Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16: CAMBUKAN
Setelah waktu menunjukkan pukul 21.00, Athena akhirnya memilih untuk pulang. Ia sangat yakin keluarga 'tercintanya' sudah menantikan kepulangannya dengan amarah yang memuncak.
Athena tahu betul, Ayusita pasti sudah mengadu pada orang tua mereka tentang insiden di kantin tadi siang.
Athena memacu motor sport-nya membelah jalanan malam dengan kecepatan tinggi. Hanya dalam waktu dua puluh menit, ia sudah tiba di pekarangan kediaman Mahendra.
Tanpa mengucapkan salam, Athena melangkah masuk dengan santai seolah tidak akan terjadi apa-apa.
Namun, begitu kakinya menginjak area ruang tengah, sebuah suara bariton yang sarat akan amarah langsung menggelegar, menghampiri indra pendengarannya.
"Dari mana saja kau, anak tidak tahu aturan?!" bentak Tuan Mahendra keras, menatap tajam ke arah Athena.
Athena hanya diam. Ia menatap malas ke arah laki-laki yang berstatus sebagai ayahnya itu.
"Bukan urusan Anda, Tuan Mahendra yang terhormat," jawab Athena teramat santai. Nada bicaranya yang tenang justru semakin menyulut kobaran api kemarahan di dada Tuan Mahendra.
"Kau... anak biadab! Apa yang sudah kau lakukan pada Sita sampai tangannya melepuh, anak sialan?!"
"Bukankah putri kesayanganmu sudah memberitahunya? Lantas untuk apa menanyakannya padaku lagi?" jawab Athena, dengan nada yang terlampau tenang.
"Kau benar-benar wanita iblis tak tahu malu!" Bentakan Tuan Mahendra memecah keheningan rumah. Pria itu maju selangkah, mencengkeram kasar lengan Athena dan menghempaskannya kuat-kuat hingga tubuh gadis itu tersungkur di atas lantai marmer yang dingin.
"Kau harus mendapatkan hukuman yang setimpal!" desis Tuan Mahendra kejam. Dengan cepat, ia melepas ikat pinggang kulit-nya.
Ctass!
"Rasakan ini! Ini bahkan belum seberapa dibandingkan luka yang kau berikan pada Sita!"
Ctass!
"Dasar anak tidak tahu diri! Hanya bisa membuat masalah di keluarga ini!"
Ctass!
Athena hanya terdiam di posisinya, memejamkan mata rapat-rapat sembari menikmati rasa perih seolah terbakar yang menjalar di kulit punggungnya.
Namun, melihat punggung Athena yang mulai basah oleh darah pun tidak membuat Tuan Mahendra berbelas kasih.
Bagai orang yang kesetanan, pria itu terus mengayunkan ikat pinggangnya berulang kali hingga rasa amarahnya terpuaskan.
'Siksa aku sepuasmu... sampai aku benar-benar mampu menghilangkan sisa rasa sayangku pada kalian semua,' gumam Athena dalam hati, menertawakan takdirnya yang menyedihkan.
Setelah merasa puas melampiaskan emosinya, Tuan Mahendra mendengus kasar. Ia meninggalkan Athena begitu saja yang sudah terkapar lemas di lantai ruang tengah, dengan seragam putih yang kini telah berubah warna menjadi merah pekat karena darah.
"Ya Allah, Non Thea!"
Bi Mina yang baru saja keluar dari area dapur untuk mengambil air minum seketika terpekik histeris. Jantungnya mencelos melihat keadaan nona mudanya.
"Nona... ini pasti ulah Bapak lagi, kan?" ucap wanita tua itu bergetar. Air mata seketika luruh membasahi pipinya yang mulai berkerut.
"Bibi belum tidur?" tanya Athena lirih. Ia berusaha mengabaikan rasa sakit luar biasa yang berdenyut di punggungnya, justru mengkhawatirkan keberadaan sang asisten rumah tangga.
"Bibi tadi mau ke dapur, Non. Tapi malah melihat Nona seperti ini," ucap Bi Mina di sela isak tangisnya yang tertahan.
