CERITA INI SAMBUNGAN DARI NOVEL SEBELUMNYA YANG BERJUDUL SAMA ,TAPI DI SINI KITA AKAN BERFOKUS PADA CERITA IVAN DAN ANGGI
Anggi yang awalnya hanya gadis biasa dan hidup pas²an tapi semuanya berubah setelah kepergian sang ayah untuk selama nya di mana dokter yang menangani ayah nya berjanji pada ayah nya sebelum meninggal
Hingga hubungan keduanya menjadi saudara tak kalah orang tua dokter mengangkatnya jadi anak Namun ada yang membuat Anggi tidak tenang saat perasan nya mulai tumbuh pada sang dokter.
nanti kita akan selingi dengan Brian dan Alex ya 😘😘😁
bagaimana kisah keduanya ?? apa kah mereka akan bahagia atau mereka akan memiliki jalan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin berani
" Anggi belum turun Bu ? " Ivan melirik kursi kosong di samping nya lalu menarik kursi nya duduk.
" Sudah berangkat " Seketika Ivan langsung menatap ke arah ibu nya " Berangkat ? Dia melewatkan lagi waktu sarapan nya ? " Suara Ivan sedikit meninggi menatap sang ibu .
" Tadi dia sudah minum susu ,terus bawah bekal " jawab Widya ,Ivan menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan dengan berat " Kenapa anak itu semakin susah di atur " Ujarnya kesal .
"Dia ingin mengejar ketinggalannya kak karena dua hari tidak masuk jadi dia minta temannya juga untuk datang pagi biar dia bisa pelajari " Terang Widya .
" Lalu ibu percaya ? Bu sekarang itu bukan zaman di mana² menulis masih di atas daun " Jawab Ivan menggeleng.
" Masih pagi Lo " Tegur sang ayah yang baru saja datang.
" Putri ayah itu " Ucapnya menyalahkan Anggi .
" Dia sudah berangkat " Tebal sang ayah .
" Iya ,tadi tidak sempat sarapan cuma minum susu soalnya temannya sudah ada di depannya " Terang Widya.
" Bekalnya tapi ada kan " Widya mengaguk tersenyum" ada yah " Jawab nya .
" Teman nya yang mana ? ' Ivan memicingkan mata pada sang ibu " Ray " Di bawah meia tangan Ivan terkepal dengan kuat memperlihatkan urat² nya .
" Sebentar Anggi pulang siang atau sore ? "Tanya Ivan berat .
" Ibu lupa lagi jadwalnya adikmu " Ivan mendengus kesal begitu juga sang ayah .
" Astaga Widya " Tegur sang suami sedangkan pelaku hanya tersenyum kuda memperlihatkan gigi nya .
" Nanti selesai sarapan ibu lihat jadwal nya nanti ibu kirim kan " Ivan tidak lagi bersuara dan fokus pada sarapan nya begitu juga yang lainnya .
Di sisi lain kini Anggi tengah berada di taman bersama Putri.
" Maaf lagi² aku meminta mu datang lebih pagi " Putri menggeleng tersenyum " Tidak papa " Jawabnya jujur .
" Tapi kamu sudah baikan kan ? " Anggi menyandarkan tubuhnya di kursi panjang itu di ikuti Putri " Aku tidak perna baik Put " Ujarnya lirih menatap langit yang sudah berubah warna terang .
" Aku tidak tahu harus mengatakan apa,selain sabar " Ujar Putri bingung .
" Kamu cukup mendengarkan saja ,dan aku harap kamu tidak bosan " Anggi memalingkan wajahnya ke samping menatap Putri.
" Bosan tidak tapi kuping ku panas " Jawabnya tertawa begitu juga dengan Anggi.
" Hai " Keduanya menatap ke sumber suara " Ngapain mojok di sini " Ray langsung duduk di samping Anggi .
" Sudah selesai kak ? " Ray mengaguk " Sudah " Jawab Ray.
