NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Kepulangan Lin Fan

Matahari mulai condong ke barat, mewarnai langit Kota Qingyun dengan nuansa jingga kemerahan yang dramatis. Di gerbang utama Hutan Kabut Utara, suasana berubah dari antusiasme perburuan menjadi kecemasan yang mencekam.

Para anggota klan telah kembali satu per satu, membawa hasil buruan mereka—kulit rusa, tanduk babi hutan, atau sekadar cerita tentang nyaris lolos dari cakar binatang buas. Namun, satu sosok yang paling dinanti (atau ditakuti) belum muncul: Lin Fan.

Lin Hao berdiri di dekat pos penjaga, kakinya mengetuk-ngetuk tanah dengan gelisah. Di sampingnya, Luo Feng tampak pucat, keringat dingin membasahi dahinya meskipun udara sore cukup sejuk.

"Dia sudah tiga jam terlambat," geram Lin Hao, suaranya rendah namun penuh tekanan. "Apakah kalian yakin tidak ada jalan keluar lain dari tebing itu?"

"Tidak ada, Tuan Muda," jawab salah satu pengawal dengan gugup. "Tebing itu curam seratus meter. Jika dia jatuh... atau diseret oleh Serigala Bayangan ke dalam sarang... kemungkinannya nol."

"Kalau begitu, kenapa tidak ada mayat? Kenapa tidak ada tanda-tanda pertarungan besar selain di titik jebakan?" tanya Lin Hao, matanya menyipit curiga pada Luo Feng. "Jangan-jangan kau gagal meracuni serigalanya? Atau jebakanmu terlalu lemah?"

Luo Feng menelan ludah. "Saya menjamin racun itu bekerja! Tapi... ada sesuatu yang aneh. Frekuensi suara aneh terdengar sebelum serigala menyerang. Itu mengganggu insting mereka."

Sebelum Lin Hao bisa memarahi lebih lanjut, kerumunan di gerbang tiba-tiba hening. Sebuah keheningan total yang menyebar seperti gelombang kejut. Semua mata tertuju ke arah jalur hutan yang gelap.

Dari balik pepohonan, seorang figur berjalan keluar dengan langkah tenang. Jubahnya kotor, berlumut, dan robek di beberapa bagian. Wajahnya tertutup lumpur kering. Tapi ia berjalan tegak. Tidak ada luka darah yang terlihat. Tidak ada tanda-tanda diseret paksa.

Itu Lin Fan.

Di tangannya, ia membawa seikat tanaman herbal biasa yang terlihat seperti rumput liar. Di pinggangnya, lonceng tembaga retak masih tergantung, berayun pelan seiring langkahnya.

Lin Hao terpaku. Matanya membelalak, seolah melihat hantu bangkit dari kubur. "Mustahil..." bisiknya.

Lin Fan berhenti beberapa meter dari kerumunan. Ia menatap Lin Hao, lalu tersenyum tipis—senyuman yang tidak mencapai matanya.

"Maaf aku terlambat," kata Lin Fan dengan suara serak namun jelas. "Aku tersesat sedikit di dalam gua kecil saat menghindari serigala. Ternyata, di dalam sana ada banyak tanaman obat langka yang tumbuh di lingkungan lembap. Aku memanfaatkannya untuk membuat ramuan darurat."

Ia mengangkat ikatan rumput liarnya. Bagi orang awam, itu memang terlihat seperti rumput. Tapi bagi mereka yang peka, ada aroma samar energi spiritual murni yang tercium dari tanaman itu—residu dari Bunga Bulan Pucat dan tanaman pendamping lainnya yang tumbuh di dekat sumber Air Spirit.

"Gua?" Lin Hao akhirnya menemukan suaranya, meski nadanya gemetar karena campuran marah dan takut. "Kau masuk ke gua di tebing utara? Itu tempat berbahaya! Bagaimana kau bisa selamat dari Serigala Bayangan?"

"Keberuntungan," jawab Lin Fan singkat. "Dan mungkin serigala-serigala itu sedang sibuk berkelahi sesama sendiri. Aku hanya memanfaatkan momen untuk kabur."

