NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memilih Untuk Percaya

Nara berdiri di balik pintu ruang kerja dengan napas tertahan. Celah pintu yang sedikit terbuka itu memperlihatkan Elvano yang sedang duduk di balik meja kerjanya.

Di tangannya tergenggam sebuah amplop cokelat. Tatapannya terlihat begitu serius. Nara tidak tahu apa isi amplop itu. Namun entah mengapa, firasat buruk memenuhi pikirannya.

"Apa amplop itu dari Damian?" gumamnya pelan.

Dia mengangkat tangannya, berniat mengetuk pintu. Namun sebelum jemarinya menyentuh daun pintu, suara Elvano terdengar.

"Masuklah."

Nara terkejut, apa sejak tadi pria itu tahu keberadaannya?. Jika iya, apa yang harus dia katakan?.

Dengan pelan dia membuka pintu itu. Elvano mengangkat wajahnya kemudian menoleh ke arah istrinya yang perlahan berjalan mendekatinya. "Kamu belum tidur?" tanyanya saat melihat jam dinding. Sekarang sudah larut malam dan istrinya belum tidur.

Nara memaksakan senyum. "Tadi aku melihat lampu mu masih menyala jadi aku ingin memeriksanya." bohongnya. Untungnya Elvano hanya mengangguk.

Tatapan Nara tertuju pada amplop yang baru saja diletakan pria itu. "itu apa?" tanyanya penasaran.

Elvano menatap amplop di atas mejanya beberapa detik, lalu menutupnya perlahan.

"Hanya pekerjaan."

Nara mengangguk pelan. Meski dia tahu, amplop itu bukan sekedar pekerjaan.

"Ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Elvano saat wanita itu hanya diam dan berdiri dihadapannya.

Nara menggeleng. "Tidak. Kamu?"

Elvano mengembuskan napas pelan. "Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."

Keheningan memenuhi ruangan.

Nara merasa bersalah. Dia sadar, semua masalah ini muncul karena dirinya menyembunyikan terlalu banyak hal dibelakang pria itu. "Elvano."

"hm?" pria itu menatapnya dengan tatapan menelisik.

"Kalau..." Nara menggigit bibir bawahnya. "Kalau suatu hari nanti aku mengecewakanmu. Apa yang akan kamu lakukan?" entah kenapa dia tiba-tiba melayangkan pertanyaan seperti ini. Jelas Elvano akan berpikir yang tidak-tidak terhadapnya.

Bodoh sekali kamu Nara.

Elvano menatapnya cukup lama. "Aku akan mencari tahu alasannya."

Jawaban itu membuat Nara terpaku. "Bukan langsung marah?" wah, tidak sesuai prediksinya. Dia pikir pria itu akan marah atau yang paling parah. Mengusirnya dari sini.

Elvano menggeleng. "Semua orang punya alasan melakukan sesuatu. Termasuk kamu."

Nara menundukkan kepala. Air matanya mata hampir jatuh.

Dia tidak menyangka, pria ini terlalu baik.

......

Setelah Nara keluar dari ruang kerja, Elvano kembali membuka amplop tersebut. Beberapa foto berserakan di atas meja. Foto Nara bertemu Damian di taman. Foto Damian yang berdiri sangat dekat dengannya.

Semuanya tampak seolah mereka sedang menjalin hubungan rahasia.

Namun. Elvano justru kembali memperhatikan ekspresi wajah Nara. Anehnya di setiap foto, tidak ada senyum yang terlihat di wajah cantik wanita itu.

Yang terlihat hanyalah wajah tegang seolah Bianca tengah ketakutan.

"Kalau memang berselingkuh kenapa wajahmu seperti itu?" gumam Elvano bertanya-tanya. Mungkin jika pria lain. Dia akan langsung menanyakan hal ini kepada pasangannya, atau bahkan bisa langsung menuduhnya berselingkuh.

tapi ini dirinya, dia mengenal Bianca, meskipun hubungan mereka tidak begitu baik. Tapi dia bisa membedakan, mana tatapan cinta dan mana tatapan tertekan. Dan bisa dia lihat, tatapan Bianca terhadap pria itu bukanlah tatapan penuh cinta, tapi tatapan penuh ketakutan dan tertekan.

Apa Bianca sedang di ancam pria itu?.

Dia kembali mengambil secarik kertas yang ikut dikirim bersama foto-foto itu.

Istrimu membohongimu. Dia masih berhubungan dengan pria ini.

Elvano terkekeh pelan. "Lelucon yang buruk." dia yakin tujuan si pengirim ingin dirinya dan Bianca berseteru.

Tanpa ragu, dia merobek surat itu menjadi beberapa bagian. "Kalau ingin menghancurkan rumah tanggaku, setidaknya kirim bukti yang lebih meyakinkan."

......

Keesokan paginya...

