NovelToon NovelToon
Pembalasan Athena

Pembalasan Athena

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: SIAPA DIA

Athena bangun lebih awal pagi ini. Tujuannya hanya satu: berangkat ke sekolah secepat mungkin demi menghindari drama keluarga yang menjijikkan.

Saat membersihkan diri di kamar mandi, ia sama sekali tidak memedulikan luka cambukan semalam yang masih terasa basah dan perih. Ia melepas perban lamanya dengan gerakan ringkas, lalu segera mengenakan seragam sekolahnya dengan rapi.

Athena melangkah turun menuju ke arah dapur. Di sana, ia melihat Bi Mina dan seorang asisten rumah tangga lain sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk orang-orang di rumah itu.

"Bi," panggil Athena begitu sampai di ambang pintu dapur.

"Loh, Nona Thea sudah mau berangkat? Bibi belum sempat siapkan bekal untuk Nona," ujar Bi Mina terkejut saat melihat Athena sudah rapi mengenakan seragam sekolah lengkapnya.

"Hmm, Thea mau berangkat sekarang, Bi. Nanti Thea makan di kantin sekolah aja," sahut Athena tenang.

"Baiklah kalau begitu, Nona. Hati-hati di jalan, ya."

"Iya, Bi. Thea berangkat dulu," ucapnya seraya berbalik, melangkah pergi meninggalkan mansion mewah yang tak ubahnya menjelma seperti neraka bagi dirinya.

Seperti biasa, Athena membelah jalanan dengan mengendarai motor sport kesayangannya. Karena berangkat jauh lebih awal, ia membawa motornya dengan santai sembari menikmati hembusan angin pagi yang menyejukkan.

Di saat yang bersamaan, seorang pria di dalam sebuah mobil mewah tampak tersenyum tipis saat matanya menangkap sosok Athena yang sedang melaju.

"You are so pretty, baby," bisik pria itu pelan sembari memandangi siluet Athena dari balik kaca gelap.

Merasa seperti ada seseorang yang sedang memperhatikannya dengan intens, Athena refleks mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan orang tersebut.

Namun, tidak ada hal mencurigakan yang ia lihat, kecuali sebuah mobil sport hitam yang sedang melaju beriringan di samping motornya.

"Instingmu sungguh mengagumkan. Aku jadi semakin tertarik padamu, baby," gumam pria misterius itu lagi dengan kekehan rendah.

"Ck, perasaan gue aja kali, ya? Gak mungkin juga manusia di dalam mobil ini yang ngeliatin," gumam Athena tak acuh, memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya.

...***...

Sesampainya di sekolah, suasana De Luca High School masih tampak sangat sepi. Hanya ada beberapa murid yang terlihat baru datang. Karena belum sempat sarapan, Athena memilih untuk melangkahkan kakinya menuju area kantin terlebih dahulu.

"Ishh, laper pula. Ke kantin dulu deh," gumamnya sendiri sambil mengelus perut ratanya yang terasa kosong.

Baru saja ia mendudukkan diri dan memesan makanan, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya.

[*Unknown**]: Morning, sweetheart. Apa kau begitu lapar sampai memesan makanan sebanyak itu?*

Pesan dari nomor tak dikenal itu lagi-lagi muncul, langsung memantik rasa penasaran di benak Athena. ‘Siapa sebenarnya orang ini?’

Memilih untuk mengabaikan pesan mengganggu tersebut, Athena melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.

"Nggak penting," gumamnya ketus dengan mulut yang sedikit penuh. Tingkah spontannya itu justru terlihat sangat menggemaskan di mata seorang pria yang sejak di jalanan tadi diam-diam terus memperhatikannya dari kejauhan.

Ponsel di atas meja kembali bergetar singkat, menandakan satu pesan baru masuk.

[*Unknown**]: Kamu sangat menggemaskan, baby. Seperti kelinci yang sedang kelaparan.*

Merasa kesal karena privasinya diusik, Athena menyambar ponselnya kasar dan langsung mengetikkan balasan.

