NovelToon NovelToon
Tidak Sengaja Berselingkuh

Tidak Sengaja Berselingkuh

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: She_Na

Sejak pertemuan yang tidak sengaja waktu itu, Nayla semakin dekat dengan Devan.

Persahabatan antara anak mereka berdualah yang menjadikan mereka semakin dekat. Keyla dan Calista, mereka teman satu kamar yang sangat dekat di asrama layaknya seperti kakak adik.

Namun, ada suatu kejadian yang menimpa Keyla dan Calista sehingga membuat Nayla dan Devan semakin dekat. Hingga berujung dengan perselingkuhan.

Akankah perselingkuhan mereka berakhir begitu saja?

Atau mungkin mereka bisa bersatu?

Ikuti ceritanya untuk mendapatkan jawabannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Kekecewaan Calista

Nayla yang berada di dalam taksi memandangi kantor Devan yang berada di lantai atas.

Dia menghela nafasnya mengingat kenekatannya saat ini. Dia kembali meninggalkan Calista yang sedang tidur di rumah sendirian.

Dirinya mengatakan untuk segera pulang, tapi dalam hati kecilnya melarangnya. Jujur saja jika dia ingin sekali melihat wajah Devan saat ini. 

Turunlah Nayla dari dalam taksinya. Dia berdiri di samping taksi tersebut sambil memandang ke lantai atas dari restoran yang ada di depannya.

Lantai dua dari restoran tersebut merupakan kantor Devan. Melihat lampu kantor tersebut masih menyala, membuat Nayla ingin sekali melihat wajahnya.

Dari tempatnya saat ini dia berharap bisa melihat Devan tanpa bertemu secara langsung dengannya.

Dari dalam mobilnya, Liana menahan amarahnya. Diambilnya ponsel dari sakunya dan kamera ponsel tersebut diarahkan kepada Nayla yang sedang berdiri di samping taksi dengan menatap kantor Devan.

Dengan wajah yang menampakkan amarahnya, serta mata yang berkaca-kaca dan gigi yang mengerat, dia berkata,

"Masuklah…."

"Masuklah…."

"Ku bilang masuk!"

"Jangan!!!"

Beeep…..

Klakson mobil ditekan dengan kerasnya oleh Liana seraya berteriak melarang Nayla untuk masuk ke dalam kantor Devan.

Mendengar klakson mobil yang panjang itu membuat Nayla kaget dan seketika masuk ke dalam taksinya.

Dengan cepatnya taksi itu pun segera meninggalkan tempat tersebut.

Liana yang sangat marah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berhenti di suatu tempat yang sepi.

Dia turun dari mobilnya dan berteriak untuk mengeluarkan amarahnya.

Setelah lelah dia berteriak, dia berkata dengan lantangnya,

"Siapa kamu sebenarnya?! Apa yang sedang kamu lakukan di sana?! Apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua?!"

Teriakan yang begitu lantang itu membuatnya bernafas dengan terengah-engah. 

Liana menjambak rambutnya dan menghadap ke sana kemari layaknya orang yang sedang frustasi.

Amarah Liana memang tiada duanya. Dia selalu mengutamakan amarah dan egoisnya tanpa mau memahami orang lain.

Sikap itu pula yang membuat Devan akhirnya sadar akan perangai istrinya. Kini Devan merasa tidak mengenal istrinya lagi.

...----------------...

Keesokan harinya Nayla membujuk Calista yang tidak mau berangkat ke sekolah. 

Tok… tok… tok…

"Caca, ayo dong Sayang berangkat sekolah. Kalau sampai Papa tau kamu membolos lagi, bisa-bisa Papa menambah hukuman kita," ucap Nayla dari luar pintu sambil mengetuk pintu kamar Calista.

"Aku gak mau sekolah. Pokoknya aku gak mau sekolah! Aku bisa bertahan selama ini hanya karena sepak bola. Dan sekarang harapanku itu telah hilang. Apalagi yang bisa membuatku betah di sekolah yang anak-anaknya suka memukulku?" seru Calista dari dalam kamarnya.

"Apa? Mereka memukulmu? Bukannya mereka hanya mengolok-olok mu saja?" tanya Nayla dari depan pintu kamar Calista.

Ceklek!

Pintu kamar Calista terbuka. Keluarlah Calista dengan memakai seragam yang sudah lengkap dan memakai ranselnya. Kemudian dia berkata,

"Papa dan Mama tidak pernah tau karena kalian tidak pernah ingin tau. Kalian hanya bisa bekerja tanpa memperhatikan anak kalian. Bahkan kalian tidak tau apa yang aku inginkan. Kalian berdua mengatakan jika bekerja demi aku dan kalian meributkan schedule kalian. Lalu bagaimana dengan Mama yang keluar di malam hari dan meninggalkanku dengan dijaga oleh orang lain?" 

Setelah mengatakan semua itu, Calista pergi berangkat sekolah tanpa menunggu mamanya mengantarkannya.

"Caca! Kamu tidak mau diantar sama Mama? Tunggu Mama!" seru Nayla sambil berlari kecil mengambil tasnya di sofa ruang tamu.

Nayla berlari kecil menyusul Calista setelah mengunci pintu dan menutup pagar rumahnya.

Tangan Nayla memegang tangan Calista untuk menghentikan langkahnya. Kemudian dia memeluk tubuh putrinya itu. Dengan nafas yang terengah-engah dia berkata,

"Mama minta maaf Sayang. Jangan marah lagi ya."

Calista mengangguk dalam pelukan mamanya. Sebenarnya dia juga enggan mempermasalahkan tentang kedua orang tuanya yang lebih mementingkan pekerjaan daripada dirinya yang seharusnya menjadi prioritas utama mereka karena dia merupakan anak satu-satunya.

