Pernikahan yang semula di impikan berjalan dengan indah dan bahagia namun nyata nya hanya ada tangisan dan penderitaan.
Kania, wanita yang semula sangat mencintai Ken pada akhirnya harus memilih mundur karena pria itu hanya pura-pura mencintai nya. Bahkan Ken menikahi Kania hanya untuk mengikat wanita itu agar Ken bisa bebas menyiksa dan membalas dendam atas meninggalnya kakak Ken.
Kania hancur, terlebih lagi diri nya harus kehilangan anak yang sedang di kandung nya karena ulah Ken sendiri. Sejak saat itu, Kania langsung mengubur cinta nya pada Ken bersama janin yang telah hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Kabar buruk
"Bagaimana jika Kania sadar lalu mengetahui jika dia mengalami keguguran?pasti perasaan nya sangat-sangat hancur pasti."tukas Tiara.
Mendengar ucapan Tiara,Ken hanya diam tanpa bisa berkata-kata lagi.
Valdi dan Kania malam ini pun memutuskan untuk menginap di rumah sakit untuk menjaga Kania.
Sampai pada besok hari nya,Kania mengerjapkan mata nya perlahan bangun dari tidur nya.Atau lebih tepatnya,tersadar dari pingsan nya.
Ia menatap sudut ruangan,di lihat nya ada Tiara yang sedang duduk tertidur di samping nya.
"Dimana aku....."lirih Kania membuat Tiara langsung terbangun.
"Kania.....kau sudah sadar...."ucap Tiara membulatkan matanya.
"Di....dimana aku,mengapa aku ada disini?"tanya Kania.
"Apakah kau tidak ingat?Kania semalam kau di larikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan."balas Tiara memegangi tanga Kania.
Kania pun mulai teringat jika semalam ia mengalami pendarahan.Sontak wanita itu langsung memeganggi perut nya.
"Hah bagaimana dengan kondisi kandungan ku,apakah baik-baik saja?"tanya Kania membuat Tiara kebingungan untuk menjawab nya.
"Kania tenanglah dulu,kau jangan seperti ini!"ucap Tiara.
"Katakan padaku,bagaimana dengan kandungan ku!"jerit Kania seperti orang linglung.
"Kania.....kau keguguran!"Tiara keceplosan.
Mendengar hal itu,Kania menatap Tiara dengan tatapan sedih.Lalu menejerit histris.
"Tidak.....tidak....tidak mungkin!tidak.........!"jerit Kania dengan nada tinggi,kedua tangan nya menutup telinga.
"Astaga....aku keceplosan!"batin Tiara.
"Kania.....jangan seperti ini....tenanglah dulu!kau masih dalam keadaan yang kurang baik!"pinta Tiara.
"Tidak.......tidak....pasti kau berbohong padaku!"ujar Kania tak percaya.
Tiba-tiba pintu terbuka,masuk Ken dan Valdi ke dalam ruangan itu.
"Ada apa!apakah dia sudah sadar?"tanya Valdi dan Ken tercengang.
Valdi mendekati ke brankar Kania,sedangkan Ken masih berdiri di dekat pintu.Tangis Kania pecah saat itu,suasana semakin rumit.Kania menoleh ke arah Ken dengan tatapan yang sangat tajam tidak seperti biasanya.
Ken dengan rasa bersalah nya,mencoba melangkah mendekati Kania.Dengan maksud ingin menanyai nya.Namun tidak di sangka,respon Kania malah meneriaki nya.
"Pergilah......pergi dari hadapan ku!aku membencimu.....jadi pergilah!"teriak Kania dengan air mata yang mengalir.
Langkah Ken terhenti.Ken hanya diam sambil menatap balik Kania yang sedang mengamuk.Begitupula dengan Valdi dan Tiara,ia mencoba untuk menenangkan Kania.
Tetapi Kania terus saja berteriak dan menjerit.Kania benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya mengalami keguguran.
"Argh........aku sangat membenci mu,pergilah.....pergi dari hadapan ku!"amuk Kania.
"Kania....tenanglah dulu!"ucap Ken.
"Pergi kau.....kau lelaki brengsek.....gara-gara kau aku kehilangan bayi ku!"gerutu Kania.
"Kan.....tenang dulu Kan....kondisi mu belum pulih sepenuhnya!"ucap Valdi tak dihiraukan Kania.
"Tidak.....anak ku....anak ku...."histeris Kania.Tiba-tiba Kania ingin melepas jarum infus dari tangan nya.Sontak Valdi pun mencegah nya dan Ken langsung berteriak memanggil dokter.
"Dokter.....Dokter.....!"panggil Ken,Dokter dan perawat segera datang.
Melihat kondisi Kania yang mengamuk,Dokter pun langsung menyuntikan obat bius pada Kania.
Seketika Kania yang tadinya berontak,kini langsung pingsan kembali.
"Kami sudah menyuntikan obat bius pada pasien.Beberapa jam lagi,pasien akan segera sadar."ucap Dokter lalu pergi.
Ken langsung beranjak duduk di sofa yang berada di ruangan VIP tersebut.Ia menghela nafas lalu menghembuskan nya.