[*Athena**]: Siapa lo?*

*[Unknown]: Your secret admirer.*

*[Athena]: Kalau gak penting gak usah ganggu gue. Gue risih.*

Begitu selesai membalas pesan dari orang yang mengaku sebagai pengagum rahasianya itu, Athena misuh-misuh sendiri dengan wajah dongkol.

"Ck, siapa sih? Gak jelas banget, bikin bad mood aja pagi-pagi," gerutunya kesal. Umpatan pelannya itu lagi-lagi membuat seseorang yang memperhatikannya dari jauh terkekeh geli.

"Mine," gumam pria itu pelan, menatap Athena penuh obsesi.

...***...

Sementara itu, di ruang makan mansion Mahendra, seluruh anggota keluarga sudah duduk rapi di meja makan, kecuali Kenan yang saat ini masih harus menjalani masa perawatan intensif di rumah sakit.

"Apa Kak Athena tidak pulang? Kenapa jam segini dia belum turun untuk sarapan?" tanya Sita dengan raut wajah yang dibuat seolah-olah polos dan mengkhawatirkan kakaknya.

(bikin author pengen nampol aja😡)

"Biarkan saja anak itu. Kamu tidak perlu memikirkan anak tidak tahu diri seperti dia, Sita," sahut Tuan Mahendra dengan nada suara yang langsung mendingin begitu nama Athena disebut.

"Tapi Ayah, dia juga Kakak Sita..." jawab Sita dengan nada lembut yang terdengar teramat dipaksakan.

"Sudahlah, Sayang. Lebih baik kita lanjutkan makan sarapan kita," sela Nyonya Arin menenangkan.

Sita sebenarnya tahu betul bahwa semalam Athena habis dipukuli habis-habisan oleh Tuan Mahendra. Namun, ia memilih berpura-pura bodoh dan tidak tahu apa-apa.

Di sisi lain meja, Kenzie yang menyadari ketidakhadiran adik kandungnya justru hanya bisa terdiam. Ada kilasan rasa bersalah yang mendadak menyeruak di dadanya karena insiden kemarin di mana ia sama sekali tidak mempercayai Athena.

Ucapan Devan tempo hari mendadak kembali terngiang-ngiang dengan jelas di kepalanya.

Flashback On

"Lo bodoh banget karena gak percaya sama adek lo sendiri! Jelas-jelas Sita yang ngebohong di sana. Apa masih kurang kesaksian dari anak-anak lain di kantin?!" ucap Devan gemas, menatap Kenzie yang selalu saja denial atas kelakuan Ayusita yang licik seperti rubah.

"Sita bilang dia nginjak tali sepatunya sendiri, kan? Lo bahkan gak buta buat liat kalau sepatu yang dipakai Sita saat itu sama sekali gak punya tali!"

"Dari situ aja harusnya otak lo udah bisa mikir," lanjut Devan yang seketika membuat Kenzie bungkam, meresapi setiap kata demi kata dari sahabatnya.

"Gue harap lo gak bakal nyesel kalau suatu saat nanti lo tahu kebenaran yang sebenarnya."

"Gue emang gak mau ikut campur urusan keluarga lo. Tapi sebagai sahabat, gue cuma mau mengingatkan... jangan sampai lo kehilangan sesuatu yang berharga hanya karena mempertahankan sebuah sampah," ucap Devan seraya menepuk pelan bahu Kenzie, lalu berlalu pergi meninggalkan Kenzie yang mematung sendirian di tempatnya.

Flashback Off

Melihat Kenzie yang hanya diam melamun seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat, Ayusita pun mencoba menegurnya.

"Abang kenapa? Pasti lagi mikirin Aban Kenan, ya?" Sita menundukkan kepalanya, meremas jemarinya sendiri.

"Sita juga kepikiran Abang Kenan. Kak Thea jahat banget sampai tega mematahkan tangan Abang..." ucapnya dengan nada sesedih mungkin.