Setelah beberapa detik kemudian, mereka berjalan menuju sekolah Calista.

Langkah Calista sangat berat. Bahkan terlihat jelas dari wajahnya yang tidak semangat seperti biasanya.

"Caca pergi sekolah dulu Ma," ucap Calista seraya menarik tangan mamanya dan mencium punggung tangan mamanya.

"Hati-hati ya Sayang. Nanti Mama jemput seperti biasanya," ucap Nayla sambil melambaikan tangannya untuk melepas kepergian putrinya ke sekolah.

Calista menghela nafasnya berulang kali ketika akan memasuki pagar sekolahnya. Rasanya dia enggan masuk ke dalam area sekolah itu.

Nayla segera pergi meninggalkan sekolah Calista setelah melihat Calista masuk ke dalam sekolahnya.

Setelah berjalan beberapa langkah, ada sebuah taksi yang hendak melintas di depannya. Dengan segera Nayla melambaikan tangannya untuk menghentikan taksi tersebut.

Kini tujuan Nayla selanjutnya adalah rumah sakit. Ibu mertuanya akan menjalankan operasi pagi itu. Dan dia harus memberikan dukungannya pada ibu mertuanya itu.

"Bu, semoga operasinya berjalan dengan lancar. Untuk biaya rumah sakit dan operasinya sudah Nayla bayar Bu. Ibu tidak usah khawatir. Ibu harus fokus pada kesehatan Ibu saja," ucap Nayla sebelum Bu Ratmi memasuki ruang operasi.

Bu Ratmi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berkata,

"Ibu senang Bayu mendapatkan istri yang baik seperti kamu. Dan Ibu harap kamu tidak akan lupa dengan janjimu. Ibu terluka dan menjalani operasi juga karena bermain dengan anak kalian."

Nayla tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu. Lalu dia berkata,

"Nayla tidak lupa dengan janji Nayla Bu. Tapi semua itu tergantung dengan berapa lama Ibu dirawat di rumah sakit."

"Ibu akan segera sembuh," sahut Bu Ratmi seolah tidak terima jika gajinya dipotong oleh Nayla.

Nayla pun terkekeh mendengar perkataan ibu mertuanya dan melihat reaksi ibu mertuanya itu ketika dia mengatakan akan memotong gajinya.

"Ternyata Ibu bisa semanis itu juga," ucap Nayla sambil memegang kedua tangan ibu mertuanya.

Bu Ratmi pun tersenyum malu dan memegang tangan Nayla yang berada di atas tangannya sambil berkata,

"Sebentar lagi Ibu akan sembuh, apa kamu tidak akan mencari kerja lagi?"

Pertanyaan itu membuat senyum Nayla memudar. Jujur dalam hatinya dia nyaman dengan resign nya dari pekerjaannya saat ini dan bisa dekat dengan putrinya. 

Namun, dia juga belum bertemu dengan suaminya yang sudah pasti akan memarahinya habis-habisan.

"Nanti saja kita bicarakan Bu, setelah Ibu sehat kembali dan pulang ke rumah," jawab Nayla sambil tersenyum getir pada ibu mertuanya.

Bu Ratmi pun mengangguk setuju. Setelah itu perawat membawanya masuk ke dalam ruang operasi.

Nayla menghela nafasnya. Dia duduk di tempat menunggu depan ruang operasi tersebut.

Sesaat kemudian terdengar suara dering telepon dari ponsel Nayla. Dengan segera Nayla mengangkat telepon tersebut.

Halo, selamat pagi. Kami dari wali kelas Calista. Kami menghubungi nomor Bapak Bayu tetapi sedang tidak aktif, jadi kami menghubungi Ibu. Calista tidak berada di kelas saat ini Bu. Jika dia tidak masuk sekolah hari ini, maka poin Calista akan dikurangi. Ibu mengerti bukan?

Seketika Nayla berdiri dari duduknya sambil berkata,

"Apa? Calista tidak masuk kelas?" 

1
Katherina Ajawaila
ngana boleh jadi kapten pilot yg nunut itu pramugari yg siap buka kaki, tapi jgn sia2 istri 😎
Katherina Ajawaila
devan bantu donk
Katherina Ajawaila
iblis tertawa, dusila dasar
Katherina Ajawaila
dasari iblis verwujug manusia
Katherina Ajawaila
seru perang Dingin mulai. 🤫
Katherina Ajawaila
masing2 mempunyai masalah versi lain2, tinggal Outhour yg menyelesaikannya🤭
Katherina Ajawaila
mm dan anak stress 😜
Katherina Ajawaila
gatel dih jadi ibu kamu Nayla, nekat ketemu suami org
Katherina Ajawaila
kamu juga ngk jelas ibu apa itu 😡
Katherina Ajawaila
kel berantakan, cari kesenangan masing2
Katherina Ajawaila
walah Jadi pusing bacanya kira Nayla pyuuurrr urus anak, dpt tlp tlp langsung tinggalin anak. 😎
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
Lumayan
Katherina Ajawaila
keren thour ceritanya.
Katherina Ajawaila
kasihan anak perempuan, bayu bukan PP ideal. biasa nya anak perempuan mengidolakan PP nya🤫
Katherina Ajawaila
dasar mm Kayla ngk ada otak
Katherina Ajawaila
tapi bukan peran celup sana sini nenek Ratmi yg terhormat., kel Toxic
Katherina Ajawaila
najis ada juga ya seorang nenek minta imbalan utk. urus cucu. seru thour aku suka 🤭
Katherina Ajawaila
karna pp skrng punya cem2 an baru. jd tdk bisa di bantah 😜
Katherina Ajawaila
kasihan Devan, bingung juga ada ibu yg. nolak anak walau sdh jadi jenazah 😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!