NovelToon NovelToon
Istri SAH Yang Disia-siakan

Istri SAH Yang Disia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irmayani Mursid

Aku bertahan di rumah ini karena aku mencintaimu, Ardi. Tapi mulai malam ini, demi harga diriku, jangan harap aku akan diam saja saat keluargamu menginjak-injakku lagi."

​Selama lima tahun, Sarah adalah menantu yang tak dianggap. Dia penurut, pendiam, dan selalu mengalah. Namun, ketika cinta dibalas dengan pengkhianatan ego, Sarah memutuskan untuk melawan. Ini bukan cerita tentang istri lemah yang menangis meratapi nasib, melainkan kisah Sarah yang mulai menuntut balik harga dirinya di dalam rumah tangga yang penuh tekanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmayani Mursid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Keesokan harinya, matahari belum sepenuhnya tinggi ketika sebuah mobil sedan mewah berhenti di lobi menara pemasaran apartemen The Grand Pinnacle. Ardi turun dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya, memutari kap mobil untuk membukakan pintu bagi Tyas. Wanita itu keluar dengan gaun terusan merah marun yang pas di tubuh, memamerkan senyum paling menawan seolah dia adalah nyonya besar yang sesungguhnya.

"Tempatnya benar-benar luar biasa, Mas," bisik Tyas manja, menyendengkan tubuhnya pada lengan Ardi saat mereka melangkah masuk ke dalam ruang pameran yang megah.

"Sudah kubilang, kan? Bagi pria sepertiku, ini bukan masalah besar," sahut Ardi sombong. Pikirannya kembali melayang pada ucapan Sarah semalam yang memujinya sebagai pengusaha hebat. Sanjungan itu membuat rasa percaya diri Ardi membubung tinggi hingga ke ubun-ubun pagi ini.

Seorang agen pemasaran berpakaian rapi langsung menyambut mereka dengan membungkuk hormat, mengarahkan keduanya ke ruang VIP. Di atas meja kaca, beberapa berkas kontrak pembelian unit penthouse terbaik berharga miliaran rupiah sudah tersaji rapi.

"Semua dokumen sudah siap, Pak Ardi. Begitu tanda tangan dan pembayaran uang muka selesai, kunci unit bisa segera kami serahkan minggu depan," ucap sang agen pemasaran dengan nada penuh takzim.

Tyas menatap lembar kontrak itu dengan mata berbinar penuh kemenangan. Dia menyenggol lengan Ardi, memberi isyarat agar pria itu segera menyelesaikan transaksi. Tanpa ragu sedikit pun, Ardi mengeluarkan kartu debit korporat—rekening utama perusahaan yang pergerakan dananya sebenarnya terikat dengan kepemilikan saham gabungan antara dirinya dan keluarga Sarah.

Ardi menggoreskan pena di atas meterai dengan gerakan tegas, lalu menggeser kartu tersebut untuk digesek pada mesin EDC.

Bip. Transaksi berhasil.

"Selamat, Pak Ardi, Bu Tyas. Unitnya resmi menjadi milik Anda," ujar agen tersebut seraya menyerahkan salinan berkas. Tyas langsung memeluk lengan Ardi erat-erat, mengecup pipi pria itu tanpa peduli sekitar. Mereka berdua tertawa puas, merasa telah berhasil mengelabui dunia dan hidup dalam kesempurnaan.

Namun, di sudut ruang pameran yang dibatasi oleh sekat tanaman hias, seorang pria bertopi pet dengan kamera saku digital di tangannya baru saja menurunkan lensa. Pria itu—detektif suruhan Sarah—tersenyum tipis di balik masker hitamnya. Dia berhasil mengabadikan setiap momen: saat Ardi menandatangani berkas, saat Tyas bergelayut manja, hingga struk bukti pembayaran yang keluar dari mesin EDC.

Dua jam kemudian, di sebuah kantor hukum berkelas di pusat bisnis kota, foto-foto tersebut sudah berpindah ke dalam tablet milik Rendra, pengacara Sarah.

Sarah duduk di seberang meja Rendra, menatap layar tablet itu dengan tatapan sedingin es. Tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi rasa sesak. Rasa sakitnya telah bertransformasi sepenuhnya menjadi ambisi untuk menang."Dia benar-benar menggunakan rekening korporat utama, Sarah,"

Rendra mengetuk-ngetuk jarinya ke meja, menunjukkan salinan digital mutasi rekening yang baru saja dikirim oleh orang dalam bank. "Ini adalah kesalahan fatal yang kita tunggu. Secara hukum, ini bukan lagi sekadar perselingkuhan. Ini adalah penggelapan aset perusahaan demi kepentingan pribadi tanpa persetujuan komisaris utama yaitu kamu."

Sarah menyandarkan punggungnya ke kursi, melipat kedua tangannya di dada. Sebuah senyuman kepuasan yang tenang terukir di wajah cantiknya."Sempurna," ucap Sarah lirih.

"Biarkan mereka menikmati malam-malam pertama di apartemen baru itu dengan tenang, Rendra. Kumpulkan semua bukti aliran dana ini, satukan dengan rekaman video dari ruang kerja kemarin."Sarah menjeda kalimatnya, matanya berkilat tajam. "Begitu sertifikat apartemen itu terbit atas nama Tyas atau atas nama Ardi secara hukum gono-gini, kita langsung layangkan gugatan cerai dan pembekuan seluruh aset perusahaan ke pengadilan. Aku ingin melihat bagaimana wajah nya itu saat tahu dia terjun bebas dari puncak kesombongannya."

1
stela aza
lanjut thor lagi nanggung tau bacanya 🤭
aku
lah dalaaaaahhh semaput dia 😂😂
Alodiee: Kebayang gak kalau kamu yang di posisi dia? Pasti ikut semaput juga kan? 😂
total 1 replies
stela aza
mantap kali kau dapat kejutan bertubi-tubi,,, untung g jantungan trs kena stroke 🤭
Alodiee: Wkwkwk bener banget! Makasih ya udah setia ngikutin petualangan mereka sampai bab ini. ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor dikit bgt up-nya
Alodiee
wkwkwk sabar yahh Kak..Komentar kakak bener-bener bikin aku makin semangat buat lanjut nulis bab berikutnya. Ditunggu kelanjutannya ya!" 🥰
stela aza
lanjut thor up-nya double y
stela aza
aduh Thor ceritamu bikin gregetan udh g sabar pingin liat s kutukupret Ardi jantungngan 🤭🙏
Alodiee: Sama dong! Rahasia plot ke depan bakal bikin si kutukupret makin pusing. Stay tuned ya! ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor
stela aza
keren bgt istrinya ❤️❤️❤️
Alodiee
Kalau suka dengan ketegasan istri sah kita, jangan lupa klik bintangnya ya! Sampai jumpa di bab besok!"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!