NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. ( Donatur Utama )

Nyonya Crystal terus memandangi gadis di sampingnya. Andrea, si gadis desa yang telah berhasil memporak-porandakan kehidupan asmara putranya. Ternyata sangat menggemaskan jika dilihat dari dekat.

"Aku ini perempuan normal, Nyonya. Kalau terus ditatap seperti itu, tidak menutup kemungkinan seleraku akan berbelok," seloroh Andrea jengah terus ditatap oleh ibunya Lucien. Kali ini cara menculiknya cukup sopan, jadi dia menyambutnya dengan sukarela.

"Pandai sekali mulutmu bicara," sahut Nyonya Crystal kemudian tertawa. Dia lalu menyodorkan toples bening berisi cemilan. "Tidak ada racunnya. Aku sendiri yang turun tangan ke dapur, jadi kau tidak perlu curiga. Cicipilah."

"Terima kasih banyak, Nyonya."

(Gadis baik. Dia tahu cara menghargai pemberian orang. Lucien tak salah jika menjadi gila karenanya)

"Menurutmu Lucien itu seperti apa?"

"Seperti orang pada umumnya." Andrea menggigit bibir bawahnya saat teringat kejadian pagi tadi. "Tampan, mapan, tapi suka pamer dan narsis. Kadang perutku sampai mual mendengar ocehannya yang menggelikan."

"Hanya itu?" selidik Nyonya Crystal. Selain tampan dan mapan, sama sekali tak ada nilai plus putranya di mata gadis ini. Agak mengecewakan.

"Dia baik. Dan ... tidak pelit."

"Benarkah?"

"Iya. Lihat ponsel ini, Nyonya. Lucien memberikannya padaku sebagai bayaran uang lembur, padahal bonus tunainya juga ku dapatkan. Lalu dia membayarkan biaya rumah sakitku, juga membelikan lipstik untukku."

Jawaban Andrea kali ini membuat Nyonya Crystal tersenyum puas. Kalau soal royal, putranya memang tiada tanding. Hanya pada orang tertentu saja anak keras kepala itu baru mau mengeluarkan uangnya. Jika tidak, maka jangan pernah berharap bisa menikmati kekayaannya secara cuma-cuma.

"Mau tidak jadi menantuku?" tanya Nyonya Crystal to the point.

"Maksudnya jadi istri Lucien?" ucap Andrea balik bertanya. Agak aneh orang tua ini. Kaget sih, tapi tak heran juga mengingat Nyonya Crystal adalah ibu dari bos tengik itu.

"Putraku cuma Lucien. Sudah pasti menjadi istrinya."

"Boleh-boleh saja, tapi ada syaratnya."

"Apa itu?"

Sebelum menjawab, Andrea menelan terlebih dahulu cemilan yang ada di dalam mulutnya. Saat ini dirinya sedang butuh dukungan finansial yang lumayan besar. Tadinya dia terpikir untuk meminta bantuan pada Lucien. Berhubung ibunya lebih dulu muncul jadi Andrea putuskan untuk merubah rencana.

"Nyonya, ada misi rahasia yang ingin ku kerjakan bersama ke empat temanku. Akan tetapi kami kekurangan sumber daya untuk menunjang misi ini. Jika Nyonya berkenan, maukah membantu kami? Sebagai imbalan, aku akan memikirkan tawaranmu untuk jadi menantu. Bagaimana?" ucap Andrea dengan tenang melakukan negosiasi. Menjadi istrinya Lucien juga tidak buruk. Masa depannya pasti terjamin dengan sangat baik nanti.

"Sumber daya apa saja yang kalian butuhkan?"

(Agak menarik untuk diikuti. Lebih baik aku buka peluang saja, siapa tahu Andrea benar bisa menjadi menantuku. Hihihi)

"Basecamp, teknologi canggih untuk mengumpulkan informasi, juga suntikan dana untuk membeli cemilan kami," ucap Andrea jujur apa adanya.

"Sayang, misi kalian sepertinya sangat penting ya sampai cemilan pun kau pikirkan dengan cermat," goda Nyonya Crystal agak tergelitik mendengar ucapan Andrea barusan. Polos, tapi teliti.

Andrea mengangguk. "Mau tahu tidak misi ini berhubungan dengan apa?"

Nyonya Crystal menggeser tubuhnya ke samping saat Andrea memberi kode agar mendekat. Benar-benar lucu. Gadis ini lalu membisikkan beberapa kalimat yang langsung membuatnya tersentak kaget.

"Orang tuamu masih hidup?"

"Menurut cerita nenekku seperti itu, Nyonya. Akan tetapi belum bisa dipastikan kebenarannya. Itulah kenapa aku membuat misi rahasia guna menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tuaku. Syukur kalau mereka masih hidup. Jikapun tidak, setidaknya ada makam yang bisa ku kunjungi. Kasihan Nenek, dia selalu sedih memikirkan di mana keberadaan Ayah dan Ibuku sebenarnya."

Tatapan Andrea kosong. Tidak dipungkiri ada sedikit harapan kalau orang tuanya masih hidup. Dia rindu dan ingin tahu seperti apa rupa keduanya.

