~ Seorang Ahli kimia abad 21 bernama Aurora dengan kecerdasannya dapat meracik berbagai macam obat medis maupun tradisional, membuatnya merasakan kesuksesan diusia muda, namun orang-orang disekitarnya merasa iri dengan kesuksesannya itu, begitupun dengan ibu dan saudara tirinya yang selalu berusaha menghancurkan hidup Aurora bagaimanapun caranya, namun usahanya tidak pernah berhasil, hingga pada suatu ketika sebuah tragedi menimpanya, membuat rohnya melewati lorong waktu ke abad 14 ke zaman Dinasti Ming.
Aurora yang dinyatakan meninggal dunia kembali dihidupkan di zaman yang berbeda di masa lampau, rohnya memasuki tubuh seorang permaisuri buruk rupa yang diasingkan pangeran Dinasti Ming yang juga seorang pangeran kutukan.
Bagaimanakah kisahnya menjalani kehidupan keduanya? Adakah cara untuknya kembali ke zamannya? Atau mungkin ia akan menetap disana hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang Kutukan
.
.
.
Kerajaan Ming
Saat ini terlihat Ibu suri sedang berjalan kesana kemari di dalam kamarnya, tak ada yang ia khawatirkan lagi selain dari keselamatan Dong ming yang mengasingkan diri lebih lama dari biasanya.
"Dimana kau Ming'er! Kali ini kau mengasingkan diri lama sekali!" Ia terus berjalan kesana kemari, tak menyadari kedatangan Zou ming ke hadapannya
"Salam Ibu suri, kenapa kau terlihat sangat khawatir? Pangeran Dong ming pasti akan pulang Ibu suri tenangkan dirimu" ucap Zou ming seketika menghentikan langkah ibu Suri.
"Bagaimana aku bisa tenang Zou'er! , Adikmu mengasingkan diri lama sekali tidak seperti biasanya, aku sudah melarangnya tapi tetap saja dia pergi!" Ucapnya masih dengan nada khawatir
"Dia akan baik-baik saja, bagaimana dengan rencana pengangkatanku sebagai pangeran Mahkota Ibu suri?" Tanya Zou ming
"Kau ini! adikmu sedang tidak ada disini kau malah menanyakan perihal Pangeran Mahkota, aku tidak mau tau sebelum Dong ming kembali pengangkatanmu akan diundurkan!" Seru Ibu suri
"Tapi ibu suri…. "
"Pergilah, bantu jendral Fang mencari Dong Ming" perintahnya
"Baiklah" Zou ming mengiyakan perintah ibunya untuk mencari Dong ming
Sementara Ibu suri teringat akan kutukan Dong ming yang selalu membuatnya harus mengasingkan diri
Maafkan ibu ming'er, jika saja dulu ibu tidak meminta ayahmu berburu serigala kau mungkin tak akan terkena kutukan ini
.
.
.
.
*Flash Back*
"Yang mulia entah kenapa aku ingin sekali kau memburu serigala" Ucap permaisuri Lin Xue yang sedang mengusap perut buncitnya pada Kaisar Ming.
"Ada apa Xue'er? Apa anak kita yang menginginkannya?" Tanya nya sambil mengelus perut permaisuri Lin Xue kala itu, Lin Xue dengan cepat menganggukan kepalanya menandakan iya.
"Aku ingin mengambil bulunya, bisakah kau mencarikanku serigala berbulu indah?" Tanya nya kembali
"Tentu saja, aku akan mencarikannya untukmu, kau istirahat saja" Kaisar Ming membantu Lin Xue membaringkan tubuhnya, ia mengecup kening Permaisuri dan perutnya yang kini sudah terlihat membesar
"Jaga dirimu baik-baik" ucapnya kembali, Lin Xue menganggukan kepalanya
Kaisar Ming dan para pasukannya segera meninggalkan Istana untuk berburu serigala yang ia cari, beberapa dari pengawalnya ia pencar untuk mencari serigala yang ia inginkan
Ia mulai memasuki area hutan yang jaraknya cukup jauh dari istana, mencari buruannya
Dari kejauhan ia melihat sepasang serigala yang sedang berdua dibawah bebatuan, bulu mereka tampak berbeda dari serigala biasanya membuat Kaisar Ming tertarik untuk memburunya, ia dengan hati-hati menarik anak panahnya mencoba melesatkan ke arah serigala itu
Sttt!!!
