NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Setia

Air Mata Istri Setia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Suami amnesia / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:113.7k
Nilai: 5
Nama Author: Florensia Dita

Menjalani pernikahan hasil perjodohan bukanlah hal mudah. Fay harus sabar menghadapi kejamnya sikap sang suami sebab hanya terpaksa menikah dengannya. Di sisi lain, Nero sang suami juga tega bermain api secara terang-terangan dengan wanita lain di depan Fay. Tersiksa lahir oleh ringan tangan Nero, tersiksa batin sebab dikhianati, kehidupannya sebagai seorang istri setia akankah terus bertahan?

Semua kisah lengkapnya ada di Air Mata Istri Setia.

⚠️⚠️ PERINGATAN KERAS! ⚠️⚠️
BEBERAPA ADEGAN MENGGAMBARKAN KEKERASAN DAN MENGANGKAT KONTEN DEWASA. TOLONG BIJAK MEMAHAMI CERITA. SEMUA GAMBAR MERUPAKAN ILUSTRASI ADEGAN DAN BUKAN PENGGAMBARAN PATEN MASING-MASING TOKOH. WAJAH TOKOH PASTI BERBEDA-BEDA DI SETIAP ILUSTRASINYA.
SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA FOLLOW, LOVE, BERI DUKUNGAN, DAN SEMOGA BETAH.
THANK YOU 🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Florensia Dita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meratapi Kehilangan

Sejak mengetahui si kembar meninggal, Fay mogok makan. Ia benar-benar kehilangan nafsu makan. Setiap hari hanya terdiam menatap jendela rumah sakit.

"Kamu harus makan, Fay." Nero untuk kesekian kali berusaha membujuk istrinya makan.

"Nggak laper, Mas." Tatapan Fay semakin sendu. Hatinya masih belum kuat menghadapi kenyataan buah hatinya tidak selamat.

Nero mengusap lembut kepala Fay. "Saya ngerti ini sangat berat buat kamu, Fay. Tapi kamu nggak sendiri. Kita semua juga kehilangan bayi kembar kita."

Air mata Fay kembali menetes. "Harusnya kurang sebentar lagi mereka lahir. Semua perlengkapan bayi sudah siap, Mas."

"I know ..." bisik Nero lembut. Ia peluk Fay, mencoba menguatkan hati Fay.

Fay sesenggukan di pelukan Nero. Air matanya tumpah tak terbendung lagi.

"Maafkan saya, Fay. Andai saya tidak membiarkan kamu pergi sendiri ke dokter ... Maaf, Fay."

Tangis Fay semakin pecah. Duka yang ia rasakan terlalu menyesakkan baginya. Kepergian bayi yang ia nantikan terlalu tiba-tiba di luar dugaan.

Air mata Nero menetes. Cepat-cepat ia usap air matanya. Ia tidak ingin lemah. Harus lebih kuat sebab ada seseorang yang harus ia kuatkan.

*****

"Fay, jalan-jalan yuk!" Nero masuk ke kamar dengan mendorong kursi roda. Ia sudah mendapat izin dari dokter untuk membawa Fay jalan-jalan ke taman rumah sakit.

Menurut dokter, Fay butuh menyegarkan pikiran dengan menghirup udara segar.

Fay mengangguk perlahan. Perlahan Nero membantu Fay duduk di kursi roda.

"Suster, tolong bawakan sarapan Fay ke taman. Saya akan coba membujuk dia di sana," pinta Nero pada suster dengan suara lirih supaya Fay tidak mendengar.

Suster mengangguk setuju,"Semoga berhasil ya, Pak. Kasihan belum makan sama sekali."

Taman rumah sakit pagi ini tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa pasien yang duduk di beberapa bangku. Semua dengan kondisi badan yang berbeda.

Nero mengajak Fay menikmati segarnya air mancur kolam ikan. Nero duduk di bangku taman sementara Fay tetap di kursi roda.

"Udaranya segar ya, Fay." Nero menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia cukup terkesan, di tengah panas polusi Jakarta, taman rumah sakit ini bisa bernuansa alam segar dengan udara bersih.

Fay hanya terdiam menatap air mancur kolam tanpa ekspresi. Kedua matanya masih sembab.

"Jangan begini. Kalau kamu terus-terusan mogok makan, kamu nggak akan cepat sembuh. Bayi kembar pasti sedih lihat kamu kayak gini."

Nero mensendokkan sesuap nasi, menyodorkan ke depan mulut Fay, memintanya makan.

"Ayo Fay," bujuk Nero.

Fay menggeleng lemah. "Aku beneran nggak nafsu makan, Mas."

"Dua hari sejak kamu sadar, kamu belum makan sama sekali. Ayolah, Fay."

Fay menjauhkan tangan Nero. Kepalanya menggeleng lemah, memelas meminta Nero berhenti memaksanya makan.

"Kamu sayang bayi kembar, kan?"

