NovelToon NovelToon
Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Si Kecil yang Terbuang

Sejak lahir, Aluna Kirana dianggap sebagai pembawa kesialan hingga keluarganya tega membuangnya di tengah hujan. Beruntung, seorang nenek berhati mulia menemukannya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski hidup dalam keterbatasan.

Bertahun-tahun kemudian, Aluna tumbuh menjadi gadis yang lembut, kuat, dan penuh ketulusan. Tanpa disadari, takdir membawanya kembali bertemu dengan keluarga yang pernah membuangnya. Di saat penyesalan mulai menghantui mereka, Aluna juga dipertemukan dengan Arsen Mahardika, seorang CEO muda yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ketika rahasia masa lalu terungkap, mampukah Aluna memaafkan mereka yang telah meninggalkannya? Ataukah ia akan memilih orang-orang yang mencintainya tanpa syarat?

Sebuah kisah penuh haru tentang luka, pengorbanan, keluarga, dan cinta yang membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keteguhan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 - Saksi Terakhir

Suara tembakan membuat jalanan yang diguyur hujan mendadak kacau. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi berteriak panik dan berlarian mencari tempat berlindung.

"Tiara, tiarap!" teriak Hendra dengan suara serak.

Wanita itu yang semula membeku langsung menjatuhkan tubuhnya ke belakang sebuah mobil yang terparkir. Peluru yang dilepaskan pria bertopeng hanya mengenai kaca toko di belakangnya hingga pecah berhamburan.

Arsen bergerak cepat.

"Rangga, lindungi Hendra!"

"Siap, Pak!"

Tanpa membuang waktu, Arsen mengejar penyerang yang masih memegang pistol. Pria bertopeng itu sempat melepaskan satu tembakan lagi sebelum akhirnya melompat ke atas sepeda motor yang telah menunggunya di ujung jalan.

Mesin motor meraung keras.

Dalam hitungan detik, pelaku menghilang di tengah derasnya hujan.

"Sial!" gumam Arsen.

Ia segera berbalik menghampiri Tiara yang masih terduduk dengan napas memburu.

"Bu, Anda tidak terluka?"

Tiara menggeleng pelan meski wajahnya sangat pucat.

"Tidak... hanya kaget."

Hendra yang dibantu Rangga berjalan mendekat.

"Tiara..."

Wanita itu langsung menoleh. Matanya membelalak ketika melihat Hendra.

"Pak Hendra... Anda masih hidup?"

Hendra tersenyum tipis.

"Syukurlah... kamu juga selamat."

Arsen memperhatikan mereka bergantian.

"Jadi kalian saling mengenal?"

Tiara mengangguk.

"Sudah sangat lama."

"Kalau begitu, kita tidak bisa berbicara di tempat ini."

Arsen membawa Hendra dan Tiara ke sebuah rumah singgah milik Mahardika Group yang dijaga ketat. Tempat itu sengaja dirahasiakan agar tidak mudah ditemukan.

Begitu semua merasa lebih tenang, Arsen mulai membuka pembicaraan.

"Pak Hendra mengatakan bahwa Bu Tiara adalah saksi terakhir."

Tiara menundukkan kepala.

"Benar."

Aluna yang ikut datang bersama Ratih hanya bisa memandang wanita itu dengan penuh harap.

"Apakah Ibu mengenal orang tua kandung saya?"

Tiara menatap wajah Aluna cukup lama.

Air matanya perlahan menetes.

"Wajahmu... sangat mirip dengan ibumu."

Ucapan itu membuat Aluna terpaku.

"Ibu saya..."

"Beliau wanita yang baik. Sangat menyayangimu."

Ratih menggenggam tangan Aluna agar gadis itu tetap tenang.

Arsen kembali bertanya.

"Siapa sebenarnya ibu Aluna?"

Tiara menghela napas panjang.

"Namanya Clara Prasetya."

Nama itu membuat Hendra memejamkan mata.

Sudah bertahun-tahun nama tersebut tidak pernah diucapkan lagi.

"Clara adalah istri Damar Prasetya dan ibu kandung Aluna."

Aluna menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Air mata mengalir tanpa bisa ditahan.

Selama ini ia hanya membayangkan seperti apa orang tua kandungnya. Kini, sedikit demi sedikit, jawabannya mulai terbuka.

"Tapi... kenapa saya bisa berpisah dari mereka?" tanyanya lirih.

Tiara menggenggam tangan Aluna.

"Malam itu rumah keluarga Prasetya diserang. Clara tahu ada orang yang ingin menculikmu."

"Karena itu beliau memintaku dan Pak Hendra menyelamatkanmu."

"Clara sendiri memilih tinggal agar bisa mengalihkan perhatian para penyerang."

Ruangan kembali hening.

"Apakah... ibu saya masih hidup?" tanya Aluna dengan suara bergetar.

Tiara menundukkan kepala.

"Aku tidak tahu."

"Sejak malam itu, Clara menghilang tanpa jejak."

Jawaban tersebut membuat hati Aluna kembali sesak.

Di sisi lain ruangan, Arsen mengepalkan tangannya. Kini ia semakin yakin bahwa Victor adalah dalang di balik semua tragedi yang menimpa keluarga Prasetya.

Namun, Tiara belum selesai berbicara.

"Ada satu benda yang selama ini kusimpan."

Semua mata langsung tertuju kepadanya.

Tiara membuka tas yang selalu dibawanya. Dari dalam sebuah kantong kain, ia mengeluarkan sebuah liontin kecil berbentuk bunga lily.

"Aku menyimpannya selama delapan belas tahun."

"Clara memintaku menyerahkan benda ini hanya kepada putrinya."

Aluna menerima liontin itu dengan tangan gemetar.

Saat liontin dibuka, di dalamnya terdapat foto seorang wanita cantik yang sedang menggendong bayi perempuan.

Air mata Aluna kembali jatuh.

"Ini... ibu saya."

Tiara mengangguk pelan.

"Iya."

Namun, kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat.

Ponsel Arsen tiba-tiba berdering.

Rangga yang menerima telepon langsung berubah pucat.

"Pak..."

"Ada apa?"

"Rumah Nenek Ratih baru saja dibobol seseorang."

"Dan..."

Rangga menelan ludah.

"Kotak besi yang berisi semua peninggalan Aluna telah hilang."

Semua orang terdiam.

Victor ternyata kembali bergerak, selangkah lebih cepat dari mereka. Kini, bukti-bukti yang tersisa tentang masa lalu Aluna kembali berada dalam bahaya.

1
Adinda
mungkin victor simpanan istrinya damar bapak kandungnya Keisha
ժׁׅ݊ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊ꫀׁׅܻ݊݊ꪀ_݊ꪀꪱׁׅ꯱: Terima kasih sudah Like dan Komen ka🙏🙏🙏
total 1 replies
Adinda
semoga Aluna bertemu keluarga sebelah ibunya atau kakeknya
Adinda
Aku harapnya Aluna direbut oleh keluarga dari ibunya atau kakeknya yang Kaya biar ayah kandungnya Tau rasa dibenci oleh anaknya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!