NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Sang Aktor

Suami Rahasiaku Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: avy sulas

Oca dipaksa menikah dengan pria asing di depan altar—demi memenuhi wasiat sang kakek yang tak bisa ia menolak. dan yang tak terduga, suaminya adalah seorang aktor terkenal yang harus disembunyikan rapat-rapat dari dunia, termasuk dari sahabat-sahabatnya sendiri.

Belum sempat ia membiasakan diri dengan kehidupan barunya, datang seseorang yang perlahan mengisi ruang kosong di hatinya—ruang yang sengaja ditinggalkan oleh suaminya sendiri. Oca pun membuka hati, tanpa pernah menyangka ada yang luput dari pandangannya.

Kini ia terjebak di antara dua hati: satu yang seharusnya ia cintai karena status, dan satu lagi yang ia pilih sendiri karena rasa.

Tapi siapa sangka, tak semua yang terlihat tulus benar-benar seperti itu.

Siapakah yang berhak atas hati Oca? 💍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon avy sulas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas Kesabaran

Brak!

Andira menggebrak meja kantin cukup keras, membuat beberapa pasang mata langsung spontan menoleh ke arah mereka.

"Kurang ajar banget tuh anak! Berani-beraninya mainan perasaan orang," umpatnya dengan wajah memerah menahan emosi.

Napas Andira memburu, kedua tangannya mengepal erat. Ia benar-benar tidak menyangka Dirga yang selama ini selalu terlihat perhatian pada Oca ternyata tega melakukan hal seperti itu.

Di samping Oca, Kinan refleks menutup mulutnya. Tatapannya bergantian mengarah pada Oca dan Andira, jelas sulit mempercayai apa yang baru saja ia dengar.

Andira langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh kantin. Hingga akhirnya, matanya berhenti pada salah satu meja di sudut kantin. Di sana, Dirga terlihat sedang duduk bersama kedua temannya sambil mengobrol santai, bahkan sesekali terdengar tawa dari kedua temannya.

Tanpa pikir panjang Andira langsung melangkah ke arah mereka.

"Andira!" panggil Kinan ketika melihat sahabatnya berjalan menuju meja di ujung kantin.

Namun, Andira sama sekali tidak menggubris dan terus melangkah semakin cepat menuju meja Dirga.

"Ya ampun Ca, gimana, nih?" ucap Kinan panik sambil menatap Oca.

Oca mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya ikut bangkit. "Ayo, sebelum dia bikin keributan.”

Tanpa menunggu jawaban Kinan, Oca lebih dulu menyusul Andira. Kinan pun buru-buru mengejar di belakang mereka.

Begitu sampai di meja mereka Andira langsung menggebrak meja membuat Dirga dan dua temannya terkejut dan mengumpat kesal. Beberapa siswa yang sedang makan pun langsung menghentikan aktivitas mereka dan menoleh ke arah keributan itu.

"Gimana?" tanyanya sinis. "Puas udah bikin sahabat gue hancur?”

Salah satu teman Dirga langsung berdiri sambil mendorong kursinya ke belakang. Wajahnya berubah kesal.

"Maksud lo apa?" bentaknya.

Andira sama sekali tidak memedulikan ucapan laki-laki itu. Matanya tetap tertuju pada Dirga yang sejak tadi hanya diam. Tanpa peringatan, Andira mencengkeram kerah seragam Dirga hingga tubuh laki-laki itu sedikit terdorong ke depan.

"Lu ngerasa keren mainin perasaan orang gitu, hah?" bentaknya dengan napas memburu.

Dirga hanya terdiam. Tatapannya bertemu dengan mata Andira yang dipenuhi amarah. Wajahnya jelas menunjukkan keterkejutan, tetapi di balik itu juga terselip rasa bersalah yang tidak mampu ia sembunyikan.

"Andira..." ucap Dirga pelan, seolah ingin mengatakan sesuatu.

Namun, salah satu temannya langsung berdiri dan menepis tangan Andira dari kerah seragam Dirga.

"Jadi lo semua udah tahu?" ucapnya sinis. Sudut bibirnya bahkan terangkat mengejek. "Terus kenapa lo yang marah? Harusnya sahabat lo itu yang sadar diri. Siapa suruh gampang banget percaya sama orang? Dasar murahan.”