Panah itu berhasil tertancap pada salah satu serigala itu, membuat Kaisar ming merasa sangat senang, dengan cepat ia berlari menuju ke arah serigala itu, ia berlari menyusuri sungai hingga akhirnya sampai ke tempat itu namun betapa terkejutnya ia ketika ia melihat yang tertancap panah adalah seorang manusia
"Apa!!" Kaisar Ming terbelalak melihat siapa yang sudah ia panah
"Pendeta agung!!" Ia langsung berlutut, seketika kakinya merasa lemas tak kuasa untuk menopang tubuhnya, ia sungguh tidak mengetahui bahwa serigala yang ia panah adalah jelmaan seorang pendeta agung yang sedang berkultivasi
"Kau, kaisar ming!" Pendeta Agung menunjuk ke arahnya dengan suara yang memberat karna panah yang tertancap di tubuhnya adalah panah beracun mematikan
"Pendeta agung, kumohon Ampuni aku!" Kaisar ming bersujud di kakinya memohon ampun, namun sepertinya sudah terlambat
"Sungguh bodoh kau kaisar tidak bisa membedakan serigala biasa dan jelmaan!!!" Pendeta Agung berbicara terengah-engah merasakan racun yang sudah mulai menjalar di tubuhnya, Jendral Fang dan para pengawal lain mendekati mereka dan juga terkejut dengan pemandangan di depan mereka, Jendral Fang berniat menolong Pendeta agung namun ia menghentikannya
"Menjauhlah kalian manusia terkutuk!! Kalian sudah berusaha membunuhku!!" Suara pendeta agung seakan seperti petir yang menyambar mereka, mereka memilih untuk menjauh sementara Kaisar Ming masih mematung bersimpuh di kakinya
"Ampuni aku pendeta, aku sungguh tidak bermaksud, aku hanya ingin memberikan hadiah pada permaisuriku saja karna dia sedang mengandung putra keduaku, tolong ampuni aku" Kaisar ming masih tetap bersimpuh berharap ada pintu maaf dari pendeta agung atas kesalahannya yang sangat fatal.
"Tidak ada ampun bagimu kaisar!! Aku mengutuk putramu!! Dia akan memiliki wajah setengah serigala!!" Nafasnya terengah-engah, tubuhnya yang terbaring mulai melemah
"Dan setiap bulan purnama tiba dia akan berubah menjadi serigala!!!" Ucapan terakhir terucap di mulutnya yang mengeluarkan darah seketika...
Jedarrr!!
Petir tiba-tiba bermunculan, langit berubah menjadi gelap gulita, Kaisar dan para pengawalnya dibuat sangat takut akan kutukan yang diucapkan pendeta agung itu.
"Tidak, Tidak Pendeta agung, ku mohon Ampuni aku, jangan hukum putraku" ia terus bersimpuh memohon ampun namun sepertinya tak ada gunanya, Pendeta Agung menghembuskan nafas terakhirnya karna panah beracun yang tertancap di tubuhnya sudah berhasil merenggut nyawanya.
"Tidaaaaaaaaaakk!!!" Kaisar ming berteriak sekeras mungkin atas kesalahannya yang sangat fatal dan mungkin tidak bisa dimaafkan oleh dewa langit, ia menangis sejadi-jadinya, Jendral Fang mendekatinya berusaha untuk menenangkannya
"Yang mulia, tenanglah"
"Manusia macam apa aku ini telah membunuh seorang pendeta agung Fang!!" ia terus menyalahkan dirinya sendiri, menangis sejadi-jadinya
"Aku tau kau tidak sengaja yang mulia" ucap Jendral Fang yang berusaha menghiburnya
"Dewa langit pasti tidak akan memaafkanku, putraku? Bagaimana jika kutukan itu benar-benar terjadi pada putraku?" ucapnya dengan nada frustasi.
"Aku,, aku tidak tau yang mulia"
"Bodoh!!! Aku sungguh bodoh Fang!!!" Jendral Fang tidak pernah melihat Kaisar Ming selemah ini, ia berusaha untuk menenangkannya
"Yang mulia lebih baik kita kembali ke Istana" Jendral Fang membantu kaisar ming untuk bangun, mereka akhirnya kembali ke Istana dengan raut wajah yang sedih, terlihat dari wajahnya suatu penyesalan yang teramat sangat.
Niat hati ingin memberikan hadiah untuk istri tercintanya, namun ia malah memberikan kutukan untuk putranya sendiri
Begitulah kira-kira kacaunya perasaan Kaisar Ming pada saat itu
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih untuk yang sudah membaca 🙏😊