NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan yang Menyelamatkan

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Kegelapan yang menyelimuti kesadaran Xiao Bai perlahan mulai retak oleh samar-samar cahaya dan suara—sebuah suara lembut yang memanggil-manggil, terdengar cemas, jauh berbeda dari nada mengejek yang selama ini akrab di telinganya.

"Bangun... kumohon bangun. Jangan mati di sini, aku belum sempat tahu namamu dengan benar."

Xiao Bai membuka mata perlahan, pandangannya masih kabur, namun cukup jelas untuk mengenali sosok yang berlutut di sampingnya—Li Ling'er, dengan jubah putihnya yang kini ternoda darah dari lengannya sendiri, tampak sedang menekan sepotong kain yang dililitkan erat ke luka di lengan Xiao Bai.

"Kau..." bisik Xiao Bai, suaranya serak, "kenapa kau di sini?"

"Aku sering datang ke hutan ini untuk menyendiri," jawab Li Ling'er, tangannya masih sibuk memeriksa kondisi lukanya. "Untung saja aku lewat area ini lagi. Kalau tidak, kau bisa kehabisan darah dalam hitungan jam."

Xiao Bai mencoba bangkit, tapi tubuhnya terlalu lemas, kepalanya berdenyut hebat. Li Ling'er buru-buru menahan bahunya. "Jangan bergerak dulu. Aku sudah membalut lukamu semampuku, tapi kau butuh istirahat total."

Ia mengeluarkan sebuah botol kecil dari kantung di pinggangnya, menuangkan beberapa tetes cairan bening ke luka Xiao Bai yang masih terbuka. Rasa perih tajam langsung menyengat, membuat Xiao Bai meringis, namun perlahan darah yang mengalir mulai berhenti, luka yang tadinya menganga mulai menutup sedikit demi sedikit.

"Ramuan penutup luka keluarga Li," jelas Li Ling'er, melihat tatapan bingung Xiao Bai. "Bukan sesuatu yang istimewa, tapi cukup untuk menyelamatkan nyawamu hari ini."

Xiao Bai menatap gadis di depannya, campuran rasa syukur dan bingung memenuhi pikirannya yang masih setengah sadar. "Kenapa kau mau repot-repot menolongku? Lin Hai jelas-jelas sudah memperingatkanmu untuk menjauhiku."

Li Ling'er terdiam sesaat, matanya menatap ke arah lain, seolah mempertimbangkan jawabannya sendiri. "Karena," katanya akhirnya, "aku lebih percaya pada apa yang kulihat sendiri dibandingkan apa yang orang lain katakan tentang seseorang. Dan yang kulihat hari pertama kita bertemu, kau bukan orang jahat, Xiao Bai. Kau hanya orang yang sedang berjuang sendirian."

Nama itu—ia mengingat namanya. Xiao Bai merasakan sesuatu yang hangat menjalar di dadanya, terpisah dari rasa sakit di lengannya yang masih berdenyut.

Namun perhatian Li Ling'er tiba-tiba teralihkan. Matanya menyipit, menatap lurus ke arah dada Xiao Bai—atau lebih tepatnya, ke titik di mana cahaya keemasan samar masih berdenyut pelan, sisa energi dari proses ekstraksi yang terputus akibat ia pingsan.

"Tunggu," gumamnya, suaranya berubah tegang. "Energi itu... aku pernah merasakan sesuatu yang mirip sebelumnya."

Xiao Bai membeku. "Apa maksudmu?"

Li Ling'er meletakkan tangannya ragu-ragu di atas dada Xiao Bai, tepat di titik pancaran cahaya samar itu—gerakan yang lebih didorong rasa penasaran murni daripada kesengajaan yang tak pantas. Matanya terpejam sesaat, seolah mencoba merasakan sesuatu yang lebih dalam.

"Ini... pola energi yang sama seperti yang kurasakan di ruang bawah tanah kediaman ayahku," bisiknya, matanya terbuka lebar penuh keterkejutan. "Ruangan terlarang yang bahkan aku sendiri hanya boleh masuk sekali seumur hidup, tempat ayahku menyimpan pusaka-pusaka kuno peninggalan leluhur sekte kami yang paling dirahasiakan."

Xiao Bai merasakan darahnya berdesir mendengar itu. Pertama pria berjubah abu-abu bicara soal segel misterius yang menutupi dantiannya sejak kecil, dan sekarang Li Ling'er—putri Master Sekte Agung sendiri—mengenali energi Tungku Ekstraksi Surgawi dari sebuah ruangan terlarang di kediaman ayahnya sendiri.

"Ruangan itu," Xiao Bai bertanya pelan, jantungnya berdegup kencang menahan harapan sekaligus ketakutan, "apa yang ayahmu simpan di sana?"

Li Ling'er menggeleng, wajahnya kini dipenuhi kebingungan yang sama besarnya dengan Xiao Bai. "Aku tidak tahu pasti. Aku hanya diizinkan masuk sekali, saat usiaku lima belas tahun, sebagai bagian dari ritual keluarga. Ayahku hanya bilang ruangan itu menyimpan 'warisan yang belum saatnya diwariskan'—dan salah satu benda di sana memancarkan energi yang persis seperti yang kurasakan darimu sekarang."

Keduanya terdiam, saling menatap dalam keheningan hutan yang tiba-tiba terasa jauh lebih berat dari sebelumnya—dua orang asing yang dipertemukan secara kebetulan, kini menyadari bahwa nasib mereka mungkin terjalin jauh lebih dalam daripada yang bisa mereka bayangkan, terhubung oleh sebuah rahasia yang melibatkan Master Sekte Agung sendiri, dan sebuah ruangan terlarang yang menyimpan jawaban yang mungkin bisa mengubah segalanya.

"Ling'er," Xiao Bai berkata pelan, mencoba bangkit meski tubuhnya masih lemah, "aku perlu tahu lebih banyak soal ruangan itu. Ini mungkin berhubungan dengan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar dantianku yang dianggap cacat."

Sebelum Li Ling'er sempat menjawab, suara langkah kaki tergesa terdengar dari kejauhan, disertai teriakan yang sudah sangat Xiao Bai kenali.

"Ling'er! Di mana kau?!"

Wajah Li Ling'er langsung berubah pucat. "Lin Hai," desisnya. "Dia pasti mencariku sejak tadi. Kalau dia melihatmu di sini, dalam kondisi seperti ini, bersamaku—"

Ia tak sempat menyelesaikan kalimatnya. Bayangan Lin Hai sudah muncul di antara pepohonan, dan wajahnya yang tadinya khawatir langsung berubah menjadi kemarahan murni begitu matanya menangkap pemandangan Xiao Bai yang terbaring lemah dengan Li Ling'er berlutut di sampingnya, tangan gadis itu masih menempel di dada si murid buangan sekte.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!