Nara turun ke ruang makan. Dia tampak sedikit gugup. Semalaman dia terus memikirkan amplop yang dilihatnya.

"Selamat pagi." dia menyapa Elvano yang sudah duduk di meja makan.

"Pagi." jawab Elvano seperti biasa. Tidak ada perubahan sikap dari pria itu.

Hal itu justru membuat Nara semakin bingung. "Apa semalam benar-benar hanya pekerjaan?" batinnya. Tapi dia yakin isi amplop itu pasti sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.

Di tengah sarapan, Elora tiba-tiba mengangkat gelas susunya. "Papa."

"Hm?"

"Besok ada acara di sekolah." Nara dan Elvano sama-sama menoleh.

"Acara apa?" tanya Nara.

"Family Day." Elora tersenyum lebar. "Kata Bu guru harus datang bertiga."

Nara spontan melirik Elvano. "Besok kamu kerja kan." tanyanya pada pria itu. Elvano masih diam, dia melihat putrinya.

Elora langsung memasang wajah memelas saat di tatap sang papa. "Papa Please." dia memasang wajah memelasnya, tidak lupa tangannya yang tertaut didepan wajahnya. Seolah sedang memohon pada papa nya.

Elvano berpura-pura berpikir. "Hm.. Kalau Papa datang hadiahnya apa?"

Elora tertawa. "Peluk."

"Cuma peluk?" alis Elvano terangkat sebelah.

"Sama cium." sahut Elora cepat.

Elvano berpura-pura berpikir hingga beberapa detik kemudian. "Baiklah papa akan datang."

Elora langsung bersorak kegirangan. "Mama juga ya."

Nara tersenyum. "Tentu." lagipula dia pengangguran disini, jadi punya banyak waktu untuk menemani Elora.

......

Di kantor.

Raka kembali memasuki ruang kerja CEO. "Pak ada laporan baru."

"Masuk." Raka langsung masuk dan menyerahkan sebuah map dihadapan Elvano.

"Orang yang mengirim amplop semalam memakai identitas palsu dan tidak terlacak."

Elvano mengangguk. "Sudah kuduga."

"Pak... Boleh saya bertanya sesuatu?" Raka tampak ragu.

"Tanya."

"Kenapa Bapak tidak langsung menanyakan foto-foto itu kepada Bu Bianca?" ini yang membuat Raka bertanya-tanya.

Elvano berdiri lalu berjalan ke arah jendela. "Karena aku melihat matanya."

"Matanya?" Raka memiringkan kepalanya. Dia tidak paham.

"Jika Bianca benar-benar berselingkuh pasti tatapannya terlihat bahagia, tapi aku melihat matanya memancarkan sebuah ketakutan."

Raka terdiam. Dia tidak pernah menyangka atasannya bisa berpikir kritis.

"Aku belum tahu apa yang disembunyikannya."

"Lalu kenapa anda tetap percaya?" tanya Raka yang membuat Elvano tersenyum tipis.

"Karena selama beberapa bulan terakhir, dia sudah membuktikan dirinya. Dia menjaga Elora dan rumah ini."

Elvano berhenti sejenak.

"Dia berhasil membuatku ingin pulang ke rumah."

Raka ikut tersenyum. "Itu jawaban yang bagus, Pak."

......

Sore harinya.

Nara sedang membantu Elora menggambar di ruang keluarga. Tiba-tiba ponselnya bergetar.

Nomor tidak dikenal. Dia membuka pesan itu.

Kau pikir Elvano akan terus mempercayaimu? Besok, aku akan membuatnya melihat kebenaran versiku.

Napas Nara tercekat. Jarinya mulai gemetar.

"Mama?" Elora memanggilnya. Dia buru-buru mematikan layar ponselnya.

"Iya, Sayang?"

"Lihat." Elora menunjukkan gambar hasil coretannya. Ada tiga orang yang bergandengan tangan.

"Itu siapa?" tanya Nara.

"Itu Papa."

"Itu Mama."

"Itu Elora."

"Lalu ini di rumah."

Nara tersenyum haru. Gambar itu sederhana.Namun membuat tekadnya semakin bulat.Apa pun yang Damian rencanakan, dia tidak akan membiarkan pria itu menghancurkan keluarga kecil ini.

Sementara di sebuah ruangan gelap, Damian menatap layar laptop yang menampilkan rekaman CCTV mansion Ardhana.

Dia tersenyum tipis. "Besok pertunjukan yang sesungguhnya akan dimulai."

1
Wawasan Ilmu NgertiYuk
lanjut kk
meowww
ceritanya unik
meowww
next thor 💪
meowww
masalahnya ckp rumit ya thor
meowww
jadi kepo deh
meowww
jadi penasaran sama masalalu vano juga Bianca
meowww
jadi siska tu sp
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!