NovelToon NovelToon
Incaran Sang Dokter Bedah

Incaran Sang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Satu bulan menikah, IPTU Milka harus menelan kenyataan pahit. Kesetiaannya dibalas pengkhianatan keji oleh sang suami, Vando, yang diam-diam bermain gila dengan sahabatnya sendiri.

Hancur dan menangis di trotoar dengan seragam dinasnya, Milka tak tahu bahwa air matanya disaksikan oleh Theo, pria dari masa lalu yang kini menjadi Dokter Bedah genius sekaligus penguasa sindikat bawah tanah.

Pria yang dulu mundur demi kebahagiaan Milka, kini murka melihat wanita impiannya disia-siakan. Lewat jaringan gelapnya, Theo bergerak cepat menguliti kebusukan Vando dan Irana.

Bagi Theo, menyerahkan suami pengkhianat ke jalur hukum saja tidak cukup. Pria yang telah membuat Milka menangis ... harus merasakan kekejaman pisau bedahnya!

"Biar hukum bekerja lewat tanganmu, Milka. Tapi untuk pria yang menyakitimu ... izinkan aku yang membereskannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Lagi Modusin Bini Orang

"Ah... nggak mungkin. Masih banyak orang yang wajahnya mirip," potong Irana ringan, sama sekali tak memedulikan kegelisahan Vando.

Baginya, yang penting adalah kerja sama mereka dengan rumah sakit hampir pasti berhasil.

Kalau hubungan bisnis itu berjalan lancar ... Karier Vando akan melonjak. Dan, rencana di balik itu semua, akan meledak juga.

Mereka sama-sama tersenyum. Tak satu pun menyadari ...

Orang yang sedang mereka manfaatkan justru telah menggali kuburan mereka sedikit demi sedikit.

.

.

Malam harinya, Milka duduk di depan berkas kasus yang menumpuk tinggi di meja kerjanya.

Angin berembus pelan dari arah jendela yang sengaja dibuka. Matanya kosong menatap halaman. Ponselnya bergetar. Ada panggilan dari nomor yang tak dikenal.

Milka sempat ragu untuk menjawabnya. Tapi, akhirnya ia menarik tombil berwarna hijau. "Halo?"

"Belum tidur?"

Ia langsung mengenali sosok di seberang sana. "Kak Theo?"

"Hm."

Milka langsung memelas. Ia teringat kejadian kemarin malam, yang baginya cukup memalukan. "Kak, aku mohon jangan ikut campur dengan urusan rumah tanggaku."

☎️ "Kenapa kamu berpikir demikian?"

"Aku tak sebodoh dia, Kak," cetusnya.

☎️ "Sekarang, jawab saja pertanyaanku! Kamu ingin terus bersamanya meski tahu semua yang disembunyikan, atau pergi darinya setelah semua fakta terungkap?"

"Suka-suka aku dong. Aku bisa melakukan semuanya sendiri," cetusnya.

☎️ Helaan napas berat, terdengar di seberang panggilan. "Oh ya, sebenarnya aku menelepon hanya untuk memastikan satu hal."

"Pastikan apa?"

☎️ "Kamu sudah makan malam?"

Milka terdiam, pundaknya pun turun. 'Dia masih seperti dulu,' batinnya.

"Aku ... lupa."

☎️ Beberapa waktu, orang di sana hening. "Bu Polisi."

"Hmmm?"

☎️ "Kalau lima menit lagi kamu belum makan ... Jangan salahkan aku yang suka-suka datang ke sana."

Milka memijit pelipisnya. "Kak, Aku lagi kerja."

☎️ "Aku juga."

Klik.

Telepon ditutup begitu saja. Milka memandangi layar ponselnya cukup lama.

Entah mengapa...

Obrolan ringan seperti itu, membuat Milka merasa hangat. Sungguh berbeda dengan kehidupan rumah tangganya, yang terasa dingin dan mencekam.

.

.

Di ruang komando White Scalpel.

Bonar berdeham pelan. "Boss."

Theo masih berdiri menghadap jendela. "Ada apa?"

"Ada informasi menarik dari penyadapan webcam tadi ..."

Theo menoleh. Layar monitor menampilkan rekaman baru. Irana sedang menyerahkan sebuah flashdisk kepada Vando.

"Apa itu?"

Naga memperbesar gambar. "Logo perusahaan."

Bonar langsung membuka isi data yang berhasil diretas. Beberapa detik kemudian ... Mata Bonar membelalak.

"Boss ... Mereka buka hanya selingkuh."

Theo mengangkat alis.

Bonar menelan ludah. "Mereka ... lagi menyiapkan penggelapan dana proyek kerja sama dengan perusahaan mitra."

Ruangan mendadak hening. Sudut bibir Theo perlahan terangkat. "Bagus," gumam Theo pelan. "Kalau begitu, dosa mereka bertambah satu lagi."

Theo melihat jam tangannya dan langsung berdiri. Bibirnya tersenyum tipis penuh rencana. "Siapkan mobil."

Bonar seketika memasang wajah kebingungan. "Boss mau ke mana?"

"Operasi penyelamatan."

Naga mengernyit. "Target?"

"Lambung Milka," jawab Theo datar.

Bonar dan Naga langsung saling pandang.

"Buset dah ... baru kali ini White Scalpel menjalankan misi layanan antar makanan."

.

.

Milka masih menatap berkas kasus sambil memijat pelipisnya. Selain pikirannya tak bisa fokus karena ingin mengusut perselingkuhan suami, perutnya juga sudah berkali-kali minta diisi.

