NovelToon NovelToon
Pelakor Akan Kurebut Kembali Suamiku

Pelakor Akan Kurebut Kembali Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Pelakor
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.

Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 Deg

Seperti biasa keluarga itu selalu menjalankan rutinitas mereka, sarapan bersama-sama. Tetapi mood Brahmana benar-benar buruk yang membuatnya tidak selera untuk makan.

"Pa, jika hanya karena jam tangan 300 juta hilang dari ruang kerja Papa. Nanti Mike akan mengganti sebagai hadiah ulang tahun anniversary Papa dan Mama," sahut Mike merasa harga yang dipermasalahkan itu tidak perlu diributkan dan apalagi baru pertama kali dia melihat Brahmana sampai mengumpulkan asisten rumah tangga yang tidak mungkin juga ada asisten rumah tangga berani melakukan hal seperti itu.

"Papa ini seperti kehilangan ribuan aset saja, sampai teriak-teriak seperti tadi, 300 juta bukanlah hal yang sulit untuk dicari, lagi pula Siapa tahu saja Papa juga salah simpan," sahut Maria.

"Ini bukan masalah barang yang hilang, tetapi masalah etika yang berani masuk ke dalam ruang kerja Papa. Mama saja tidak diperbolehkan masuk jika tidak ada apa-apa di dalamnya, bagaimana mungkin tidak ada yang masuk sementara pas bunga pecah dan apa mungkin ada maling?"

"Atau jangan-jangan ada penyusup yang masuk ke dalam rumah ini dan ingin mencari sesuatu di ruang kerja Papa," Brahmana menduga duga dengan penuh kecurigaan.

"Apa yang hilang bukan hanya jam tangan? Atau ada hal besar yang hilang sampai Papa terlihat khawatir seperti itu?" tanya Mike.

"Tidak! Papa hanya kesal saja dengan etika yang memasuki ruang kerja Papa," sahut Brahmana.

Sementara Lavanya justru terus melihat ke arah Clara yang makan tetap di hadapannya.

"Heh, kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau punya masalah denganku?" Clara kesal dan langsung menyembur Lavanya.

"Apalagi ini?. Apa tidak bisa kamu diam saja Clara," sahut Bramana.

"Bagaimana aku bisa diam saja ketika wanita kampungan ini menatapku seperti itu," sahut Clara.

"Memang kamu ingin mengatakan apa Lavanya?" tanya Mike melihat ke arah wanita yang di sebelahnya.

Clara seketika kembali menjadi panik, takut dan deg-degan, wajahnya tampak seketika menjadi pucat sepertinya ada sesuatu yang diketahui Lavanya yang membuatnya Lavanya sebagai ancaman besar kepadanya.

"Tidak apa-apa, nanti kalau sudah saatnya ingin bicara, maka, Lavanya akan berbicara," jawab Lavanya dengan santai dan kembali melanjutkan sarapannya.

"Apa maksud wanita itu? Apa dia saat ini sedang mengancamku, sial kenapa juga dia melihatku kemarin, wanita kampungan ini benar-benar akan menjadi masalah besar untukku," batin Clara benar-benar panik.

Lavanya mungkin mengetahui sesuatu dan jelas dia melihat Clara keluar dari ruang kerja ayah mertuanya. Tetapi Lavanya tidak punya kuasa apapun untuk mengatakan hal yang sebenarnya apa Clara tampak melihatnya dengan sinis.

*****

"Nona mau sekalian Bibi bawakan rotinya ke dalam kamar?" tanya Bibi pada Lavanya yang saat ini berdiri di depan pintu kamarnya.

"Tidak usah. Bi, Nanti kalau saya mau rotinya saya akan ambil sendiri," jawab Lavanya.

"Tidak sekalian diambilkan untuk Mas Mike?" tanya Bibi dengan arah matanya tertuju kepada taman belakang rumah yang terlihat dari jendela di kaca dekat kamar Lavanya.

Mike terlihat sedang membaca buku, tampak tenang dengan satu kakinya diangkat di pahanya.

"Kenapa saya harus mengambilkan untuknya?" tanya Lavanya.

"Nona, kan istrinya," jawab Bibi.

Lavanya seketika terdiam.

"Ya sudah, kalau begitu Bibi kembali bekerja dulu," ucap Bibi berlalu dari hadapan Lavanya.

Lavanya menghela nafas dan ingin memasuki kamarnya, tetapi baru saja ingin membuka pintu kamar tiba-tiba hijabnya ditarik sangat kuat yang membuat kepalanya mendongak ke atas.

"Lepas sakit!" Lavanya mengeluh kesakitan saat orang tersebut tak lain adalah Clara.

"Clara apa yang kamu lakukan? sakit lepaskan!" tegas Lavanya.

"Kenapa harus menatapku seperti itu hah! Apa kau ingin aku mencolok matamu agar berhenti melihatku dengan ancaman seperti tampak kau pikir aku takut kepadamu hah!" umpat Clara.

"Apa maksud kamu? Aku bahkan tidak mengatakan apapun kepada Papa," sahut Lavanya benar-benar tidak menyangka untuk pertama Clara melakukan hal barbar kepadanya.

"Wanita sialan!" Clara mengumpat kesal dan bahkan tidak segan-segan membenturkan kepala Lavanya pada dinding yang membuatnya kesakitan dan barulah cengkraman pada hijabnya terlepas dan sangat.

"Clara....." lirih Lavanya memegang dahinya dan bahkan pandangannya seketika menjadi rabun akibat benturan yang sangat keras.

