NovelToon NovelToon
Rahim Titipan

Rahim Titipan

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikah Kontrak / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Beda Usia / Angst / Tamat
Popularitas:222k
Nilai: 5
Nama Author: Daisha.Gw

kisah ini bercerita tentang gadis muda berusia 21 tahun bernama Alya, Alya terpaksa menerima tawaran menikah dari dosen kampusnya yang usianya 37 tahun bernama Rafa, Rafa meminta Alya mengandung anaknya karena istrinya tidak bisa memberikan keturunan. lambat Laun benih cinta diantara mereka mulai tumbuh, dari sinilah timbul masalah baru, istri sang dosen tidak rela suaminya membagi cinta dengan alya. dapatkah Rafa mempertahankan dan membuat Alya di akui sebagai istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisha.Gw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pergi

hari-hari berjalan seperti biasa, perut Alya sudah terlihat mulai membuncit di usia kandungan menginjak 3 bulan, ia terus menggunakan pakaian besar untuk menutupi perutnya saat ke kampus, sejak tadi Alya berdiri di depan cermin memperhatikan penampilannya, ia dapat melihat dari pantulan cermin... Rafa yang baru saja selesai mandi dengan hanya handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya, pria itu memeluk Alya dari belakang, rambutnya masih basah.

"kenapa, Hem" tanya Rafa yang memang sejak pertama ia masuk ke kamar mandi, sang istri sudah berdiri di depan cermin, dan saat keluar, ia masih melihat istrinya itu di depan cermin, tangan nya sudah masuk ke dalam Baju Alya, ia usap perut buncit sang istri.

"bingung aja cara nutupin dia" Alya dari luar meletakkan tangan nya di atas tangan Rafa.

"makin hari makin besar"

"ajukan cuti aja, kamu bisa lanjut kuliah setelah melahirkan"

"tapi mas..."

"nggak papa telat, demi kebaikan kamu juga" Alya menimang kembali untuk pengajuan cuti kuliah, ia juga tidak bisa memaksa terus-terusan menyumbangkan perutnya, yang ada orang-orang aka curiga, tapi ia juga sudah berjanji akan segera lulus pada orang tuanya di kampung.

"nanti aku pikirkan lagi deh, mas" Rafa mengangguk, tangannya masih setia di dalam baju Alya, Alya menoleh.

"mas, nggak ada niat lepasin aku, terus pakai baju a---" Rafa membungkam mulut Alya dengan ciumannya.

"iya, iyaa, bawel banget sih"

....

Rafa seperti biasa menurunkan Alya di persimpangan jalan, pria itu tersenyum melihat istri nya yang melambai.

Rafa memutar mobil, ia tidak langsung ke kampus tapi pulang dulu ke rumah orang tuanya, ada masalah kecil yang harus ia selesaikan.

"jihaaan " panggil Alya pada Jihan yang juga baru sampai, Jihan melambai, ia memberi isyarat agar Alya mempercepat jalannya, baru juga ingin mengambil ancang - ancang untuk berlari, Alya di sadarkan dengan kondisinya yang sedang mengandung.

"astaga aku hampir lupa" gumam Alya.

"ayoo cepat Alya"

"iyaaa"

....

Alya merapikan buku-bukunya, sejak tadi Jihan sudah menunggunya, tapi satu pesan masuk membuat Alya mengerutkan kening.

"mbak, Naila" jujur, Alya gugup sekarang, ia tarik nafas sebelum membuka pesan dari istri pertama suaminya, ini kali pertama naila menghubunginya, apa ada masalah.

"saya menunggu mu di persimpangan jalan, keluar lah, ada yang ingin saya bicarakan" hanya pesan singkat ingin bertemu dari Naila

"ko perasaan ku jadi nggak enak gini ya"

"Alya, sudah" Jihan muncul memecahkan lamunan Alya.

"em, jih. Lo duluan aja ya, gue lagi ada urusan, jadi harus balik dulu"

"yaaah" terlihat kekecewaan dari Jihan, mereka sudah sepakat ingin menghabiskan waktu di mall, sudah lama mereka tidak jalan-jalan, kebetulan dosen yang selanjutnya tidak masuk ke kelas Alya, sedangkan Jihan sudah tidak ada kelas lagi.

"nanti ya, jih. lain kali kita puas puasin jalan-jalannya"

"ya udah, gue antar"

"ng--nggak usah, gue bisa pulang sendiri"

"Lo terus aja nolak gue Al, kenapa sih?"

"buka. gitu jih, ak--"

"ya udah, Lo hati-hati, gue Balik dulu" Jihan sudah sangat kesal, ia sudah menunggu Alya sejak tadi, tapi Alya tiba-tiba membatalkan janji, Siyapa yang tidak kesal coba, Alya juga seakan menutupi sesuatu padanya, Jihan bisa merasakan itu, Alya pindah rumah dan tidak memberitahu dirinya, padahal mereka sudah seperti saudara, alya juga terus menolak ajakan untuk pulang bersama..

"jih..." panggilan itu di abaikan Jihan, Alya jadi serba salah, ia tidak ingin mengecewakan sahabatnya, tapi pesan masuk dari Naila juga tidak bisa ia abaikan begitu saja.

tidak ada pilihan lain, ingin menjelaskan juga ia tau juga sedang kesal, ia akhirnya bergegas keluar menemui Naila.

""Alya " takut takut alya mendekat.

"kita cari tempat yang lebih nyaman untuk ngobrol " Alaya Hanya Mengangguk dan ikut masuk ke dalam mobil.

....

"di minum Al, keburu dingin"

"i--iya mbak" Alya menyeruput teh hijau pesannya.

