NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:53k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Membuka lemari Lisa

Tetes air hujan membasahi bumi dengan begitu lebat sehingga kuburan baru yang ada di belakang rumah sana mulai tersiram dengan air hujan tersebut, tapi tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan kuburan itu karena memang begitu tersembunyi dan masih ada beberapa ruangan yang tertutup sehingga bila mau masuk sana harus melewati petunjuk yang begitu banyak sekali.

Dina sudah memiliki banyak pengalaman ketika dia belajar dari ayah nya dulu saat menyimpan para tumbal seperti ini, jadi bisa dikatakan bahwa dirinya begitu mampu untuk menutupi apa yang ada dan tidak akan pernah bisa mengetahui apa yang akan dia lakukan bersama dengan Susanto di rumah tersebut.

Manusia bila sudah menggunakan akal licik maka tidak akan pernah bisa mendapat saingan lagi karena memang itu adalah hal yang sangat sulit untuk mereka terka, tidak ada yang bisa mengetahui pikiran manusia dari lain ke lain karena mereka hanya bisa menyelidiki bila kasus itu sudah semakin berlanjut di kehidupan ini.

Rasa tangisan yang amat dalam dan juga selambai peristiwa yang sangat pilu, kisah hidup manusia yang begitu kelam dan juga sebenarnya Dina bisa menjadikan itu sebagai pelajaran hidup yang begitu berarti karena dia telah kehilangan orang tua sehingga harus bisa menjadikan pelajaran dalam hidup ini, Namun bukan yang menyadari bahwa itu adalah hal yang salah dia justru semakin tenggelam dalam pesugihan.

''Aku masih membutuhkan tumbal lagi.'' Susanto berbicara kepada sang istri.

''Ini baru awal bulan jadi masih panjang perjalanan sehingga nanti bisa mencari lagi.'' ujar Dina.

''Din, Kamu kenapa sih Sampai sekarang masih saja seperti itu?!'' Susanto kesal sendiri dengan tingkah sang istri.

''Kamu berharap aku bagaimana untuk mengurus masalah ini?'' Dina menoleh dan menatap Susanto dengan tajam.

''Aku ingin rumah tangga kita seperti orang lain yang memiliki keharmonisan tinggi, tapi kau terus bertingkah dingin seperti ini dan seolah kau bukan istri.'' kesal Susanto karena dia memang tidak mendapat perhatian ekstra.

''Kita menikah sudah lama dan kau juga paham bagaimana tabiat yang aku miliki.'' Dina berkata sambil berlalu pergi.

''Hahh tahu begitu dulu aku lebih baik memilih Vera saja dari pada menikahi Dina yang dingin ini.'' Sesal Susanto.

''Sudah mandul begitu tapi masih juga banyak tingkah!'' sambung Susanto kembali.

Dina sebenarnya mendengar apa yang telah dikatakan oleh suami dia tentang masalah itu, namun dirinya berusaha untuk tetap mengabaikan dan tidak peduli karena menurut Dina ini adalah hal yang sangat biasa dan tidak perlu untuk dibahas lebih lanjut, sikap Dina memang sering mengabaikan masalah dan nanti bila sudah semakin larut maka dia akan angkat tangan.

''Mila!'' Dina berjalan mendekati pembantu yang sedang membersihkan ruang tamu.

''Iya, Nyonya.'' Mila berdebar kencang kalau sudah mendapat panggilan seperti ini.

''Kau harus membersihkan semua kamar milik Lisa itu tanpa ada sisa.'' Dina kembali memberi perintah.

''Semua sudah saya masukan di dalam kardus, tapi lemari yang satu itu tidak bisa di buka.'' ujar Mila.

Dina jalan cepat menghampiri kamar milik Lisa untuk melihat apakah memang lemari itu sama sekali tidak bisa dia, sudah menjadi tanggung jawab dia karena sekarang Lisa juga tidak ada di dalam rumah ini dan dia harus membersihkan seluruh Barang bukti yang ada.

''Ambil linggis atau barang lain karena kita harus membuka dan melihat Apa isi lemari ini.'' Lisa tidak sabar karena dia merasakan firasat yang aneh.

''Biar aku saja!'' Susanto datang membawa kapak untuk membuka lemari milik pembantu mereka.

''Kenapa Lisa mengunci kamar ini dengan kunci yang begitu paten!'' batin Dina di dalam hati.

Sebab semua barang memang telah terkumpul semua dan mereka hanya penasaran dengan isi lemari milik Lisa ini karena dia mengunci begitu rapat, Susanto menggunakan kapak untuk membuka agar mereka bisa tahu apakah yang telah disimpan wanita itu di dalam lemari mungil yang ada di dalam kamar.

