NovelToon NovelToon
TO HEAVEN

TO HEAVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:27.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_Fluffy

Novel Friendzone adalah novel yang bercerita tentang persahabatan antar lawan jenis yang salah satunya jatuh cinta kepada sahabatnya. Kaela jatuh hati kepada sahabat laki-lakinya, bernama Jeno Janurio. Tetapi, Jeno terlebih dahulu jatuh hati kepada seorang gadis bernama Karina. Sebagai figuran, Kaela hanya dapat menahan rasa cemburu dan sakit hatinya melihat kemesraan Jeno dan Karina. Hingga pada suatu hari, ia sudah tidak sanggup lagi dan mengakui perasaannya kepada Jeno, tetapi Jeno sama sekali tidak menanggapi perasaan Kaela.

Rhea yang membaca novel itu pun tidak menyukai isi cerita novel Friendzone itu, merasa tidak adil kepada figuran.Seandainya dia menjadi seorang Kaela, maka ia buat Kaela memiliki surganya sendiri tanpa ada rasa cinta kepada Jeno, sahabatnya itu.
Hingga suatu kejadian tanpa ia sadari, Rhea yang koma dan jatuh tidak sadarkan diri akibat perkelahiannya dengan temannya, Chika, membuatnya terbangun dan menyadari bahwa dia bukan di dalam duniannya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_Fluffy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Rhea membuka buku harian Kaela dengan deburan ombak yang menemaninya. Angin laut masuk mengiringi lembaran buku yang kembali ia buka setelah sekian lama tidak dibuka. Sedikit senyuman ia sunggingkan saat membaca bagaimana Kaela mencintai Jeno sebegitu besarnya, dan menikmati perlakuan manis Jeno kepada diri gadis itu. Namun, setelah ke lembaran yang membuatnya sakit hati mengenai Jeno yang begitu saja meninggalkan gadis itu, membuat Rhea mengingat tujuan dirinya sendiri berada di sini. Ia menghelakan napasnya dengan lelah, lalu menutup buku harian itu.

Rhea menyandarkan kepalanya di kepala ranjang yang berada di belakang, lalu mengalihkan atensinya pada bingkai foto Kaela dan Jeno dipajang manis di dinding biru laut itu. Senyuman itu, bahagia itu, dan matanya tertuju pada lelaki itu yang juga pernah tersenyum kepadanya. Mata bulan sabit.

“Benar kata Nana, gue ke sini bukan untuk jatuh hati, bukan untuk masuk ke dalam perasaan rumit ini, tujuan gue ke sini hanya untuk menuntaskan surga yang seharusnya dimiliki oleh Kaela sebagai figuran.” Rhea meyakinkan dirinya sendiri dengan  tegas. Ia menganggukkan kepalanya singkat, lalu menatap buku harian.

“Minimal, lo harus bantu gue, Kae. Untuk kali ini, lo adalah panduan gue!”

**

“Kaki kamu masih sakit, No? Udah dikompres belum?” Suara lembut dari wanita yang paling ia sayangi itu membuat Jeno memberi sambutan dengan senyuman bulan sabitnya, posisinya yang tengah duduk di teras rumahnya yang langsung menghadap laut luas itu pun mengalihkan atensinya kepada bundanya.

“Tadi udah Nono kompres, Bun. Bunda kenapa keluar sih? Nggak bagus kena angin laut, Bun.” Sahut Jeno dengan suara beratnya yang lembut. Wanita paruh baya itu mengambil posisi duduk mendekat ke anak lelaki satu-satunya ini, ia memberikan elusan lembut di rambut hitam legam anaknya ini dengan sayangnya, lalu mengulas senyuman manisnya.

“Nono udah besar sekarang, ya? Sayangnya bunda udah kenal pacar-pacaran, sayangnya bunda udah bisa banggain bunda, udah bisa jadi pelindung bunda, dan udah bisa jadi pelipur lara bunda.” Ucap wanita paruh baya itu dengan lembutnya. Jeno menikmati usapan lembut itu dengan menutup matanya.

“Tapi, kenapa sayangnya bunda ini selalu diam? Bunda juga lihat, kalau Nono selalu nangis, sayang. Nono ada masalah, ya? Ada yang nyakitin Nono, ya?”

Dan senyuman itu luntur saat mendengar ucapan bundanya, Jeno membuka kedua matanya dan seketika menatap wanita paruh baya itu dengan sedikit terkejut. Bundanya selalu memberi senyuman penenang itu, usapan di rambutnya tidak terhenti.

“Nggak apa-apa kalau Nono nggak mau cerita, tapi, kalau Nono belum sanggup nanggung sendiri, bunda selalu ada untuk Nono. Jadi jangan sungkan untuk cerita ke bunda ya, sayang,” lanjut bunda Jeno dengan nada lembutnya.