"Dengarkan aku wanita kampungan, dirimu saja diletakkan di rumah ini hanya untuk dimanfaatkan, jadi jangan pernah merasa jika kau bisa lebih dari aku, kau bahkan tidak terlihat hanya dijadikan sebagai patung yang tidak sudi untuk disentuh, jangan kau pikir aku takut kepadamu dan jika aku mendapatkan masalah karena dirimu, maka lebih dari ini yang akan kau terima!" tegas Clara menunjuk tepat di wajah Lavanya dan bahkan mengancamnya.

Clara tidak banyak bicara yang kemudian langsung meninggalkan tempat tersebut.

"Kenapa Clara sejahat itu kepadaku? Padahal aku tidak mengatakan apapun dan lagi pula kau malah berani untuk berbicara," batin Lavanya.

****

Lavanya merasa kesakitan pada dahinya. Lavanya membutuhkan obat dan paling tidak kompres agar tidak bengkak.

Brukkk

Lavanya buru-buru dan sampai tidak melihat jalan yang akhirnya bertabrakan dengan Mike. Lavanya bahkan hampir kehilangan keseimbangannya yang untung menahan tubuhnya dengan memegang kedua tangan Lavanya.

"Maaf...." Lavanya seperti biasa sangat cepat menghindari sentuhan itu dan langsung menepis tangan suaminya yang berada di bahunya.

"Kamu kenapa buru-buru?" tanya Mike.

"Tidak apa-apa," jawabnya dengan cepat dan kemudian langsung berlalu dari Mike.

Mike ternyata menahan tangannya dan mengembalikan wanita itu untuk berada di hadapannya.

"Kenapa dahi kamu?" tanya Mike mengerutkan dahi sedikit menunduk untuk memperhatikan dahi sang istri yang jelas-jelas membiru.

"Hmmm, tadi......"

"Ayo....." Mike justru menarik tangan Lavanya.

Lavanya diperintahkan untuk duduk di kursi kemudian terlihat bagaimana Mike mengambil baskom kecil dan membasahi sapu tangan yang kemudian kembali menghampiri Lavanya yang sudah duduk di kursi tersebut dan sejajar pada tubuhnya yang tinggi tegap.

"Ini bisa semakin membiru jika tidak segera dikompres," ucap Mike begitu lembut mulai mengompres lukanya.

Lavanya tumben tumbennya tidak menghindar, walau tetap menahan rasa sakit tetapi perlahan matanya memberanikan diri untuk melihat bagaimana serius dan tulusnya Mike mengobati dirinya.

"Apa kamu terjatuh sampai-sampai terluka seperti ini?" tanya Mike melihat ke arah sang istri.

Lavanya mengalihkan pandangannya, seolah saling bertatapan dengan suaminya adalah dosa besar.

"Tidak heran, Mama hari setiap hari harus marah-marah kepada kamu karena kecerobohan kamu dalam melakukan hal ini dan itu, lihatlah sampai-sampai dari kamu harus terluka, lain kali harus hati-hati dalam berjalan," ucap Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala.

Setelah mengkompres luka tersebut Mike juga mengambil salep dan langsung mengoleskan salep tersebut.

"Sakitnya sebentar lagi akan hilang, kamu jangan sentuh karena tangan kamu belum tentu bersih, jadi biarkan saja obatnya berproses dulu," ucap Mike.

"Baiklah!" sahut Lavanya.

Mike kembali berlalu dari hadapan Lavanya dan ternyata yang dia lakukan adalah mengambil air putih yang memasukkan ke dalam gelas dan kemudian menghampiri Lavanya kembali memberikan air putih tersebut.

"Minumlah!" titah Mike.

Lavanya hanya menganggukkan kepala mengambil gelas tersebut, tangannya sedikit bergetar dan tak mengapa tiba-tiba saja jadi aku, mungkinkah selama pernikahan ini adalah kedekatan di antara mereka. Jadi wajar saja Lavanya gugup karena tidak terbiasa.

Bersambung.....

1
sunaryati jarum
Itu kelakuan adikmu kan,Mike
sunaryati jarum
👋👋 untuk Lavanya
sunaryati jarum
Jika hubungan kamu dengan Arumi tidak segera kau akhiri , reputasimu akan buruk,Mike, apalagi ayahmu peserta pemilu.
sunaryati jarum
Kamu masih mengejar Mike, Mikenya juga bodoh tidak segera memutuskan hubungan perselingkuhannya dengan Arumi.
sunaryati jarum
Kata ingin memperbaiki seharusnya momen seperti itu kesempatan.untuk lebih dekat
sunaryati jarum
Isinya masih tulisan lama
sunaryati jarum
Namanya pelakor ya tidak tahu malu bahkan nekat
sunaryati jarum
Mike segera putuskan hubungan kamu dengan Arumi, dan langsung blokir kartu kreditnya,dan antisipasi jika dia tidak terima,atau berbuat onar.Ingat ayahmu mengikuti pemilihan,jika skandal perselingkuhan kamu terendus media atau terkuak publik biasa menghancurkan t
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga
sunaryati jarum
Kamu sungguh bodoh mengapa harus menemui.Arumi? Tinggal blokir kartu kredit yang dibawanya,bereskan!! 🤣🤣 Itulah selingkuh yang telah dicurigai,ada yang mudah dan simpel pilih yang rumit
sunaryati jarum
Nah tak bisa jawab ,Mike
sunaryati jarum
Ganti Thoor,judulnya
Nonecis: Kenapa ganti Kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!