NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan di Bawah Guyuran Hujan

Keyra berjalan terhuyung-huyung keluar dari restoran mewah itu. Langkah kakinya terasa begitu berat, seolah-olah bumi yang dipijaknya baru saja runtuh. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini mengalir deras, membasahi pipi dan merusak riasan tipis di wajahnya. Hatinya hancur berkeping-keping. Tiga tahun pengorbanan, tiga tahun air mata dan peluh yang ia curahkan demi mendukung karier Arkan dari bawah, malam ini berakhir tragis hanya dengan selembar amplop tebal berisi uang seratus juta rupiah.

"Seratus juta..." bisik Keyra dengan suara parau yang bergetar. Senyum mengejek Arkan dan tatapan meremehkan dari Mentari terus berputar-putar di dalam kepalanya bagai kaset rusak. "Apakah harga diriku dan ketulusanku selama tiga tahun ini hanya senilai seratus juta di matamu, Arkan?"

Tepat saat Keyra melangkah keluar ke area parkir terbuka, langit yang sejak sore mendung seolah ikut merasakan kepedihannya. Gemuruh petir menggelegar, disusul dengan tetesan air hujan yang langsung turun dengan sangat deras. Dalam sekejap, tubuh Keyra basah kuyup. Gaun marun sederhana yang ia kenakan kini melekat erat di tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan. Namun, Keyra tidak peduli. Rasa dingin yang menusuk kulitnya sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit dan panas yang membakar dadanya saat ini.

Ia terus berjalan tanpa arah, mengabaikan tatapan beberapa orang yang berteduh di lobi restoran. Pandangannya buram, bukan hanya karena air hujan yang menerpa wajahnya, tetapi juga karena air mata yang terus mendesak keluar. Keyra berjalan menyusuri trotoar, lalu tanpa sadar melangkah ke area penyeberangan jalan tepat saat lampu lalu lintas masih berwarna hijau untuk kendaraan.

Tiiiiiiiiiitttt!!!

Suara klakson mobil yang sangat nyaring dan memekakkan telinga tiba-tiba memecah keheningan malam yang pekat. Sorot lampu putih yang sangat terang mendadak menyinari tubuh Keyra, membutakan pandangannya seketika. Sebuah mobil sedan hitam mewah berlogo Rolls-Royce melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kanan, mencoba melakukan pengereman mendadak di atas aspal yang licin karena air hujan.

Ckiiiiiiiiiiiieeeettt!!

Bunyi derit ban yang bergesekan keras dengan aspal terdengar memilukan. Keyra yang terkejut hanya bisa terpaku di tempatnya. Kakinya terasa lemas seperti jeli, tidak mampu lagi digerakkan untuk menghindar. Ia memejamkan mata erat-erat, bersiap untuk merasakan hantaman keras yang mungkin akan mengakhiri hidupnya yang malang ini.

Namun, hantaman itu tidak pernah datang.

Mobil mewah itu berhasil berhenti tepat beberapa sentimeter saja dari lutut Keyra. Hembusan angin kencang dari rem mendadak itu sempat membuat gaun basah Keyra berkibar. Keyra perlahan membuka matanya, napasnya terengah-engah karena terkejut. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga rasanya mau melompat keluar dari rongga dada. Karena syok yang luar biasa, kedua kaki Keyra akhirnya benar-benar kehilangan kekuatan. Ia jatuh terduduk di atas aspal yang dingin dan basah, membiarkan air hujan terus mengguyur tubuhnya.

Tak lama kemudian, pintu belakang mobil mewah itu terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi tegap keluar dari dalam mobil. Ia tidak menggunakan payung, membiarkan jas hitam mahalnya yang berpotongan sempurna ikut terkena rintik hujan. Pria itu berjalan dengan langkah yang tenang namun penuh wibawa mendekati Keyra.

Pria itu adalah Devan Alister. Pemimpin tertinggi dari Alister Group, konglomerat nomor satu di negara ini yang terkenal dingin, kejam, dan tidak pernah memaafkan kesalahan sekecil apa pun di dunia bisnis. Wajahnya yang tegas dan tampan bak pahatan dewa Yunani tampak datar tanpa ekspresi, namun sepasang mata elangnya yang tajam menatap lurus ke arah gadis yang kini terduduk lemas di hadapan mobilnya.

Sopir Devan, yang baru saja keluar dari pintu depan sambil membawa payung, langsung berlari panik mendekat. "Tuan Muda Devan! Maafkan saya, hujan sangat deras dan wanita ini tiba-tiba menyeberang tanpa melihat jalan. Anda tidak apa-apa?"

Devan tidak menjawab pertanyaan sopirnya. Tatapannya masih terkunci pada Keyra. Di bawah temaram lampu jalanan dan guyuran hujan, Devan bisa melihat dengan jelas bahwa gadis di hadapannya ini tidak sedang terluka secara fisik akibat mobilnya. Namun, ada luka yang jauh lebih besar dan dalam yang terpancar dari kedua matanya yang bengkak dan memerah. Gadis itu tidak menangis ketakutan karena hampir tertabrak, melainkan menatap kosong ke arah aspal dengan tatapan hancur yang amat kentara.

Sesuatu di dalam dada Devan yang biasanya sedingin es, mendadak bergetar samar melihat pemandangan itu. Biasanya, Devan sangat membenci orang-orang yang tidak tertib di jalanan. Namun, melihat kerapuhan sekaligus ketegaran yang aneh dari gadis ini, kemarahannya menguap begitu saja.

