NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:413
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb25

Di tengah malam Ryn terbangun akibat mimpi buruk mengganggu tidurnya. Perasaan Ryn mendadak gelisah takut sesuatu akan menimpa dirinya atau orang yang ia sayang.

Peluh membasahi kening, Ryn yang haus memutuskan mengambil air minum ke dapur. Sejak tadi Ryn tidak melihat keberadaan Sian, mungkin pria itu masih sibuk di ruang kerja.

Di dekat tangga Ryn mendengar sayup-sayup percakapan antara dua orang di ruang tamu.

"Ingat Sian, jika kau masih ingin bersamanya maka tidak ada anak. Tapi saat kutahu dia mengandung benihmu, jangan harap aku tinggal diam." Ancam Lee Tak sedikitpun tidak menurunkan kekejaman yang telah mendarah daging sejak ia muda dulu.

Itu berarti Ryn dan Sian tidak memiliki masa depan menjanjikan sama sekali. Lee Tak hanya mengizinkan Sian memelihara Ryn sebagai kesenangan semata. Yang ayahnya tidak ketahui Sian malah sengaja ingin membuat Ryn hamil anaknya agar bisa menikah dengan atau tanpa restu dirinya.

Seperti dibayar tunai, arti dari mimpi yang Ryn alami kini sudah terjawab. Ryn mengurungkan niatnya pergi ke dapur. Dia memilih kembali ke kamar dan buru-buru menghubungi Alea.

Biar Ryn menanggung semuanya sendiri. Jika dia harus kehilangan Sian kembali maka Ryn Terima. Untuk menghilangkan janin yang tidak bersalah Ryn akan sangat berdosa.

"Halo Ryn ada apa? Kau baik-baik saja bukan?" Saat bisa di hubungi di jam seperti ini artinya dokter Lea sedang tugas malam.

"Aku ingin melakukan pemeriksaan Alea, tapi bisakah kau menutup semua akses? Jangan sampai ada yang tahu, atau Lee Tak akan melenyapkan anak kami." Mendengar penjelasan Ryn sontak membuat Alea tak percaya sekaligus tidak heran. Sejak dulu dia dikenal sebagai iblis di dunia bisnis.

"Aku mengerti Ryn, aku tahu siapa yang bisa melakukannya." Sambungan berakhir tepat ketika Sian membuka pintu kamar.

"Siapa yang menelepon?" Tentu Sian menangkap kegugupan Ryn usai menutup telepon.

"Alea, aku membuat janji temu besok." Jawab Ryn berusaha bersikap tenang agar Sian tidak meragukannya.

"Baiklah, besok aku harus ke perusahaan. Biar Jun dan Pearly yang mengantar." Sian berdiri di samping Ryn mengusap lembut kepalanya.

'Sian, kau menginginkannya bukan? Aku akan menjaga anak kita, tapi artinya kau dan aku mungkin harus berpisah lagi.'

Ryn tersenyum sambil memikirkan jalan keluar.

"Kau butuh sesuatu atau ingin makan malam?" Sian ingat Ryn belum sempat makan akibat ketiduran karena kelelahan melayaninya.

"Ya Sian, aku lapar dan haus." Ucap Ryn memberitahu.

"Baiklah, aku akan kebawah membuat kudapan. Kau bisa menunggu sambil istirahat." Sianpun keluar kamar.

Dan Sian mampir lebih dulu ke ruang kerja di sebelah kamarnya. Dia memeriksa sesuatu untuk memastikan.

'Jadi kau sudah tumbuh diperut mamamu? Papa janji akan melindungi kalian.'

Rupanya Sian mendengar hasil rekaman percakapan Ryn, sejak dulu kamar Sian memang sengaja disadap guna menghindari hal tak diinginkan.

Sian yang merasakan kebahagiaan luar biasa tersenyum sumringah mengetahui kehamilan Ryn. Ia dengan semangat mambuat dumpling isi ayam tanpa bantuan siapapun.