Penjelasan itu terdengar masuk akal bagi kebanyakan orang. Kebetulan adalah hal umum di hutan. Namun, Luo Feng menatap Lin Fan dengan tatapan tajam. Ia mencium sesuatu yang lain dari tubuh Lin Fan. Bukan bau darah atau ketakutan, tapi aroma kesegaran yang aneh—seperti ozon setelah hujan badai. Aroma Air Spirit Murni.

Tubuhnya... pikir Luo Feng ngeri. Energi spiritual di sekitarnya terasa lebih padat daripada pagi tadi. Apakah dia menemukan sumber energi di dalam gua itu?

Lin Hao, yang tidak menyadari detail halus itu, hanya merasa dipermalukan lagi. Lin Fan tidak hanya selamat; ia kembali dengan tangan penuh "hadiah" dan sikap santai yang menghina.

"Kau beruntung sekali, Fan," kata Lin Hao melalui gigi-gigi yang terkatup. "Sangat beruntung. Semoga keberuntunganmu bertahan sampai Ujian Akademi minggu depan."

"Aku juga berharap demikian, Kakak Hao," balas Lin Fan sopan. "Karena aku sangat ingin melihat siapa yang akan lulus, dan siapa yang akan tetap menjadi beban klan."

Tanpa menunggu respons, Lin Fan berjalan melewati mereka, menuju asramanya. Punggungnya tegak, meninggalkan Lin Hao yang menggigit bibir hingga berdarah karena menahan amarah.

Sesampainya di gubuk, Lin Fan mengunci pintu rapat-rapat. Ia membuang topeng tenangnya. Napasnya agak tersengal-sengal, bukan karena lelah fisik, tapi karena adrenalin yang masih mengalir deras. Ia berhasil. Ia kembali tanpa cedera, dan yang lebih penting, ia membawa botol kecil berisi Air Spirit Murni yang ia sembunyikan di dalam lipatan jubahnya.

Ia segera membuka botol itu. Cairan biru pucat berkilau di bawah cahaya lilin, memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang.

"aku rasa air spirit gak bakalan cukup untuk naik tingkat" gumam Lin Fan, matanya menyala dengan determinasi dingin. "teknik yang dulu akan melengkapi nya"

Lin fan segera membuka memori ingatan keterampilan yang membawa nya menaiki puncak dunia "Teknik Tubuh Naga Chaos Primordial."

Ini bukan teknik kultivasi Qi biasa. Ini adalah seni tempur fisik tingkat Dewa dari kehidupan sebelumnya, sebuah metode rahasia yang ditempa oleh darah naga kuno dan esensi bintang jatuh. Teknik ini memungkinkan praktisi untuk menyerap energi eksternal secara paksa ke dalam setiap sel tubuh, mengubah daging dan tulang menjadi senjata hidup. Namun, risikonya sangat besar: jika tubuh tidak cukup kuat, praktisi akan meledak dari dalam.

Di kehidupan sebelumnya, Lin Fan baru menguasai tahap awal teknik ini setelah berusia seratus tahun. Tapi sekarang, dengan jiwa Kaisar yang matang dan tubuh muda yang belum terkontaminasi sepenuhnya oleh kebiasaan buruk dunia rendah, ia akan mengambil risiko apapun.

Ia duduk bersila, telanjang dada. Kulitnya pucat dan kurus, menampilkan tulang rusuk yang menonjol. Ia menelan satu pil penguat tulang terakhirnya, lalu menuangkan setengah isi botol Air Spirit ke dalam mulutnya. Sisanya ia simpan kembali.

Bum!

Energi dingin meledak di Dantiannya, jauh lebih ganas daripada perkiraannya. Rasa sakit yang tajam seperti ribuan jarum es menusuk setiap saraf. Lin Fan menggigit bibir hingga berdarah, namun ia tidak menghentikan aliran energinya. Sebaliknya, ia mulai menggerakkan tangannya dalam pola segel kuno yang rumit—segel yang telah di lupakan dunia ini selama ribuan tahun.

"Naga Bangkit, Tulang Berubah, Darah Mendidih!" bisiknya dalam hati.

