Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 Membangun Keromantisan
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Lavanya bersama dengan Mike akhirnya sama-sama keluar dari ruangan Mike.
"Kamu pasti bosan satu harian berada di ruang kerja saya," ucap Mike menutup pintu kamar tersebut.
"Justru aku senang, dibiarkan berada didalam ruangan Kakak," jawab Lavanya.
"Kalau begitu terima kasih Lavanya, kamu sudah menyempatkan diri kamu untuk berada di ruangan saya, kamu menemani saya," ucap Mike.
"Kenapa harus berterima kasih? Bukankah kehadiran Lavanya justru mengganggu kenyamanan kak Mike?" tanya Lavanya.
"Tidak dong Lavanya, saya benar-benar senang dengan kehadiran kamu dan tidak mengganggu sama sekali," jawab Mike.
Lavanya hanya mengangguk-anggukkan kepala.
"Hmmmm, Lavanya sebelum kita pulang, kamu tunggu sebentar di sini ya, saya ingin mengecek ke gudang sebentar, hanya beberapa menit saja," ucap Mike.
"Baik, kak," sahut Lavanya dengan menganggukkan kepala.
"Ya sudah kamu tunggu di sini," ucap Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala.
Mike kemudian meninggalkan istrinya membuat Lavanya menghela nafas.
"Lavanya...." tidak berapa lama Mike pergi Naomi datang menghampiri Lavanya.
"Naomi," sahut Lavanya.
"Kamu sedang apa di sini? Pak Mike mana?" tanya Naomi.
"Katanya ingin mengecek gudang sebentar," jawab Lavanya.
"Begitu," sahut Naomi.
"Kamu akan pulang Naomi!" tanya Lavanya.
"Ya, ini sudah siap-siap ingin pulang, tetapi kamu masih ada di sini dan lebih baik aku menemani kamu sampai pak Mike datang," jawab Naomi.
"Terima kasih Naomi," ucap Lavanya.
"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih seperti itu," sahut Naomi.
"Oh iya Naomi, apa Arumi tadi ada datang?" tanya Lavanya.
"Arumi....." sahut Naomi membuat Lavanya menganggukkan kepala.
"Ya benar, tadi Arumi datang ingin menemui pak Mike, tetapi aku mengatakan bahwa istrinya sedang ada di dalam," jawab Naomi.
"Sudah kuduga dia memang pasti akan datang menemui Mike," batin Lavanya.
"Lavanya, kamu tiba-tiba bertanya seperti ini, apa kamu sudah pasti tahu bahwa Arumi memang sering datang ke kantor untuk bertemu dengan pak Mike?" tebak Naomi.
Lavanya hanya menjawab dengan senyuman penuh arti. Hal itu jelas-jelas membuat Naomi kebingungan.
"Hmmmm, Lavanya kamu sedang tidak mengetahui bagaimana kedekatan pak Mike dengan Arumi bukan?" tebak Naomi.
"Naomi hal seperti itu tidak mungkin tidak aku ketahui, sudah pasti aku mengetahui bagaimana kedekatan mereka, dan mungkin saja hubungan mereka benar-benar dekat dan sangat dekat atau mungkin lebih dari sebatas teman atau rekan kerja," jawab Lavanya.
"Lavanya kamu mengetahui jika mereka berdua......" Naomi tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya memperhatikan ekspresi Lavanya yang sejak tadi terlihat santai dan senyum-senyum.
Naomi ingin berbicara lagi dengan Lavanya tetapi tiba-tiba Mike datang.
"Pak....." Naomi menundukkan kepala.
"Maaf Lavanya saya sedikit lama," ucap Mike.
"Tidak kok," sahut Lavanya.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita langsung pulang saja!" ajak Mike.
"Baiklah .... Naomi kami berdua pulang dulu, kamu juga hati-hati pulangnya," ucap Mike.
"Baik Lavanya, kamu juga hati-hati," sahut Lavanya membuat Naomi menganggukkan kepala dan pasangan suami istri itu akhirnya berlalu dari hadapan Naomi.
"Kenapa ekspresi Lavanya seperti itu saat aku mempertanyakan hubungan mereka? Benarkah Lavanya sebenarnya mengetahui perselingkuhan pak Mike dengan wanita gatal itu, jika memang iya berarti perubahan Lavanya selama ini berkaitan dengan hal itu dan artinya Lavanya bermain cantik," ucap Naomi menarik kesimpulan sendiri.
