Menceritakan kisah percintaan dua anak manusia, yang melewati banyak cobaan serta ke salah fahaman, hingga terjadi konflik akibat dendam lama, yang berakhir penyesalan.
Akankah....cinta mereka bersatu, mari simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kinoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Nona Laura
Apa mau mu Nona ?
Kau sungguh lancang melakukan ini.
Maaf Tuan !
Bukan maksud ku begini, tapi Aku saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Semenjak kejadian di proyek pagi tadi. Aku seakan diteror seseorang.
Dan Aku takut akan tinggal di apartemen sendirian. Sehingga menyebab kan kaki ku saat ini keseleo, oleh ulah para peneror.
Sedangkan para pelayan ku sekarang, sedang cuti saat ini.
Maka dari itu, tidak ada tempat bagiku, untuk berlindung saat ini.
Dan Aku mohon. Izinkan Aku tinggal disini untuk sementara.
Dengan memelas dan sedikit air mata buaya. Nona Laura mencoba meluluhkan hati Tuan Andreas.
Andreas merasa gamang. Tidak tau harus berbuat apa.
Kalau memang itu benar, dan itu juga berhubungan dengan pekerjaan mereka.
Maka ia pun juga bertanggung jawab, serta harus melindungi nya.
Andreas berpikir sejenak. Membisikkan sesuatu ke pada sang asisten.
Lalu ia berucap kembali kepada Nona Laura laura. Dan membiarkan ia untuk tinggal sementara.
Dan dengan syarat pula. Yang mana ia harus mengikuti segala peraturan darinya.
Nona Laura bersorak didalam hati. Merasa siasatnya berjalan dengan semestinya. Lalu ia mulai memasang wajah polos dan mulai berkata manis ke pada Tuan Andreas.
Andreas muak dengan segala kelakuan Nona Laura yang berlebihan.
Mulai jenuh. Ia pun turut menyudahi sarapannya. Meninggalkan Nona Laura sendiri. Serta bergegas memasuki kamar dan ingin melihat keadaan istrinya saat ini.
Melihat ini, Nona Laura berpura-pura menjadi penurut.
Dengan tersenyum palsu. Tapi setelah kepergian Tuan Andreas, ia pun mulai menunjuk kan sifat aslinya.
Nona Laura tersenyum sinis, mulai mengejek perempuan yang bersama Andreas. Dan kini ia mulai kembali mengatur siasat.
*
*
Saat ini... Andreas sudah memasuki kamarnya. Melihat sang istri yang sedang berpura-pura tertidur.
Dan ia langsung ikut berbaring serta langsung memeluknya.
"Dalam diamnya sang istri. Andreas yang tau kini sang istri yang masih terbangun.
Mencoba berkata dengan lembut dan sambil terus mencumbui, menciumi dari rambut, turun ke telinganya, hingga turun ke punggung dan membuat Lusiana meras kegelian.
Andreas yang mulai mensiasati dengan cara mencumbui sang istri, serta dengan membujuknya, dan sedikit sambil berucap candaan dengan bertanya kenapa tadi tidak jadi sarapan.
Apakah dengan sarapan ini kamu akan merasa kenyang sayang.
Dengan segala provokatif yang mengarah kata-kata yang vulgar, di tambah ulah sang suami.
Menyebabkan Lusiana, tidak bisa berpura-pura lagi. Ia langsung membuka matanya, berbalik menatap mata sang suami, melihatnya dan langsung menciuminya dengan gerakan yang kaku.
Membuat Andreas sedikit terkaget, karena selama ini, ialah yang selalu aktif memulai terlebih dahulu.
Dan ini...! Ia serasa tidak percaya, serta gerakan nya membuat Andreas sedikit lucu.
Karena merasa, Sang istri yang belum terlihat pandai.
Tapi Andreas pun tak membuang kesempatan serta dengan senang hati dan tersenyum geli.
Ia meladeni, apa mau istrinya itu.
Lusiana pun saat ini juga merasa aneh pada dirinya sendiri.
Entah mengapa ia melakukan ini. Dan berpikir, apakah ini kemauan dari si cabang bayi.
Karena sebelumnya, ia merasa sangat membenci, dan jijik terhadap sang suami.
Tapi kini, seakan ia merasa ingin selalu bersama dan merasakan saat-saat seperti ini.
Mereka mulai bercumbu dengan aktif. Karena saat ini Lusiana pun ikut merespon.
Dan disaat yang penting. Tiba-tiba pintu kamarnya di totok dari luar.
