NovelToon NovelToon
AKU BUKAN ANTAGONIS

AKU BUKAN ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Pengganti / Romantis / Time Travel / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:514.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: RIAANI

berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang membuat Areya terjebak di dalam novel yang baru saja ia baca. namun yang lebih tragis Areya terjebak dalam tubuh Ranhy sang pemeran antagonis yang dihukum mati akibat perbuatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIAANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TULISAN TAKDIR

Happy reading semua

Jangan lupa vote komen dan follow aku ya 😄

Kereta kuda milik Harist berhenti tepat di depan kuil agung yang menjadi satu-satunya kuil terbesar yang ada di Kerajaan ini. Harits turun lebih dulu lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Areya turun dari kereta kuda, keduanya membawa langkah untuk memasuki kuil tersebut terdapat beberapa anak tangga yang ada di sana guna sampai di pintu utama kuil.

Areya tidak menyangka bahwa kuil ini akan terlihat begitu indah dengan warna kuning yang mendominasi. Ya, tidak jauh berbeda sih dengan bayangannya saat membaca novel. Hanya saja ia tetap terkejut melihat semua ini.

"Kau bilang hari ini ada doa bersama di kuil, kenapa tidak banyak orang yang datang?" Areya bertanya pasalnya hanya ada beberapa kereta kuda yang terparkir di halaman depan kuil. Areya dapat melihat Harist yang kini tengah salah tingkah dan kebingungan menjawabnya, lucu sekali tuan muda Learton ini.

"Ya, itu mungkin mereka sudah mulai lebih dulu di dalam, sudahlah ayo kita segera masuk." Harits menarik tangan Areya, membawa si kecil agar lebih cepat masuk ke dalam ruang doa.

Saat mereka masuk ke dalam ruang doa, disana memang ada beberapa jemaat yang sedang duduk mendengar sang pendeta yang sedang membaca doa-doa yang sebenarnya tak benar-benar Areya pahami sama sekali.

Areya kembali memindai ruangan tersebut saat tengah melihat iris matanya melihat orang orang yang tengah berdoa dengan khusyuk beberapa dari mereka bahkan tampak ada yang menangis, entah masalah apa yang terjadi pada mereka namun areya hanya berharap semoga sosok yang mereka puja dapat membantu.

Areya sendiri bukanlah orang yang taat akan keyakinan dulu dirinya bahkan tidak pernah sekalipun memohon kepada yang kuasa untuk hidupnya. Mungkin karena itu ia dikirim kemarin.

Harits membawa Areya menuju ke barisan depan dirinya duduk dan di susul Areya di samping nya , Harist meletakkan beberapa koin emas ke wadah yang berisi beberapa koin.

Areya hanya melihat saja , dirinya tak menyangka bahwa Harist benar benar datang untuk berdoa. Melihat Harist yang dengan tenang berdoa membuat Areya merasa nasib Harist cukup buruk saat ia membaca novel. Ia memejamkan matanya lalu ikut duduk dengan tenang di samping Harist yang tanpa Areya sadari bahwa kini sang pemuda tampan itu tengah tersenyum malu.

Acara doa sudah selesai, Areya keluar lebih dulu dibanding Harist yang katanya memiliki urusan sebentar dengan sang pendeta, Areya cuek saja biarlah itu menjadi urusan si tuan muda Learton itu.

"Ternyata disini tidak cukup buruk." Gumam Areya, memang benar, dirinya banyak menemukan hal baru sejak tadi disini, Kebiasaan baru, kegiatan baru bahkan pengetahuan baru yang mungkin tidak ada di dunianya sana

Dirinya menghirup udara yang menggelitik pernapasannya, ini sudah hampir tengah hari namun segarnya udara masih terasa. Lantaran bingung harus melakukan apa, dirinya putuskan untuk berkeliling kuil sembari menunggu Harits selesai dengan urusannya.

Areya duduk di dekat air mancur, manik mata menatap pantulan diri dari balik air yang terlihat begitu jernih. Benar, mau dilihat bagaimanapun juga Ranhy memiliki wajah yang sangat cantik dengan kulit yang putih, rambutnya pirang berkilau, bola mata berwarna coklat keemasan serta bibir kecil berwarna cery.

"Ranhy, bagaimana bisa kau membuang waktu untuk mengejar pangeran Lordias yang payah itu, sedang kau memiliki wajah yang indah seperti ini? Kau benar benar sudah menyia-nyiakan berkat dewa," Gumam Areya seolah sedang berbicara. dengan Ranhy di pantulan air jernih itu.

"Ya, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan mu, ini semua salah si penulis yang terlalu menyebalkan terhadap nasib mu!"

Selepas puas menikmati waktunya berkeliling dan melihat berbagai ornamen di sekitar kuil, Areya memutuskan untuk kembali lagi pula ini juga sudah lama pasti Harits tengah menunggu nya . Maka, Areya berjalan kembali kearah kereta kuda mereka .

Namun Ketika Areya hendak melewati air mancur tempat dirinya berkaca tadi, tiba-tiba sebuah suara berhasil menarik atensi.