"sudah berapa bulan" Alya mendongak.

"3 bulan mbak"

"emm, berarti tinggal 6 bulan lagi, setelahnya kamu harus pergi jauh dari hidup saya dan mas Rafa" susah payah Alya meneguk salivanya, ia mengangguk, karena hanya itu yang bisa ia lakukan.

"kamu ingat kan sama janji kamu waktu itu"

"iya, mbak. saya ingat"

"bagus kalo gitu, ingat ini Alya, jangan pernah berharap lebih dengan mas Rafa, ia menikahi mu karena pemintaan saya, dan saya peringatkan pada mu untuk jangan pernah coba- coba berniat merebut mas Rafa dari saya, kamu tau sendiri akibatnya Alya"

Alya hanya bisa menunduk mendengar kan semua kalimat pedas dari Naila.

"setelah anak itu lahir, pergilah Alya, pergilah sejauh mungkin dari hidup kami, kamu sudah dapatkan apa yang kamu, begitu juga dengan kami, kamu dapat kan harta dari mas Rafa dan kami dapatkan anak, pergiliran yang jauh dan jangan pernah muncul di hadapan kami" Naila menekan setiap kalimat yang ia ucapkan, tatapan nya begitu tajam, wanita itu bangkit dari duduknya.

"jangan pernah bermimpi untuk menjadi istri yang di akui dunia, jangan pernah berharap kamu menjadi menantu dari keluarga Rygye... karena kamu nggak pantas untuk itu, tetaplah berada di bawah dan jangan pernah bermimpi berada sejajar atau di atas dengan kami yang terhormat " mendengar hinaan itu, air mata Alya turun juga, sakit sekali rasanya.

"i--iya mbak" lagi lagi hanya itu yang bisa Alya ucapkan.

"kamu bisa pulang sendiri, saya pergi dulu, jaga anak saya di dalam kandungan mu, 6 bulan lagi Alya "

Alya menutup wajah nya dengan kedua tangan, ia tarik nafas dalam mengontrol sesak di dada

...

Alya langsung pulang ke rumah nya.

perkataan Naila tadi masih terus berputar di kepala, ia duduk di sofa ruang tamu, menatap layar tv yang tidak menyala.

ia tidak menyangka jika Naila bisa mengucapkan kalimat begitu menyakitkan seperti tadi Padanya, kalimat menusuk.

"apa sesakit ini yang namanya mencintai"

sedangkan di kediamannya, Rafa sedang menikmati makan siang bersama keluarga besarnya, kepulangan Rafa karena permintaan sang papah, ia ingin makan dan berkumpul dengan istri juga ke-tiga anak-anaknya.

"jadi gimana nak, kamu mau kan"

"nanti Rafa pikirin lagi, pah" Anton, sang papah, meminta anak sulungnya mewakili dirinya untuk menghadiri rapat dengan kolega bisnis mereka yang ada di luar negri, Rafa memang sering menggantikan sang ayah, karena adik nya belum bisa menjadi pemimpin, tapi sekarang ia tidak bisa pergi begitu saja, ia tidak ingin meninggalkan Alya yang sedang hamil muda seorang diri, apalagi Rafa akan pergi sekitar satu bulan lamanya, bukan waktu yang singkat.

"kenapa nak, apa karena Naila yang sedang mengandung?" Rafa mengangguk saja, meskipun bukan Naila yang ada di pikirannya sekarang.

"kamu nggak usah kawatir, nak. kan ada kami, mamah pasti bisa jagain mantu sama calon cucu mamah, biar Naila tinggal di rumah dulu aja, sampai kamu pulang dari Singapura"

"iya mah, nanti Rafa coba jelaskan pada Naila"

"papah harap kamu bisa nak, kamu tau kan adikmu masih butuh belajar "

"iya pah "

1
Anonim
Di revisi aja tu binti salah 💪
Nana
Ceritanya bagus tapi penggunaan huruf besar dan kecilnya perlu diperhatikan. Banyak typo tapi gak direvisi sama author.

Terimakasih Thor untuk ceritanya. 🩷
Elga Cynthia
Kecewa
Elga Cynthia
Buruk
guntur 1609
gak tabu aja kalian kalau menantu telah menghina mertua. apa alya gak tahu kalau rafa oernah merendahkan kedua orang tuanya
guntur 1609
biarkan si rafa memperjuangkan kalian alya. biar dia tahu arti dari sebuah pengorbanan. karna selama ninkan dia egoia
guntur 1609
hahahah takut juga jihan sm rafa
guntur 1609
radain kau rafa. dasar bodoh. dosen tapi kok begoknya mnt ampun
guntur 1609
mampuslah kau raga di bodohi sm istrimu naila. kau menyesal lah kau seumur hidup mu sdh m3mbuang anak dan istrimu
guntur 1609
ni bukan mimpinya alya kan thor. kok bisa tiba2 terjadi sprti tu
guntur 1609
kau sendiri yg salah bodoh. knp kau salahkan org laun dan suamimu
guntur 1609
bagus tu al. gak usah meminta sm rafa. semakin kau bergantung sm dia. kau akan dianggap hina terus sama dia
guntur 1609
patah kau rafa. sdh sepwrti jalang iatrimu kau buat. dasar dosen saraf
guntur 1609
ia lah rafa. mngkn karna kau yg tdk merasakanya
guntur 1609
ia lah rafa. mngkn karna kau yg tdk merasakanya
guntur 1609
nanti senjata makan tuan kau rafa
Dewi sumarti
Luar biasa
Siti Sumarni
mampir Thor..q tertarik dg ceritamu 😊
Siti Tea
Luar biasa
Suartati Hasibuan
cemburu terus kamu Rafa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!