NovelToon NovelToon
Ibu Susu Untuk Anak CEO

Ibu Susu Untuk Anak CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Tamat
Popularitas:124.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Di cerai karena anak yang dia lahirkan meninggal, membuat hati Adelia semakin terpuruk, akan tetapi beberapa hari kemudian, dia di minta untuk menjadi ibu susu anak CEO di tempatnya bekerja, karena memang dirinya di ketahui mempunyai ASI yang melimpah.

Apakah Adelia mampu menyembuhkan lukanya melalui bayi yang saat ini dia susui? Temukan jawabannya hanya di Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Gadis Di Acara Lomba

Dalton mulai menjernihkan kembali pikirannya, akhir-akhir ini remaja itu selalu di datangi mimpi seorang wanita yang wajahnya selalu kabur tertutup kabut.

  Perlahan remaja itu langsung beranjak dari ranjangnya karena bunyi alaram yang menunjukkan pukul lima pagi, sudah saatnya ia bersiap-siap untuk untuk sekolah, tapi sebelum ia masuk ke kamar mandi tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu kamarnya.

  "Sayang, boleh Mama masuk?" tanya Adel dengan lembut.

   "Boleh Ma," sahut Dalton.

  Adel mulai membuka pintu kamar anak remajanya itu sambil membawa seragam sekolah. "Sayang, ini bajunya," ucap Adel sambil meletakkan diatas nakas.

   Perlahan Adel mulai melihat guratan kegelisahan di wajah anaknya sehingga membuat wanita cantik itu mulai bertanya.

  "Sayang, kenapa?" tanya Adel yang langsung mulai menebak.

  "Gak apa-apa Mam," sahut Dalton mencoba untuk menutupi kejadian sebenarnya.

Adel kemudian terdiam akan tetapi nalurinya sebagai seorang ibu tidak bisa dibohongi dengan gerak-gerik sang anak yang terlihat gelisah, dia memang bukan ibu kandungnya, akan tetapi dari Dalton bayi dia bersamanya bahkan air susunya sudah membentuk darah daging di tubuh Dalton, maka dari itu nalurinya sebagai seorang ibu sangat kuat.

   "Sayang, Mama tahu kau masih belum siap untuk bercerita, tapi jangan coba-coba untuk memendamnya sendirian, ceritalah, ibumu ini siap mendengarkan keluh kesahmu," ucap Adel.

  Dalton langsung menunduk, sejenak remaja itu merasa bersalah sudah menyembunyikan sesuatu dari ibunya, akan tetapi hatinya merasa berat jika harus menceritakan ini semua dengan Adel entah kenapa seperti ada ketakutan yang tak bisa ia pahami, seolah jika ia mengucapkannya, sesuatu akan berubah, dan dunia yang ia kenal bisa runtuh begitu saja.

"Maaf ya Ma, untuk kali ini Dalton gak bisa ungkapkan tapi kalau semuanya sudah siap pasti Dalton akan ceritakan semuanya pada Mama," sahut anak itu yang akhirnya mulai beranjak ke kamar mandi.

Adel hanya melihat kepergian anaknya itu sebelum akhirnya dia keluar dari kamar Dalton.

Waktu sudah menunjukkan jam setengah tujuh pagi, Arthur dan keluarga kecilnya menikmati sarapan dengan begitu lahap, sejenak pria paruh baya itu mulai mengeluarkan suaranya untuk sekedar menyapa anak laki-lakinya itu.

"Boy nanti ada lomba?" tanya Arthur.

"Iya Dad antar kota," sahut Dalton jelas dan padat.

"Semoga kali ini anak Mama menang lagi ya," timpal Adel.

"Doakan ya Ma," sahut Dalton dengan senyum yang mengambang.

☘️☘️☘️☘️

Gedung serbaguna SMA se-kabupaten itu penuh riuh. Lomba tingkat regional antar sekolah kembali digelar. Dari lomba debat, puisi, hingga pidato—semua siswa terbaik berkumpul membawa nama sekolah mereka masing-masing.

Dalton berdiri tegap di depan panggung dengan jas almamater biru tua. Tatapannya dingin, tangannya menggenggam teks argumen. Hari ini ia menjadi ketua tim debat sekolahnya. Tak ada senyum, hanya ekspresi tenang namun mengintimidasi.