"Wau, jika seandainya memang benar dugaanku seperti itu yang artinya Lavanya benar-benar keren, sangat elegan dan tidak perlu koar-koar ketika mengetahui suaminya berselingkuh, wanita keren dan benar-benar hebat," ucap Naomi justru sangat suka dengan cara elegan yang dimiliki Lavanya.
"Syukurin tu pelakor, emang enak, memang dia pikir sudah menjadi wanita paling hebat berselingkuh dengan istri dari seorang Mike Brahmana, tidak tahu saja jika istrinya jauh lebih pintar, pelakor memang semakin di depan dan tidak tahu diri," ucap Naomi tersenyum miring justru sangat senang dengan sikap Lavanya.
*****
Lavanya bersama dengan Mike ternyata tidak pulang ke rumah, melainkan merak makan bersama di salah satu Restoran romantis.
Mike tiba-tiba saja mengajaknya ke tempat tersebut, tempat makan yang tampak begitu tenang dengan makanan yang sudah terhidang di atas meja bulat yang terdapat bunga dan lilin di bagian tengahnya.
"Kamu suka tempatnya?" tanya Mike mulai memotong steak yang baru saja diantarkan pelayan untuknya.
"Suka. Kak Mike seharusnya mengatakan terlebih dahulu kepada Lavanya, jika ingin mengajak dinner, jadi Lavanya bisa berganti pakaian sebentar," ucap Lavanya.
"Untuk apa harus berganti pakaian Lavanya," sahut Mike dengan dahi mengerut.
"Ya, tempatnya tidak cocok dengan penampilan Lavanya saat ini," jawabnya.
"Hey Lavanya, saya juga baru pulang dari kantor dan masih memakai pakaian kantor, mau kamu harus berganti pakaian terlebih dahulu atau tetap memakai pakaian yang saat ini kamu kenakan, bagi saya tetap saja dan kamu tetap cantik," ucap Mike membuat Lavanya tersenyum malu ketika mendapat pujian dari suaminya.
"Kak Mike bisa saja," sahut Lavanya menunduk malu.
Mike tersenyum dan kembali mengunyah makanan, tetapi Mike salah fokus melihat Lavanya yang ternyata mengalami kesulitan dalam memotong steak.
"Makanlah....." Mike berbaik hati menyodorkan kepada istrinya potong steak dengan menggunakan garpu.
Lavanya membuka mulutnya dan menerima suapan pertama dari suaminya.
"Bagaimana enak?" tanya Mike.
"Hmmmm, enak sekali, maaf Kak Mike. Lavanya sedikit norak, tidak bisa memotong steak dengan benar," sahut Lavanya.
"Tidak apa-apa yang terpenting kamu mau belajar dan itu sudah jauh lebih baik," sahut Mike.
"Ini makan lagi!" Mike kembali menyuapi istrinya tetapi kali ini Lavanya tidak membuka mulutnya membuat Mike mengerutkan dahi kebingungan.
"Lavanya ingin belajar cara memotongnya, jika terus-menerus disuapi seperti ini dan maka kedepannya Lavanya tetap tidak akan bisa memo steak dan tidak mungkin juga kak Mike selalu ada untuk membantu memotong untuk Lavanya," ucap Lavanya.
"Baiklah, kalau begitu saya akan membantu kamu," ucap Mike membuat Lavanya menganggukkan kepalanya.
Mike terdiri dari tempat hidupnya mendekati istrinya. Mike berada di belakang Lavanya dengan sedikit menunduk dan memegang kedua tangan Lavanya yang saat ini memegang sendok dan garpu.
Mike ternyata benar-benar mengajari istrinya dengan penuh kelembutan ketelatenan. Keduanya jika tampak begitu romantis.
"Kamu letakkan posisi pisaunya di sini dan posisi garpunya dan lalu dipotong seperti ini dan langsung diambil," ucap Mike dengan sangat lembut membuat Lavanya juga begitu mudah mengerti.
Lavanya melihat kearah Mike dengan keduanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang begitu dalam, kedekatan keduanya benar-benar momen yang sangat pas.
"Makasih kak Mike sudah mengajari Lavanya," ucap Lavanya.
"Sama-sama," sahut Mike dengan tersenyum.
Bersambung......
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga