NovelToon NovelToon
Gairah Sang Mantan (After Divorce)

Gairah Sang Mantan (After Divorce)

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama / Tamat
Popularitas:247.1k
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Kiara, dan Arron bercerai saat usia pernikahan mereka hanya dalam hitungan bulan. Sebuah perceraian yang sebenarnya disebabkan oleh fitnah dan konspirasi. Tanpa sepengetahuan Arron, saat mereka bercerai, Kiara sebenarnya sedang mengandung darah dagingnya. Tujuh tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan. Namun, saat ini situasinya sudah berbeda. Arron telah menikah, dan Kiara sudah memiliki tunangan. Arron telah menikah dengan wanita yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya, sedangkan Kiara menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang telah menolongnya saat dia mengalami trauma ketika berpisah dengan Arron. Namun, rasa cinta yang masih begitu dalam membuat keduanya tak mampu lagi memendam rasa cinta dan gairah yang begitu menggelora, meskipun harus hanyut dalam hubungan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Ada Mereka

Kiara mengakhiri kisahnya diiringi derai air mata. Sedangkan Arron hanya menatapnya dengan tatapan kosong. Semua yang diceritakan oleh Kiara benar-benar diluar dugaannya, dia pun tak menyangka jika kisah cintanya dengan Kiara akan serumit ini. Bahkan terlihat seperti tarik ulur diantara keduanya, tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya, belum lagi ternyata selama ini ada buah hati diantara mereka.

Dan bodohnya, Arron tidak mengetahui itu. Seketika, dia pun hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang dulu begitu mudah tersulut emosi dan dengan mudahnya percaya dengan semua fitnah yang dilakukan oleh mamanya.

Melihat Kiara yang kini terisak, laki-laki itu pun menyeka air mata yang membasahi pipi wanita itu. Namun, tak hanya Kiara, dirinya pun saat ini ikut terisak.

"Maafkan aku, Ara. Maafkan aku, semua ini terjadi karena kebodohanku. Saat itu, aku memang terlalu bodoh, Ara. Seandainya, aku masih menggunakan akal sehatku, tentu tidak akan terjadi hal seperti ini. Kalau saja aku bisa mengendalikan emosiku, tentu saat ini kita bisa hidup bahagia dengan putri kita, tanpa ada mereka..."

Arron tak melanjutkan lagi kata-katanya, lalu kembali terisak, sorot mata dan wajahnya sarat akan penyesalan yang mendalam. "Ini salahku, Mas. Seharusnya aku emang nggak ganggu kamu, seharusnya aku nggak masuk lagi dalam hidup kamu, seharusnya aku nggak usik kamu dengan masa lalu kita yang telah usai. Seharusnya kita bisa hidup bahagia dengan cara kita masing-masing, bukan seperti ini."

"Nggak Ara, tolong jangan berpikir seperti itu. Tolong jangan berubah pikiran Ara. Suatu saat, aku yakin kita pasti bisa bahagia, kita bertiga. Tanpa ada mereka."

"Mas Alvian dan Queen? Aku belum sanggup mutusin Mas Alvian," sahut Kiara seraya menggelengkan kepalanya.

"Kamu cinta dia? Apa kamu cinta sama Alvian?"

Kiara hanya menundukkan kepalanya seraya terisak. "Kamu nggak bisa boong, Ara. Aku tahu kamu nggak pernah cinta sama dia kan? Aku tahu di hati kamu cuma ada aku."

"Tapi dia udah baik banget sama aku dan Eveline, Mas. Aku nggak bisa mutusin Mas Alvian gitu aja, itu terlalu kejam. Selain itu, juga ada Eveline. Dia sangat tergantung sama Mas Alvian. Sejak Eveline kecil, Mas Alvian udah jadi sosok ayah buat Eveline."

"Tapi aku ayah kandungnya. Dan Eveline berhak tahu siapa ayah kandunya. Aku ingin bertemu dengan Eveline, Ara!" sahut Arron seraya merasakan sesak di dada. Hatinya terasa begitu sakit saat mendengar putri kandungnya lebih deket denga laki-laki lain dibandingkan dengan dirinya sendiri.

"Mas, aku bisa temuin kamu sama Eveline, tapi nggak semudah itu kasih penjelasan ke dia. Dia butuh waktu biar paham gimana posisi dan hubungan kita, Mas."

Arron hanya terdiam, sorot matanya dipenuhi amarah dan kekesalan, terutama pada dirinya sendiri.

"Aku memang bodoh!" geram Arron, rahangnya tampak mengeras, disertai tangan yang mengepal erat. Melihat emosi Arron yang tidak stabil, Kiara pun memeluk mantan suaminya itu.

"Mas, tenangkan diri kamu. Aku pasti bakal temuin kamu sama Eveline. Kita kasih penjelasan pelan-pelan sama dia ya, Mas. Dan aku yakin, kita pasti punya jalan keluar atas semua hubungan yang rumit ini. Entah kelak kita bisa bersama atau tidak, aku yakin pasti akan ada jalan keluar yang terbaik."

"Kamu nggak boleh ngomong gitu, Ara. Apapun akan aku lakuin asal kita bisa terus bersama! Lebih baik aku mati daripada biarin kamu sama Eveline hidup sama laki-laki itu."