Ryn menyantap hidangan tengah malam yang sangat lezat menurutnya. Kulit yang dibuat langsung oleh Sian begitu lembut beradu dengan rasa juicy daging ayam bercampur udang terbaik nomer satu.

"Kau pandai memasak Sian." Puji Ryn disela mengunyah makanan, Sian hanya tersenyum lalu tangannya bergerak mengusap kepala Ryn. Mereka duduk berdampingan di meja makan saat semua orang sudah terlelap.

"Terima kasih Zhao Ryn..." Gumam Sian namun masih bisa didengar.

"Untuk apa?" Tanya Ryn bingung tiba-tiba Sian mengucapkannya.

"Karena kau bersedia kembali padaku." Mendadak keduanya saling tatap dalam diam. Ryn menelan ludah susah payah merasakan gejolak hawa panas pada tubuhnya.

Sian yang menyadari kegelisahan Ryn lantas segera berdiri lalu menggendongnya gaya pengantin kembali ke kamar. Dia masih waras jika harus melakukan percintaan di ruang makan. Sian harus tetap menjaga marwah seorang Zhao Ryn, ibu dari anaknya.

***

Esok paginya, Sian berangkat ke perusahaan lebih awal karena pekerjaan sudah menantinya. Sementara Jun harus menemani Ryn ke rumah sakit bersama Pearly.

"Ryn, kau baik-baik saja?" Alea langsung berhamburan memeluk Ryn usai tidak berjumpa cukup lama.

"Ya dokter Lea, aku sangat baik." Jawab Ryn mengusap punggung Lea, wanita muda itu sekilas melirik ke arah Jun yang tampak salah tingkah. Sepertinya hubungan mereka ada kemajuan. Hanya Ryn yang menyadari ada sesuatu diantara Jun dan Lea.

"Ayo kita masuk." Ajak Lea menuju ruang dokter spesialis yang akan menangani Ryn.

"Selamat datang.." Sambutan dari dokter wanita paruh baya berhasil membuat Ryn menengok Kesamping, seolah meminta penjelasan Lea.

"Tidak apa Ryn, dokter Vennie sangat bisa dipercaya." Lea menggenggam tangan Ryn meyakinkan.

Kemudian Ryn akhirnya mengikuti arahan perawat untuk berbaring. Dokter Lea sendiri terpaksa meninggalkan mereka karena ada panggilan darurat.

"Tidak perlu tegang Ryn, aku berjanji akan membantumu." Ucap Vennie mencoba membuat Ryn tenang.

"Kenapa kau sangat baik padaku? Seharusnya kau menjaga baik-baik suamimu, siapa yang tahu ibuku akan bertindak gila untuk merebutnya." Kata Ryn memperingati Vennie soal sifat Yuni sang ibu kandung.

"Lihatlah, calon anak kalian masih sebiji kacang. Usianya sekitar enam minggu. Trimester pertama sangat rawan keguguran, kau dan tuan muda harus berhati-hati dalam berhubungan." Vennie menatap layar sambil menempelkan alat USG ke perut Ryn.

Ryn melirik ke layar, tanpa terasa air matanya menetes begitu saja. Ryn terharu sekaligus memiliki kekhawatiran berlebih menatap esok hari. Takut hal buruk menimpa dia dan calon anaknya mengingat peringatan Lee Tak.

"Ryn, kau harus tahu sesuatu..." Vennie berniat mengatakan satu hal tanpa ingin menyembunyikan apapun dari Ryn.

Pearly dan Jun saling lirik mendapati Ryn hanya diam merenung sejak meninggalkan ruangan dokter. Beberapa kali ditanya seperti tidak memperhatikan.

Ryn masih mengingat dengan jelas apa yang dokter Vennie sampaikan tadi. Ryn menangis dalam diam agar tidak ada yang tahu dirinya tengah merasakan sedih dan sakit secara bersamaan.