Andreas mengeram marah. Merasa terganggu dengan kesenangannya ini.
Membuat ia ingin menghajar orang tersebut. Hingga ia beberapa kali tidak perduli.
Tapi...totokan pintu itu terus terdengar tampa henti. Dan ini menyebab kan Andreas semakin kesal di buatnya.
Lalu dengan cepat Andreas mengambil pakaiannya kembali, serta dengan kesal pula, ia membuka pintu kamarnya.
Ada apa ?
Dengan marah serta terkaget Andreas. karena melihat saat ini, di depan pintunya terdapat Nona Laura yang sedang menangis tersedu-sedu, dan terlihat ketakutan.
Maaf Tuan Andreas !
Tapi saya tidak bisa tidur, karena sepertinya saya masih terus diteror dan terus diawasi.
Lihat semua chat di Hp ku yang dikirim si peneror. Dan juga di jendela kamar ku juga ada tulisan ancaman.
Dengan drama ini, ia memulai dan langsung memeluk Tuan Andreas dengan dalih ia sungguh ketakutan saat ini.
Lusiana yang penasaran, melihatnya keluar. Sungguh hatinya terasa sakit melihat ini. Baru juga perasaan nya mulai mereda, dan kini di lihat kan kembali hal yang seperti ini.
Membuat hatinya nyeri hingga kedalam. Dan ia pun berusaha tidak menunjukannya.
Tapi seakan ingin berontak. Ia pun, kembali masuk kedalam kamarnya, dan mencoba untuk segerah tidur.
Dengan susah payah, Andreas mencoba membujuk Nona Laura agar tidak mengganggunya saat ini.
Karena ia juga butuh privasi dan istirahat serta mengatakan, bahwa penjagaan di Mansion ini sungguh ketat.
Tidak akan ada orang asing yang berani masuk, apalagi berbuat ulah, atau mereka akan mati.
Dan... Andreas juga meyakinkan dengan menambah penjagaannya didepan pintu dan jendela kamarnya.
Serta menyuruhnya kembali ke kamar saat ini.
Dengan kesal Nona Laura menuruti perintah Andreas serta kembali kedalam kamarnya.
Tapi ia juga merasa senang, karena berhasil mengganggu kesenangannya bersama wanita itu malam ini.
Dengan bersorak didalam hati, Nona laura pun bergumam, "Ini baru awal dan Aku akan melakukan banyak hal, agar kau bisa bersama ku Tuan Andreas.
Andreas kini kembali memasuki kedalam kamarnya.
Melihat kini istrinya sudah tertidur. Ingin rasanya ia mengeram marah.
Tapi ia tahan dan berjalan mendekat hingga ikut berbaring sembari memeluk istrinya dan ikut tertidur.
Lusiana seakan mendapat mimpi buruk. Ia terbangun ditengah malam dengan ketakutan yang luar biasa serta keringat yang bercucuran.
Seakan ini firasat buruk. Ia menoleh kesamping, ada sang suami yang tertidur pulas, dengan topeng yang masih melekat, hingga membuatnya penasaran.
Kenapa topengnya tidak perna dilepas. Ada apa dengan wajahnya.
Karena rasa ingin taunya. Hingga membuat Lusiana, tanpa sadar kini memegang topeng sang suami, dan mencoba ingin melepaskannya.
Tapi sesat langsung saja, tangannya di cekal oleh sang suami yang mengira ia menginginkan sesuatu dan hendak membangunkannya.
Maka dengan rasa kantuk yang berat. Andreas pun bertanya ada apa sayang ! kenapa bangun ?
Lusiana dengan gugup menjawab ia haus.
Ohh...jawab, dan dengan mata yang masih mengantuk, Andreas dengan segerah mengambilkan air minum nya, serta memberikan kepada istrinya.
Karena mengambil kan air minum tadi, membuat Andreas hilang rasa kantuknya.
Dan kini di tambah penampakan sang istri yang menenggak minuman secara ****.
Terbesit keinginan hendak melakukan itu.
Hingga Andreas berkata dengan suara berat, dan menyingkirkan gelas air tadi.
Andreas langsung saja menggauli kembali istrinya.
Pagi menjelang, dan mereka kini terbangun kembali okeh ulah Nona Laura.
Ia berteriak, berusaha membangun kan dua pasangan yang sedang tertidur pulas, akibat permainan semalam, dan ini membuat Andreas semakin kesal dan mengeram marah.
tinggal revisi cara penulisannya kak
lanjut ya