Di sisi lain aula, seorang gadis berkebaya putih sederhana tengah memegang kertas puisi dengan tangan sedikit gemetar, tapi wajahnya memancarkan keberanian. Ia adalah Keysha Willy, perwakilan lomba baca puisi dari sekolah swasta kecil di pinggir kota.

"Keysha, kamu yakin siap?" tanya gurunya.

Gadis itu tersenyum, “Insya Allah, Bu.”

Tak ada yang menyangka, di hari yang sama, dua anak yang terikat oleh takdir namun tidak saling mengenal akan bertemu di satu panggung yang sama.

☘️☘️☘️

Moderator berdiri di tengah panggung, menyapu pandang ke arah para peserta, menjadi penengah yang begitu bijak tidak berpihak ke salah satu peserta.

"Tema debat hari ini. Sistem pendidikan Indonesia—membangun karakter atau menekan kebebasan berpikir? Tim pro akan dipimpin oleh Dalton dari SMA Negeri 1 Kota Barat, dan tim kontra oleh Aulia dari SMA Harapan Bangsa," ucap moderator tersebut

Tepuk tangan menggelegar saat Dalton berdiri. Ia merapikan jas almamaternya, menatap penonton sejenak sebelum bicara, begitupun dengan lawan Dalton semuanya membawa suporter masing-masing dari sekolahnya.

“Sistem pendidikan kita, alih-alih membebaskan pemikiran, justru mencetak generasi penurut yang takut bertanya. Kurikulum lebih mementingkan hafalan daripada pemahaman. Siswa tidak diajarkan untuk berpikir ‘kenapa’, tapi hanya ‘apa’. Dan itu—bukan pendidikan. Itu doktrinasi," ucap Dalton tegas.

Riuh tepuk tangan terdengar dari sisi kanan aula.

Aulia, pemimpin tim kontra, langsung berdiri dengan nada tegas.

“Kami tidak menafikan kekurangan, tapi menyebut sistem pendidikan sebagai penekan kebebasan berpikir adalah tuduhan berlebihan. Justru, dengan program seperti Merdeka Belajar, siswa diberi ruang untuk berekspresi. Masalahnya bukan sistemnya, tapi implementasinya yang belum merata," sahut lawan tak kalah tegasnya.

Dalton tersenyum tipis, lalu menjawab cepat.

“Dan itulah poin kami. Jika implementasinya tidak menyentuh semua kalangan, bagaimana kita bisa menyebut sistem itu berhasil? Apa gunanya kebijakan kalau hanya bisa dinikmati segelintir? Realitas di lapangan jauh dari kata ‘merdeka’. Dan data menunjukkan itu," ucap Dalton, Ia mengangkat selembar grafik.“Survei LIPI tahun lalu menyebut 67% siswa merasa takut mengemukakan pendapat berbeda di kelas. Itu bukan angka kecil. Itu adalah bukti nyata," lanjut Dalton yang membuat lawan kelabakan.

Aula mendadak hening sejenak sebelum akhirnya gemuruh tepuk tangan kembali terdengar, hingga pada akhirnya mereka berdua sama-sama turun dari panggung debat, karena sudah selesai menjalankan tugas mereka diatas panggung.

Sementara itu, Keysha menonton dari kursi peserta. Ia tak bisa mengalihkan pandang dari Dalton. “Cowok itu… dingin banget, tapi pintar,” gumamnya pelan.

Tak lama kemudian giliran lomba baca puisi dimulai. Keysha naik ke panggung setelah MC menyebutkan namanya dengan langkah mantap, gadis itu mulai naik keatas panggung, lalu MC tersebut mempersilahkan untuk Keysha membacakan puisinya.

"Hadirin semua ayo kita sambut dengan meriah persembahan dari siswa harapan bangsa, Keysha Willy," ucap MC dengan lantang, dan disambut dengan sorak tepuk tangan para siswa dan siswi.

"Selamat pagi ... Namaku Keysha Willy perwakilan dari SMA Harapan Bangsa, dan akan membawakan puisi Tentang Ibu," ucap gadis berkulit putih itu.

> “Ibuku bukan pahlawan dalam kisah megah, Ia hanya wanita penjual gorengan di ujung pasar. Namun dari tangannya, aku belajar, Bahwa cinta tak selalu mewah, tapi nyata.”

Dalton yang duduk di kursi juri tamu saat itu, awalnya hanya menunduk membaca berkas. Tapi suara puisi itu—tulus, menusuk, dan tak dibuat-buat—membuatnya perlahan mendongak.