Namun ia memilih mengabaikannya. Tak lama kemudian ...

Tok ...

Tok ...

Tok ...

Seorang satpam membuka pintu.

"Bu Milka?"

"Iya?"

"Ada yang nganter makanan."

Milka mengernyit. "Siapa?"

"Katanya ... temen lama."

Belum sempat Milka menjawab ...

Muncul dengan seketika, seorang pria bertubuh tinggi melangkah memasuki lobi kantor kepolisian. Ia mengenakan kemeja hitam polos dengan dua kancing teratas terbuka, dipadukan celana bahan abu-abu gelap.

Jam tangan berwarna perak melingkar di pergelangan kirinya, sementara sebuah bungkusan berisi bento yang sengaja ia beli, tergenggam di tangan kanannya. Penampilannya sederhana, tetapi tetap memancarkan wibawa yang membuat beberapa polisi menoleh ketika ia melintas.

"Aku dengar ada polisi keras kepala yang lupa makan."

Seluruh tim penyidik yang ada di sana langsung melongo.

"Temen lama?"

"Siapa itu?"

"Waduh ... ganteng banget."

Milka ikut salah tingkah. "Kak Theo?"

Theo meletakkan kotak makan itu di meja, tepat di hadapan Milka. "Buka."

"Aku nggak lapar."

Theo menarik kursi.

"Perutmu baru saja bicara padaku, lalu..." Theo sengaja menjeda ucapannya. "... katanya kamu bohong."

Satu ruangan langsung menahan tawa.

Wajah Milka sontak berubah merah padam. "Kak!"

Theo tetap datar. "Makan." Ia membuka bungkusan itu dan menyerahkan sendok pada wanita di hadapannya.

"Aku masih kerja."

"Kalau kamu pingsan ... aku juga yang repot mengoperasi." Akhirnya dengan inisiatif sendiri.

Theo menarik sendok tadi, menyendok sedikit nasi, lalu mengarahkannya ke depan bibir Milka.

"Buka."

"Aku bisa makan sendiri."

"Tadi juga bilang nggak lapar."

"..."

"Buka."

Baru setelah Milka benar-benar malu karena semua orang melihat, akhirnya ia membuka mulut.

Di sudut ruangan ... Beberapa polisi mulai berbisik.

"Itu siapa sih?"

"Kok wajahnya familiar ya?"

"Pacarnya Bu Milka?"

"Bu Milka bukannya udah menikah? Itu bukan suaminya," sela yang lain.

Theo langsung menyahut tanpa mengangkat kepala.

"Belum."

Theo tetap fokus membuka kotak makan. Lalu ia berkata datar. "Artinya aku belum terlambat."

Milka langsung tersedak. "Uhuk ... uhuk ..."

Theo malah menyodorkan air mineral. "Pelan-pelan."

Bonar yang melihat dari luar kaca langsung menepuk jidat. "Big Boss lagi modusin bini orang."

Naga menggeleng. "Kalau sama Bu Polisi, Boss berubah jadi manusia."

Bonar menepuk jidat. "Selesai sudah."

Naga mengernyit. "Apanya?"

"Big Boss kena penyakit."

"Penyakit apa?"

"Jatuh cinta ... Eh, maksudnya semakin cinta."

*bersambung*

1
Aku Rajin Membaca
jangan tamaaat duluu, penasaran mp mereka 😂😂
Aku Rajin Membaca
mentang2 juragan sawit 😂
Aku Rajin Membaca
iiihhh aku juga gemeesss
Aku Rajin Membaca
lancar kali maas..itu mas kawennya banyak amat
Aku Rajin Membaca
uwaaaauuuuwww
Aku Rajin Membaca
maalah kesemsem sendiri 🥰😭
Aku Rajin Membaca
kayak dia menyatakan cinta padaku 🥰
Aku Rajin Membaca
waaahh, dah mau tamat 😭
Aku Rajin Membaca
omaigat, si bucin
Korik Kook
last episode pengen liat Irina ngamuk pas liat Theo nikahi milka 🤣🤣
SoVay: viewnya kacau kak, nanti kita bikinin cerita lain ada Irana di kehidupan penjara yah. jd nanti ada Milka sesekali 🤣

kalau nulis kehidupan dalam penjara, ada yg minat ga ya?
total 1 replies
MomyWa
dih, tamat aja? kok rasanya gak rela ya berhenti baca kebucinan theo 😭🤭
SoVay: walah, aku malah berasa lega. hutangku habis 🤣
total 1 replies
MomyWa
aih aih... sepertinya sepertinhya..
Laila Amalia
seru banget Aku suka...
Anbu Hasna
bonschap.... anak Milka enggak kembar, jadi rebutan para kakek 🤣🤣🤣
SoVay: wkwkwkw..gimana ya? soalnya kacau bgt nih nasib mereka retensinya. 🤣
total 1 replies
MomyWa
to tweeett 🤭🤭🤭
Laila Amalia
baper Aku thor
SoVay: bagi vote boleh ga kak? 🤣🤲
total 1 replies
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ahhh,.....so sweet😍😍😍
SoVay: wehehehe, bagi vote nya dong kakak
total 1 replies
Rini
😍😍😍😍😍
SoVay: udah tamat kan kak 😚
total 1 replies
MomyWa
bgaimanapun aq ini seorang dokter
SoVay: dokter.mana itu? dokter cinta?
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
gimana Mil masih ragu 🤔🤔🤔
SoVay: udah nikah euy, kami udah dipaksa tamat sama authornya 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!