Fay menoleh memandang Nero begitu mendengar pertanyaan barusan. "Kalau aku nggak sayang, aku nggak akan sehancur ini, Mas!" bentak Fay setengah terisak.

"Kalau kamu sayang, habiskan makanan ini. Kamu harus cepat pulih." Nero menatap tajam kedua mata Fay.

Sempat diam beberapa saat, akhirnya Fay menganggukkan kepala. "Iya, aku mau makan."

Nero tersenyum mendengar jawaban Fay. Ia mulai menyuapi Fay pelan-pelan hingga makanan tandas dari piringnya.

*****

Fay menghabiskan waktu pemulihan tubuh selama dua minggu. Luka operasi kuret dan juga patah tulang. Tangannya di gips agar tidak banyak gerak.

Selama masa pemulihan, Nero tidak pernah meninggalkan rumah sakit sedikit pun. Semua pekerjaan ia kerjakan di rumah sakit.

Resta bolak-balik datang ke rumah sakit untuk meminta tanda tangan Nero. Semua meeting penting ditangani oleh ayahnya.

Setiap jam makan siang, kedua ayah mereka datang menjenguk Fay. Melihat kondisinya dan juga berusaha menghibur.

Galen juga selalu datang. Hanya saja ia mampir saat sore hari sebab kerjaan pemotretan cukup padat. Ia tidak bisa mangkir dari tugas.

Galeri kini sepenuhnya ditangani ayahnya. Divisi kurator diambil alih sementara oleh Gea.

Ance sesekali juga datang memberikan semangat untuk Fay. Ia juga ikut bersedih dengan yang dialami Fay.

*****

"Aku ingin pulang, Mas. Badanku sudah lebih baik," ujar Fay penuh harap kepada Nero.

Mendengar permintaan itu Nero tersenyum. "Tenang saja, saya ada kabar baik untuk kamu. Barusan dokter mengizinkan kamu pulang dan menjalani rawat jalan. Kita pulang hari ini."

Fay tersenyum simpul. "Syukurlah. Makasih, Mas."

"Ini berkat kamu sendiri yang nurut untuk makan dan minum obat dengan rutin. Nanti di rumah pelan-pelan kamu mesti jalani terapi buat tangan kamu."

Fay mengangguk. "Iya, Mas."

*****

"Kamar aku di sebelah, Mas. Kenapa bawa ke kamar utama?" tanya Fay heran saat Nero membawa dirinya ke kamar utama.

Fay memang boleh pulang tapi ia masih lemah, jadi harus menggunakan kursi roda. Saat menuju kamar di lantai dua, Nero membopongnya sementara Resta membawakan kursi roda miliknya.

"Saya malas kalau harus bolak-balik keluar kamar untuk merawat kamu. Jadi, selama kamu belum sehat, kamu tidur di sini."

"Nggak, Mas. Aku nggak mau. Aku nggak nyaman. Tolong, antar ke kamarku." Fay melotot protes.

Kali ini Neto tidak ingin berdebat, tapi ia juga tidak ingin dibantah. Tanpa meminta persetujuan Fay, Nero tetap membaringkan Fay di kamar utama.

"Saya tidak memberikan opsi, Fay. Ini perintah!" ujar Nero tegas.

Fay menghela nafas panjang. "Terserah, Mas."

*****

"Selamat pagi kesayangan, Mama. Hari ini kita akan pergi ke dokter lagi. Mama udah nggak sabar ingin melihat dua jagoan Mama." Terdengar suara Fay dari rekaman video di HP. Fay tersenyum pedih.

Rekaman video di HP miliknya ia ambil sebelum berangkat periksa ke dokter. Hari tepat dimana kecelakaan maut itu terjadi.

Fay melihat foto USG miliknya. Air matanya terus mengalir.

"Maafin Mama, sayang," ujar Fay dengan suara parau. Air matanya terus menetes.

Nero masuk ke kamar dengan membawa makan malam. Ia letakkan makanan itu di nafas samping tempat tidur.

"Calm down, Fay. Kamu harus kuat." Nero memeluk Fay lembut. Tangis Fay semakin pecah.

"Aku nggak becus jadi ibu, Mas. Aku nggak becus jagain anakku. Aku nggak .... hiks!"

Fay tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Dadanya semakin nyeri.

"Sst ... jangan bicara seperti itu. Kamu sudah berusaha, Fay. Aku yang salah, Fay. Harusnya aku ngantar kamu."

Fay terus menangis meratapi kepergian bayinya. Nero terus memeluk tubuh Fay. Tak pernah lelah menguatkan hati Fay.

"Please, be strong ..." bisik Nero penuh harap. Ia benar-benar berharap Fay segera pulih dari keterpurukannya.

Fay tidur setelah kelelahan menangis. Makanan sekali lagi tidak ia sentuh. Nero menghela nafas panjang.

"Sorry, Fay ..." bisik Nero merasa bersalah. Ia kecup kening Fay pelan dan lembut. Menutupi tubuh Fay dengan selimut.