Untuk pertama kalinya, tatapan dinginnya bertemu dengan mata lembut penuh semangat milik Keysha.

Keduanya sama-sama terdiam, saling memperhatikan tanpa kata. Seolah dunia di sekitar mereka memudar, menyisakan hanya detak jantung dan perasaan aneh yang belum bisa dijelaskan.

☘️☘️☘️

Selesai acara, Dalton berpapasan dengan Keysha di lorong belakang panggung. Keysha menyapa lebih dulu, karena memang anak itu terkenal ceria dan berani.

“Kamu jago debat,” katanya ramah, dan mencoba untuk memberanikan diri.

Dalton menoleh sekilas. “Kamu juga. Puisinya bagus. Tapi... terlalu jujur," sahutnya dengan nada datar.

Keysha terkekeh. “Karena aku gak jago bohong," ucapnya polos.

Dalton ingin berkata lagi, tapi langkah kakinya keburu menjauh. Ia tak paham kenapa, tapi sejak mendengar suara gadis itu... dadanya terasa tidak biasa. Dan Keysha? Ia berdiri menatap punggung Dalton, dengan senyum samar. “Anak dingin, tapi pasti hatinya hangat…," gumamnya sambil tersenyum merekah.

Bersambung ....

1
Syahrial
adel blm melahirkan 🤭🤭
Syahrial
ceritanya bagus....👍👍👍👍
Syahrial
sisi istri nya kabur dg selingkuhan nya
Sinar Rohani
ya tuhan aku jadi ikutan nangis baca cerita nya hapir sm dengan kisah hidupku🥲🥲
Siti fatonah Fatonah
bagus aku suka 👍👍👍
Debbie Teguh
baby blues
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏
total 1 replies
falea sezi
np adek g punya anak lagi sih thor tega bgt
falea sezi
anak g tau diri dalton
Nivia Olive
Di bab ini agak kurang masuk akal. Segampang itu Shofia masuk ke rumah orang kaya tanpa penjagaan. Padahal di bab sebelumnya Arthur diceritakan memperketat penjagaan terhadap istri n anaknya.
Alurnya jadi terkesan dipercepat.
Linda Sun
baby blues bukan baby blush
Astu Dwi
😭😭😭
Bunda HB
lhooo....cpt tamat thor adel belum melahirka n./Chuckle//Chuckle//Smug//Grin/
Bunda HB: knpo cerita ini singkat thor hya 50 bab aja.
total 2 replies
Lisa
Wah udh ending y Kak..seneng Kak akhirnya Dalton berdamai dgn masa lalunya dan kembali melanjutkan hubungannya dgn Keysa..terimakasih y Kak utk karyanya yg bagus..semangat y Kak utk karya2 selanjutnya 😊💪🙏
Lanjar Lestari
ya tamat Author wah Bahagia sdh Arthur Adel dan Dalton,g setuju nih kl Dalton balikan sm Keysha Author ke enak kan Sisi Shofia sih kl Dalton dg Keysha, menderitanya ke banyakan Arthur dan Dalton.
Dartihuti
Getok pala deddymu paka olekan ...kl belum sadar jedoti tembok😏
Dartihuti
mampir br nemu...moga menarik dan ttp jeren smp akir mesti terlambat🤗
Desmeri epy Epy
lanjut Thor
Oma Gavin
suka banget cara dalton menyikapi semua masalah nya meskipun masih muda tapi pemikirannya sudah dewasa, jgn putus asa dalton berarti jodohmu bukan keysha
Lanjar Lestari
g akan ibu ku bilang Kay kl Dalton anaknya krn ibumu itu egois keras kepala.lebih bagus kl Dalton dan Keysha berpisah tak bertemu lg,mending Dalton berjodoh dg wanita lain yg punya keluarga baik baik deh,asal jangan Keysha sdh pasti Dad Arthur g akan setuju.
Lanjar Lestari
Good job Boy,betul kata Dalton ya Sisi atau Shofia km memang yg lahirkan Dalton kau tega tinggal kanputra mu demi april yg menyayangi mu dan yg km cintai, kau tak peduli dg Dalton tp kau angkat anak orang lain kau beri kasih sayang,kl Dalton sdh beri keputusan Mamanya Adel dan selamanya Adel lah mama yg di sayang cintai Dalton g usah iri,sakit hatimu masih sakit hati Dalton dan Arthur ya,menyesal selalu si belakang Shofia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!