"Ini semua gara-gara Sita. Coba aja kalau Sita gak ada di tengah-tengah keluarga ini, pasti keluarga ini masih tetap bahagia," lanjutnya, berpura-pura merasa bersalah.

"Gak, Sayang. Kita semua justru beruntung karena ada kamu di tengah-tengah kita," potong Nyonya Arin cepat, langsung memeluk bahu Sita pelan.

Melihat sama sekali tidak ada respons atau pembelaan apa pun dari Kenzie, Sita mulai merasa kesal dalam hati. Ia pun merubah taktiknya.

"Abang Kenzie... udah gak sayang sama Sita, ya?" tanyanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, bersiap menumpahkan air mata buayanya.

Kenzie tetap bergeming. Ia bahkan tidak melirik ke arah Ayusita sedikit pun. Merasa muak dan malas menghadapi suasana di meja makan itu, Kenzie akhirnya memilih untuk bangkit berdiri dan meraih tas sekolahnya.

"Kenzie gak lapar. Kenzie berangkat dulu," ucap Kenzie datar. Tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya, ia melangkah pergi meninggalkan ruang makan yang mendadak hening kelam karena kepergiannya.

...****************...

WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨

Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥

STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰

1
Noey Aprilia
Aku mh brhrapnya athena bkn ank kndung mreka,jd kl kau bls dndam pun ga ada prsaan ksihn....lgian aku heran,ada y orng tua sm kk yg mlah bnci sm ank dn saudra kndung...trs mlah lbh syng sm ank pungut....😠😠😠
Sandhyaruntala: Ahahaha, biar makin mantep kalo mau bunuh ye 🤭
total 1 replies
partini
aku kalau part sita aku skpu jujurly males bacanya kalau Thea aku baca nanti part pembalasan ke sita baru aku baca
Sandhyaruntala: Justru itu letak serunya😂
total 3 replies
Noey Aprilia
Cieee...yg salting....
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
Sandhyaruntala: Ahahaha malu malu setan😂
total 1 replies
partini
lovely doply ❤️❤️❤️ Ama bunda nya 👍👍👍 , nanti ada part kaya gitu pas di depan mata ibu nya thea
Sandhyaruntala: Biar panasss🔥🔥
total 1 replies
Noey Aprilia
Yg mode mnja ga sdar kl ada yg pg gemeshhhh......😁😁😁....
fatmawati (pipit)
kenzo klau kamu mencintai Athena bawahlah Athena pergi jauh tapi jangan sama keluarga angkatnya ya
fatmawati (pipit): 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
fatmawati (pipit)
ditunggu lanjutannya
Noey Aprilia
Hhhmm....
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
fatmawati (pipit)
buat keluarga kandung Athena hidup dalam penyesalan dan pengahlikan perusahaan keluarga nya buat diambang kebangkrutan nanti athena membeli perusahaan tersebut tanpa membuka identitas asli athena
fatmawati (pipit): OK aku terima
total 9 replies
james
akak folow back, pengen join grup gak kak?/Smile/
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Sandhyaruntala: Crazy up takut authornya yang tipes kak😭😭
total 1 replies
Opacraphile
tampol aja sih thor sitanya, ini tangan nganggur siap nampol💢
Opacraphile
idih najis si pick me so imut🤮
Opacraphile
nah kan plinplan sihh
Noey Aprilia
Hai kk....
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....
Sandhyaruntala: Haloo, thank you sudah mampir. Semoga sesuai ekspetasi mu ya🫶
total 1 replies
partini
bunda?
Aisyah Suyuti
good
Sandhyaruntala: Thank you kak🔥
total 1 replies
Nongnong 🦩
Kalo begini kan jadi bingung, mau ngeshipin Athena sama siapa
Sandhyaruntala: Hayooooo
total 1 replies
Nongnong 🦩
pedas juga ya mulutnya Arga 😭
Sandhyaruntala: Ahahaha pedes bener dong🔥
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!