NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertemuan Neo dan Eric.

"hei... James..." sapa Eric ramah yang melihat James berdiri menatap ke arah Eric dan Neta.

"hmm..." jawab James terdengar tidak suka.

"ngapain kamu di sini James...? bukannya kamu mau pergi ke Australia bersama Clara...?"

Eric terheran menatap James yang hanya berdiri mematung tanpa bereaksi apapun, sedangkan Neta hanya diam tak menunjukkan reaksi apapun.

"kami pending kepergian ke Australia, ada hal yang lebih penting yang harus aku urus. Kamu ngapain di sini...?"

James menatap Eric, dia melihat jika Eric tampak gugup mendengar pertanyaan James.

"oh.. Aku mengantarkan Neta pulang, ada suatu hal juga yang harus kami urus."

Eric tersenyum segan sambil membalas pertanyaan James.

Neta yang dari tadi mendengar obrolan James dan Eric dengan perlahan menautkan tangannya ke lengan Eric, dia sengaja melakukannya agar James segera menghentikan semua omong kosong dan kepura pura an yang sudah Neta tau sebelum datang ke rumah orang tuanya.

"kamu sudah ketemu sama mama dan papa, James...?"

Ucap Neta berbasa basi, James masih diam pandangan matanya tertuju ke arah tangan Neta yang bertaut ke lengan Eric.

Mulut James seakan sulit untuk dia buka, suaranya terasa tercekat mengetahui kenyataan yang dia lihat saat ini di depan mata.

"James.. Are you oke...?" tanya Neta menatap James yang tidak baik baik saja.

"Neta... Kamu kah itu nak...?"

Suara lantang seorang wanita dari dalam rumah membuat Neta, Eric dan juga James terkesiap.

Langkah cepat seseorang dari dalam rumah terdengar begitu terasa mengisi kesunyian dalam keterdiaman ketiga orang di depan teras, seorang wanita berpakaian rumahan berjalan menghampiri Neta dengan sedikit tergesa.

"mama..." panggil Neta melihat Nana yang terlihat melangkah cepat ke arahnya.

Neta segera melepaskan tangannya dari lengan Eric, kedua kaki Neta melangkah masuk ke dalam rumah menghampiri Nana. Pelukan Neta dan Nana terlihat begitu sangat erat, terlihat dari rengkuhan tangan Neta yang memeluk tubuh Nana.

"dasar anak nakal, sudah berapa lama kamu tidak pulang ke rumah...?"

Nana menepuk pelan punggung Neta, rasanya dia sudah terlalu lama tidak melihat putri cantiknya yang kini ada di dalam pelukan Nana.

"mama... Neta kangen." lirih Neta dengan suara serak.

"kalau kangen kenapa sulit kamu meluangkan waktu buat pulang ke rumah, apa James benar benar memberikan kamu banyak pekerjaan sampai kamu tidak bisa pulang...?"

Nana menatap James yang melihat ke arah mereka, tapi tatapan mata Nana menggerutu melihat Eric yang tersenyum ke arah Nana yang memeluk Neta.

"hei .. Neta, siapa itu yang ada di samping James. Apa dia datang bersamamu...?"

Neta segera melepaskan pelukannya, dia teringat jika Neta berlum sempat memperkenalkan Eric.

"oh iya ma, aku sampai lupa."

Neta memutarkan tubuhnya dia segera menghampiri Eric dan segera menarik tangan Eric untuk segera dia perkenalkan ke Nana.

"ma... Kenalkan dia Eric, dia..."

Lama Neta diam, dia ingin melihat reaksi wajah Nana terlebih dahulu.

"dia... Temanmu, atau ..." ucap Nana penasaran.

"dia kekasihku ma." jawab Neta yang membuat Nana menutup mulutnya dengan satu tangannya.

"ya tuhan, kamu ternyata sudah punya kekasih Neta. Kenapa kamu tidak bilang...? Kalau begitu ayo bawa dia masuk ke dalam, aduh... Gimana ya... Udah deh lebih baik masuk dulu, kita bicara di dalam."

