemeja hitamnya yang tak terkancing sempurna mengekspos bidang dadanya yang naik turun dengan ritme pendek dan berat, sebuah manifestasi fisik dari rasa sesak yang kian mencekik lehernya sendiri.

Kedua tangan Liam yang kekar terkepal di atas paha. Jemarinya yang biasanya begitu kokoh mengendalikan segalanya kini tampak bergetar samar. Ia menatap Mira Hazelya yang masih meringkuk di sudut sempit antara dinding dan lemari besar.

Liam ingin sekali mengulurkan tangan. Ia ingin merengkuh tubuh mungil yang ringkih itu ke dalam dekapan dadanya, menghalau getaran ketakutan yang terus menjalar dari bahu sempit Mira, dan membisikkan kata maaf tepat di telinganya.

Namun, ingatan akan lembar dokumen medis yang berserakan di ruang kerja Papanya menahan gerakan Liam bagai rantai besi yang tak terlihat.

"Jangan menyentuhnya secara paksa, Liam. Sentuhanmu hanya akan membangkitkan trauma masa lalunya." Peringatan dari logikanya bergema galak, menahan jemari Liam agar tetap mengambang di udara, beberapa sentimeter di depan lutut Mira.

Ia tidak berani mengambil risiko. Ia teramat takut jika seujung jarinya saja menyentuh kain satin gaun pengantin Mira, wanita itu akan kembali menjerit histeris dalam serangan panik yang mematikan.

"Mira..."

Suara bariton Liam keluar dalam nada yang sangat rendah, pecah, dan parau. Ada getaran hebat yang tidak bisa ia sembunyikan, sebuah kerapuhan murni dari seorang pria Oliver yang belum pernah memohon ampun pada siapa pun seumur hidupnya.

"Aku tahu... kata maaf dariku malam ini adalah hal paling tidak berguna yang bisa kau dengar," ucap Liam, matanya yang setajam elang kini meredup, dipenuhi kabut penyesalan yang teramat pekat. Ia menatap lurus pada sepasang mata bulat Mira yang masih bengkak dan digenangi sisa air mata.

"Aku tidak meminta kau untuk memaafkanku detik ini juga. Aku tahu luka yang kubuat dengan mulut bajingan ini terlalu dalam untuk dimaafkan dengan mudah. Tapi... kumohon dengan sangat, dengarkan aku sekali saja," Liam menjeda kalimatnya, tenggorokannya terasa tersumbat oleh rasa bersalah yang kian membakar sanubarinya.

"Aku sudah tahu semuanya, Mira. Papa sudah menceritakan segalanya... tentang malam tanggal 14 Oktober. Tentang pengorbanan berdarahmu demi menyelamatkan Kak Devon dan keluarga ini."

Mendengar tanggal kelam itu disebut dari bibir Liam, tubuh Mira tersentak kecil. Sepasang mata bulatnya yang indah membelalak seketika. Fokus matanya yang semula linglung dan ketakutan kini terkunci lurus pada manik mata hitam Liam.

Ada kilat keterkejutan yang luar biasa terpancar dari wajah seputih porselen milik Mira. Ia tidak menyangka rahasia paling kelam, rahasia yang ia kunci rapat-rapat di balik kain cadarnya dan ia bawa di dalam sumpah sucinya kepada Papa Bramantyo, kini telah diketahui oleh pria di hadapannya ini.

Mira menatap Liam dengan pandangan yang sulit diartikan. Di bawah temaramnya cahaya, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah tampan suaminya itu kini dipenuhi oleh gumpalan rasa sesal yang amat besar.

Tidak ada lagi kilat kebencian, tidak ada lagi tatapan menjijikkan yang merendahkan statusnya sebagai wanita yang tak lagi perawan.

Yang tersisa di mata Liam malam ini hanyalah sebuah ketundukan mutlak dan rasa hormat yang teramat tinggi, bercampur dengan kepedihan yang mendalam karena telah menghakimi seorang martir yang terluka parah.

Bibir merah muda Mira yang bergetar sedikit terbuka. Lidahnya terasa kelu, bergejolak hebat antara keinginan untuk berteriak mengeluarkan seluruh rasa sakitnya, atau tetap mempertahankan kebungkamannya.

Namun, pada akhirnya, Mira memilih opsi kedua. Rasa trauma yang mendalam dan memori akan janji suci yang telah ia ikrarkan kepada seseorang mengunci rapat-rapat bibirnya. Ia menutup kembali mulutnya, menundukkan kepalanya dalam-dalam, dan membiarkan air mata baru kembali menetes lambat, membasahi kain satin putih di atas pangkuannya.

Mira memilih untuk tetap membisu. Ia mengunci rapat seluruh luka hatinya sendiri di dalam ruang sunyi jiwanya, menolak memberikan pembelaan atau kata-kata penerimaan atas maaf Liam.

Kebungkaman Mira malam ini bukan lagi pertanda rasa bersalah seperti yang dituduhkan Liam sebelumnya, melainkan sebuah dinding pertahanan emosional yang tebal, sebuah penegasan bahwa luka yang digoreskan Liam telah terlanjur membeku menjadi sebuah trauma baru.

Melihat kebungkaman Mira yang begitu dingin, dada Liam terasa seperti diremas oleh tangan tak kasat mata. Rasa sakitnya begitu nyata hingga membuatnya harus mencengkeram lantai marmer di bawahnya untuk menahan diri.

"Mira, kumohon bicaralah... Maki aku, pukul aku, lakukan apa saja yang bisa membuatmu merasa lebih baik," bisik Liam, suaranya kian serak, nyaris menyerupai rintihan frustrasi. "Jangan siksa aku dengan diammu seperti ini. Kebungkamanmu membuatku merasa seperti monster yang sesungguhnya di dalam kamar ini."

Namun, Mira tetap bergeming. Ia hanya meremas jemarinya sendiri yang terbalut sarung tangan brokat, mendengarkan setiap patah kata penyesalan Liam tanpa memberikan riak respons sepeser pun.

Atmosfer di dalam kamar pengantin mewah itu mendadak berubah menjadi begitu canggung, berat, dan mencekam. Rasa bersalah yang teramat besar menyelimuti seluruh keberadaan Liam, sementara Mira tenggelam di dalam sangkar traumanya yang sunyi.

Malam pertama mereka yang seharusnya dipenuhi oleh keindahan, kini resmi berakhir dalam sebuah kesunyian yang membekukan hati, meninggalkan sang pengantin pengganti dalam penyesalan yang terlambat dan tak bertepi.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
Dibalik Senja
Tdak apa2 dicerai sdh bkn jdohnya jngn dtangisi lebih baik begitu dr pd setiap hari disiksa dan direndahkan....CEO gemblung mainya kekerasan tnpa tau permasalahan merasa pnya dinasti diluar angkasa sungguh awak gemess
N Wage
apa maksud dr paragraf "Di sana,di atas seprai putih bersih yang tertutup beberapa kelopak mawar,tidak ada tanda2 kesucian yang biasanya dst..."

emangnya seperti apa?
N Wage
bukan altar KK...meja akad😊
Lovita BM
👍👍👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!