"Nona, tuan muda meminta anda menemuinya di perusahaan." Jun kembali buka suara menyampaikan pesan dari Sian untuk Ryn.

"Baiklah." Sahut Ryn menggigit bibir menahan isak tangisnya.

Ryn kembali menginjakkan kakinya ke hotel, tempat ia dulu bekerja. Beberapa staf yang mengenalnya memandang Ryn dengan berbagai asumsi. Ryn yang sedang tidak ingin ambil pusing terus berjalan menatap kedepan bersama Jun dan Pearly menuntun.

"Ryn..." Gumam Bass menangkap sosok wanita yang sudah mencuri hatinya kini kembali muncul.

Setibanya Ryn di depan ruang kerja Sian, dia menghela nafas berat berusaha menutupi perasaannya. Sian tidak boleh tahu atau semua akan rumit baginya.

"Sayang,,," Sambut Sian setelah Ryn membuka pintu, Sian langsung meninggalkan pekerjaan yang melelahkan.

"Hai..." Balas Ryn masuk kedalam pelukan hangat Sian. Rasanya masih tetap sama, nyaman dan aman.

"Bagaimana pertemuan kalian? Sepertinya sangat menyenangkan." Sian menuntun Ryn duduk di sofa, tak pernah ingin melepaskan tangannya.

"Alea sangat sibuk, kami tidak mengobrol lama. Aku bertemu nyonya Vennie." Raut wajah Sian langsung berubah mendengarnya. Sian lupa memberitahu Ryn bahwa ibunya sudah keluar dijamin oleh sang ayah.

"Benarkah? Lalu kalian membicarakan apa hem?" Tangan Sian bergerak menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Ryn.

"Dia bilang akan berpisah dengan ayahku karena tuan Zhu Ma sudah menemukan kembali cintanya." Ungkap Ryn menjelaskan apa yang Vennie sampaikan padanya.

"Itu bagus, kalian bisa mencoba membangun keluarga baru." Ryn menyandarkan kepalanya di dada bidang Sian sementara pria itu mendekapnya erat.

"Aku sudah tidak ingin memikirkan mereka. Sian aku lapar sekali." Ryn mengalihkan pembicaraan, dia terlalu lelah soal keluarganya yang berantakan.

"Baiklah kita cari tempat makan malam sesuai keinginanmu." Karena Sian tahu Ryn pasti mengalami fase mengidam. Jadi biarkan kekasihnya memilih sendiri.

Dan benar saja, Ryn mengajak Sian makan di restoran Indonesia. Memesan beberapa menu khasnya seperti rendang daging, gulai, hingga sayur singkong tumbuk beserta sambal cabai hijaunya. Ryn juga mengajak Jun, Pearly bahkan menghubungi Alea untuk ikut bergabung. Untungnya dokter umum itu sedang istirahat.

"Bagaimana menurutmu?" Tanya Ryn penasaran ingin tahu penilaian Alea.

"Bumbunya sangat kuat dan memiliki aroma baru bagi lidah kita." Jawabnya sambil mengunyah daging sapi bagian khas yang begitu lembut.

"Pelan-pelan Zhao Ryn!" Sian menyeka noda bumbu di sudut bibir Ryn tanpa sungkan, sedangkan mereka yang menyaksikan saling mengalihkan pandangan.

"Terima kasih." Ucap Ryn sedikit tersipu mendapat perlakuan romantis dari Sian.

Di tengah suasana hangat mereka tiba-tiba dikejutkan dengan keributan dari arah luar ruang VIP. Ternyata ada beberapa orang yang memaksa masuk ingin bertemu seseorang.

Sian menggenggam erat tangan Ryn, Ryn kembali merasa dirinya dan calon anak mereka dalam bahaya. Sisi keibuannya muncul, Ryn akan melindungi malaikat kecil di dalam perutnya meski ia harus bertaruh nyawa sekalipun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!