Ara dan Arion menikah karena karena perjanjian perjodohan kakek mereka. Hubungan keduanya terbilang harmonis.
Sementara Leona, sang ibu mertua tidak menyukai Ara, namun ia tidak punya hak untuk menolak perjodohan itu. Sehingga, ia bersikap tidak kejam pada Ara namun hanya mampu di lakukan di belakang Rion.
Hingga kematian kakak Rion merubah semuanya. Rion menjadi acuh dan menunjukkan kebenciannya pada Ara. Leona pun terang-terangan menjadikan Ara sebagai pembantu di kediamannya.
Ara berusaha bertahan karena cintanya pada sang suami, hingga sedikit demi sedikit rahasia mulai terbongkar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TGW 28 Rion Kecelakaan?
The Great Wife (28)
Padahal, aku sudah berusaha untuk membuatmu percaya bahwa Ara lah pelakunya. Namun, seiring berjalannya waktu, kamu terlihat tidak percaya. Bahkan malah berniat melaporkan kejanggalan kematian kakek ke polisi.
Kamu pikir aku akan membiarkan kamu melakukan semua itu? tentu saja Tidak! Bukti yang aku berikan untuk menjebak Ara malah berbalik menyerang ku? mana mungkin aku membiarkannya."
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Rion hanya diam mendengarkan semuanya. Karena Rion memang tidak bisa apa-apa.
Bahkan hanya karena Ara, kamu akan memenjarakan Javin? Jangan kamu pikir akua akan membiarkan anakku mendekam di penjara. Jika kamu bertanya kenapa aku bersikap begini padamu? Tentu karena kamu bukan anakku. Ya, kamu hanya anak sambung ku.
Kamu tidak usah khawatir, sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya. Aku tidak menyangka harus menghilangkan nyawa semua anggota keluarga Alvarendra. Hahahah" Leona tertawa.
"Apa kamu sudah bersenang-senang nya?" tanya Johan yang dari tadi hanya jadi pendengar setia.
" Sudah."
"Ya sudah, ayo lakukan!" pinta Johan.
Rion memperhatikan apa yang akan di lakukan kedua orang itu.
"Kalian masuklah ke kamar. Lakukan tugas kalian." Dua orang berbadan besar berbaju hitam masuknke dalam kamar Rion, dia menggotong tubuh Rion.
Leona dan Johan hanya mengikuti mereka dari belakang. Hingga akhirnya Rion di masukkan ke dalam mobil dimana ada Ilham yang berdiri di samping mobil.
Rion terkejut melihat keberadaan Ilham disana.
Bukankah Ilham berpihak pada Ara?
Ilham terkejut mendapati Rion yang di gotong dan di masukkan kedalam mobil dalam keadaan tidak berdaya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ilham terus melihat ke arah Rion dan hal itu terlihat oleh Mommy Leona.
"Kamu tidak perlu tahu apa yang terjadi, kerjakan saja tugasmu. Antarkan Rion ke alamat yang sudah aku berikan." Mommy Leona memberi perintah.
"Ba-baik Nyonya." Ilham menjawab dengan tergagap.
Ilham pun segera masuk dan mulai menjalankan mobilnya keluar dari mension.
"Apa kita harus mengikutinya untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana?" tanya Mommy Leona.
" Tunggulah beberapa saat. Kalau mobil kita terlihat mengikuti mobil itu, bisa-bisa kita akan ketahuan karena pasti ada rekaman CCTV di jalan yang menangkap keberadaan mobil kita yang beriringan dengan mobil Rion.
Karena setelah polisi tahu, pasti mereka juga akan mengecek CCTV."
Leona mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia kemudian masuk kedalam di ikuti oleh Johan. Sementara kedua orang yang tadi di suruh menggotong Rion menunggu di luar.
Sementara itu di dalam mobil, Rion terus memperhatikan gerak-gerik Ilham.
" Apa Tuan tidak apa-apa?" Tanya Ilham sambil melirik ke arah kaca spion.
Namun, Rion tidak bisa menjawab sekalipun ingin menjawab.
" Sebenarnya, apa yang dilakukan Nyonya pada anda?" Tanya Ilham menyadari sesuatu yang aneh karena tuan mudanya hanya diam tidak bergerak ataupun bersuara.
" Tuan tenang saja,saya ada di pihak Anda."
Ilham mencoba menelpon seseorang namun, ia terkejut saat karena remnya blong.
" Remnya blong!" Seru Ilham khawatir.
Tidak hanya Ilham, Rion pun terlihat khawatir karena ia bahkan tidak bisa melakukan apapun.
Ilham membelokkan mobilnya ke arah kiri disaat seharusnya ia berjalan lurus jika mengikuti perintah Nyonya nya.