Mendengar perkataan Arron, Kiara hanya mengangguk seraya memejamkan matanya. Hatinya terasa begitu sakit, seperti dihujam belati tepat di dada. Hidup bahagia dengan Arron dan Eveline, adalah impian terbesarnya, akan tetapi melihat situasi mereka saat ini, nyatanya keadaan itu terasa begitu sulit digapai.

"Ara, kamu percaya sama aku kan? Apapun akan aku lakuin biar kita bisa bersama. Ingat Ara, kita seperti ini karena mereka. Siapa yang terlebih dulu jahat? Kita atau mereka?"

"Tapi bagaimana dengan Mas Alvian?"

"Pikir baik-baik, Ara. Kalau kau melanjutkan hubunganmu dengan Alvian sampai jenjang pernikahan, hal itu jauh lebih kejam. Dan, saat dia tahu kau hanya berpura-pura ataupun sebatas kasihan, dia pasti akan merasa sangat sakit."

Kiara termenung mendengar perkataan Arron, memang yang dia katakan itu benar. Tapi menjalin hubungan di belakang orang yang juga benar-benar mencintai mereka bukankah itu juga hal yang kejam, begitu yang ada di benak Kiara, hingga membuat Kiara masih saja termenung. Sampai sebuah kecupan hangat di bibir Kiara, akhirnya memutuskan lamunan wanita itu.

Kiara pun menatap Arron yang saat ini menatapnya dengan tatapan hangat. "Ara, kamu percaya sama aku kan? Aku pasti akan cari cara agar kita bisa tetap bersama, yang terpenting kau yakin padaku."

Kiara pun menganggukkan kepalanya, lantas memeluk tubuh Arron. "Sayang, apa kau punya foto Eveline? Aku ingin melihat bagaimana wajah putriku."

"Tentu, sebentar," jawab Kiara disertai senyum yang begitu manis. Tentunya, dia pun tidak sabar untuk memperlihatkan wajah Evelyn yang sangat mirip dengan Arron.

"Ini putrimu!" tunjuk Kiara sambil memperlihatkan foto-foto Evelyn di ponselnya.

Aaron pun memperhatikan foto gadis kecil berusia 6 tahun itu disertai senyum yang mengembang di bibirnya. Tentunya, dia merasa begitu bahagia ternyata memiliki putri dengan Kiara. Hal itu, bisa semakin memperkuat dirinya agar bisa kembali dengan Kiara. Meskipun dia pun tahu pasti tidak mudah untuk bisa bersatu kembali dengan Kiara dan juga Evelyn.

"Dia sangat cantik, tapi wajahnya sangat mirip denganku. Aku yakin, saat kau merindukanku, pasti kau memandang wajah Evelyn. Iya kan?" ledek Arron seraya mengerlingkan matanya.

"Kau terlalu percaya diri, Mas."

"Percaya diri? Kau yang tidak usah malu-malu mengakui semua itu, Sayang," ucap Arron seraya memeluk tubuh Kiara dari belakang, lalu mengecup tengkuk dan pundak wanita itu hingga membuatnya tertawa geli. Tepat di saat itulah, tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk seseorang.

"Permisi!" ucap sebuah suara dari luar pintu. Seketika, Arron dan Kiara pun berpandangan karena mereka mengenal siapa pemilik suara itu.

"Mas bukannya itu suara Queen?"

1
Rita Juwita
/Good/
Mei Saroha
omong kosyong
Mei Saroha
gampang bner kata2 'talak' keluar
Mei Saroha
ortu somplak
Mei Saroha
koq 'tadi malam' Thor. bukannya ini 3 bulan setelah pertemuan di jalan tol?
Mei Saroha
kalo lamaaaa ngga ketemu biasanya agak kagok deh ngobrolnya. ini lancar bet ya
ayu cantik
bagus
Linda Liddia
Awas aja lo nangis kejer2 kalo udh ditidurin sm alvian ya Kiara kalo hal itu terjadi lo diem aja gak usah ngadu2 ke arron kan lo percaya bgt sm cowok bejat kayak alvian
Linda Liddia
Kiara bodoh masih aja lo berpikir kalo alvian itu baek bgt orgnya seharusnya lo bersyukur arron ngajak ketemuan & lo pingsan pas lg sm arron kalo posisinya lo msh sm alvian yg ada lo udh ditidurin sm alvian paling gak suka sm cewek begok gak pinter
Linda Liddia
Thor kasih tau bacanya dimana ini..???
Kenapa gak ada di cariin di noveltoon maupun di mangatoon
dwi'x
Luar biasa
Khairul Azam
hadeeeehhhhh yg gila bukan dunia nyata saja ternyata didunia pernovelan jg lebih gilaa. terlepas apapun itu aku ogah balikan sama arron dan yaaahhh dr awal kinara jg salah seperti jalang. sorry outhor emang begitulah dr sudut pandang ku. n dr sini aku stop bacanya krn udah ketebak sih
Triana Oktafiani
Syukaaa👍
RithaMartinE
luar biasa
Farika Willesden
suka Certa yg singkat dan bgus kyk ini
tata sugandhi
wanita malam pak polisi bacanya dimn thor? nyari g nemu2
Safa Almira
suka
Safa Almira
suka
Hotma Gajah
disini kiara kesannya murahan..
harusnya keluarganya kasih pelajaran ama laki"pecundang nih..
di sosor langsung melempem .
pipi gemoy
sudah ta vote Thor ✌️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!