Hancur sudah pertahanan Jeno sebagai seorang lelaki, ia tidak sanggup lagi berpura-pura tegar. Di depan Karina, di depan teman-temannya, dan di depan keluarganya ia membuat semuanya seakan tidak ada apa-apa, tetapi setelah perkataan bundanya membuat dinding itu hancur lebur bagaikan serpihan debu.  Wanita paruh baya itu akhirnya mengusap airmata anak lelakinya dengan sayangnya, Jeno menjatuhkan airmatanya dengan isakan kuatnya.

“Sakit banget hati Nono, Bunda. Nono bingung dengan semuanya yang terjadi, Bunda.” Isak Jeno dengan tangisannya yang begitu menyedihkan. Wanita paruh baya itu hanya diam, ia membiarkan anak lelakinya menangis seperti ini.

“Hati Nono sakit, bunda… sa-sakit banget. Nono sampai nggak bisa napas rasanya, ka-karena sakit banget, Bunda. Bi-bisa bantu Nono?” adu Jeno dengan tangisannya yang begitu menyedihkan.

Wanita paruh baya itu mengusap dada bidang anaknya itu dengan lembut, ia kasihan kepada anak lelakinya ini saat mendengar tangisan menyedihkan seperti ini untuk pertama kalinya. “Di mana sakitnya, sayang?” tanya bunda dengan suaranya mulai serak, ia menahan tangis.

Jeno menggelengkan kepalanya, airmatanya jatuh begitu saja tanpa ada kendali, “nggak tahu, bunda.. di-di sini sakit banget, bundaa..” Jeno memukul dadanya pelan sebagai tindakannya menghilangkan rasa sesak itu.

Deburan ombak menjadi alunan musik untuk menemani kesedihan seorang lelaki patah hatinya itu. Angin laut menghembuskan pelukan dinginnya sebagai tanda ia turut berkabung dengan tetesan airmata kesedihan lelaki itu. Suara tangisan Jeno kini menjadi pengiring akhir malam menyedihkan itu.

*

Sama-sama menyandari, hanya takut untuk ke depannya.*

**

Rhea berjalan memasuki gerbang sekolah yang sudah mulai menjadi pengingatnya selama ia berada di dalam dunia ini, sesuatu yang entah kapan ia akan melupakannya. Matahari pagi begitu menyinari jalan yang ia langkahi, burung-burung berkicauan begitu menggema di sekelilingnya, ia mengernyitkan dahinya, mengapa semua terlihat seperti narasi yang telah diatur?

Langkah kakinya seakan-akan diberi sinar cahaya matahari sebagai bentuk panggung yang akan menjadi pentasnya, ia mengalihkan atensinya kepada sekelilingnya dan benar-benar tidak ada orang sekali pun yang ia jumpai, hingga disaat beberapa kali ia melangkah, ia diberhentikan oleh sesuatu.

‘Ada yang telah terjatuh, Rhea.’

Rhea mengernyitkan dahinya semakin bingung, “maksudnya?” tanyanya dengan sangat pelan.

‘Meninggalkan atau ditinggalkan?’

Kembali pertanyaan itu dipertanyakan kepadanya, ia sudah mengetahui suara misterius ini adalah Biru, tetapi kenapa pertanyaan ini berulang kali dipertanyakan kepadanya? Bukankah ia sudah memilih?

“Mending lo diam deh, Biru. Jangan sampai gue terjun ke laut, ya karena ucapan lo yang nggak masuk akal!” omel Rhea di dalam hatinya.

Rhea berdecak kesal saat suara Biru menghilang, ia menghentakkan kakinya sekali lalu hendak kembali berjalan.

BRUGH!

Rhea hampir terjatuh jika tangan kuat dan besar itu tidak menahan punggung dan pinggangnya dengan cepat, ia baru saja menabrak seseorang saat hendak memulai langkah kakinya menuju kelasnya. “Sorry,” ucap Rhea sembari mencoba menormalkan kembali posisinya. Ia mendongakkan kepalanya dan seketika terpaku saat melihat siapa yang ia tabrak.

Lelaki yang ingin ia hindari, lelaki yang ingin ia sakiti, dan ingin ia jauhi, Jeno Janurio. Entah kenapa narasi sepertinya tengah berlanjut, angin berhembus di sekeliling mereka dengan lembut lalu burung-burung berkicauan menemani keterdiaman itu, dan menghilangkan orang-orang di sekitar seperti sejak ia masuk tadi.

Aroma Jeno terhidu dengan jelasnya karena kedekatan mereka yang tidak ada jarak sedikit pun, bahkan tatapan mereka bertemu dengan tatapan yang menggambarkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada ketika ia masuk ke dalam dunia ini.