Devan melangkah satu kali lagi, kini berdiri tepat di depan Keyra, menghalangi rintik hujan yang menerpa wajah gadis itu dengan tubuh tingginya. "Apa kamu sudah bosan hidup?" suara Devan terdengar berat, dalam, dan dingin, memecah suara gemercik air hujan.

Keyra perlahan mendongak. Melalui sela-sela rambutnya yang basah dan menempel di wajah, ia menatap pria asing yang berdiri di hadapannya. Pria itu memancarkan aura intimidasi yang sangat kuat, tipe pria berkuasa yang berada di puncak dunia—sangat jauh berbeda level dengan Arkan.

Alih-alih takut atau meminta maaf, Keyra justru tersenyum getir dengan sisa-sisa kekuatannya. "Ya... mungkin saja," bisik Keyra lirih, suaranya hampir tenggelam oleh suara hujan. "Jika mati bisa menghapus semua rasa sakit ini, mungkin itu pilihan yang lebih baik."

Mendengar jawaban itu, alis tebal Devan bertaut. Sopir Devan yang memegang payung di belakangnya langsung terbelalak kaget. Berani-beraninya gadis biasa ini berbicara ketus dan tak acuh di depan seorang Devan Alister!

Namun, Devan justru berjongkok di hadapan Keyra. Jarak mereka kini begitu dekat hingga Keyra bisa mencium aroma parfum maskulin yang mahal bercampur dengan aroma segar air hujan dari tubuh pria itu. Devan mengulurkan tangannya yang besar dan hangat, lalu dengan lembut namun tegas mencengkeram dagu Keyra, memaksa gadis itu untuk menatap langsung ke dalam manik mata hitamnya yang pekat.

"Mati karena seorang pria yang mencampakkanmu di restoran itu? Bodoh," ucap Devan dengan nada dingin yang menusuk.

Keyra tertegun. Jantungnya berdesir aneh. Bagaimana pria asing ini bisa tahu apa yang terjadi padanya? Keyra tidak tahu bahwa sebelum hampir menabraknya, mobil Devan sempat terparkir tidak jauh dari lobi restoran dan Devan sempat melihat sekilas dari balik kaca mobilnya saat Arkan menggandeng wanita lain sambil meninggalkan Keyra yang menangis.

Keyra mencoba melepaskan cengkeraman tangan Devan dari dagunya, namun kekuatan pria itu terlalu besar. "Lepaskan... Kamu tidak tahu apa-apa tentang hidupku! Jangan sok tahu!" ujar Keyra dengan napas memburu, ego dan harga dirinya yang terluka membuatnya menolak dikasihani.

Devan tidak melepaskan cengkeramannya, justru tatapannya semakin menajam, mengunci seluruh kesadaran Keyra. "Aku memang tidak tahu, dan aku tidak peduli. Tapi yang aku tahu, menangis di tengah jalan dan menyerahkan nyawamu secara cuma-cuma tidak akan membuat orang yang menyakitimu menyesal. Itu hanya akan membuat mereka tertawa di atas penderitaanmu."

Kata-kata Devan bagaikan petir yang menyambar tepat di dada Keyra. Rasa sakit yang sejak tadi menyelimutinya mendadak digantikan oleh rasa sadar yang menyengat. Pria asing ini benar. Jika ia mati malam ini, Arkan dan Mentari justru akan hidup bahagia tanpa rasa bersalah sama sekali. Mereka akan menertawakan kematiannya yang menyedihkan.

‘Tidak... aku tidak boleh mati seperti ini,’ batin Keyra. Amarah dan keinginan untuk membalas dendam kembali berkobar di dalam hatinya, memberikan secercah kekuatan baru di tubuhnya yang lemas.

Melihat perubahan binar di mata Keyra yang kini kembali hidup dan penuh dengan kilatan amarah, sebuah lengkungan tipis yang hampir tak terlihat terukir di sudut bibir Devan. Pria itu akhirnya melepaskan cengkeramannya pada dagu Keyra, lalu berdiri tegak kembali.

"Jika kamu ingin membalas mereka, hiduplah dengan baik. Jadilah begitu tinggi hingga orang yang membuangmu bahkan tidak akan pernah bisa meraih ujung sepatumu lagi," ucap Devan datar, seolah sedang memberikan sebuah nasihat bisnis yang mutlak.

Sebelum Keyra sempat mencerna kata-kata itu, pandangannya mendadak mengabur. Rasa dingin yang ekstrem, syok emosional, dan kelelahan fisik setelah bekerja paruh waktu seharian akhirnya mencapai batasnya. Tubuh Keyra limbung ke depan.

Grep.

Dengan cekatan, Devan menangkap tubuh Keyra sebelum gadis itu kembali menghantam aspal. Keyra jatuh pingsan sepenuhnya di dalam pelukan hangat Devan. Devan menatap wajah pucat gadis itu yang bersandar di dadanya, lalu tanpa ragu sedikit pun, ia mengangkat tubuh Keyra yang ringan seperti kapas ke dalam gendongannya (bridal style).

"T-Tuan Muda?" sopir Devan bertanya dengan nada sangat tidak percaya. Seorang Devan Alister yang terkenal sangat benci bersentuhan dengan orang asing, kini menggendong seorang gadis jalanan yang basah kuyup ke dalam mobil mewahnya?

"Buka pintunya. Kita bawa dia ke rumah sakit pribadi," perintah Devan mutlak, tanpa menoleh sedikit pun.

Malam itu, di bawah derasnya hujan kota, takdir Keyra resmi berputar arah. Pertemuannya dengan Devan Alister akan menjadi awal dari badai besar yang siap menghancurkan dunia Arkan di masa depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!