" Saya akan melewati jalan menanjak itu dan berusaha mencari pertolongan." Jelas Ilham.
"Semoga ada yang bisa menolong kita sebelum kita melewati jalan menurun nantinya." Harap Ilham.
...******...
Setelah merasa cukup mengulur waktu, Mommy Leona dan Johan pergi untuk memastikan rencana mereka berhasil.
" Kau yakin akan berhasil?"
" Tentu saja." jawab Johan.
Namun, saat mereka sampai di tempat dimana seharusnya kecelakaan itu terjadi, tidak ada kejadian apapun disana. Semuanya nampak normal.
" Bukankah harusnya di sini?" tanya Johan pada dua oranga yang ada di depannya.
" Benar, Tuan"
" Lalu mana?" teriaknya lagi.
Melihat Kekasihnya berteriak, Mommy Leona penasaran. " Ada apa?"
" Jika Ilham pergi ke alamat yang kita perintahkan, harusnya mereka mengalami kecelakaan di jalan menurun ini." jelas Johan.
" Lalu mereka dimana?" Mommy Leona mulai khawatir rencananya gagal.
"Wiiuuuuuu,,, Wiiuuuu.... Wiiuuuuuu"
Tiba-tiba suara sirine memekakkan telinga.
Sebuah mobil pemadam kebakaran melaju dengan kencang di ikuti mobil ambulans di belakangnya.
" Pasti ada sesuatu. Ikuti mobil pemadam itu". Perintah Johan pada supirnya.
Mereka pun mengikuti mobil pemadam. Hingga mobil pemadam kebakaran itu berhenti di sebuah jalan yang agak menurun dimana ada sebuah mobil terbakar dengan hebatnya.
Banyak yang menyaksikan sekalipun masih menjaga jarak karena khawatir dengan apu ya ng berkobar.
" Kamu lihatlah apa yang terjadi.!" Johan menyuruh salah seorang anak buahnya untuk mencari tahu.
Anak buah yang di maksud segera turun dan melihat apa yang terjadi disana.
Tidak lama kemudian ia masuk kembali setelah merasa cukup mendapatkan informasi.
" Bagaimana?"
" Ada kecelakaan mobil di depan. Dilihat dari nomor platnya, itu mobil yang tadi di pakai Ilham" Kelas orang suruhan Johan sambil menunjukkan video dimana sebuah mobil terbakar dengan plat mobil yang masih bisa terlihat.
" Mereka mengatakan ada penumpang yang terjebak di dalamnya"
Johan tersenyum senang. Sepertinya rencananya berhasil sekalipun bukan di tempat yang ia prediksi.
" Sepertinya Ilham m
yang menyadari ada masalah pada remnya merubah jalur kendaraan mereka" Tebak Johan.
" Jadi, mereka tidak selamat?" Mommy Leona penasaran.
" Tentu saja. Seperti kejadian yang menimpa mantan suamimu itu"
...******...
Keesokan harinya, dunia di gemparkan dengan kecelakaan yang menimpa mobil dimana Rion ada sebagai penumpang.
Bahkan mereka mengatakan bahwa penumpangnya tewas.
Setelah mengetahui korban adalah Arion Alvarendra, seorang pengusaha sekaligus suami dari Amara Salfaraz yang beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan bahkan jasadnya belum ditemukan,banyak spekulasi yang beredar.
Ada yang berpikir mungkin Rion bunuh diri karena ingin menyusul sang istri yang sangat sedikit kemungkinan masih hidup.
Leona dan Johan hanya tertawa karena semua berjalan sesuai rencana.
" Kita tinggal melakukan rencana selanjutnya." Ucapan Johan di angguki oleh Leona.
Sementara seorang perempuan yang sedang menonton tayangan berita tentang kecelakaan itu hanya melihat dengan datar.
" Nikmatilah kemenangan kalian yang hanya sesaat itu." Ucapnya sambil melihat ke arah laki-laki yang terbaring di atas ranjang pasien dan nampak tidak sadarkan diri.
" Kak, kakak harus cepat sembuh." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ara, dialah wanita itu. Ia dalam keadaan selamat sekalipun pergelangan tangannya masih di perban.
Sementara orang yang terbaring itu, adalah Rion suaminya yang berhasil di selamatkan oleh orang-orang suruhan Ayahnya.
Namun, kondisinya sungguh memprihatinkan. Ia mengalami lumpuh akibat perbuatan Mommy Leona yang sudah memberikan obat kepadanya.
" Kakak tenang saja, kakak akan sembuh seperti sedia kala. Aku akan melakukan apapun" Ucap Ara menggenggam tangan Rion
TBC
...----------------...
Tunggu flashback nya ya 😉
...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, like, komentar dan subscribe....
...Terimakasih atas dukungannya...
...🥰🥰🥰...