"Andrea." Nyonya Crystal memegang pundak Andrea lalu menatapnya serius. "Jalankan misi kalian dengan benar. Aku akan menjadi donatur utamanya. Oke?"

"Benarkah?"

"Tentu. Yang ingin kalian cari adalah calon besanku, dan sebagai besan yang baik tentu saja aku harus membantu kalian. Dengan begitu kau dan Lucien bisa menggelar pernikahan dengan formasi keluarga yang lengkap. Semangat ya."

Beban di dada Andrea seperti hilang semua setelah mendapatkan janji dari ibunya Lucien. Reflek, dia memeluknya erat sekali. Mendapat dukungan yang begitu besar hati siapa yang tak senang.

"Terima kasih banyak atas dukungannya, Nyonya. Aku janji kami akan menjalankan misi ini dengan serius. Do'akan semoga Ayah dan Ibuku masih hidup ya," ucap Andrea dengan suara serak menahan tangis. Dia sangat terharu.

"Sama-sama, sayang. Asal kau senang, aku juga ikut senang. Apapun yang kalian butuhkan nanti jika ada kekurangan langsung telepon saja. Detik itu juga bantuan akan langsung datang."

Bagai ibu dan anak, Andrea dan Nyonya Crystal mengobrol dengan sangat akrab. Penculikan yang diawali oleh rasa ketidaksukaan, kini berubah penuh kasih serta dukungan. Aura positif Andrea yang bisa dengan mudah menerima kehadiran orang lain, menciptakan kehangatan tersendiri di mana sebenarnya status mereka sangat berbeda. Dia gadis desa biasa, sedangkan Nyonya Crystal berasal dari keluarga ternama.

"Oya, kita belum saling bertukar nomor ponsel. Ayo catat dulu nomormu," ucap Nyonya Crystal yang baru teringat kalau dia tak memiliki nomor Andrea. Segera dia menyodorkan ponsel miliknya lalu memperhatikan gadis ini saat sedang menyimpan nomor. "Makin dilihat matamu semakin menarik ya. Bentuknya seperti bulan sabit, hilang saat kau tertawa."

"Hehe, ini asetku yang paling berharga, Nyonya. Warga desa sering menyebut kalau mataku adalah simbol keberuntungan. Katanya mudah memikat orang," sahut Andrea senang dipuji.

"Yang mereka katakan benar. Kau memang membawa keberuntungan."

Saat akan lanjut mengobrol, sebuah mobil tiba-tiba muncul menghadang jalan. Kejadiannya sangat cepat yang mana membuat mereka memekik kaget saat sopir mengerem tiba-tiba.

"Maafkan saya, Nyonya. Di depan ada mobilnya Tuan Lucien," lapor sopir sambil menatap ke belakang lewat kaca spion, memastikan kalau majikannya baik-baik saja.

"Astaga, mau apa sih anak keras kepala itu. Dia pikir tidak bahaya apa berhenti di depan mobil yang sedang bergerak. Untung kau pelan, kalau cepat? Apa tidak jadi mayat kita semua!" kesal Nyonya Crystal dongkol sekali dengan ulah ceroboh Lucien. "Andrea, kau tetap di sini. Jangan kemana-mana."

Andrea mengangguk patuh. Sembari menunggu apa yang akan terjadi pada pasangan ibu dan anak ini, dia lanjut menikmati cemilan.

"Serahkan Andrea padaku!" ucap Lucien begitu ibunya keluar dari dalam mobil.

"Cihh, memangnya dia barang?" sahut Nyonya Crystal ketus. Dia bersedekap tangan sambil menatap sinis putranya. "Ibu yang lebih dulu menemukannya di pinggir jalan. Jadi jangan harap kau bisa mengambilnya dari tangan Ibu."

"Bu, come on. Dia itu milikku."

"Kau sendiri yang mengklaim Andrea sebagai milikmu, bukan atas persetujuannya. Jadi Ibu tidak akan menyerah. Yang pertama kali menemukan dialah yang jadi pemenang."

Lucien mendengus kasar mendengar jawaban ibunya. Entah bagaimana ceritanya wanita cantik ini malah berubah jadi menginginkan Andrea juga. Padahal sebelumnya tidak begini. Dia jadi kesal.

"Aku sedang menyelidiki masa lalu Andrea, dan kemungkinan besar keselamatannya akan terancam. Kumohon Ibu mengalahlah. Aku begini demi kebaikan calon menantu Ibu juga," ucap Lucien berusaha membujuk ego sang ibu. Kali ini dia tak bohong. Veroz sudah memberi perintah pada anak buahnya untuk melanjutkan penyelidikan.

(Hah? Jadi Lucien juga sudah tahu kebenaran tentang orang tua Andrea? Bagaimana ini? Apa aku harus memberitahu Lucien tentang misi rahasia yang ingin dilakukan oleh Andrea dan teman-temannya? Tapi Andrea bilang masalah ini tak boleh diberitahukan pada orang luar. Jadi bingung)

Veroz menyadari gelagat aneh Nyonya Crystal begitu mendengar ucapan bosnya barusan. Perempuan ini menunjukkan reaksi seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

(Apa mungkin Nyonya dan Nona Andrea menjadi sekutu?)

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!