1
Novi Sri
gmn nih ceritanya mau lanjut apa the end aja lama bgt up nya
Ahzaira NuAmoorea Beltim
Thor update 1 tahun sekali ni kayanya.. 😢
Ayu Dwi S
lama sekali dgan drama yg d ulang² konflik nya sama saja
Putri Chaniago
kelamaan ingatan Nero kembali, mending Fay pergi aja deh
Florensia Dita: well ....
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Jgn cpt menyerah Fay, Nero itu suami kamu... Pertahankan rumahtangga kalian dari anasir jahat sundal bolong seperti Widi.... dasar pelakor luknut...kayak ketandusan perigi yg kontang🤭😅😅
lakukan apa saja Fay singkirkan Widi yg menjadi racun perosak hidup kamu dan Nero....💪💪💪
Florensia Dita: well mari melakukan sesuatu
total 3 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay lakukan apa saja utk menikung Widi, kerana Nero adalah suami kamu .. ayuh bergerak cerdas dan terus semangat semoga Nero mulai sedar dari amnesia.. sebelum Nero pulih Fay harus menerima segala sikap tdk baik Nero pdnya ..😢
Florensia Dita: iya Kak, semangat terus ... doain yak <<---dari Fay
total 1 replies
astr-asis
bodoh amat loh fay... setiap mlm laki lo bercinta dgn widi.. sebelah bilik lg.. lagian kamu d KDRT... aduhhhhh... mau² nya kamu cinta sama lelaki semacam.. sisi mananya yg buat kami jatuh cinta.. baik jgk nggak.. cinta itu buta.. biarin dia dibohongin dgn widi.. napa susah mau tolongin laki yg sejak nikah cuma nyakitin lahir dan batin
Florensia Dita: cinta memang buta kali, ya? <--- dari Fay
total 1 replies
astr-asis
idih... kan dlm perjanjian.. pasangan bebas dgn sesiapa pun n ngak ikut campur.. laki munafik.. kejam lg.. tinggalin aja laki jenis gituan.. kabur jauh²..
Florensia Dita: help kak ... please
total 1 replies
Putri Chaniago
ah Fay jg bodoh percaya dg Albie, geram dg Nero. pisahkan aja Fay dg Nero thor
Florensia Dita: sabar, Kak. Fay masih belum tahu siapa Albie yang sesungguhnya
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay jauhi Albie krn ada rancangan jahat antaranya sama Widi... semoga Fay dijauhi dari sebarang kejahatan, dan kandungan Fay jg slmt...terus cuekin Nero...😅😅
Florensia Dita: ini ide yang bagus
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
kasihan Fay....trllu bnyk ujian utk kamu... harap cinta Fay pd suaminya Nero akan menemui kebahagiaan selepas Nero pulih dari amnesia.... Widi dan Albie dua manusia luknut yg terobsesi dgn cinta terlarang utk memiliki org sudah memiliki status yg halal di sisi agama dan negara...
Florensia Dita: aamiin... kata Fay makasih untuk doanya...
well orang jahat memang selalu makan hati ya?
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Aku yakin suatu saat nnti Nero akan menyesal atas perbuatan serta layanannya terhadap Fay... ya Fay singkirkan Widi dari suami kamu yg amnesia.... jg minta bantuan sama Galen
Florensia Dita: ide yang bagus kak...bisa Thor pertimbangkan 😎
total 1 replies
christie Ciciz
kalo jadi fay mending ga usah blg hamil mending kabur minggat lbh baik klo nero sdh sadar dan inget pasti bakal nyari juga trs nyesel
Florensia Dita: terima kasih kakak untuk pendapatnya.
total 1 replies
hinata~san
Setuju sih istri bodoh kan dia bukan org kampung yg lucu,knp ga ungkap aja semuanya. Kecuali si laki masih bersikap sopan dan kita cinta ya gpp lah bucin dikit
Florensia Dita: sabar kakaak
total 1 replies
Ayu Dwi S
gk suka sih kalo konflik yg d ulang²
Florensia Dita: Terima kasih sudah mampi Kakak....terima kasih pendapatnya....
total 2 replies
yuni ati
top
Florensia Dita: Makasih kakak..
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay kabarin aja sama keluarga mertua bahawa kamu hamil... kemungkinan Nero sendiri tdk mengakui anak yg dikandung oleh Fay kerana Nero amnesia.... Fay...kamu harus kuat jgn dibiarkan Nero kembali kpd Widi....
Florensia Dita: semangaaat
total 3 replies
Jauza Nabil
Thor up lagi & buat Fey pergi jauh dari Nero
Florensia Dita: Well....mari kita pikirkan caranya...soalnya dia kan lagi hamil
total 1 replies
christie Ciciz
knp ga pergi aja sih fay biarin lah nero sm widi km cr kebhagianmu sendiri
Florensia Dita: sabar
total 1 replies
Putri Chaniago
usah repot-repot Fay, tinggalkan aja Nero bego itu
Florensia Dita: sabar kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!