NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terserempet Motor

Byan kembali ke rumahnya, orang tuanya sudah menunggu di ruang tengah. Seperti sengaja menunggu kedatangan Byan yang sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumah.

"Kemana saja kamu? Kenapa tidak pulang ke rumah?" tanya Tuan Danuel, dengan suara tegas dan penuh penekanan.

Byan terdiam, dia menatap Ayahnya dengan ekspresi datar. Sudah terbiasa dengan suasana rumah yang jauh dari kehangatan yang sebenarnya. Apalagi sejak Kakaknya pindah ke Luar Negara.

"Aku tinggal di Apartemen, memangnya kenapa?" ucap Byan, duduk di sofa tunggal disana.

"Byan, kalau ada masalah bicara sama kita. Jangan tidak pulang berhari-hari dan tidak ada kabar sama sekali. Kalau Mama tidak menanyakan kabarmu pada Bara, mungkin tidak akan tahu kalau kamu ternyata punya Apartemen"

Byan tersenyum tipis, Apartemen yang dia beli dengan sembunyi dari orang tuanya. Sengaja dia melakukan itu karena memang ingin mempunyai tempat untuk menyendiri.

"Aku hanya butuh tempat untuk sendirian, kalau saja aku bilang ingin tinggal di Apartemen, kalian tidak akan mengizinkan"

"Tentu saja, kau itu punya rumah sendiri. Kenapa harus tinggal di Apartemen" ucap Tuan Danuel.

Byan hanya tersenyum tipis, jawaban yang sama ketika dulu Kakaknya juga ingin keluar dari rumah ini. Namun, sayangnya Kak Raifan sudah terlanjur mengikuti kemauan Ayahnya. Sehingga sekarang semuanya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.

"Bagaimana dengan Laila? Apa kau masih bersamanya?" tanya Ibu Sonya.

"Aku tidak bersamanya lagi"

Jawaban yang singkat, jelas, namun bagaikan sebuah bom waktu yang meledak di depannya. Tuan Danuel langsung berdiri, menatap Byan dengan tajam.

"Apa maksud ucapanmu? Kau sendiri yang bilang jika kau mencintainya"

Byan berdiri, dia menatap Ayahnya tanpa rasa gentar. "Ya, memang aku mencintainya. Tapi yang bersamaku bukan Laila!"

Ibu Sonya langsung menahan suaminya, takut jika dia akan kelepasan pada anaknya sendiri. "Tenang dulu Pa, kita dengar dulu alasan Byan. Apa maksudnya bukan Laila? Jelas yang kami jodohkan denganmu adalah Laila anaknya Om Hartanto"

Byan tersenyum tipis, masih terlihat tenang menghadapi orang tuanya. "Tanyakan saja pada Laila, apa yang terjadi. Bukan kesalahanku"

Byan langsung berjalan meninggalkan ruangan ini. Pergi ke lantai atas untuk istirahat di kamarnya. Mengabaikan suara teriakan Tuan Danuel yang memanggil namanya.

"Pa, tenang dulu. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebaiknya kamu tanyakan langsung pada Pak Hartanto, apa yang terjadi diantara anak kita"

*

Eva berjalan keluar dari rumahnya, sudah siap bekerja pagi ini. Dia menunggu taksi yang dia pesan datang, hanya berdiri diam di pinggir jalan sambil memeriksa ponselnya untuk tahu taksi yang di pesan sudah sampai mana. Namun, suara keras dari knalpot motor membuatnya menoleh, Eva membeku saat sebuah motor besar melaju kencang ke arahnya.

"Aaa...."

Sudah mencoba untuk menghindarinya, tapi tubuhnya tetap terserempet motor itu. Sejenak pengendara motor berhenti saat melihat Eva terjatuh, menoleh di balik helm yang menutup wajahnya, tapi segera dia melajukan kembali motornya. Meninggalkan Eva yang mengaduh kesakitan di pinggir jalan.

Eva bangun terduduk, area jalan depan rumahnya memang cukup sepi sehingga tidak ada kendaraan lain atau orang yang melihatnya. Eva mengecek lututnya yang lecet dan juga siku tangannya. Dia menghela napas pelan.