Sesampainya mereka di sekolah Ray kembali pergi karena ada yang harus di selesaikan.
" Ini sarapan dulu " Anggi menatap plastik yang berada di tangan Ray " Jangan bilang kakak hanya beralasan ada urusan tapi nyata nya pergi beli ini " Anggi menatap Ray dengan tatapan tajamnya , bukannya takut Ray malah tertawa " Memang ada urusan GI ,dan kebetulan aku lihat ada tukang bubur ayam jadi sekalian beli , aku yakin kamu belum sarapan " Jawab Ray tersenyum.
" ya memang sih belum sarapan ,tadi rencananya mau ke kantin tapi pasti belum buka ,makasih ya kakak nanti aku ganti uang kakak " Ujar Anggi tulus.
" Aku membelikannya bukan untuk kamu ganti Gi, kalau kamu ganti kamu bisa membeli sendiri " Tolak Ray tak suka .
" Aku seperti nyamuk di sini " Kedua manusia itu menatap ke arah putri lalu keduanya tertawa.
" Maaf ...maaf Put" Putri mencibir kan bibirnya kesal " Kakak Ray hanya ingat Anggi padahal aku juga belum sarapan " Putri masih mempertahankan wajahnya menggoda Ray.
" Kita bisa makan bersama Put" Jawab Anggi tak enak para Ray .
" Kalau begitu aku belikan lagi " Anggi langsung menahan Ray yang akan beranjak " Tidak udah kak yang ini saja " Ucap Anggi menatap Ray .
" Aku cuma bercanda kak " Ujar Putri tertawa.
" Aku sudah sarapan,serius " Lanjut nya jujur.
" Serius " Putri mengaguk tersenyum " Iya kak, jadi kakak duduk lagi " Ray kembali duduk namun tangan Anggi masih memegang lengan nya .
" Sarapan Anggi ,dari tadi pegang tangan Kaka Ray terus mau nyebrang " Putri kembali menggoda sang sahabat membuat wanita itu langsung melepaskan tangan nya dari lengan Ray" Maaf kak " Ujarnya tak enak " Tidak papa ,lebih baik kamu makan keburu dingin " Anggi menatap putri yang masih tertawa dengan kesal " Awas kamu " Ancam nya namun putri tidak takut sama sekali.
💐
💐
💐
Ivan sudah berada di parkiran khusus mobil semenjak 10 menit yang lalu dia menatap setiap orang ke luar dari gedung sekolah ,namun dia tidak melihat Anggi .
" Bukannya kata ibu dia pulang jam 2 ,ini sudah jam 2 malahan sudah lewat aku tidak mungkin terlambat kan ? " Ivan merogoh ponselnya menelpon sang ibu.
"Hallo " Jawab di seberang.
" Anggi pulang jam 2 Bu ? " Tanya Ivan to the poin.
" Kamu sudah di sekolah Anggi " Suara sang ibu seketika berubah panik " Iya " Jawab Ivan .
" Maaf ibu lupa kasih tahu tadi ,adikmu pulang jam 12 tadi karena gurunya tidak masuk jadi hanya memberikan tugas " Ivan meremas stir mobilnya dengan kuat .
" Kenapa ibu tidak langsung menelpon Ivan " Ujar Ivan menahan kesal nya.
"Maaf Nak ,ibu benar² lupa " Ujar Widya menyesal .
" Tapi Anggi pulang sama sopirkan ? " Tanya Ivan .
" Adikmu belum pulang , katanya agak sorean soalnya lagi main sama teman² nya " Ivan mengeraskan rahangnya tangannya sejak tadi terkepal dengan kuat.
" Iya sudah Ivan kembali lagi ke rumah sakit " Tanpa menunggu jawaban sang ibu , Ivan langsung menutup panggilan itu .
" Kamu semakin berani " Ivan menatap dingin ke arah depan lalu menyalahkan mobilnya dan meninggalkan sekolah Anggi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
lanjut dong kak 🙏