NovelToon NovelToon
Bisa Apa Janda Sepertimu?

Bisa Apa Janda Sepertimu?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:877.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Surya Suryan

Dinda yang berawal mengetahui jika rumah tangganya selalu baik-baik saja, ternyata salah. Kehadiran orang ketiga membuatnya harus berpisah dengan suaminya, yang bernama Dimas.
Awalnya ia rapuh, namun ketika ucapan Dimas penuh dengan penghinaan terhadap Dinda, akhirnya ia bangkit untuk mencari kehidupannya sendiri.
Dimas yang menyesal dengan perbuatannya, perlahan mendekati kembali Dinda untuk meminta maaf. Namun, adanya kehadiran seorang pria yang selalu menjadi pelindung Dinda.

Siapakah dia? Saksikan terus ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Surya Suryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29 Siapa orang tuaku?

"Tanya saja istrimu, dulu aku meminta untuk dia tak menggangguku tapi dia melanggar perjanjian tersebut. Dan aku berhak atas milik ku 'kan?" Tanya Dinda yang seakan kemenangan segera menunggunya.

"Milikmu apanya? Perusahaan ini milik orang tuaku, kau tak berhak atas aset milik orang tuaku". Tegas Dimas.

Ia sangat geram karena Dinda yang menolaknya mentah-mentah. Jika Dinda tak bisa ia dapatkan kembali, perusahaannya pun tidak boleh ada yang memilikinya kecuali dirinya sendiri.

"Jadi kau menahan apa yang menjadi milikku? Sangat menyebalkan bukan? Tapi tenang saja, aku akan mengambilnya meski kau tak memberikannya". Ucap Dinda dengan menampakan senyum tak berdosannya.

"Terserah.. Pokoknya, sampai kapan pun, perusahaan ini akan menjadi milik ku". Tegas Dimas kembali.

"Tidak tahu malu ternyata.. " Cebik Dinda sambil berlalu.

Dimas merasa aneh dengan sikap Dinda yang terlihat berbeda dari biasanya, dulu ia tak pernah mempedulikan apapun dan lebih memilih pergi. Tetapi sekarang, ia sangat tegas untuk mempertahankan miliknya. Ada apa dengan diri Dinda? Pikir Dimas, namun ia tak ambil pusing dengan semua itu yang kemudian melangkah menuju ruangannya kembali.

**

Heru mendengus kesal mendengar Dimas yang tak terima dengan kedatangan Dinda. Ia telah mengetahui kekacauan di kantor Dimas dengan memerintah seseorang untuk memata-matainya.

"Lihat 'kan Bu, perusahaan semakin buruk? Seharusnya dulu kita tak mengizinkannya lagi untuk mengelola perusahaan itu, bikin rugi saja". Celoteh Heru yang kesal terhadap Dimas.

"Sabar, Pak.. Semuanya sudah terjadi, semoga ke depannya tak seperti ini lagi". Jawab Utami yang menenangkan suaminya tersebut.

"Bapak tak mau tahu, jika Dimas masih tak terima dengan semua yang Bapak perintahkan, kita harus membeberkan yang terjadi kepadanya. Itu jalan terbaik agar dia lebih tahu diri". Jelas Heru tak tahan dengan emosinya yang kian memuncak.

"Jika ini yang terbaik untuknya, Ibu hanya menuruti apa kata Bapak saja". Jawabnya.

Heru pun menghela nafas panjang, ia harus segera memikirkan bagaimana cara membicarakan semuanya pada Dimas.

**

Saat Dimas tengah sibuk dengan layar monitornya, ia teringat ucapan Dinda mengenai Lidya yang mengganggu kehidupannya. Apa ulah Lidya? Sampai Dinda bersi keras untuk mengambil perusahaan itu.

"Sial.. Kenapa juga perempuan itu harus berhadapan dengan Dinda? Setelah menikah dengannya banyak sekali masalah di hidupku. Apakah Lidya memang wanita pembawa masalah?" Lirihnya pelan yang terlihat frustasi.

"Jika kamu tak aku miliki kembali, maka perusahaan ini pun tak akan aku berikan. Kau sudah berubah Dinda!" Lirihnya kembali.

Getaran ponsel membuyarkan lamunan Dimas, ia pun bergegas melihatnya dan tertera dalam layar tersebut orang tua Dimas yang menghubunginya.

'Cih! Ngapain tua bangka ini menghubungiku? Gak ada kerjaan saja'. Cibirnya dalam hati.

Ia pun menekan tombol hijau dalam layar ponselnya. Heru hanya memberi tahu agar Dimas datang untuk menghadiri makan malam di rumahnya. Dimas pun menyetujuinya, walau sedikit agak malas. Ia telah mengetahui bahwa akan ada obrolan yang menegangkan kali ini.

Tapi jika ia tidak menghadirinya, pastilah orang tua tersebut tak akan berhenti menerornya.

**

Malam pun tak terasa tiba dengan cepat, sepasang suami istri turun dari mobilnya di depan rumah besar. Lidya seakan antusias menghadiri undangan dari orang tua Dimas tersebut.

Mereka berdua melangkah kan kaki menuju ke dalam rumah tersebut, Dimas terlihat gugup dengan jaraknya yang semakin mendekat dengan keberadaan orang tuanya. Sementara Lidya dengan percaya dirinya melangkahkan kakinya, sungguh memalukan bukan? Memang dia wanita yang mempunyai tingkat percaya diri yang tinggi.

Mata mereka berdua membulat, melihat sosok wanita yang berada di sebelah orang tuanya dengan senyuman yang mengembang. Dinda harus percaya diri bukan? Bahkan di depan wanita yang telah menghancurkan hidupnya.