"Uh, kenapa motor tadi pergi begitu saja setelah membuat aku celaka. Ish... Seperti di sengaja saja"

Eva berdiri dengan perlahan, menepuk-nepuk roknya untuk mengusir debu jalanan yang menempel. Mengambil tisu basah dari dalam tasnya, membersihkan luka di siku dan lututnya dengan perlahan. Tepat pada saat taksi online itu datang, Eva langsung masuk dan lanjut membersihkan lukanya di dalam taksi.

"Mbak kenapa?"

"Em, tadi ke serempet motor Pak"

"Loh, terus mana pengendara motornya?"

"Pergi begitu saja"

"Ya ampun, tidak bertanggung jawab ya. Ini ada plester Mbak, pakai ini biar lukanya tidak terkena debu"

"Iya Pak, terima kasih"

Eva mengambil plester luka yang diberikan Pak Sopir. Menempelkan di siku dan lututnya yang terluka. "Syukurlah aku cepat menghindar, kalau tidak aku bisa benar-benar kena tabrak motor itu" gumamnya pelan.

Setelah sampai di Perusahaan, Eva segera ke meja kerjanya. Duduk dan segera minum air mineral yang tadi dia beli di Kantin Perusahaan. Sebenarnya masih cukup terkejut dengan kejadian di depan rumahnya.

"Padahal aku berada di pinggir jalan, tapi kenapa motor itu seperti sengaja berjalan ke arahku ya"

Kejadian tadi berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak. Membuat Eva semakin kepikiran saja, terus bertanya-tanya tentang pengendara motor yang seolah sengaja ingin menabraknya.

"Ah sudahlah, mungkin pengendara motor itu sedang buru-buru"

Eva kembali fokus pada pekerjaan seharian ini, sampai waktunya pulang dia baru membuka ponselnya. Banyak pekerjaan di akhir tahun, membuatnya cukup keteteran sampai tidak sempat hanya sekadar mengecek ponselnya. Ada beberapa pesan yang di kirim oleh Byan padanya sejak pesan terakhir pagi tadi.

Makan siang bersama.

Sayang, kamu dimana?

Sayang...

Eva...

Rosa Evalina!

Eva tersenyum tipis melihat pesan-pesan yang di kirim Byan padanya. Semuanya seperti penuh nada penekanan dan kekesalan. Bahkan Byan sampai menyebut nama lengkap Eva, sudah menjadi puncak rasa kesalnya. Segera Eva menelepon pria itu saat ruangan ini sudah sepi, karyawan lain sudah pulang.

"Hallo Sayang, maaf baru buka pesan kamu. Tadi sibuk sama pekerjaan"

"Dimana kau sekarang?!" Suaranya masih terdengar kesal. "Aku kesana sekarang"

"Masih di Kantor, kita ketemu di Parkiran saja ya"

"Ya"

Setelah sambungan telepon terputus, Eva segera membereskan meja kerjanya. Mematikan komputer dan memasukan ponsel ke dalam tasnya. Dia mematikan lampu ruangan dan pergi.

Tersenyum saat melihat kekasihnya sudah menunggunya di dekan mobilnya. Eva berjalan cepat ke arahnya, memeluknya dalam seketika. Byan langsung mengecup puncak kepalanya lembut.

"Lelah sekali hari ini, kenapa tidak ada yang bilang kalau menuju akhir tahu pekerjaan malah semakin menumpuk"

Byan terkekeh lucu, kekasihnya ini dulu hanya bekerja sebagai pelayan di rumah keluarga Hartanto, jadi dia tidak tahu lelahnya suasana kerja di Perusahaan.

"Mau makan apa sekarang?"

"Terserah Mas saja, aku males mikir mau makan apa"

Byan tersenyum saja, merasa lucu dengan tingkah wanitanya ini. Saat melerai pelukan dan memegang lengan Eva, tatapannya tertuju pada siku Eva yang di pasang plester.

"Kenapa dengan tanganmu?"

Eva langsung melihat sikunya, dia menghela napas pelan. "Tidak sengaja terserempet motor"

"Hah? Dan kau tidak bilang padaku!"

Bersambung

1
Yani Suryani
mampir kesini 🤗
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!