Aurelia Ganita memiliki seorang kekasih bernana Kevin Bimantara, seorang CEO yang terkenal player. Tapi bersama Aurelia, sifat buruk Kevin sedikit berkurang.
Jiwa pemaaf Aurelia yang sangat luas membuat Kevin yakin kalo Aurelia adalah rumah terakhirnya.
Tapi kesetiaan Kevin diuji ketika dia bertemu Kesi, teman adiknya yang merupakan tetangganya dulu yang kini sudah kembali lagi ke kota ini.
Kevin mulai goyah dan berkhianat setelah dia menjalani kebersamaannya dengan Aurelia selama empat tahun.
Di minggu minggu akhir persiapan pernikahan mereka, Aurelia mengetahui pengkhianatannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melupakan
"Kamu puas sekarang, Kevin?" tegur Mamanya dengan kesal dan perasaan gemas. Ngga tega melihat Aurel menitikkan air mata.
"Aku terpaksa, Ma," jawab Kevin pelan dengan mata terpejam. Menahan kesakitan dalam hatinya akibat melihat kesedihan Aurel.
Kevin masih ngga nyangka kalo Aurel masih sepeduli itu padanya. Kelihatannya dia berhasil mematahkan hati gadis itu lagi.
Kevin mengira kalo Aurel akan senang kalo dia sudah melupakannya. Tadi Kevin hampir mengaku kalo dia hanya bercanda saat melihat air mata gadis itu yang tumpah di pipinya.
Aurel menangis untuknya. Untuk pria brengsek yang sekarang sudah ngga bisa apa apa. Dia yang sekarang ngga akan berguna untuk Aurel.
Jangankan duduk, bangun saja dia susah. Lebih baik begini saja. Biar Aurel melupakannya.
Kevin ngga ingin Aurel mengkhawatirkan dirinya dalam setiap detik, menit dan jam.
Lagian sudah terlalu banyak luka yang dia berikan untuk Aurel. Kevin ingin membiarkan gadis itu bahagia walau ngga bersamanya. Lagian entah berapa tahun lagi tubuhnya bisa normal kembali. Dia ngga akan mau menyusahkan Aurel.
Tiga hari yang lalu.
"Kevin."
"Kevin sadar. Syukurlah."
"Kevin."
Kevin mendengar suara suara yang seolah memanggil namanya saat matanya terbuka. Agak silau awalnya, dia pun menyipitkan matanya.
Dikiranya malaikat maut yang akan mengantarnya ke neraka. Karena dia ngga yakin walau tetap pengen masuk surga.
Tapi ternyata wajah wajah asing yang nampak lega ketika dia membuka matanya.
"Siapa?" Semua yang ada di sana sangat kaget mendengar pertanyaan Kevin.
"Kevin? Apa yang terjadi?"
"Lo amnesia?"
"Panggilkan dokter! Cepaaaat!"
Kevin sempat mengalami amnesia. Tapi hanya sebentar. Malamnya dia baru bisa mengingat semuanya. Termasuk kejadian yang membuatnya sampai terluka parah.
Ada Papa Kesi juga di sana. Kevin menatapnya dingin. Dia memang bersalah pada Kesi, tapi bukan haknya papa Kesi membuatnya babak belur hingga membuat mama dan papanya khawatir
Bahkan ada Kesi yang terus menangis melihatnya. Kevin merasa muak.
Untung mereka ngga lama mengunjunginya, karena mereka akan tinggal lagi di Singapura. Keluarga Kesi hanya berpamitan.
Kevin tau Mama Kesi juga terlihat enggan menatapnya. Dia mengerti kesalahannya. Dan di detik itu juga Kevin berjanji akan menjauhi Kesi selamanya.
Persahabatan orang tuanya jadi retak karenanya. Tapi akan semakin retak dan hancur berkeping keping jika Kevin mengatakan yang sebenarnya. Tentang siapa yang membuatnya hampir menemui Malaikat Malik di neraka.
Hanya mama, papa dan tiga sahabatnya yang tau kalo amnesianya sudah pulih.
Kikan juga ngga dikasih tau karena gadis itu ngga akan bisa menjaga rahasia. Dia gampang keceplosan.
Melihat Aurel menghanpirinya dan menggenggam tangannya tadi, hampir saja membuat tekat Kevin goyah.
Kevin merasa senang karena Aurel ternyata masih mencintainya setelah apa yang dia lakukan.
Cinta Aurel sangat besar padanya. Tapi Kevin merasa ngga pantas menerimanya. Dengan segala kebrengsekannya, Kevin tau kalo dia bukan laki laki yang tepat untuk menjaga hati Aurel.
Dia pun sangat mencintai Aurel. Di detik detik akhir Kevin menutup mata akibat hantaman balok pada kepalanya, hanya Aurel yang dia ingat.
Aurelnya.
Ternyata Aurel sudah lumayan sehat. Kevin yakin Aurel akan baik baik saja saat dia tinggal.Walau ngga rela, Kevin akan melepaskan Aurel untuk laki laki yang lebih baik darinya.
end
Mamanya hanya bisa menatapanya gemas. Di satu sisi beliau merasa bahagia dan ngga tega melihat Aurel menangis. Ternyata Aurel masih mencintai Kevin, putranya yang sudah ketahuan berselingkuh di depan matanya.
Di sisi lain, beliau merasa sedih melihat keadaan Kevin yang hampir lumpuh. Semoga saja pengobatan dan terapi di luar negeri bisa mempercepat kesembuhan Kevin.
Beliau menghela nafas panjang melihat Kevin yang memejamkan mata seolah sudah tidur. Tapi dia tau, putranya sedang ngga mau mendengar omelannya.
*
*
*
Aurel menolak diantar Mama Kevin sampai ke kamarnya. Dia masih kuat. Lagi pula Aurel ingin sendiri. Mama Kevin mengerti dan membiarkan Aurel pulang sendiri ke kamarnya. Beliau hanya memandang punggung itu sampai menghilang di balik kamar perawatannya.
Di kamarnya Aurel menangis. Terisak isak.
Kasian melihat keadaan Kevin. Juga kasian dengan dirinya yang ngga diingat Kevin.
Apakah ini karena do'anya sudah terkabul. Dia ingin melupakan Kevin. Dan karena suatu kejadian membuat Kevin melupakannya.
Jadi mereka bisa saling melupakan, kan.
Aurel menarik nafas panjang. Membuang sesak yang memenuhi rongga dadanya.
Aurel merasa bodoh dan menjadi gadis muna. Sebelum kecelakaan dia sudah bertekat menghapus nama Kevin dalam hari hari ke depannya.
Tapi sekarang, saat dia tau Kevin sudah melupakannya, dia malah merasa sakit hati dan ngga mau itu terjadi.
Apa dia egois?
Aurel kembali menarik nafasnya dan menghembusnya perlahan.
Pengkhianatan Kevin memang ngga termaafkan. Hatinya pun masih mengingat dengan jelas. Mungkin ini jalan terbaik bagi mereka.
Aurel berusaha mengingatkan hatinya yang rapuh.
Kevin ngga cukup dengan satu wanita saja.
Ngga ada jaminannya Kevin akan setia padanya sampai akhir. Apa dia akan tetap tahan menyimpan luka demi cinta gila ini?
Aurel memejamkan mata dan air matanya tumpah lagi.
Mungkin ini saatnya dia memulai hidup baru tanpa Kevin di sisinya.
good job othor. cerita nya bagus skaliiiii 😘
marathon baca yang lain ahhh