Pernikahan yang tak di inginkan hanya akan membuat luka yang amat dalam.
Begitulah yang di rasakan Agitsna, Dia rela mengubur semua harapan dan cita2nya demi membahagiakan kedua Orang tuanya.
Dia harus rela menikah dengan Pria yang bukan ia cintai.
Persoalan hutang yang harus keluarga Agitsna bayar pada keluarga Pria tersebut.
Pria itu bernama Yudha. Dia pewaris tunggal dari keluarga terkaya di kotanya.
Kalo Agits dia terpaksa menikah dengannya karna something.
Lalu Yudha ???
Kita simak yukk..
Moga kalian syukkkaaaa😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rani maryanii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Agits terbangun di malam hari. Dia mengucek matanya yang menyipit karna menangis.
Dia berjalan ke arah balkon.
"Yudh... Aku udah kayak Pungguk merindukan Bulan." batin Agits.
"Yudhaaaaaa." teriak Agits lumayan kencang.
"Tega sekali kamu ninggalin aku di saat kayak gini Yudh. Aku mohon... Aku mohon Yudh. Kamu pulang. Aku merindukanmu Yudh." kata Agits terduduk lemas di atas lantai balkon.
Agits mulai menyadari di dalam hatinya sudah tertanam Bibit bibit Cinta dari Yudha.
Yudha tinggal menunggu Bibit itu tumbuh dengan subur.
Agits memerlukan Pupuk dari pemilik Bibit tersebut. Agits memerlukan kasih sayang dari Yudha suapaya Bibit Cinta nya tumbuh menjadi Bunga yang segar dan banyak.
Perhatian dari Yudha kini hanya jadi Penantian...
Pengorbanan Yudha menjadi siksa batin Agits.
^^^
Agits menangis dengan memegang kedua lututnya.
"Ya tuhan, Beri aku petunjuk walou hanya secercah cahaya. Beri aku kekuatan untuk menghadapi ini semua." batin Agits tersayat.
Ke esokan paginya....
Agits merasakan tubuhnya mengigil. Dia langsung bangun.
"Astaga..." gumam Agits.
Dia langsung berdiri dan masuk kembali kedalam kamar.
Ya, Agits tertidur di balkon kamar.
Agits langsung membersihkan Dirinya.
"Bismillah..." kata Agits sambil menyampirkan Tas kepundaknya.
Agits berjalan menuruni tangga dari lantai atas, Dia celingukan berharap Yudha ada di salah satu sudut Rumah.
"Hah..." Agits menghela napas pasrah.
"Mungkin sekarang adalah waktunya aku yang harus berjuang." batin Agits bersemangat.
Agits terlebih dahulu mengunci Rumahnya dan langsung membawa salah satu Mobil milik Yudha dari Garasi.
Tuttt... Tuttt...
Beberapa kali Agits mencoba menghubungi Yudha. Tapi masih sama, Sambungan tidak terhubung.
Agits melempar Hp tersebut ke kursi sebelah. Dia kesal, Marah, Bingung, Hawatir jadi satu.
Agits harap harap Cemas. Harap hari ini bisa bertemu atau menemukan petunjuk.
Cemas, Cemas memikirkan Omongan Pria yang kemarin.
Tiiiinnnnn... Tiiinnn....
Agits terus menyalakan klakson di saat macet kayak gini.
"Ishhh..." kata Agits marah sambil menendang kan kakinya.
"Cepetan maju Woiiii..." teriak Agits kesal.
Mobil yang di sebelah Agits langsung menoleh.
Dia mendengar Suara yang begitu pamiliar. Dan....
Ahhh bener Dia melihat Agits yang marah marah gajelas.
Orang itu langsung menutup kaca Mobilnya takut ketauan sama Agits.
Kendaraan di depan mulai melaju, Agits pun begitu. Dia langsung mengikuti mereka bergerak.
Tapi eh tapi....
Agits melihat sosok yang dia cari melaju di depan mobilnya.
Agits langsung menancap Gas gak mau ketinggalan jejak.
Dia terus membuntuti Orang itu. " Yudha... Tunggu aku." batin Agits bersemangat.
Mobil yang Agits buntuti berhenti di depan RS ternama.
Agits mengingat sesuatu dari RS ini. Ya, Ini adalah RS tempatnya dulu di rawat pada saat setelah kecelakaan.
Agits memerhatikan Orang itu yang keluar dari Mobil miliknya.
"Harus nyamar Dulu kalo kayak gini. Aku harus jadi Detektip dulu. ha..." Itu menurut Neng Emes ya.
Pria itu berjalan tanpa ada rasa takut ataupun hawatir. Dia berjalan begitu santai tanpa menoleh kebelakang.
Agits memerhatikannya sampai Dia masuk.
"Yudha... Apa benar kamu sakit. Kenapa gak kabarin aku Yudh." batin Agits sambil menangis.
Agits langsung keluar dari dalam Mobil mengikuti Pria tadi.
Dia celingak celinguk kehilangan jejak Pria tadi.
Agits berjalan kebagian administrasi.
"Ada yang bisa saya bantu ?" tanya suster.
"Emm... Aku mau tanya Mba ?" kata Agits sambil celingukan.
"Mbak mencari siapa ya, Dari tadi celingukan ?"
"Eh enggak Sus, Aku mau nanya ? Apa disini ada pasien yang namanya Yudha sus ?"
"Sebentar saya cari dulu."
Suster itu mencari cari denfan teliti.
"Mohon maaf Mbak. Gak ada yang namanya Mbak sebut tadi."
"Masa sih Sus, Coba cari lagi ?" titah Agits.
Suster itu menurut. Dia berulang kali mencari nama Yudha.
"Gimana Sus, Ada ?"
"Masih sama Mbak gak ada ."
Agits menghela napas pasrah. Hanya itu yang bisa ia lakukan.
Agits berjalan dengan gontai menuju ketempat parkir semula.
"Wooiii... Lo cari Gue ?" teriak nya.
Agits langsung membalikan badannya. Dia melihat Pria misterius itu mendekatinya.
Agits memasang Kucing kucing. Kenapa Kucing ???
Bosen Kuda mulu. Kali kali Kucing ya biar imut.
aku bukan tidak suka baca novel sad ending tapi tidak sanggup karena bisa galau berhari2,
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