'Kenapa ada wanita itu? Apa rahasiaku saat ini akan ia bongkar?' Batin gelisah Lidya.

"Terimakasih atas kedatanganmu, Dimas". Sambut Utami dengan senyuman.

"Terimakasih juga telah mengundang ku, Bu. Aku sangat senang dengan undangan kalian". Sahut Lidya dengan percaya diri, walau hatinya merasa dag dig dug ketakutan. Ia harus terlihat biasa agar semua orang di sini tak mencurigai prilakunya.

Utami tak menghiraukannya, hanya memalingkan wajah malasnya ke arah lain. Lidya pun membelalakan matanya, tak percaya dengan sang mertua yang masih mengacuhkannya.

'Dasar wanita tua! Ku kira dia akan berubah teehadapku..' Celotehnya dalam hati.

**

Singkat cerita, mereka pun menyelesaikan makan malam dengan tenang. Tak ada penbicaraan penting saat acara makan malam berlangsung.

"Bagaimana kondisi perusahaan?" Tanya Heru, membuka obrolan.

"Saat ini sedang ada masalah kecil, hanya saja aku bisa menyelesaikan semuanya. Jangan risaukan itu". Jawab gugup Dimas.

"Masalah kecil atau memang ada yang di sembunyikan dariku?" Tanya Heru kembali dengan sedikit agak meninggikan suaranya.

"Aku sudah mengetahui masalahmu di perusahaan. Aku harap kau menepati janjimu untuk menyerahkan perusahaan tersebut pada Dinda. Semua sudah ada dalam perjanjiannya dan kita semua telah membahasnya". Ucap Heru.

"Aku tidak bisa menyerahkan perusahaan tersebut begitu saja. Dia bukan keluarga dari Adhinatha, jadi jangan harap semua itu akan ia dapatkan". Jawab Dimas dengan lantang.

"Memang Dinda bukan sebagian dari keluarga Adhinatha, tapi apakah kau merasa masih ada hubungan darah dengan kami?" Sindir Heru membuat Dimas bertanya-tanya dalam hatinya. Utami hanya menunduk kaku, ia tak berani untuk berbicara.

'DEGG!!'

"Maksud Bapak? Apakah aku bukanlah anak kalian?" Tanya Dimas yang tengah berada dalam kegelisahan.

"Benar, kau bukan anak kandung kami. Berapa kali kami memberimu kesempatan agar tak menjadi anak yang pembangkang, ternyata kau tak menghiraukan kata-kata kami. Kau terus bertingkah semaumu. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk kau mengetahui semuanya". Jelas Heru.

Meskipun ada rasa sesal di hatinya, ia terpaksa untuk mengungkap semua tentang Dimas. Dengan cara ini Dimas akan bercermin dan tak melakukan hal semaunya, pikir Heru dan Utami.

Dinda dan Lidya hanya menganga tak percaya dengan ucapan Heru, sementara Dimas langsung menunduk. Wajahnya memerah, tubuhnya bergetar dan tak sadar suaranya pun menjadi sendu dengan air mata yang berjatuhan.

"Kenapa kalian tak mengucapkannya dari dulu? Kalian sengaja menghukumku dengan cara ini? Lalu siapa orang tuaku sebenarnya?" Tanya Dimas yang terdengar gemetaran.

"Kami pikir kau akan berubah, tapi nyatanya kau malah tambah seenaknya. Apalagi dengan pengambilan uang yang cukup besar, membuat perusahaan keterbatasan modal. Kau sungguh menguji kesabaranku". Jelas Heru.

"Kalau begitu aku akan mengundurkan diri dari perusahaan itu, aku tak akan mempermasalahkannya lagi. Namun aku hanya ingin mengetahui, siapa orang tuaku? Kalian belum menjawabnya". Ucap Dimas yang membuat kedua sepasang suami istri tersebut saling pandang satu sama lain.

'Kenapa Mas Dimas menyerahkan perusahaan itu? Dan apakah Mas Dimas anak dari keturunan orang miskin? Aarrgghh.. Kenapa jalan cerita hidupku penuh dengan kesialan? Pupus sudah harapanku menjadi Nyonya Adhinatha'. Keluh Lidya dalam hati yang merasa kecewa.

1
Farhah Ali basebe
Wahhhhh di gantung dari 2023 sampai sekarang 2025 🤣🤣 padahal PINISIRIN TAU THOR
Isabela Devi
org kaya gitu pantas di cambuk
Milad Khusnul
Biasa
Isabela Devi
org iri pasti selalu ada
Isabela Devi
bagus Dinda
Isabela Devi
gmn Dimas sekarang malah terbalik
Isabela Devi
Lidya knp nyalahin org lain
Isabela Devi
Lidya knp nyalahin org lain
Isabela Devi
Dimas gila, dia yang selingkuh malah dindah yg salah
Isabela Devi
moga ibunya cepat sembuh
Isabela Devi
kasian
Teh Euis Tea
lah koplak dia yg salah make nyalahin orang lain dihhh tak sleding nih
Teh Euis Tea
makleb kan jawaban dinda kaya numpang darii orangtua aj udah sombong, sombong tuh klu kaya hasil sendiri baru dah sombong
good dinda
SR.Yuni
aku ga suka Dinda manggil mas ke Dimas ini, harusnya diganti panggilannya....
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Henny Sahriani10
keren banget.. luar biasa
Ai Maswah
Luar biasa
Rostin Dawi
lanjutanx mana
Puspa Veda
cerita ga jelas... lama ga ada update payah
Titik Supadmi
next thor.... 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!