"Wahai jiwa yang berasal dari dunia lain,"

Sontak Areya terdiam sesaat kemudian menoleh perlahan, iris mata menemukan sosok wanita paruh baya dengan pakaian serba putih berdiri tepat tempat Areya berkaca tadi , menatap air yang begitu jernih dan dingin.

Areya menatap si wanita dengan sorot mata penuh tanya, apakah wanita itu sedang berbicara dengan dirinya atau ini hanya sebuah kebetulan?

Si wanita paruh baya menoleh ke arahnya, iris mata bersinggungan dengan iris mata Areya atau lebih tepatnya Ranhy, dia tersenyum tipis sebelum berujar,

"Ingatlah, nak, selalu ada harga yang harus dibayar untuk mereka yang mengubah takdir yang telah di gariskan."

Suara wanita itu begitu lembut namun Areya merasa ia begitu tegas menyampaikan pesan . Sepertinya wanita paruh baya itu benar-benar tengah menyampaikan sebuah peringatan pada Areya yang masih terpaku.

Tatkala Areya hendak bertanya apa maksud dari ucapan si wanita, tiba-tiba suara Harist yang memanggilnya membuat perhatian Areya terbagi dan ketika dia melihat kembali ke arah sang wanita, dia sudah tidak ada di sana.

Itu membuat Areya celingukan, Apa ini? Bagaimana bisa orang pergi dengan begitu cepat seperti itu? Apakah yang Areya tadi hanya ilusi, tapi ucapan yang keluar dari mulut si wanita begitu nyata di hati dan pikirannya.

"Kau ini , pergi kemana hah? Kenapa lama sekali, padahal aku bilang tunggu sebentar"

Alih-alih menjawab pertanyaan Harist, Areya justru memberikan sebuah pertanyaan pada Harist yang cukup bingung dengannya yang seperti tengah mencari sesuatu,

"Harits, apa kau melihat ada wanita yang berdiri disini tadi?"

Harits menatap Areya dengan kening yang berkerut,

"Apa maksudmu? Tidak ada siapa pun disini, aku hanya melihatmu sendirian disini berdiam diri," ucapnya heran karena dari tadi ia hanya melihat gadis Marquise Seagyr itu berdiri diam sendiri disini. Dirinya bahkan bingung kenapa gadis ini seperti bingung makanya ia memanggil agar mengetahui apa yang sedang dilakukan si gadis.

Areya mendesah pelan, sebenarnya apa maksud ucapan si wanita tadi? Apakah memang sejak awal takdir Ranhy adalah kematian, bahkan jika Areya berusaha untuk menghindari hal itu? Lalu apa maksud dari setiap perubahan mempunyai harga untuk dibayar?

Apakah perubahan yang dilakukan oleh ini buruk? Sial! Kenapa Semua ini semakin terasa begitu rumit, dirinya hanya ingin hidup tenang tampa masalah! Kenapa begitu saja sulit sekali sih!!!

1
✨Susanti✨
saran aja kak, mungkin bisa diperbaiki susunan katanya 🙏🏻
Steavani
modus anjirr
Steavani
ape nich? 🤭
Steavani
bimbang antara harits atau napios
Steavani
mau kasihan tapi gak tau harus gimana😭
Yennie Susantie
terus kalau areya nempelin lagi, mau lu cuekin lagi gitu
Yennie Susantie
ya udah sih terserah kan itu yg lu mau
Yennie Susantie
ngakakin ssi duke boleh gak sih😄😄
Yennie Susantie
makanya jangan KEPEDEAN!!🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
HAAA,!! AKU SIAPA,?? AKU DIMANA,??
🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ah tamat..
Erna Masliana
memaafkan tapi tidak untuk kembali 😛
Erna Masliana
percuma terlambat ngapain mikirin hal yang udah terjadi.. pikirin masa depan rakyat bukan perasaan pribadi
Erna Masliana
terlalu emosional membahayakan bikin rencana gagal dan ketauan
Erna Masliana
aku pernah diposisi Reya.. aku pernah menolak seseorang.... beberapa temanku mojokin aku.. katanya tegaan..aku tau dia baik tapi akunya gak suka.. kan perasaan gak bisa dipaksa y😛
Erna Masliana
Duke apa bener kamu cinta Reya atau sekedar kagum.. bagaimana perasaanmu pada Revi
Erna Masliana
da gitu kalo keturunan mah biasanya memikirkan diri sendiri bukan rakyat
Erna Masliana
gapapa.. apapun untukmu 😁
Erna Masliana
konsekuensi nikah sama Raja ya siap siap berbagi dengan selir lah.. walau mungkin ada Raja yang hanya punya satu istri tapi langka
Erna Masliana
sepertinya Revi ini jodoh Napios.. apakah Areya akhirnya bersama dengan Lordias...ah masih tidak bisa melupakan kebrengsekan Lordias aku tuh yang menuding Areya seenaknya di depan umum waktu keracunan... padahal aku berharap Areya pilih Napios
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!