...****************...

''Kenapa lagi kamu ingin kembali ke rumah Dina?'' Matteo menatap sang istri yang sedang bersiap.

''Aku mau Arum ikut kita saja!'' Vera berkata serius.

''Kan Arum sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak mau tinggal di desa lagi karena terasa sangat seram.'' ucap Matteo.

''Aku tidak tenang bila dia tinggal dengan Dina karena rumah itu seperti menyimpan sesuatu.'' Vera berkata dengan sangat cemas.

Vera memang belum bisa melihat apa yang ada di dalam rumah tersebut Namun firasat dia sendiri kuat mengatakan bahwa rumah Dina ada sesuatu yang tidak beres, jadi untuk menghindari ini semua maka harus mengambil Aura dari dalam sana untuk dia ajak pulang ke rumah.

Bila. Aura terus aja ada di rumah Dina maka Vera semakin yakin nanti akan ada sesuatu yang tidak beres terjadi kepada adik bungsu mereka itu, terlebih lagi Mateo juga mengatakan bahwa dia ingin tinggal di rumah Kota saja dan kemungkinan besar jadi jarak itu lebih dekat dari rumah Dina ke rumah mereka.

Untuk rumah yang ada di kampung maka Biarkan saja seperti itu agar tidak terjadi masalah yang lebih lanjut lagi, kemungkinan besar memang Dina tidak rela kalau Vera yang tinggal di rumah orang tua mereka karena mereka memang belum membagi harta warisan tersebut.

''Nanti setelah kita tinggal di rumah kamu maka aku tidak akan pernah merasa kesulitan lagi.'' Vera berkata serius.

''Kamu walau tinggal di rumah yang ada di kota namun tidak seharusnya akan terus bersama dengan Dina, nanti malah yang ada kalian akan bertengkar.'' Mateo jadi takut bila nanti kedua saudara itu sibuk bertengkar saja.

''Sayang, sejujurnya aku ingin mencari tau soal Dina dan Susanto!'' jujur Vera.

''Untuk apa?!'' Matteo langsung kaget dan dia sangat tidak setuju.

''Aku tidak mau kalau Dina sampai tersesat dalam hal buruk seperti ayah.'' Vera berkata dengan sangat cemas.

Matteo tertegun Karena sekarang dia baru mengerti isi pikiran dari sang istri dan tentu saja ini nanti akan semakin panjang bila ternyata Dina memang memiliki sesuatu, Vera pasti akan terus berjuang untuk mengajak sang adik ke jalan yang benar ketika nanti terbukti bahwa Dina telah memiliki pesugihan.

''Ver, bisa kan kita tidak usah ikut campur urusan mereka?'' Matteo bertanya dengan suara takut.

Vera menggeleng karena dia adalah saudara yang paling tua sehingga merasa harus membimbing sang adik ke jalan yang benar agar jangan sampai tersesat, walau tersesat setidaknya dia harus menolong kembali agar jalan itu lurus sehingga nanti Dina mengerti apa yang salah dan mana yang benar di dalam hidup ini.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Betri Betmawati
udh biar aja Vera.
Susanto sendiri yg akan mengungkapkan pesugihan nya KRNA dia bertekad mau bertemu purnama
Raffaza Direzky87
aura jadi serba salah
Raffaza Direzky87
gelagapan kan mang ujangnya, sungguh mencurigakan bagi aura
Betri Betmawati
klu Vita JD tumbal kan ngk mungkin Susanto ja tak drmh
lalu kmn dia sebenarnya
Betri Betmawati
aduh malah bertengkar lagi,
itu Susanto dia yg bunuh malah ikut nuduh dia
panggil aja purnama nanti jg tau siapa yang bunuh
Betri Betmawati
kena fitnah kamu Rudi gara gara ulah Susanto
Yeyet Rohaeti
biar mba pur aja' yg mengungkap nya ver,kan Susanto ama Dina di kampung lagi bikin masalah.
Yeyet Rohaeti
kok Vita hilang, masa jadi tumbal kan susanto di kampung .
Nindiana Anasya
siang KK
putri wahyu
siang jg Bess...
FiaNasa
mulut Bu Yuni minta digampar peke parutan kelapa tuh muncungnya..ntar klau dah terbukti Rudy tak salah ngesot² minta maaf
Ayuk Witanto
mantab....bikin emosi juga Bu yuni
Ayuk Witanto
ih gemes banget sama Susanto...pingin tak bakar tuh mulut
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!