"Bibi... bantu Thea ke atas, ya," bisik Athena seraya mencoba menggerakkan badannya yang terasa kaku.
"Ayo, Nona. Mari, bibi bantu," dengan tangan gemetar, Bi Mina perlahan memapah tubuh Athena agar bisa berdiri.
"Bibi jangan menangis lagi," ucap Athena pelan, mencoba mengulas senyum tipis di bibir pucatnya agar wanita tua yang tulus menyayanginya itu tidak semakin sedih.
...***...
Dengan tangan gemetar, Bi Mina mengambil kotak obat di laci sudut kamar Athena. Wanita paruh baya itu membantu Athena melepaskan seragam putihnya yang telah koyak dan basah oleh darah dengan sangat hati-hati, seolah jika ia menekan kulit itu sedikit saja, tubuh rapuh di hadapannya akan hancur.
"Shhh..."
Athena mendesis pelan, meremas pinggiran kasur saat merasakan cairan antiseptik menyentuh luka terbuka bekas cambukan di punggungnya.
"Kapan Tuan bisa sadar dengan perbuatannya, ya Tuhan..." gumam Bi Mina di sela isak tangisnya yang kian berat. Hatinya teriris melihat nasib tragis yang harus dialami nona mudanya sejak kecil.
"Sudahlah, Bi. Thea baik-baik saja, kok. Thea pasti akan membalas semua ini. Saat hari itu tiba, Thea mohon... Bibi ikut Thea, ya?" ucap Athena teramat tenang.
Namun, di balik ketenangan suaranya, sepasang matanya menatap lurus ke depan dengan kekosongan yang pekat, menguarkan aura dominan yang mendadak terasa begitu dingin dan mencekam.
Bi Mina sempat tertegun sesaat merasakan perubahan atmosfer di dalam kamar tersebut. Aura dingin yang dipancarkan Athena membuat bulu kuduknya meremang, namun ia segera mengangguk patuh sembari mengusap air matanya.
"Iya, Nona. Bibi pasti ikut Non ke mana pun," bisik Bi Mina tulus.
Setelah selesai membalut seluruh luka di punggung Athena dengan perban bersih, Bi Mina merapikan kotak obat dan berpamitan untuk kembali ke kamarnya di lantai bawah, meninggalkan Athena sendirian dalam keheningan malam.
Athena bangkit berdiri secara perlahan, menahan ringisan kecil di punggungnya saat ia mencoba bergerak.
Matanya menyapu ke sekeliling ruangan. Arga benar-benar menepati janjinya dengan sempurna.
Kamar tidurnya kini telah dirombak total. Athena memang sengaja meminta Arga merombak kamarnya karena ia sudah sangat muak mengikuti gaya dekorasi dan selera feminin ala Ayusita, naif-nya dia yang dulu berpikir akan di sayangi oleh keluarganya kalau berlaku seperti Ayisita.
Sekarang, tidak ada lagi warna-warni pastel atau hiasan manis yang dipaksakan. Ruangan pribadinya telah bertransformasi menjadi kamar yang sangat elegan, minimalis, dan didominasi warna gelap bernuansa modern—mencerminkan jati dirinya yang asli dan jauh dari bayang-bayang Ayusita.
Athena berjalan mendekati cermin besar di sudut kamar. Ia menatap pantulan dirinya sendiri. Seorang gadis berusia 17 tahun yang seharusnya menikmati masa mudanya dengan tawa dan kasih sayang keluarga, kini harus menatap tubuhnya sendiri yang dipenuhi balutan perban di punggung dan luka lepuh di lengannya.
Ia menyentuh permukaan kaca cermin yang dingin dengan ujung jemarinya, sementara senyum tipis yang sarat akan kekejaman terukir di wajah pucatnya.
"Nikmati sisa hari-hari tenang kalian di rumah ini, Tuan Mahendra," bisik Athena lirih, suaranya terdengar bagai melodi kematian di tengah sunyinya malam.
"Karena begitu aku mulai melangkah, aku pastikan kalian sendiri yang akan memohon untuk dihancurkan."
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....