Seketika mata Andira membelalak. Rahangnya mengeras, sementara kedua tangannya mengepal kuat di samping tubuhnya.

"Apa lo bilang?" desisnya.

Sebelum laki- laki itu bereaksi, Andira lebih dulu rmengangkat tangannya dan langsung melayangkan pukulan ke wajah laki-laki itu.

Bugh!

Laki-laki itu langsung terhuyung ke belakang sebelum akhirnya tersungkur ke lantai kantin.

"Woi!"

Beberapa siswa spontan berteriak. Suasana kantin yang semula ramai langsung berubah ricuh. Beberapa anak buru-buru memisahkan mereka.

"Lepasin gue!" bentak Andira sambil terus memberontak. "Gue harus kasih pelajaran cowok yang mulutnya lantam itu!”

Tiba-tiba terdengar suara lantang dari arah belakang.

"ADA APA INI?!"

Seketika seluruh kantin mendadak hening.

Semua kepala serempak menoleh ke arah datangnya suara itu.

Bu Sari berdiri di ambang pintu kantin dengan wajah penuh amarah. Anak-anak yang sejak tadi berkerumun langsung membubarkan diri, sementara beberapa lainnya buru-buru kembali ke meja masing-masing.

Bu Sari melangkah mendekat dengan tatapan tajam.

"Ini sekolah, bukan arena berantem!" bentaknya. "Siapa yang mulai?"

Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Pandangan Bu Sari bergantian menatap Andira, teman Dirga yang memegang pipinya, juga Dirga, Oca, dan Kinan.

"Kalian berlima..." ucapnya tegas. "Ikut Ibu ke ruang BK. Sekarang!”

Setibanya di ruang BK, Bu Sari langsung meletakkan map di atas mejanya. Tatapannya bergantian menatap Andira, Oca, Kinan, Dirga, dan teman Dirga yang masih memegangi pipinya.

Bu Sari menyilangkan kedua tangannya di dada. "Sekarang jelaskan. Sebenarnya apa yang terjadi di kantin tadi?"

Andira menarik napas panjang sebelum maju selangkah. "Bu, saya mukul dia karena dia udah keterlaluan ngomongnya.”

Bu Sari mengangkat sebelah alis. "Keterlaluan bagaimana?”

Andira mengepalkan tangannya lagi. "Dia ngehina sahabat saya."

Teman Dirga langsung menyela sambil menunjuk ke arah Oca. "Saya cuma ngomong apa adanya, Bu. Dia aja yang tiba-tiba main pukul."

"Cukup!" potong Bu Sari tegas. Tatapannya bergantian mengarah kepada keduanya. "Sekarang bukan giliran kalian saling menyela."

Ruangan kembali sunyi.

Bu Sari kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Oca. "Oca, sekarang Ibu mau dengar penjelasan dari kamu."

Oca menundukkan kepala sesaat sebelum mulai menjelaskan semuanya secara singkat. Selama ia berbicara, Dirga hanya berdiri diam dengan rahang mengeras. Beberapa kali tatapannya mengarah kepada Oca, tetapi ia sama sekali tidak mencoba membantah.

Setelah mendengar penjelasan dari semua pihak, Bu Sari mengembuskan napas pelan.

"Ibu tidak peduli siapa yang memulai. Selama kalian memilih menyelesaikan masalah dengan keributan dan kekerasan, kalian semua tetap salah."

Tatapannya berhenti pada Andira. "Andira, kamu salah karena menggunakan kekerasan."

Lalu ia menoleh ke arah teman Dirga. "Dan kamu juga salah karena ucapanmu memancing keributan."

Bu Sari mengambil beberapa lembar kertas dari atas meja, lalu meletakkannya di hadapan mereka.

"Sekarang kalian berlima membuat surat pernyataan. Setelah jam pelajaran selesai, kalian bertugas membersihkan aula sekolah sampai selesai. Anggap ini sebagai pelajaran supaya lain kali bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin."

"Baik, Bu," jawab mereka hampir bersamaan.