“Ada yang sakit?” suara berat Jeno akhirnya terdengar, menghentikan narasi bodoh itu yang membuat Rhea tersadar dari posisinya dan benar-benar menormalkan posisinya. Ia sudah tegak sempurna dan memberi jarak antara dirinya dan Jeno. Lelaki itu hanya menatap gadis mungil itu menjauh.

“Tutup semua rasa itu, Rhea. Lo di sini karena lo ingin membuat surga untuk Kaela, bukan untuk perasaan rumit ini.” Rhea mengingatkan dirinya kembali.

Ia menutup komunikasi itu pada lelaki di hadapannya saat ini, mengambil langkah meninggalkan lelaki itu dengan harapan bahwa dirinya bisa meninggalkan dunia ini setelah menyelesaikan tugasnya.

Jeno menundukkan sedikit kepalanya untuk menatap kedua sepatunya, ia menahan dirinya untuk tidak menahan kepergian gadis itu dan memaksanya untuk bertanya kenapa tidak dijawab mengenai keadaan diri gadis itu. Kaela benar-benar pergi menjauh, dan hatinya merasa sakit sekali.

‘Jangan dipaksa ya, sayang. Kalau itu sakit, kamu harus lepaskan.’

Ia menggelengkan kepalanya pelan, ia harus melepaskan sumber sakit itu dan tidak memaksanya untuk menetap lebih lama dan membuatnya semakin yakin untuk rasa cinta ini akan terbalas.

**

1
alterna.nas
i feel you. gapapa kok kalau merasa stuck, kabarin aja padahal. aku ngiranya udah gak aktif karena kenapa-napa kakaknya, hehe. semangat 💪
Cloudy_Fluffy: /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/Makasih yaa udh mau menunggu. Ini pasti tamaaat, anyway makasih jg atas support-nyaa
total 1 replies
alterna.nas
Yeeeaay! Rhea kembali.
alterna.nas: gak kerasa, 3 tahun 😭
total 4 replies
Ayano
Caper keknya dia sama Kaela
Ayano
Malu nih 😏
Ayano
Penolakan berkedok candaan
Ayano
Nah. Harusnya mah keapus
Cuma ya tergantung trigger sih
Ayano
Kenapa moment ini lebih sweet dari yang kukira ya 😳
Ayano
Judul mewakili cerita ya 😅😅
alterna.nas
Kak, jangan lupa makan, minum, dan istirahat, yaaaa. Mari selesaikan misi Rhea, aku bantu doa dan baca aja sih, ehehehe
alterna.nas: Bukan masalah, Kak. Kembali kasih. Pelan-pelan aja, yaa, nggak usah buru-buru. Hwaiting!!!
total 2 replies
IndraAsya
jejak 🐾
alterna.nas
Jeno udah mulai terima perasaan dia ke Kaela karena sikap Rhea, berarti Jeno jatuh cintanya sama Rhea, ya?

Duh, Jen. Siap-siap patah hati deh lo. Eh, udah, ya?
alterna.nas
Semangat menulisnya, yaaa!
Ayo, tamatkan karya ini. Kajjaaaaaa~!
Cloudy_Fluffy: Kamsahamida!!
total 1 replies
alterna.nas
siapa nih?
Rhea?
Biru?
Kaela?
Nana?
Jeno?
hendra hendra
keren ceritanya
ana in her bebas era
BARBAR BANGET AMPE KEPENTAL KEDUNIA LAIN
alterna.nas
Jeno udah mulai terima perasaan Kaela, walau secara tidak sadar sih.
alterna.nas
Rhea lagi bahagia di dimensi lain, sementara Chika kasihan banget
alterna.nas
entar kena amuk Woo Young-woo kalo mancing paus biru
alterna.nas
Pen nampol si Jeno, tapi di sini terlalu beresiko. Entaran aja. Entar kalo udah waktunya, saya mau nampol saudara Jeno dengan segenap hati.
alterna.nas
Sebenernya, Jeno udah suka sama Kaela, tapi dia nolak kenyataan itu dan berusaha berpaling ke Karina, karena Kaela yang sebelumnya lembek dan terlalu berperikesahabatan terhadap dia, maka Jeno anggap Kaela tetep sebagai sahabat.

Ketika Kaela berubah, Jeno paniklah. Ini balasan yang paling aku suka.

Yok, Rhea! Bikin Kaela bisa nikmatin kebahagiaannya sendiri tanpa si Jeno.

Btw, aku tahu siapa Jeno, Karina, dan Na Jaemin. Apakah akan ada geng 00L lainnya?
Cloudy_Fluffy: HAHAHAHAA...HAI! SIJEUNII
aku bingung dgn penamaan tokoh yg seru, jd memakai nama asli, tidak terlalu buruk.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!