Ia mengarahkan energi Air Spirit yang liar itu, bukan ke meridian utama, tapi langsung ke sumsum tulangnya. Dengan bantuan teknik Naga Chaos, ia memaksa energi murni tersebut meresap ke dalam struktur mikroskopis tulangnya.

ARRGHHH....

Krak! Krak! Krakk!

Suara retakan terdengar dari seluruh tubuhnya. Bukan patah tulang, tapi proses pemadatan ulang. Tulang-tulangnya yang rapuh sedang dihancurkan dan dibangun kembali dengan struktur yang lebih padat, lebih keras, dan lebih elastis. Keringat hitam pekat—campuran racun sisa, kotoran metabolisme, dan residu spiritual—menyembur keluar dari setiap pori-pori kulitnya, menciptakan bau busuk yang menyengat di ruangan kecil itu.

Rasa sakitnya luar biasa. Rasanya seperti dibakar hidup-hidup sekaligus dibekukan. Tapi Lin Fan tetap tenang. Kesadaran mentalnya yang kuat bertindak sebagai pandai besi, memukul-mukul "besi" tubuhnya hingga mencapai bentuk sempurna.

Perlahan-lahan, rasa sakit itu berubah menjadi sensasi hangat yang nyaman. Kulitnya yang pucat mulai memerah, lalu menjadi berwarna sawo matang sehat. Otot-ototnya yang dulu lembek kini terlihat definisi jelas, meski tidak besar-besar, namun padat seperti baja tempa.

Energi yang tersisa dari Air Spirit dan pil mendorong batas meridiannya.

Membanjiri nya dengan kekuatan untuk maju

Dari Tahap Pembukaan Meridian Tingkat 1... ke Tingkat 2...

berhenti tepat di ambang Tingkat 3, sebelum stabil di puncak Tingkat 2 dengan fondasi yang jauh lebih kokoh daripada jenius manapun.

Lin Fan membuka matanya. Dua sinar cahaya putih tajam menembus kegelapan ruangan, menerangi debu-debu yang melayang.

Ia mengangkat tangannya. Kali ini, ketika ia mengepalkan tangan, udara di sekitarnya tidak hanya berdesir, tapi terkompresi. Terdengar suara ledakan sonic mini yang halus. Kekuatan fisiknya telah meningkat tiga kali lipat dari pagi tadi. Dengan teknik tubuh ini, pukulan biasa pun kini memiliki daya tembus yang bisa menghancurkan batu granit.

"Hanya satu malam," kata Lin Fan, menatap telapak tangannya yang kini bersih dari kotoran, kulitnya bersinar halus dengan kesehatan prima.

"Dengan Teknik Tubuh Naga Chaos, aku sudah meletakkan dasar pondasi ku menuju kejayaan masa lalu ."

Ia berdiri, merasakan ringan di tubuhnya. Setiap langkahnya terasa bertenaga, seolah-olah gravitasi tidak lagi menjadi beban. Ia bukan lagi remaja lemah yang mudah dipatahkan. Ia adalah pedang yang baru saja ditempa ulang di api neraka.

Namun, ia tahu harga yang harus dibayar. Teknik ini memakan energi vital dalam jumlah besar. Ia akan merasa lapar luar biasa besok pagi. Dan yang lebih penting, aura tubuhnya kini sedikit berbeda—ada tekanan halus yang memancar darinya, sesuatu yang mungkin diperhatikan oleh ahli sejati seperti Paman Gu atau Zhang Wei.

Lin Fan membersihkan tubuhnya dengan air hangat, mengenakan jubah bersih, dan memandang keluar jendela. Bulan pucat menyoroti atap-atap rumah di Kota Qingyun.

"Ujian Akademi tinggal seminggu lagi," bisiknya, senyuman tipis terbentuk di bibirnya.

"Lin Hao, kau pikir kau bermain dengan anak kecil? Tunggu saja. Saat ujian tiba, aku tunjukan Apa itu arti "jenius"

Malam itu, Lin Fan tidur dengan nyenyak, tubuhnya berdenyut dengan irama kekuatan baru yang siap meledak kapan saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!