Beberapa jam kemudian, setelah seluruh jam pelajaran berakhir, mereka mulai menjalani hukuman di aula sekolah.

Sepanjang membersihkan aula, tak banyak percakapan yang terdengar di antara mereka bertiga. Hanya suara sapu yang sesekali bergesekan dengan lantai ruangan yang mulai sepi.

Oca yang sejak tadi terdiam akhirnya menghentikan gerakannya. Ia menundukkan kepala sebelum menatap Andira dan Kinan bergantian.

"Maaf..."

Andira dan Kinan sama-sama menghentikan pekerjaan mereka.

"Gara-gara gue... kalian jadi ikut dihukum."

Andira mendengus pelan, lalu menyandarkan sapunya ke dinding.

"Apaan, sih." Ia menghela napas sebelum menepuk pelan bahu Oca. "Jangan minta maaf terus."

"Tapi kalau bukan karena gue—"

"Kalau bukan karena mereka yang kelewatan ngomong, gue juga nggak bakal mukul." Andira memotong ucapan Oca. "Jadi berhenti nyalahin diri sendiri."

Kinan mengangguk setuju sambil tersenyum tipis. "Andira memang emosian," ujarnya membuat Andira langsung melirik kesal, "tapi soal satu hal dia benar."

Kinan kemudian menatap Oca dengan lembut.

"Kalau ada yang nyakitin sahabat kami, ya kami nggak bakal tinggal diam."

Mata Oca langsung berkaca-kaca Bibirnya bergetar pelan, ia benar-benar merasa bersyukur karena untuk pertama kalinya ia benar-benar merasakan bahwa masih ada orang yang rela berdiri di sisinya.

Andira langsung merangkul bahu Oca sambil tersenyum jahil. "Udah, jangan nangis lagi. Nanti sapunya ikut basah."

Ucapan itu sontak membuat Kinan terkekeh pelan. Di tengah hukuman yang mereka jalani, senyum tipis akhirnya kembali terukir di wajah Oca.

Author's Note 🤍

Maaf banget ya, akhir-akhir ini up nya sering telat 😭 Semoga bab kali ini bisa mengobati rasa penasaran kalian. Selamat membaca, happy reading! 🫶

1
MayAyunda
mampir kak
Lavicaysm
🥰
MayAyunda
ceritanya bagus ..lanjut kak
Putry Chan
semangat ya 💪
Lasa Hardianti: Makasih kak semangat juga yah😁
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
mampir lagi aku kakk, mampir juga dong kaaa ke novel kuu
Lasa Hardianti: Makasih kak nanti aku mampir ya😁
total 1 replies
MayAyunda
cerita bagus kak .
Lasa Hardianti: Thanks ya kak😁
total 1 replies
MayAyunda
lanjut kak
nunu
next lanjut kak
Lasa Hardianti: Oke kak siap, ditunggu lanjutannya ya. makasih udah mampir😁
total 1 replies
MayAyunda
bagus ,mampir kak
white star ⭐
bagus kak
white star ⭐
yah lagi dimasa usia suka kumpul2 sama temen malah nikah kasian oca
Lasa Hardianti: Huhu iya kak masa SMA-nya jadi berubah total, Semoga Oca kuat ya menghadapi semua ini. Makasih udah mampir dan dukung Oca🥹🤍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
kaa sampai sini dlu ya nanti aku mampir lgii
Lasa Hardianti: Siap Kak. Makasih udah mampir sampai sini🥹❤️ Ditunggu lanjutannya ya, semoga makin seru buat Kakak🤭
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
acara pernikahan/Facepalm/
Lasa Hardianti: Ssst... jangan dibocorin dulu yaa🤫😂
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
baguss
Lasa Hardianti: Makasih banyak kak!🥹❤️
total 1 replies
mary dice
Badai pasti berlalu ya Oca.. semangat lanjut thor
mary dice
benaran nih menang taruhan heeeem
reyanzarayyanfahlevy_
Bagus kak, semangat ya kak salam penulis pemula
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak😍💪
total 2 replies
reyanzarayyanfahlevy_
semangat kak
Annisanur hasanah
semangatt kakk, aku tunggu update kakak😍
Annisanur hasanah
bagus dan menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!