Neta dapat melihat reaksi Nana yang terlihat kebingungan, wajah Neta mulai tampak kawatir melihat reaksi Nana yang sepertinya tidak baik baik saja.

"ayo kita masuk dulu Eric."

Neta menggandeng tangan Eric, dia sengaja melakukannya untuk meyakinkan jika mereka adalah sepasang kekasih sungguhan, tapi pada kenyataannya mereka adalah kekasih pura pura.

Sedangkan James yang dari tadi diam tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya melihat kemesraan Neta dan juga Eric, dadanya semakin berat, hatinya terasa sakit bagaimana di rujuk benda tajam, darahnya semakin mendidih melihat Nana dan Eric yang berjalan sambil bergandengan tangan tepat di depannya.

"apakah kalian perlu semesra ini untuk memamerkan hubungan kalian di d pan semua orang...?"

Ucap Eric yang dapat di dengar Neta dan Eric, sedang Eric yang mendengar perkataan James merasa tidak enak hati.

demi menjaga perasaan James, Eric melepaskan tangan Neta perlahan. Dia juga tidak ingin membuat Neta merasa kesal karena ucapan James yang terkesan menyindir mereka.

"benar kata James, kamu enggak apa apa kan sayang, jika aku melepaskan pegangan tangan kamu...?"

Ucap Eric terdengar pelan namun mesra.

"hmm... Iya enggak apa apa, kalau begitu kamu jalan di samping aku ya...?"

Bisik Neta yang masih dapat James dengar.

James semakin mengepalkan tangannya erat, dia merasa jika Neta dan Eric sengaja melakukannya untuk memanas manasi James yang ada di belakang mereka.

Suasana di dalam rumah tampak sepi dan Nana ternyata tidak terlihat sejak dari masuk tadi, pandangan mata Eric mengedar menatap sekeliling rumah besar dan megah milik keluarga Neta.

Eric tahu jika Neta berasal dari keluarga yang terbilang kaya, namun ada satu hal yang belum Neta dan James tahu jika Eric juga bersalah dari keluarga yang sama seperti mereka.

"silahkan duduk eric."

Suara Neta terdengar sangat halus meminta Eric untuk segera duduk di singel sofa, setelah melihat Eric duduk Neta segera masuk kedalam rumah untuk mencari kedua orang tuanya dan juga Niko.

Eric yang tampak nyaman duduk di sofa melihat ke arah James yang masih berdiri menatapnya, senyuman terulas dari kedua bibir Eric menatap James yang berdiri mematung.

"kamu enggak duduk James...?" tanya Eric dengan suara pelan.

"no... Thank's, aku akan kedalam sebentar."

tanpa menunggu jawaban Eric, James segera berjalan masuk kedalam. Eric dapat melihat jika James tampak seperti berada di dalam rumahnya sendiri, Eric menghela nafasnya berat, dia merasa jika dirinya seperti menjadi duri di hubungan persahabatan James dan Neta.

"ya tuhan, apakah aku harus mundur atau maju untuk mendapatkan hati Neta agar bisa mencintaiku." batin Eric sambil mengacak rambutnya kasar.

Langkah seseorang dari pintu samping terdengar sangat mendominasi ruangan, suara sepatu yang beradu menyentuh lantai marmer terdengar sangat keras di ruangan yang terasa sepi tersebut.

Eric menoleh melihat kearah samping untuk memastikan siapa yang datang, kedua mata Eric menatap seorang laki laki setengah baya dengan setelan kerjanya yang terlihat kusut.

Eric dapat melihat jika laki laki paruh baya yang kini berjalan perlahan tampak terlihat sangat lelah, tatapan mereka saling bertemu saat laki laki tersebut mengangkat wajahnya melihat ke arah Eric.

"Eric...?" seru laki laki yang ternyata adalah Neo.

"pak Neo...?" balas Eric tak kalah terkejut melihat kearah neo yang berjalan mendekati Eric.

Laki laki yang berbeda usia terlihat saling terkejut satu sama lain, mereka sama sama tampak berdiri dan saling melihat satu sama lain.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!